Pasar Bela Negara: Sinergi Ekonomi dan Edukasi Kebangsaan

Sleman — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Lembaga Charya Budi Chantya menginisiasi Pasar Bela Negara, sebuah terobosan yang memadukan konsep ekonomi kerakyatan dengan edukasi kebangsaan.

Program ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi. Tetapi juga ruang pembelajaran nilai-nilai cinta tanah air, gotong royong, dan kemandirian.

Pasar Bela Negara digelar rutin setiap Jumat pagi di Jalan Candi Boko, utara Lapangan Pemda Sleman. Kegiatan ini melibatkan pelaku UMKM, komunitas, lembaga pendidikan, hingga organisasi perangkat daerah (OPD).

Kehadirannya diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat karakter masyarakat melalui semangat bela negara.

 “Konsep pasar ini bukan sekadar transaksi jual-beli, melainkan menjadi sarana edukasi kebangsaan. Dunia pendidikan juga akan kami libatkan aktif sebagai peserta maupun mitra,” ujar salah satu staff Bidang Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Sleman, Sunardi, Jumat (22/8/2025).

Lebih jauh, Kesbangpol Sleman memegang peran strategis sebagai motor penggerak kolaborasi lintas sektor. Melalui sinergi dengan OPD dan berbagai mitra strategis, Pasar Bela Negara diharapkan menjadi ruang interaksi publik yang produktif dan inklusif.

Program ini juga menarik perhatian tingkat provinsi. Badan Kesbangpol se-DIY dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke Sleman untuk menjadikan Pasar Bela Negara sebagai percontohan inovasi edukasi kebangsaan.

“Pasar Bela Negara adalah wujud nyata semangat kebersamaan. Selain meningkatkan perekonomian masyarakat, kami ingin menghadirkan ruang yang mempersatukan berbagai elemen untuk bersama-sama menjaga keutuhan NKRI,” jelas Sunardi.

Dengan konsep yang menggabungkan ekonomi, edukasi, dan sinergi lintas sektor, Pasar Bela Negara diyakini dapat menjadi model inspiratif bagi daerah lain di Indonesia. (Andy Ahmad AZ – KIM DSN NGAGLIK)




Jalan Sehat, Silaturahmi Erat, Moderasi Beragama Hebat

Sleman — Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai kegiatan Jalan Sehat Kolaborasi Majelis Taklim dan Moderasi Beragama yang digelar oleh KUA Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Jumat (22/8/2025). Mengusung tema “Jalan Sehat, Silaturahmi Erat, Moderasi Beragama Hebat”, acara ini sukses menghadirkan sekitar 100 peserta dari berbagai majelis taklim binaan KUA Ngaglik.

Kegiatan yang berlangsung di halaman KUA Kapanewon Ngaglik ini turut diisi dengan bazar UMKM, pemeriksaan kesehatan gratis, dan penampilan hadroh Syifaul Qalbi. Acara dibuka langsung oleh Kepala KUA Kapanewon Ngaglik, H. Handoyo yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antarwarga dalam mewujudkan moderasi beragama di tengah masyarakat.

“Melalui jalan sehat ini, kami ingin mengajak masyarakat menjaga silaturahmi, memperkuat ukhuwah, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya moderasi beragama untuk menjaga kerukunan bersama,” ujar Handoyo.

Acara tersebut juga mendapatkan apresiasi dari Ahmad Fauzi, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Sleman, yang turut hadir dan memberikan sambutan.

“Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran KUA sebagai pusat layanan umat. Selain menyehatkan tubuh, jalan sehat ini juga menyehatkan hubungan sosial. Semoga menjadi wadah guyub rukun masyarakat dengan KUA Ngaglik,” tutur Fauzi.

Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Sakhirin, salah satu penyuluh agama Islam, turut mengenalkan inovasi SIDARQA (Strategi Dakwah Digital Melalui Pemindaian QR Code). Inovasi ini memungkinkan masyarakat mengakses materi dakwah dan informasi keagamaan secara mudah melalui teknologi digital.

