Masyarakat Nasri Apresiasi Kinerja Mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga

Sleman – Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga kelompok 193 di Padukuhan Nasri III memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat. Berbagai program yang dijalankan selama masa pengabdian mendapat apresiasi tinggi dari warga, seperti disampaikan dalam acara perpisahan pada Minggu malam (18/8/2025) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Ranting Semingin-Nasri.

Dukuh Nasri III, Zamzuri Latif, mengungkapkan rasa terima kasih atas kontribusi nyata para mahasiswa. “Meski waktunya singkat, banyak kegiatan bermanfaat yang telah dilaksanakan, seperti Pojok Literasi, Kelompok Belajar, dan pelatihan keagamaan. Kami berharap program ini dapat dilanjutkan oleh pemuda setempat,” ujarnya.

Ketua RW 07, Irmawan Budi Santosa, turut memberikan apresiasi atas dedikasi mahasiswa dalam memotivasi pemuda dan anak-anak. “Mahasiswa KKN telah aktif berbaur dengan masyarakat. Semoga mereka sukses menyelesaikan studi dan meraih cita-citanya,” tambah Irmawan.

Ketua Kelompok 193, Imaduddin Abdur-Rahim, menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat warga Nasri. Ia juga memohon maaf jika terdapat kekurangan selama pelaksanaan KKN. “Kami berharap silaturahmi ini tetap terjaga meski masa KKN telah berakhir,” ujarnya. (Edy/KIM Moyudan)




SPS Asparagus II Sampaikan Laporan Tahunan ke Pemerintah Kalurahan Condongcatur

Sleman – Satuan PAUD Sejenis (SPS) Asparagus II menyampaikan laporan kegiatan rutin tahunan kepada Pemerintah Kalurahan Condongcatur pada Selasa (19/8/2025). Acara yang bertepatan dengan hari jadi ke-15 lembaga tersebut dihadiri oleh pengelola SPS, perwakilan PKK, dan perangkat desa.

Ketua Pengelola SPS Asparagus II, Endang Srimulyani, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kalurahan dalam peningkatan kapasitas dan kesejahteraan pengelola PAUD. “Dukungan ini sangat berarti bagi perkembangan pendidikan anak usia dini di Condongcatur,” ujarnya.

Sekretaris Pengelola, Sussi Listyaningsih, memaparkan capaian kegiatan tahun 2024-2025 serta rencana kerja 2025-2026, termasuk laporan keuangan dan RAPBS.

“Setelah masa pandemi, jumlah murid kami meningkat. Saat ini ada 30 anak yang terdaftar, dan pendaftaran masih dibuka,” jelasnya. Sumber pembiayaan operasional berasal dari iuran orang tua, donatur, bantuan kalurahan, dan BOP PAUD.

Kepala Lembaga SPS Asparagus II, Muflichah, menambahkan bahwa pada 2025 lembaganya mendapatkan bantuan Alat Permainan Edukatif (APE) dan mebeler dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mengapresiasi tata kelola SPS Asparagus II yang dinilai baik dan layak menjadi contoh bagi SPS lain.

“Kami siap membantu menyelesaikan kendala yang dihadapi untuk memastikan layanan PAUD tetap optimal,” tegasnya.

Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam, menyebutkan bahwa pemerintah kalurahan telah memberikan stimulan dana rutin, insentif tahunan bagi pendidik, dan pelatihan peningkatan kompetensi.

“Kami harap 11 SPS lain di Condongcatur juga dapat menyampaikan laporan tahunan,” ujarnya.

Acara ditutup dengan rencana peringatan milad ke-15 SPS Asparagus II melalui tasyakuran pada Rabu (20/8/2025). (Wasana/KIM Depok)




Panewu Gamping Hidupkan Semangat Kemerdekaan Lewat Apresiasi Prestasi

Sleman – Pemberian penghargaan kepada prestator menjadi simbol nyata bahwa bangsa ini tidak hanya berdiri di atas sejarah, melainkan juga terus bergerak maju berkat sumbangsih masyarakat yang mengukir prestasi. Peringatan Hari Kemerdekaan ke 80 Republik Indonesia di lapangan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu (17/8/2025) saat yang tepat untuk memberikan apresiasi kepada mereka yang berprestasi di berbagai bidang.

