Panewu Depok Apresiasi Kiprah HIMPAUDI Majukan Pendidikan Anak Usia Dini

Sleman – Panewu Depok, Djoko Muljanto, memberikan apresiasi tinggi atas perjalanan dua dekade Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) yang telah berperan besar dalam membangun fondasi pendidikan anak usia dini di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi PW HIMPAUDI DIY di ruang kerja Panewu Depok, Senin (25/8/2025).

Djoko menegaskan bahwa keberadaan HIMPAUDI selama 20 tahun merupakan bukti dedikasi dan konsistensi organisasi dalam menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas.

“Ini merupakan perjalanan panjang sekaligus pencapaian luar biasa bagi sebuah organisasi dalam memajukan pendidikan anak usia dini di Indonesia. HIMPAUDI tidak hanya menjaga keberlanjutan pendidikan, tetapi juga ikut membangun karakter generasi bangsa sejak usia dini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Djoko menyampaikan harapannya agar momentum HUT ke-20 ini menjadi titik awal bagi HIMPAUDI untuk terus berkembang, memperkuat sinergi, dan melahirkan inovasi dalam dunia pendidikan.

“Semoga di usia ke-20 ini HIMPAUDI terus menghadirkan semangat baru, berkarya, berjaya, serta menjadi organisasi yang semakin solid. HIMPAUDI harus mampu mewujudkan cita-cita besar bangsa Indonesia, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di DIY, Sleman, dan Depok,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan HIMPAUDI Depok, Reni Lestari, menyampaikan bahwa puncak peringatan HUT ke-20 HIMPAUDI akan digelar secara meriah dengan melibatkan lebih dari peserta. Acara tersebut rencananya dilaksanakan pada Sabtu, 20 September 2025 di Gedung Olahraga (GOR) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Mengangkat tema “Dari PAUD untuk Masa Depan Bangsa: Mendidik Generasi Emas dengan Pola Pikir Bertumbuh”, peringatan tersebut akan menghadirkan rangkaian kegiatan edukatif sekaligus inspiratif.

Acara diawali dengan Senam Massal Anak Hebat Indonesia (AIH), dilanjutkan Talkshow Pendidikan yang menghadirkan berbagai narasumber, serta Gelar Budaya HIMPAUDI yang menampilkan kreativitas anak dan pendidik PAUD.

Kegiatan juga akan dimeriahkan dengan Keynote Speech dari Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas dan Pidato Transformasi Pendidikan dari Anggota DPR RI, My Esty Wijayanti.

Kehadiran tokoh-tokoh nasional tersebut diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan anak usia dini sebagai pondasi penting bagi lahirnya generasi emas Indonesia.

Menurut Reni, peringatan ini tidak hanya menjadi selebrasi, tetapi juga refleksi atas perjuangan panjang HIMPAUDI dalam memberikan layanan pendidikan yang merata dan berkualitas.

“Dua puluh tahun bukanlah waktu yang singkat. HIMPAUDI telah tumbuh bersama para pendidik, tenaga kependidikan, dan masyarakat dalam memperjuangkan hak-hak anak usia dini. Melalui momentum ini, kami ingin mempertegas komitmen bahwa PAUD adalah bagian penting dari masa depan bangsa,” ujarnya.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga legislatif, serta dukungan masyarakat, HIMPAUDI optimistis dapat terus berperan sebagai garda terdepan dalam mendidik generasi emas bangsa melalui pola pikir bertumbuh, berkarakter, dan berdaya saing. (Athiful/KIM Depok)




Rakorpim Kapanewon Depok Fokus Evaluasi Layanan MBG dan Penguatan Ketahanan Pangan Lokal

Sleman – Kapanewon Depok menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) bulan Agustus 2025 dengan mengangkat tema “Evaluasi Pelaksanaan Layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kapanewon Depok”.

Rakorpim berlangsung di Gedung Sasana Gedung Anglocita Tama, Senin (25/8/2025), dihadiri jajaran pimpinan kapanewon, perangkat kalurahan, pengelola SPPG, tokoh masyarakat, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon.

Dalam sambutannya, Panewu Depok, Djoko Muljanto, menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak dalam mendukung rangkaian peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di wilayah Kapanewon Depok yang dinilai sukses dan memuaskan.

