Pembinaan Ormas Islam Kapanewon Ngaglik: Ormas dan Aparat Bersatu Jaga Keutuhan NKRI

Sleman – Aula Kapanewon Ngaglik, Sleman, menjadi saksi digelarnya kegiatan Pembinaan Ormas Islam pada Kamis (28/08/2025). Acara ini menghadirkan jajaran pejabat pemerintahan, aparat keamanan, dan pimpinan organisasi Islam di wilayah Ngaglik. Mereka bersama-sama membangun komitmen menjaga persatuan dan keamanan masyarakat.
Hadir dalam kesempatan tersebut Kapolsek Ngaglik AKP Yuliyanto, Panewu Ngaglik, Wawan Widyantoro, jajaran Koramil Ngaglik, dan Kepala KUA Ngaglik, Handoyo.
Kehadiran tokoh-tokoh Ormas Islam juga menambah bobot acara ini, mulai dari Ketua LDI, Ketua Ansor, Ketua DMI, Ketua IPHI, Ketua Banser, Ketua Pemuda Muhammadiyah, Ketua MUI, Ketua Fatayat, Ketua NA, Ketua Kokam, Ketua NU, hingga perwakilan Linmas.
Kapolsek Ngaglik, AKP Yuliyanto dalam sambutannya menyampaikan pesan penting terkait peran Ormas Islam dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Ia menegaskan bahwa berdirinya NKRI tidak lepas dari perjuangan seluruh lapisan masyarakat yang disatukan oleh Pancasila dan UUD 1945.
“Ormas Islam adalah mitra Polri dalam menjaga dan memelihara keamanan serta ketertiban. Dengan situasi yang aman dan nyaman, maka akan tercipta rasa keadilan, kestabilan perekonomian, hingga terwujudnya kemakmuran masyarakat,” tegasnya.
Yuliyanto juga menekankan pentingnya semangat persatuan, kegotongroyongan, dan toleransi antarumat beragama. Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus menjadi pegangan Ormas Islam dalam berperan di tengah masyarakat.
“Kerja sama dalam cegah dini dan mitigasi sangat diperlukan. Kami berharap Ormas Islam berperan aktif menyampaikan informasi jika ada potensi gangguan keamanan, sehingga situasi bisa segera dikendalikan,” tambahnya.
Panewu Ngaglik, Wawan Widyantoro turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh tokoh ormas dalam kegiatan ini. Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan Ormas Islam menjadi kunci penting dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
“Kegiatan ini bukan hanya seremonial, tapi menjadi momentum mempererat komunikasi dan membangun sinergi. Ormas Islam memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas sosial, terutama di Ngaglik yang memiliki keragaman masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala KUA Ngaglik, Handoyo menambahkan bahwa pembinaan ormas ini juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan yang rahmatan lil ‘alamin, sejalan dengan prinsip moderasi beragama.
Para pimpinan Ormas Islam yang hadir menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai pembinaan seperti ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus ukhuwah wathaniyah, yakni persaudaraan kebangsaan.
Keterlibatan berbagai Ormas seperti NU, Muhammadiyah, Ansor, Banser, Kokam, Fatayat, hingga Pemuda Muhammadiyah menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang organisasi bukanlah hambatan, melainkan potensi besar untuk bersama-sama menjaga keutuhan bangsa.
Dengan adanya pembinaan ini, diharapkan lahir komitmen bersama antara pemerintah, aparat keamanan, dan Ormas Islam untuk menjaga kondusivitas wilayah. Situasi aman dan damai di masyarakat menjadi pondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, stabilitas politik, serta kesejahteraan warga.
Kegiatan pembinaan ini menegaskan bahwa kehadiran Ormas Islam tidak hanya dalam ruang dakwah, tetapi juga dalam peran sosial, kebangsaan, dan kemasyarakatan. Dengan sinergi yang terbangun, Ngaglik diharapkan mampu menjadi contoh wilayah yang harmonis, religius, dan kondusif bagi masyarakat luas. (ESK – KIM DSN Ngaglik)