SIDARQA kini tengah dipersiapkan untuk mewakili Provinsi DIY dalam ajang Penyuluh Agama Islam Award Tingkat Nasional di Jakarta. Kehadirannya menjadi bukti bahwa dakwah dapat dikemas dengan pendekatan modern dan inklusif.

Tak hanya menyehatkan jasmani dan mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk-produk unggulannya. Hal ini sejalan dengan komitmen KUA dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.

Dengan antusiasme tinggi peserta dan dukungan penuh berbagai pihak, kegiatan Jalan Sehat Moderasi Beragama ini diharapkan menjadi agenda rutin KUA Kapanewon Ngaglik ke depan. Lebih dari sekadar olahraga, acara ini menjadi simbol kebersamaan dan semangat hidup harmonis dalam keberagaman. (Andy Ahmad AZ – KIM DSN NGAGLIK)




Audiensi Pengurus PAUD dalam Rangka Pembentukan DP Ranting PP PAUD Kapanewon Seyegan

Sleman – Hasil Focused Group Discussion (FGD) DPD PP-PAUD Tingkat D I Yogyakarta pada tanggal 12 Juli 2025 mengisyaratkan terbentuknya Dewan Pimpinan (DP) Ranting PP-PAUD di Tingkat Kapanewon. DPD PP-PAUD DIY juga mengharap ada koordinasi antara Kapanewon dengan beberapa organisasi penyelenggara PAUD di wilayah seperti PKK, dan organisasi mitra PAUD seperti Forum PAUD, IGRA, IGAPA, IGTKD Maupun Himpaudi.

Untuk itu, Kapanewon Seyegan memfasilitasi audiensi Forum PAUD dengan organisasi mitra PAUD yang lainnya dengan menyelenggarakan musyawarah di ruang rapat Lantai II Kapanewon Seyegan, Kamis (21/8/2025).

Panewu Seyegan, Agung Indarta dalam arahannya menyampaikan apresiasinya kepada peserta musyawarah selama ini semangat mendampingi dan mendidik anak usia dini. Ia juga menyampaikan dengan adanya regulasi baru, forum PAUD berubah menjadi PP PAUD, namun kegiatan tetap bisa berjalan dengan baik.

“Dengan regulasi yang baru bisa dimusyawarahkan dan kegiatan yang dinaungi juga bisa lebih meningkat,” ujar Agung.

Ia pun mengingatkan, pengurus DP Ranting PP PAUD Kapanewon Seyegan yang  sudah disepakati agar segera didaftarkan ke kabupaten untuk dikukuhkan.

PP-PAUD adalah Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini, sebuah organisasi kemasyarakatan independen dan non-partisan yang menghimpun berbagai organisasi dan yayasan penyelenggara PAUD di seluruh Indonesia. Organisasi ini bertujuan menyatukan aspirasi, memperjuangkan kepentingan anak, mengembangkan pembelajaran berkarakter, serta memantapkan kolaborasi multipihak untuk mewujudkan PAUD berkualitas dan membentuk manusia Indonesia yang berkarakter.

Ketua Forum PAUD Seyegan, Endang Ratih memimpin jalannya musyawarah dengan agenda utama menyusun kepengurusan DP Ranting PP-PAUD termasuk pengurus inti dan lima bidang yaitu bidang organisasi, pendidikan, ekonomi, kesejahteraan dan humas-publikasi.

“Jumlah pengurus sesuai dengan kebutuhan. Jadi tidak usah dibatasi karena harus proposional dengan jumlah PAUD, TK dan KB yang ada di Seyegan,” ujar Kawat Sosial Kapanewon Seyegan, Subagyo Rahayu yang hadir dalam musyawarah.

