PMI Sleman Terima Kunjungan PMI Kota Tangerang, Belajar Peningkatan SIMDONDAR

Sleman – Dalam rangka peningkatan mutu pelayanan darah dan peningkatan Sistem Informasi Manajemen Unit Darah (SIMDONDAR), PMI Kota Tangerang, Jawa Barat melakukan kunjungan kerja ke PMI Kabupaten Sleman, Kamis (14/8/2025)

Ketua PMI Kota Tangerang, Rahmat Kurnia sebagai pimpinan rombongan menuturkan bahwa dipilihnya PMI Sleman sebagai tujuan kunjungan kerja atas rekomendasi dari PMI Pusat.

“PMI Kota Tangerang akan belajar dari PMI Kabupaten Sleman terkait Sistem Informasi Manajemen Donor Darah (SIMDONDAR), kegiatan donor darah, bulan dana dan kegiatan kenarkasan,” katanya.

Menanggapi hal itu, Ketua PMI Kabupaten Sleman, Mafilinda menuturkan Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kominfo telah memberikan dukungan dan pendampingan terkait SIMDONDAR, termasuk apabila terjadi masalah.

“Terkait dengan pelayanan Unit Donor Darah, PMI telah melakukan MoU dengan instansi dan organisasi kemasyarakatan dalam pelayanan mobil unit secara rutin. Tetapi kelompok-kompok masyarakat juga telah banyak yang secara swadaya melaksanakan donor darah secara rutin. Bahkan dua bulan sebelumnya telah menyusun jadwal. Dalam satu hari mobil unit mampu melayani di tiga titik, termasuk takmir masjid dan pengurus gereja,” ujar Maflinda. (Tri Joko S – KIM Kalasan)




Pendampingan Penulisan Proposal Usaha untuk Program TKM bagi UMKM Sleman

Sleman – Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman menyelenggarakan pendampingan penulisan proposal usaha bertempat di Pusat Layanan Usaha Terpadu Terpadu (PLUT) Kabupaten Sleman di Kliran, Sendang agung, Minggir, Sleman Yogyakarta, Rabu (13/8/2025). Pendampingan ini bertujuan untuk mempersiapkan UMKM Sleman agar bisa membuat proposal yang menarik dan mampu menarik peluang usaha.

Adapun narasumber kegiatan ialah Konsultan PLUT Sleman Bidang Pembiayaan, Achmad Muzaki Bintar C. Pada kesempatan itu, Achmad menjelaskan bahwa proposal usaha memiliki beberapa fungsi di antaranya ialah panduan perencanaan dan pelaksanaan program secara rinci. Kemudian sebagai bahan pertimbangan suatu kerja sama dan negosiasi, serta dokumen resmi dari arsip tertulia suatu usaha dan alat promosi.

“Agar investor, mitra atau pihak terkait lainnya dapat memahami dan menilai kelayakan suatu usaha, umumnya proposal berisi tentang halaman judul, berisi nama dan logo usaha, alamat dan kontak usaha. Selanjutnya deskripsi usaha, berisi latar belakang berdirinya usaha, bidang usaha (produk atau jasa), visi, misi dan tujuan, serta kendala dan harapan-harapannya. Lalu profil produk usaha, berisi nama produk atau jasa yang ditawarkan, karakteristik atau gambaran produk, keunggulan dibanding kompetitor dan inovasi atau nilai tambah,” kata Achmad.

 “Analisa dan strategi pemasaran, berisi segmentasi pasar (target konsumen), peta persaingan, strategi penentuan harga, tempat dan promosi penjualan (iklan, media sosial, online, offline, reseller, dan lain-lain). Analisa SWOT, yakni mempertimbangkan kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities) dan ancaman (threats). Lalu perencanaan anggaran, berisi perencanaan anggaran produksi, harga pulang pokok (hpp) dan penentuan harga jual. Untuk penutup, berisi kesimpulan dan harapan khusus,” sambungnya.

Achmad pun menyampaikan informasi tentang program bantuan pemerintah melalui program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) bagi wirausaha dan UMKM yang diselenggarakan oleh Departemen Tenaga Kerja RI berdasarkan surat ketetapan Nomor 4/168/

Bantuan diberikan dalam bentuk uang sebesar yang harus digunakan untuk membeli peralatan usaha dan atau bahan baku usaha sesuai deskripsi rencana usaha yang diusulkan.

Jenis usaha yang dapat diusulkan dalam program TKM meliputi usaha pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan, jasa boga, usaha kreatif, perdagangan barang dan jasa perorangan.

