Gelar Budaya Kalurahan Lumbungrejo Meriahkan HUT RI ke-80

Sleman – Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, menggelar Gelar Budaya Kalurahan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Minggu (24/8/2025). Acara ini menampilkan berbagai pementasan seni budaya, baik modern maupun tradisional, serta menjadi wadah gelar UMKM setempat.

Pembukaan acara dihadiri oleh Panewu Tempel Dakiri, Lurah Lumbungrejo M. Misbah Al Hakim beserta jajaran pamong kalurahan, Kapolsek Tempel, Danramil Tempel, pengurus bidang pertunjukan, dan perwakilan lembaga di Kalurahan Lumbungrejo.

Dalam sambutannya, Lurah Misbah menjelaskan tujuan diselenggarakannya gelar budaya ini.

“Gelar Budaya Kalurahan Lumbungrejo menjadi bentang ekonomi yang menampilkan berbagai potensi kesenian dan budaya meski tidak semua padukuhan dapat tampil. Acara ini merupakan panggung apresiasi dan ajang pelestarian budaya,” ujarnya.

Ia juga mengumumkan rangkaian acara selanjutnya, yaitu pagelaran wayang kulit pada 29 Agustus 2025 dan orkes dangdut jadul pada 31 Agustus 2025.

Panewu Tempel Dakiri menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas penyelenggaraan acara ini.

“Budaya adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin manusia seperti kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat. Gelar budaya merupakan bentuk mini dari kebudayaan yang merepresentasikan ekspresi kemerdekaan batin,” jelasnya. Ia berharap kesenian tradisional di Lumbungrejo dapat terus lestari.

Pada gelar budaya siang hari, ditampilkan kesenian tradisional Jathilan Eko Kridho Busono dari Padukuhan Kromodangsan, yang akan dilanjutkan malam harinya dengan pementasan Jathilan Ngesti Budoyo Wiromo dari Padukuhan Kopen. (sbd/KIM Tempel)




Warga RW 07 Nasri III Meriahkan HUT RI ke-80 dengan Karnaval Budaya dan Perjuangan

Sleman – Semangat kebersamaan dan gotong royong warga RW 07 Nasri III, Sumbersari, kembali terlihat dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada Minggu (24/8/2025), mereka menggelar karnaval bertema perjuangan dan budaya yang diikuti antusias oleh seluruh lapisan masyarakat, dari anak-anak hingga lansia.

Dukuh Nasri III, Zamzuri Latif, menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga. “Terima kasih kepada semua warga yang telah berpartisipasi. Semangat kebersamaan dan gotong royong ini harus terus kita pupuk dan tingkatkan,” ujarnya dalam sambutan di RT 04.

Setiap RT menampilkan kreasi unik dan penuh makna. Warga RT 04 menghadirkan ogoh-ogoh dan gunungan hasil bumi, sementara RT 05 menampilkan teatrikal korban romusha dengan para ibu muda yang berdandan sebagai nenek-nenek. RT 06 menampilkan para bapak berpakaian Jawa lurik lengkap dengan senjata, serta remaja yang mengusung gunungan hasil bumi dan miniatur Reog Ponorogo. RT 07 memukau dengan seluruh warganya yang mengenakan pakaian adat Minangkabau disertai tarian dan musik khas, sementara anak-anaknya berkreasi dengan kostum robot.

Karnaval yang melewati rute Pedukuhan Semingin IV, Kampung Dakawon, Lapangan Sumbersari, dan Jalan Sumbersari ini diakhiri dengan makan bersama berupa bubur prasmanan serta camilan sehat seperti pisang, kacang, dan ubi rebus. Sebagai puncak acara, dibagikan ratusan doorprize dengan hadiah utama berupa kipas angin, kompor gas, sound system, dan televisi berwarna.

Kegiatan ini tidak hanya memeriahkan HUT RI, tetapi juga memperkuat rasa persatuan dan keguyuban warga setempat. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Spanduk Larangan Sampah Teguhkan Komitmen Banyuraden Jaga Lingkungan

Sleman – Embung Serut yang berada di Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman kembali menjadi pusat perhatian masyarakat. Pemerintah Kalurahan Banyuraden bersama Komunitas kekandhangan dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Yogyakarta, Sabtu (23/8/2025) menggelar kegiatan sosialisasi pentingnya tidak membuang sampah sembarangan demi menjaga kelestarian ekosistem lingkungan.