Pada kesempatan itu juga Bagyo mengingatkan tujuan utama PP-PAUD yang  merupakan transformasi dari organisasi sebelumnya, GOPTKI (Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak Indonesia) yaitu menyatukan aspirasi, memprioritaskan anak,  mengembangkan karakter dan kolaborasi. Dengan kondisi seperti ini, Bagyo mengingatkan untuk organisasi mitra yang sudah berjalan dengan baik bisa dipertahankan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Pemkal Condongcatur Gelar Musrenbangkal Penyusunan RKPKal TA 2026 Lebih Awal dari Kalurahan Lainnya

 Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur melaksanakan Musrenbang Kalurahan Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan (RKPKal) Condongcatur Tahun Anggaran 2026 di Ruang Wacanaloka Kalurahan Condongcatur, Kamis (21/8/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Administrasi, Keuangan dan Aset Kalurahan Dinas PMK Sleman, Panewu bersama Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Depok, Danramil 11 Depok, Kapolsek Depok Timur, PMI Depok, PKB Kapanewon Depok, BPKal Condongcatur, Lurah beserta Kasi, Kaur dan Staf, Lembaga Kalurahan (PKK, Karangtaruna, LPMKal) Dukuh beserta Ketua Sub Unit LPMKal, Puskesmas Depok II, Pengurus Koperasi Merah Putih Condongcatur, Direktur Bumkal Condongcatur, Tokoh Masyarakat, perwakilan RW,  Bhabinkamtibmas,  Babinsa, PAUD,  Pendamping Desa dan Tim Verifikasi Pembangunan, serta Forum Anak Condongcatur.

Ketua penyelenggara Musrenbangkal Penyusunan RKPKal TA 2026, Riska Dian Nur Lestari yang juga Carik Condongcatur mengatakan Undang Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa, masyarakat diberikan kewenangan dan ikut berpartisipasi menyusun program program pemerintah kalurahan yang pada setiap tahunnya dijabarkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan (RKPKal) tahun berjalan.

“Pada musyawarah malam hari ini kita akan membahas masalah dan potensi yang layak menurut SKALA PRIORITAS dan dilaksanakan dalam mengatasi masalah atau memaksimalkan potensi yang dimiliki sebagai dasar program kerja pemerintah kalurahan dalam melaksanakan penganggaran dan kegiatan tahunan kalurahan,” katanya.

“Program program pemerintah kalurahan berupa fisik maupun non fisik dengan pembiyaan dari sumber PUPM (Pagu Usulan Partisipasi Masyarakat), ADD, DD, SILPA, BKK (reguler dan Danais), PBH / bagi hasil pajak,“ jelasnya.

Pada kesempatan ini Pemkal Condongcatur juga mohon dukungan dari masyarakat agar program program yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai dengan rencana, maksimal dan bermanfaat bagi masyarakat

“Rencana Kerja Kalurahan Condongcatur meliputi lima bidang yaitu bidang penyelenggaraan pemerintah kalurahan, bidang pelaksanaan pembangunan kalurahan, bidang pembinaan kemasyarakatan, bidang pemberdayaan masyarakat dan bidang penanggulangan bencana, darurat dan mendesak.

Adapun tujuan dari musrenbangkal untuk mengumpulkan pendapat dan usulan masyarakat kalurahan dalam proses perencanaan pembangunan di tingkat kalurahan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat untuk memastikan bahwa prioritas pembangunan yang diajukan mencerminkan kebutuhan dan aspirasi nyata masyarakat,” pungkas Riska.

Kepala Bidang Administrasi, Keuangan dan Aset Kalurahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, Y. Purnama Kristiawan, mengapresiasi pelaksanaan Musrenbangkal Condongcatur ini karena menjadi kalurahan pertama di Kapanewon Depok dan yang ketiga  dari 86 Kalurahan di Sleman yang melaksanakan Musrenbangkal RKPKal TA 2026, yang biasanya digelar di bulan September.

“Kami percaya Pemerintah Kalurahan Condongcatur mampu dengan baik dalam mengelola perencanaan dan menyikapi dinamika lapangan ini. Selain itu perlu didata untuk diusulkan ke pemerintah kabupaten dan propinsi tentang proyek atau rehabilitasi pembangunan yang bukan merupakan kewenangan pemerintah kalurahan antara lain, jalan kabupaten maupun jalan provinsi yang rusak agar dapat diselesaikan oleh pemerintah di atasnya,” ujar Purnama.