“Syarat penerima bantuan TKM adalah WNI berusia 18-64 tahun, memiliki KTP atau e-KTP. Dalam satu KK hanya satu orang yang dapat menerima bantuan. Tidak sedang menempuh pendidikan setara SMA/SMK. Kemudian bukan ASN, anggota POLRI, TNI dan pensiun ASN. Tidak terikat hubungan kerja baik di negeri maupun swasta. Tidak sedang menerima bantuan sejenis dari Departemen Ketenagakerjaan. Memiliki akun SIAPkerja. Isi surat pernyataan disabilitas bagi penyandang disabilitas. Sertifikat pelatihan bagi yang pernah mengikuti pelatihan di Departemen Ketenagakerjaan,” jelas Achmad.

Adapun cara pengajuan TKM dengan cara masuk dan membuat akun di . Kemudian melakukan pendaftaran di dengan mengunggah data dan dokumen antara lain berupa data diri pribadi, KK, deskripsi perencanaan usaha, isi surat kesanggupan, pasfoto terbaru, nomor kontak, surat pernyataan disabilitas bagi penyandang disabilitas dan sertifikat pelatihan vokasi dari UPTD Kementerian Ketenagakerjaan bagi alumni pelatihan. (Sulistiyono / KIM Seyegan)




Pramuka Depok Rayakan Hari Pramuka ke-64, Perkuat Karakter Bangsa di Era Disrupsi

Sleman –  Semangat kebersamaan dan tekad membangun karakter generasi muda mewarnai peringatan Hari Pramuka ke-64 Tahun 2025 di Kapanewon Depok, Kamis (14/8/2025).

Upacara yang berlangsung di Pendopo dan halaman Kantor Kapanewon ini mengusung tema “Kolaborasi Untuk Membangun Ketahanan Bangsa”.

Ketua Majelis Pembimbing Kwartir Ranting Pramuka Depok, Djoko Muljanto, menegaskan bahwa tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama untuk memperkuat jati diri Pramuka sebagai insan Pancasila yang siap menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Gerakan pramuka harus hadir sebagai solusi strategis dalam membentuk generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan di tengah derasnya arus perubahan,” ujar Djoko.

Djoko mengingatkan bahwa generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari disrupsi teknologi, maraknya judi online, penyalahgunaan narkoba, hingga lunturnya semangat gotong royong akibat pengaruh budaya asing.

Dalam situasi tersebut, gerakan pramuka dituntut mampu membekali anggotanya dengan keterampilan hidup, kecerdasan emosional, sosial, dan spiritual, sekaligus menjaga identitas nasional.

Selain menjadi wadah pembinaan karakter, gerakan pramuka juga berperan aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan seperti bakti sosial, penanggulangan bencana, pelestarian lingkungan, hingga edukasi literasi digital untuk menangkal hoaks dan disinformasi.

Sejalan dengan program nasional asta cita yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, gerakan pramuka mendorong keterlibatan aktif anggotanya dalam program swasembada dan ketahanan pangan.

Melalui kerja sama dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Food and Agriculture Organization (FAO), telah dilaksanakan berbagai pelatihan seperti Training of Trainers (ToT) dan Mobile Training Team (MTT) di sekolah dan perguruan tinggi.

Tak hanya itu, pramuka juga mengembangkan kewirausahaan muda sebagai kontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional.

Djoko menegaskan bahwa langkah ini menjadi bagian dari upaya menyongsong Indonesia Emas 2045 melalui pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang berkarakter.

Djoko mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk orang tua, dunia usaha, dan lembaga pendidikan, untuk bersama-sama memperkuat gerakan pramuka sebagai pilar ketahanan bangsa.

“Mari kita jadikan gerakan pramuka sebagai pilar kekuatan dalam membentuk generasi muda yang mandiri, berdaya saing, dan siap memimpin bangsa di masa depan,” tegasnya.

Dengan semangat Tri Satya dan Dasa Darma, peringatan Hari Pramuka ke-64 di Kwartir Ranting Depok menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran pramuka sebagai benteng moral, agen perubahan, dan motor penggerak pembangunan karakter bangsa di era digital. (Athiful/KIM Depok)




Pasar Rakyat 2025 Jadi Ajang Unjuk Karya Puluhan UMKM Lokal

Sleman – Penjabat Lurah Maguwoharjo, Muhammad Falak Susanto, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya “Nandur Peksi” Pasar Rakyat 2025 di Padukuhan Demangan, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Sleman, pada Rabu (13/8/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menampilkan beragam produk unggulan, mulai dari kuliner tradisional, olahan pangan kreatif, kerajinan tangan, hingga produk fesyen lokal.

Menurut Falak, kehadiran banyaknya UMKM dalam satu kegiatan menjadi bukti nyata bahwa perekonomian warga Maguwoharjo terus bergerak.

Ia menyebut kegiatan seperti “Nandur Peksi” Pasar Rakyat 2025 ini sangat efektif untuk memperluas jaringan pemasaran sekaligus mempromosikan potensi lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

“Kami sangat mengapresiasi semangat masyarakat, khususnya generasi muda, yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini. Harapan kami, kegiatan ini bukan hanya agenda tahunan, tetapi menjadi batu loncatan agar UMKM Maguwoharjo bisa naik kelas dan bersaing di pasar regional maupun nasional,” ujarnya.