Panewu Gamping, Suyanto didampingi Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP Bowo Susilo dan Komandan Koramil 17/Gamping, Mayor Armed Istachori memberikan penghargaan kepada 8 prestator antara lain: Lurah Ambarketawang, Sumaryanto (Juara III Kampung Keluarga Berkualitas Tingkat Kabupaten Sleman), Lurah Banyuraden, Sudarisman (Juara I Epdeskel Tingkat Kabupaten Sleman dan Juara I Epdeskel Tingkat Propinsi), Dukuh Sumber Gamol, Agus Triyanto (Juara III Catur POR Korpri Kabupaten Sleman), Supini (Juara III Kader Berprestasi Tingkat Kabupaten Sleman), Posyandu Tunas Asri (Juara III Posyandu Berprestasi Tingkat Kabupaten Sleman), Ulil Absor (Peraih Medali Emas Bahasa Inggris Level 4 Olimpiade Bahasa Inggris Tingkat Nasional), Ummu Azmi Syazwina Putri (Juara I Tanding Kelas Putri Kejuaraan Kebangsaan Cup Tingkat DIY), serta Ayrton Rino Zhiandara Ardanandi (Juara III Gulat Putra 110 kg POPDA DIY).

Dalam sambutannya, Suyanto mengatakan tradisi penghargaan ini mencerminkan nilai luhur bangsa yaitu menghargai kerja keras, dedikasi, dan kontribusi nyata. Baik prestasi di bidang pemerintahan, pendidikan, kesehatan, olahraga, hingga pengabdian sosial, semuanya memiliki makna strategis dalam membangun Indonesia yang lebih baik. “Penghargaan kepada prestator bukan sekadar simbol, tetapi sebagai motivasi kolektif,” ujarnya.

Tak hanya itu, penghargaan memberi ruang bagi tumbuhnya kebanggaan dan rasa memiliki terhadap daerah maupun bangsa. Warga yang berprestasi merasa kontribusinya diakui, sementara masyarakat lain menyadari bahwa setiap individu memiliki peluang untuk dihargai bila berjuang dengan sungguh-sungguh.

“Momentum 17 Agustus menjadi waktu yang pas karena sarat nilai historis. Bangsa ini lahir dari perjuangan, dan perjuangan hari ini diwujudkan lewat prestasi,” tandas Suyanto.

Dalam perspektif kebangsaan, penghargaan bagi prestator menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi hasil gotong royong seluruh lapisan masyarakat. Setiap capaian kecil yang diakui menjadi modal untuk mewujudkan cita-cita Indonesia maju.

Bahkan, penghargaan di tingkat kapanewon maupun kalurahan mampu menciptakan iklim kompetitif yang sehat. Ketika warga termotivasi untuk berkontribusi, maka akan tumbuh banyak inisiatif yang mendukung kesejahteraan sosial, lingkungan, hingga ekonomi. Inilah energi baru yang selaras dengan semangat kemerdekaan.

Lebih dari sekadar seremoni, pemberian penghargaan adalah bentuk investasi sosial. Karena dapat menumbuhkan semangat juang baru di tengah masyarakat yang beragam tantangan. Di saat yang sama, penghargaan menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus diisi dengan karya nyata.

Menghargai prestator berarti menyalakan api semangat bangsa agar terus berkarya, membangun, dan menjaga warisan kemerdekaan. Karena pada akhirnya, kemerdekaan sejati adalah ruang yang memungkinkan setiap warga negara untuk berprestasi dan diakui keberadaannya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




MAN 4 Sleman Sukses Gelar Upacara Khidmat Peringatan HUT ke-80 RI

Sleman – Civitas akademika Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Sleman menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia dengan khidmat di halaman madrasah pada Ahad (17/8/2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, tenaga kependidikan, serta mahasiswa praktikan dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Edy Suparyanto, membacakan amanat Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan persatuan bangsa.