Panewu Depok, Djoko Muljanto dalam sambutan dan arahannya juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkal Condongcatur telah melaksanakan Musrenbang Kalurahan Penyusunan RKPKal TA 2026 diawal waktu.

“Penyusunan dokumen RKP-Kalurahan Tahun Aaggaran 2026 yang berkualitas sesuai skala prioritas, diharapkan mampu meningkatkan kualitas sarana prasarana infrastruktur pada masing masing padukuhan, dengan komitmen berupa dukungan anggaran berbasis RW senilai 40 juta rupiah per RW-nya,” kata Djoko.

“Selanjutnya untuk hal-hal yang menjadi titik berat dalam mengakselerasikan laju pembangunan di Kalurahan Condongcatur untuk dicermati dan dikawal bersama, kegiatan fisik dan non fisik yang sudah direncanakan masing-masing padukuhan sesuai skala prioritas yang telah ditetapkan,” tandasnya. (Wasana / KIM Depok)




Beri Pelayanan Mas Kliwon: Upaya DPMPTS Sleman Permudah Pelaku Usaha Miliki NIB

Sleman – DPMPTSP Sleman menyelenggarakan pendampingan langsung pengisian OSS RBA di Pendopo Kapanewon Seyegan, Kamis (21/8/2025). Kegiatan tersebut dilakukan melalui program Melayani OSS Keliling Kapanewon atau disebut Mas Kliwon.

Sebuah inovasi layanan keliling yang dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sleman untuk membantu masyarakat, khususnya pelaku usaha, dalam mengurus perizinan berusaha melalui aplikasi OSS RBA (Online Single Submission Risk-Based Approach).

Hal itu diungkapkan salah satu perwakilan DPMPTSP Sleman, Farikha saat melayani pelaku UMKM.

“Tujuannya adalah untuk mendekatkan pelayanan, mempercepat proses perizinan, dan mempermudah pelaku usaha—terutama UMKM yang mungkin belum familiar dengan sistem daring,” ujarnya.

Layanan ini biasanya berlangsung setengah hari, yaitu – WIB. Petugas dari DPMPTSP melayani masyarakat secara langsung di titik layanan, yaitu di Kapanewon setempat.

“Promosi hadirnya Mas Kliwon di kapanewon sudah diviralkan di Forkom UMKM Kalurahan. Namun animonya belum seperti yang diharapkan. Padahal banyak pelaku usaha yang belum mempunyai NIB,” jelas Marzuni, Ketua Forkom UMKM Kapanewon Seyegan yang hadir di Pendopo.

Sebenarnya ada program yang serupa dengan Mas Kliwon yaitu Program “Sambang Sambung” dari DPMPTSP Kabupaten Sleman. Program ini diluncurkan sejak Oktober 2023, oleh Bupati Sleman.

Program tersebut merupakan inovasi layanan jemput bola (outreach). Di mana petugas menyambangi langsung pelaku usaha, khususnya UMKM seperti pedagang pasar, baik secara luring ataupun daring, melalui aplikasi OSS‑RBA (Online Single Submission Risk Based Approach).

“Program ini bertujuan memberikan pelayanan perizinan yang bersifat proaktif, edukasi dan kolaboratif, melibatkan sinergi dengan dinas teknis terkait,” jelas Farikha.

Saat diluncurkan, dalam satu hari program ini berhasil menerbitkan hingga NIB. Suatu capaian yang luar biasa. kegiatan “Sambang Sambung” kembali digelar dengan melibatkan mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta sebagai pendamping dalam proses pendaftaran NIB.

Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut terus berkembang memperluas jangkauan layanan dan turut melibatkan elemen pendidikan dan generasi muda. Intinya berbeda dengan Mas Kliwon, Sambang Sambung yang dilaksanakan dengan jemput bola dan bekerja sama dengan UPTD Pasar tersebut lebih banyak pengunjungnya, bahkan rata rata mencapai 50 pelaku usaha yang mendapatkan NIB. (Sutarto Agus/KIM Seyegan).