Djoko juga menekankan pentingnya evaluasi rutin terhadap program MBG agar penyelenggaraan berjalan optimal dan tepat sasaran.

Lebih lanjut, ia menekankan agar pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat memanfaatkan potensi hasil produksi lokal binaan Kapanewon Depok, mulai dari Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani, Kelompok Pembudidaya Ikan, UMKM, BUMKal setiap kalurahan, hingga Koperasi Desa Merah Putih.

Menurutnya, kolaborasi dengan kelompok pemberdayaan masyarakat bukan hanya memperkuat rantai pasok MBG, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.

Selain itu, Djoko juga menyoroti isu lingkungan dengan mengedepankan Gerakan Depok Memilah Sampah (Gede Lampah) dan Pilah Sampah Sejak Dini (Papah Sani) yang hingga kini berhasil membentuk 86 Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) tingkat RW dan padukuhan.

Djoko juga mengumumkan bahwa pada bulan September 2025 mendatang, Kapanewon Depok bersama UPT Persampahan DLH Sleman akan melaksanakan Patroli Sampah Liar di sejumlah titik rawan.

Petugas Pelaporan Program MBG Depok sekaligus Danramil XI Depok, Kapten Inf Wahyani, menegaskan bahwa MBG merupakan program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, terutama anak-anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui.

“Tujuan utama program ini adalah menyiapkan generasi emas Indonesia yang sehat, produktif, dan siap menyongsong masa depan bangsa,” ujarnya.

Kapten Wahyani memaparkan bahwa hingga saat ini terdapat 64 sekolah dengan siswa di wilayah Depok yang telah menerima manfaat program MBG.

Beberapa SPPG yang telah beroperasi di antaranya SPPG Caturtunggal 1/Yayasan Buana Insan Madani, SPPG Condongcatur 1/Naya Catering, SPPG Maguwoharjo 1/Yayasan Ma’had Sunan Kalijaga, dan SPPG Maguwoharjo 2/Yayasan Al-Fitroh Wahid Hasyim.

Sementara itu, sejumlah dapur MBG baru juga tengah disiapkan, antara lain di Yayasan Pendaringan Kebak Sentosa Maguwoharjo, Yayasan Manunggal Kartika Condongcatur, Yayasan Kertabumi Nusantara Jaya Condongcatur, hingga Yayasan Panti Yatim Sasana Maguwoharjo.

“Semua instansi pemerintah yang ada di Kapanewon Depok bertanggung jawab atas kesusksesan program MBG ini,” tegasnya.

Dukungan legislatif juga hadir dalam forum ini. Anggota DPRD Sleman, Ali Imron, menegaskan kembali tujuan utama MBG, yakni mewujudkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2025.

Ia mengingatkan pengelola SPPG agar disiplin menjalankan SOP yang telah ditetapkan dan menjaga kehati-hatian dalam pelaksanaan program. “Jangan sampai masalah yang pernah terjadi di wilayah lain terulang di Depok,” tegasnya.

Ali juga menyinggung adanya tantangan serius yang menghambat terwujudnya generasi emas, seperti penyalahgunaan miras, narkoba, dan pergaulan bebas.

Sementara Anggota DPRD Sleman, Galuh Saraswati Leksono, menekankan pentingnya evaluasi kesehatan yang menyeluruh dengan melibatkan Puskesmas Depok Raya dan instansi terkait.

Ia juga meminta agar pengelola belajar dari permasalahan MBG yang pernah terjadi di wilayah Sleman, khususnya terkait kualitas bahan makanan dan pola penyajian.

“Anak-anak adalah penerima manfaat utama program ini, sehingga pemilihan bahan pangan dan penyajiannya harus dilakukan dengan sangat hati-hati,” ujarnya.

Melalui Rakorpim ini, Kapanewon Depok meneguhkan kembali komitmennya untuk menjadikan MBG sebagai instrumen penting dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal dan keberlanjutan lingkungan.