Dalam keterangannya, Ulu-Ulu Banyuraden, Sulung Pramono mengungkapkan bahwa Embung Serut sebagai penampung air hujan dan pengendali banjir memiliki peran vital bagi warga sekitar. Namun, keberadaannya kerap terganggu akibat sampah yang dibuang sembarangan. Sampah berupa plastik, botol minuman, hingga limbah rumah tangga sering kali mengotori embung dan menurunkan kualitas air.

“Kondisi ini jelas mengancam keseimbangan ekosistem, baik flora maupun fauna yang hidup di sekitar kawasan embung,” ujarnya.

Melihat persoalan itu, Pemerintah Kalurahan Banyuraden berinisiatif menggelar kampanye lingkungan yang melibatkan komunitas masyarakat dan akademisi. Pihaknya mengingatkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah saja, namun juga tanggung jawab bersama.

“Buanglah sampah pada tempatnya agar embung tetap bersih dan ekosistem terjaga,” sambung Sulung.

Kegiatan juga diisi dengan penyuluhan singkat mengenai dampak buruk sampah terhadap lingkungan. Misalnya, plastik yang sulit terurai dapat mencemari air, merusak tanah, dan membunuh biota air. Selain itu, sampah yang menumpuk dapat menimbulkan bau tak sedap dan menjadi sarang penyakit. Dengan pemahaman ini, masyarakat diajak untuk lebih peduli dalam mengelola sampah rumah tangga.

Upaya pencegahan pembuangan dan pembakaran sampah secara sembarangan dilakukan dengan pemasangan spanduk di sekitar Embung Serut guna memberikan edukasi visual yang mudah dipahami oleh masyarakat.

Spanduk yang dipasang di titik-titik strategis area Embung Serut diharapkan menjadi pengingat langsung agar warga tidak sembarangan membuang sampah. Dengan adanya pesan tertulis dan visual, masyarakat lebih terdorong untuk disiplin menjaga kebersihan lingkungan.

Selain itu, pemasangan spanduk untuk menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa sampah bukan hanya urusan pribadi, melainkan tanggung jawab bersama. Karena lingkungan yang kotor akibat sampah akan merugikan seluruh warga, baik dari segi kesehatan, kenyamanan, maupun estetika.

“Spanduk ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap ruang publik dan mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan,” imbuh Sulung.

Pemasangan spanduk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 6 Tahun 2023 tentang penyelenggaraan pengelolaan sampah dimaksudkan untuk menciptakan efek jera karena sanksi nya cukup berat (denda maksimal Rp. atau pidana kurungan maksimal 3 bulan) sekaligus membangun budaya disiplin lingkungan.

Sulung berharap, masyarakat yang terbiasa melihat peringatan ini lambat laun akan menginternalisasi pesan dan menjadikannya kebiasaan sehari-hari. Dengan demikian, spanduk bukan sekadar tanda larangan, melainkan simbol komitmen bersama dalam menciptakan Banyuraden yang bersih, sehat, dan lestari.

“Melalui disiplin membuang sampah pada tempatnya, diharapkan Embung Serut tetap menjadi ruang hidup yang sehat, indah, dan bermanfaat,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Senam dan Jalan Sehat Warga Sombangan Semarakkan HUT RI ke-80

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-80, Muda-Mudi Mekar Arum Sombangan, Sumbersari, Moyudan, Sleman menggelar senam dan jalan sehat pada Minggu (24/8/2025). Kegiatan ini diikuti antusias oleh warga setempat.

Pengibaran bendera start dilakukan oleh Carik Sumbersari Junaidi. Pada kesempatan tersebut, Junaidi menyampaikan apresiasi tinggi atas partisipasi generasi muda Sombangan dalam memperingati HUT RI ke-80 melalui berbagai kegiatan, termasuk senam dan jalan sehat.

“Semoga warga Sombangan selalu sehat dan waras,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kalurahan Sumbersari merasa tersanjung dan bangga dengan kemeriahan HUT RI ke-80 yang diselenggarakan oleh kelompok masyarakat.

“Hari ini saja ada tujuh padukuhan yang menyelenggarakan kegiatan jalan sehat, sepeda gembira, dan lain-lain. Hal tersebut membuktikan bahwa warga Sumbersari cinta RI dan menghargai para pahlawan kemerdekaan,” pungkasnya.

Kegiatan senam sehat diikuti oleh 296 warga Sombangan, mulai dari balita hingga lansia. Panitia menyediakan berbagai doorprize, dengan hadiah utama satu unit sepeda gunung.