“Kemerdekaan harus menjadi momentum untuk meneguhkan nilai-nilai Pancasila sebagai jiwa bangsa. Indonesia Maju hanya bisa dicapai melalui persatuan, kerja sama, dan penguatan karakter,” tegas Edy menyampaikan pesan Gubernur.

Edy juga menyoroti tantangan generasi muda di era percepatan teknologi dan perubahan global.

“Generasi sekarang harus memiliki keuletan, daya juang, dan semangat kebersamaan agar Indonesia mampu bersaing di kancah internasional,” tambahnya.

Selain menyampaikan amanat, Edy mengapresiasi kinerja petugas upacara dan mengajak seluruh warga madrasah untuk peduli lingkungan.

“Mari wujudkan madrasah yang bersih, indah, dan nyaman sebagai tempat belajar yang kondusif,” pungkasnya.

Upacara yang berlangsung tertib ini ditutup dengan pekik merdeka penuh semangat, meneguhkan komitmen seluruh peserta untuk terus berkontribusi memajukan bangsa. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Peringatan HUT ke-80 RI di Gamping, Merawat Semangat Kebangsaan Dari Trihanggo

Delapan dekade kemerdekaan Republik Indonesia dirayakan masyarakat Kapanewon Gamping dengan penuh syukur di Lapangan Trihanggo, Kabupaten Sleman, Minggu (17/8/2025). Upacara khidmat detik-detik proklamasi, hingga doa bersama menjadi pengingat bahwa menjaga kemerdekaan adalah tugas bersama.

Barisan pelajar, aparat pemerintah, organisasi masyarakat, dan petugas kesehatan berjejer rapi. Ratusan pasang mata mengiringi langkah pasukan pengibar bendera (paskibra) yang gagah, menambah wibawa jalannya prosesi. Detik-detik pengibaran bendera merah putih pun menjadi momen paling haru, saat seluruh peserta berdiri tegap mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan penuh semangat.

Komandan Upacara, Ipda Sihwanto memimpin upacara pengibaran bendera merah putih yang dilakukan oleh Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang terdiri dari siswa-siswi SMA Negeri 1 Gamping, SMK Putra Samodera, SMK Muhammadiyah Gamping, SMA Islam 1 Sleman, dan SMK YPKK 1 Sleman.

Dalam amanatnya, Panewu Gamping, Suyanto selaku Inspektur Upacara menegaskan bahwa kemerdekaan yang diraih 80 tahun silam merupakan hasil pengorbanan luar biasa, sehingga generasi kini berkewajiban mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata.

Peringatan HUT ke-80 RI yang dihadiri anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sleman, Herman Budi Pramono, Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP Bowo Susilo, dan Komandan Koramil 17 Gamping, Mayor Armed Istachori kali ini juga menjadi ruang refleksi.

Masyarakat diajak merenungkan, sejauh mana mereka telah mengisi kemerdekaan dengan kontribusi positif. Sekaligus menekankan pentingnya menjaga lingkungan, memperkuat pendidikan, serta meningkatkan solidaritas sosial sebagai bentuk pengabdian nyata kepada bangsa.

“Dengan modal semangat nasionalisme, generasi muda Gamping kami harapkan dapat mengambil peran besar dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ucap Suyanto.

Menurutnya, kemerdekaan merupakan hasil perjuangan yang panjang. Karenanya, sebagai generasi penerus berkewajiban mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata. Sebagai warga negara harus terus berkontribusi dalam bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, serta pembangunan lingkungan yang berkelanjutan, sehingga cita-cita luhur bangsa dapat terwujud.

Selain itu, momentum ini untuk meneguhkan persatuan dan kebersamaan. Masyarakat harus menjaga semangat gotong royong, toleransi, dan saling menghargai di tengah perbedaan. Sebab hanya dengan persatuan, masyarakat dapat menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Anak-anak dan remaja merupakan penerus bangsa yang harus dibekali dengan pendidikan, moral, dan keterampilan. Mereka perlu pendampingan agar menjadi pribadi yang berkarakter, berintegritas, serta siap membawa Indonesia menuju kejayaan pada tahun 2045, saat bangsa ini genap berusia 100 tahun. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)