Evaluasi menyeluruh ini diharapkan dapat menjadikan Depok sebagai contoh pelaksanaan MBG yang akuntabel, berkualitas, dan berdaya guna bagi masyarakat. (Athiful/KIM Depok)




Mahasiswa KKN UNY Edukasi Warga Sleman Terkait Penanganan Pertama Cedera

Sleman – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) angkatan 2025 menyelenggarakan sosialisasi penanganan cedera, pemijatan (massage), dan exercise bagi warga Padukuhan Penen, Donoharjo, Ngaglik, Sleman. Kegiatan yang digelar usai senam rutin warga tersebut berlangsung di Aula Padukuhan Penen pada Minggu (24/8/2025) pagi.

Acara yang ditujukan bagi anggota ‘Club Penen Sehat’ ini menghadirkan Salma Ameliawati, mahasiswa program magister UNY, sebagai narasumber. Dalam sambutannya, perwakilan mahasiswa KKN UNY, Riyan, menekankan pentingnya pengetahuan penanganan cedera dalam aktivitas sehari-hari.

“Penanganan awal cedera sangat krusial karena dapat mencegah kondisi yang lebih serius. Melalui kegiatan ini, kami berharap warga dapat memahami dan mempraktikkan langkah-langkah pertolongan pertama dengan benar,” ujar Riyan.

Salma Ameliawati memaparkan definisi cedera sebagai kerusakan pada tubuh akibat tekanan fisik, baik langsung maupun tidak langsung, yang dapat memengaruhi otot, tulang, sendi, serta jaringan lain. Ia menjelaskan perbedaan antara cedera akut yang terjadi mendadak, seperti akibat jatuh atau benturan, dan cedera kronis yang berkembang secara bertahap akibat cedera akut yang tidak tertangani dengan baik.

“Tubuh perlu aktif digerakkan untuk meminimalisir risiko cedera. Kurang gerak dapat menyebabkan kekakuan, misalnya pada pundak, sementara peradangan yang tidak diobati dengan tuntas juga berpotensi menimbulkan cedera,” jelas Salma.

Sebagai solusi penanganan awal cedera, Salma memperkenalkan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation). Pertama adalah Rest yaitu mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera. Berikutnya adalah Ice, yaitu mengompres dengan es untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan. Langkah berikutnya adalah Compression yaitu membalut untuk membatasi pergerakan. Terakhir adalah Elevation dengan meninggikan bagian cedera untuk memperlancar aliran darah.

Salma juga menjawab sejumlah pertanyaan peserta, termasuk mengenai keluhan kesemutan yang sering dialami kelompok lansia. Menurutnya, kesemutan dapat disebabkan oleh kurangnya peregangan, kebugaran tubuh yang menurun, kekurangan vitamin B12, atau dehidrasi.

“Konsumsi makanan kaya vitamin B12, seperti buah bit, serta menjaga hidrasi tubuh dengan minum air putih yang cukup dapat membantu mengurangi keluhan tersebut. Penting juga untuk mengurangi asupan manis dan minuman bersoda,” tandasnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga setempat dan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya penanganan cedera yang tepat serta penerapan pola hidup sehat. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Karang Taruna Sleman Gelar Pawai Meriahkan HUT RI ke-80, Warga Antusias Ikuti Karnaval

Sleman – Semangat kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 dirayakan dengan meriah oleh warga RW 26 Gundengan Kidul, Margorejo, Tempel, Sleman. Karang Taruna setempat sukses menggelar pawai karnaval yang penuh warna sebagai puncak dari serangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI.

Ketua Karang Taruna RW 26, Ryan Fajar Subekti, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menghibur dan mempererat tali persaudaraan antarwarga.

“Rangkaian acara telah kami mulai sejak 3 Agustus lalu, dan puncaknya adalah pawai warga hari ini yang akan ditutup dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba,” ujarnya saat ditemui di lokasi acara, Minggu (24/8/2025).

Ryan menjelaskan, selama hampir tiga minggu, telah digelar berbagai perlombaan untuk semua kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

“Tidak hanya lomba untuk individu, kami juga mengadakan lomba kebersihan dan lomba menghias lingkungan setiap RT (Rukun Tetangga) dengan tema kemerdekaan,” tambahnya.

Karnaval kali ini diikuti secara antusias oleh empat RT dan melibatkan sekitar 500 peserta. Penampilan setiap kontingen dinilai untuk memperebutkan gelar RT terbaik dan kostum individu terbaik.