Ketua Panitia Iqbal Dwi Kurniyanto menyampaikan terima kasih kepada warga Sombangan dan sponsor atas partisipasinya. Ia juga mengungkapkan bahwa tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk mewujudkan rasa cinta tanah air dan memupuk persatuan warga Sombangan.

“Semoga warga Sombangan selalu sehat, menjaga pola hidup bersih dan sehat, serta tetap guyub rukun selamanya,” tuturnya.

Kemeriahan senam dan jalan sehat diakhiri dengan hiburan dari Elekton Erlangga Jaya Yogyakarta. (Giek/KIM Moyudan)




Pengajian SD Negeri Gentan Seyegan Tanamkan Semangat Kepahlawanan Menuju Indonesia Maju

Sleman – Komite Sekolah SD Negeri Gentan, Margoagung, Seyegan, Sleman, dengan dukungan penuh dari seluruh guru dan paguyuban kelas, menyelenggarakan pengajian rutin triwulan di halaman sekolah setempat pada Sabtu (23/8/2025) sore. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru, pengurus komite, paguyuban, murid, serta wali murid kelas 1 hingga 6, dengan menghadirkan pembicara Ustadz Wuntat Wawan Sembodo, juru kisah dari Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia (PPMI) Yogyakarta.

Acara dibuka dengan penampilan grup hadroh SD Negeri Gentan yang dikoordinasi oleh guru Kurniasih Utami, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Alfarizky, siswa kelas 6 yang telah menjuarai berbagai lomba tilawah dari tingkat kapanewon hingga DIY.

Eko Hari Sutanto, selaku Kepala Sekolah, mengucapkan terima kasih kepada Komite Sekolah yang konsisten menyelenggarakan pengajian rutin triwulan ini. Ia berharap kegiatan ini dapat membantu mewujudkan visi misi sekolah, yaitu membentuk anak didik yang beriman, berprestasi, berbudi luhur, berbudaya, dan cinta lingkungan.

Ketua Komite Sekolah sekaligus Ketua Panitia, Erwin Budi Astuti, menyampaikan harapan agar pengajian putaran ke-5 ini dapat meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT. Dalam nuansa peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80, ia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat kepahlawanan anak bangsa menuju Indonesia Maju.

Pengajian ini menjadi puncak dari serangkaian kegiatan sekolah dalam memperingati HUT RI ke-80, yang sebelumnya telah diisi dengan berbagai lomba tujuh belasan, jalan sehat, dan lomba kebersihan kelas. Diharapkan, semua kegiatan ini dapat mendukung kenyamanan sekolah dan meningkatkan semangat belajar untuk meraih prestasi yang lebih baik.

Ustadz Wuntat Wawan Sembodo, dalam ceramahnya, menyampaikan kisah kepahlawanan Pangeran Diponegoro dan Jenderal Sudirman dengan gaya mendongeng yang interaktif, memukau, dan penuh humor, sehingga mampu menarik perhatian anak-anak hingga akhir acara.

Ia mengajak anak-anak untuk meneladani sikap para pahlawan dan menghindari perilaku seperti “penjajah,” seperti mengganggu teman, malas, atau kurang sopan santun. Ustadz Wuntat juga mengajak mereka berikrar untuk rajin belajar, taat beribadah, berbakti kepada orang tua, dan suka menolong sesama.

Kepada orang tua, ia berpesan untuk memberikan keteladanan, karena anak lebih mudah meniru daripada sekadar mendengar nasihat. Ia juga membagikan tiga kiat menghadapi amarah: menunjukkan ekspresi wajah tidak setuju, mengucapkan zikir, serta mengajak anak berdialog untuk memahami penyebabnya.

“Jangan marah saat anak melakukan kesalahan, tetapi doakan mereka. Anak yang suka debat, doakan menjadi ketua DPR; anak yang suka jalan-jalan, semoga menjadi menteri perhubungan; anak yang suka utak-atik komputer, kelak menjadi profesor komputer. Sebab, kata-kata adalah doa,” ujarnya.

Acara ditutup dengan pembagian hadiah lomba 17-an dan lomba kebersihan kelas, serta doorprize seperti TV, lemari plastik, dan kipas angin. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar, sukses, dan meriah, diakhiri dengan salat Maghrib berjamaah yang khidmat. (Sulistiyono/KIM Seyegan)