Falak menjelaskan, pasar rakyat tidak sekadar menjadi tempat jual beli, tetapi juga ruang belajar dan kolaborasi.

Melalui interaksi langsung dengan pengunjung, pelaku UMKM dapat memahami tren, selera, dan kebutuhan pasar sehingga mampu meningkatkan kualitas produk, kemasan, serta layanan.

“Pemerintah Kalurahan siap memberikan dukungan berupa pelatihan, pembinaan, dan promosi, termasuk memanfaatkan pemasaran digital. Tujuannya agar UMKM kita memiliki daya saing yang kuat,” imbuhnya.

Falak juga menekankan pentingnya dukungan warga terhadap pelaku usaha lokal. Menurutnya, membeli dan menggunakan produk lokal adalah salah satu bentuk nyata membantu pertumbuhan ekonomi desa.

Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberlanjutan ekonomi Maguwoharjo.

Puluhan stan UMKM yang hadir pada kegiatan ini menawarkan pengalaman berbelanja sekaligus mengenal lebih dekat potensi desa.

Selain produk UMKM, acara juga dimeriahkan oleh pameran seni Spektrum Jiwa yang menampilkan karya-karya kreatif seniman Maguwoharjo dan sekitarnya.

Kegiatan “Nandur Peksi” Pasar Rakyat 2025 diinisiasi oleh angkatan muda dan masyarakat Padukuhan Demangan dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan meningkatkan kesejahteraan warga. (Athiful/KIM Depok)




Takmir Masjid Al Muqoddim Gelar Pelatihan Rukti Jenazah, Tegaskan Pentingnya Tata Cara Sesuai Syariat

Sleman – Takmir Masjid Al Muqoddim, Jetis Jogopaten, Pandowoharjo, Sleman, menggelar pelatihan rukti jenazah untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dalam merawat jenazah sesuai syariat Islam. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 6 Agustus dan Rabu, 13 Agustus 2025 ini berlangsung di serambi masjid. Kegiatan tersebut diikuti oleh para aktivis wilayah setempat serta takmir masjid.

Pelatihan ini bertujuan menjawab persoalan yang kerap ditemukan di masyarakat, yakni kurangnya pemahaman mengenai tata cara perawatan jenazah yang benar. Pasalnya tidak sedikit masyarakat yang masih belum mampu membedakan antara hukum wajib dan hukum sunah dalam proses memandikan, mengafani, menshalatkan, hingga memakamkan jenazah. Akibatnya, beberapa kebiasaan yang tidak sesuai tuntunan terkadang masih dilakukan dalam prosesi pemulasaraan.

Narasumber kegiatan, Penyuluh Agama Islam KUA Sleman, Khayatun Listinganatil Masruroh menegaskan bahwa perawatan jenazah adalah bagian dari kewajiban fardhu kifayah yang harus dilakukan dengan benar.

“Regenerasi pengurus jenazah sangat penting, mengingat sebagian petugas yang selama ini aktif sudah berusia lanjut. Pelatihan ini diharapkan dapat mencetak generasi penerus yang siap mengemban tugas tersebut di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Materi pelatihan bersumber dari Kitab Safinah dan Tajhizul Mayyit dari PP Jatim yang secara rinci menguraikan seluruh proses perawatan jenazah. Mulai dari penanganan sesaat setelah dinyatakan meninggal, menutup aurat, membersihkan najis, memandikan dengan tata cara yang benar, mengkafani sesuai ketentuan, menshalatkan, hingga memakamkan dengan adab yang dianjurkan.

Proses pelatihan dimulai dengan pemberian teori secara runtut. Setelah itu, peserta diajak menyaksikan tayangan video perawatan jenazah untuk memberikan gambaran yang jelas sebelum melaksanakan praktik langsung. Metode ini membuat peserta lebih mudah memahami setiap tahapan, sekaligus siap terjun langsung jika dibutuhkan.

Suasana pelatihan berlangsung khidmat namun penuh semangat. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap penjelasan dan tidak ragu mengajukan pertanyaan untuk memperdalam pemahaman. Narasumber juga meluruskan beberapa praktik yang selama ini kerap dilakukan namun tidak ada dasarnya dalam ajaran Islam.

Dengan pelatihan ini, Takmir Masjid Al Muqoddim berharap masyarakat semakin paham dan mampu melaksanakan perawatan jenazah sesuai tuntunan syariat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian takmir masjid terhadap pembinaan umat, agar ibadah pemulasaraan jenazah dapat dilakukan dengan benar, penuh penghormatan, dan tetap menjaga nilai-nilai keislaman. (ESK – KIM NGAGLIK)