Meski sempat menghadapi kendala terkait kesibukan para anggota panitia, Ryan mengungkapkan bahwa semua terbayar dengan keceriaan dan antusiasme warga.

“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga dapat mempersatukan warga, meningkatkan kerukunan, dan tentunya mempererat kebersamaan di lingkungan RW 26 serta antaranggota Karang Taruna,” imbuhnya.

Pawai terlihat semarak dengan peserta yang mengenakan berbagai kostum, mulai dari yang colorful dan ceria hingga yang unik dan kreatif. Uniknya, para panitia dari Karang Taruna seragam menggunakan pakaian layaknya siswa Sekolah Dasar (SD) yaitu baju putih dan celana merah.

“Pemilihan seragam SD ini karena mudah, praktis, dan yang terpenting mengesankan semangat anak-anak yang penuh energi, bersih, dan bekerja tanpa pamrih. Itulah semangat yang kami usung,” kata Ryan menjelaskan konsep yang dipilih.

Kegiatan ini berhasil menyedot perhatian warga dan menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dalam memeriahkan HUT RI masih sangat kuat di tingkat akar rumput. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)




Jalan Sehat Satukan Warga Salakan di Hari Kemerdekaan

Sleman – Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia selalu menjadi momen penting bagi masyarakat di berbagai daerah. Di Padukuhan Salakan, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu (24/8/2025), kegiatan jalan sehat menjadi simbol kebersamaan, kekompakan, sekaligus wujud syukur warga atas nikmat kemerdekaan yang telah diwariskan oleh para pejuang bangsa.

Jalan sehat bukan hanya menggerakkan tubuh, namun juga menggerakkan semangat persaudaraan di antara warga. Mulai dari anak-anak hingga lansia, semua bisa turut serta tanpa merasa terbebani. Inilah yang membuat kegiatan ini menjadi momentum penting untuk merangkul kebersamaan.

Sebagai penanda dimulainya jalan sehat, Dukuh Salakan, Suyana melakukan pengguntingan pita merah putih dihadapan ratusan peserta. Selain manfaat sosial, kegiatan ini membawa dampak positif bagi kesehatan fisik masyarakat. Aktivitas berjalan kaki mampu meningkatkan kebugaran, memperlancar peredaran darah, sekaligus menjaga daya tahan tubuh.

“Dengan tubuh yang sehat, masyarakat dapat lebih produktif dalam bekerja dan beraktivitas sehari-hari,” ucapnya.

Menurut Suyana, selain lomba-lomba tradisional, jalan sehat mampu mengumpulkan lebih banyak warga dalam satu kegiatan bersama. Terlebih, disediakan doorprize yang menambah semangat peserta untuk ikut serta hingga garis akhir.

Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan jalan sehat ini membawa dampak positif dalam kehidupan sosial warga. Mereka yang jarang bertemu bisa bercengkerama, memperkuat hubungan antar tetangga, bahkan mempererat ikatan antar generasi. Semangat gotong royong pun semakin tumbuh karena kegiatan ini dipersiapkan bersama-sama.

Lebih jauh, jalan sehat dalam peringatan kemerdekaan ke 80 Republik Indonesia ini pun mengandung nilai edukasi. Anak-anak belajar arti persatuan, kebersamaan, sekaligus menghargai perjuangan para pahlawan. Mereka melihat bagaimana orang tua, pemuda, hingga kakek-nenek bisa berjalan bersama dengan semangat yang sama yakni merayakan kemerdekaan dalam kebersamaan.

Tak kalah penting, jalan sehat dengan rute wilayah Padukuhan Salakan menghadirkan suasana gembira yang menyatukan warga. Senyum dan semangat yang terpancar sepanjang perjalanan menjadi energi positif yang menular. Momen ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya dirayakan dengan upacara seremonial saja, tetapi juga dengan kebersamaan yang menyehatkan jiwa dan raga.

Dukuh Salakan, Suyana pun memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan warga yang terlibat dalam mempersiapkan acara. Menurutnya, kerja sama ini menunjukkan bahwa warga Salakan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungannya dan mampu menghidupkan semangat kebersamaan dalam peringatan hari kemerdekaan. Momentum ini sekaligus menjadi ajakan bagi warga Salakan untuk semakin sadar akan pentingnya pola hidup sehat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)