Kapanewon Turi Gelar Beragam Kegiatan Semarakkan HUT ke-80 RI

Turi, Sleman – Kapanewon Turi menyelenggarakan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan tema “Turi Nyawiji, Indonesia Mukti” di Lapangan Upacara Kapanewon Turi, Kamis (7/8/2025). Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, SE beserta jajaran Forkopimda setempat.

Acara yang dihadiri oleh Panewu Turi, Kapolsek, Danramil, perwakilan KIM, FKDM, lurah se-Kapanewon Turi, serta perwakilan sekolah dan lembaga lainnya ini bertujuan memperkuat semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Danang Maharsa menekankan pentingnya menghayati nilai-nilai perjuangan para pahlawan.

“Perayaan ini bukan sekadar euforia semata, melainkan momentum untuk menguatkan gotong royong dan menjaga persatuan bangsa,” ujarnya.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan jalan sehat sejauh 2 km yang dimulai dengan pengibaran bendera oleh Wakil Bupati. Berbagai lomba rakyat seperti balap bakiak, makan kerupuk, dan memasukkan paku ke dalam botol turut memeriahkan acara, dengan diselingi pembagian doorprize bagi peserta.

Panewu Turi, Joko Susilo dalam keterangannya kepada media menyatakan kegiatan ini merupakan wujud peningkatan sumber daya manusia yang bersatu. “Ini sekaligus mempererat hubungan pemerintah dengan masyarakat dalam mendukung visi misi Bupati Sleman,” jelasnya.

Perayaan serupa juga digelar secara merata di tingkat kalurahan dan padukuhan se-Kapanewon Turi. Acara ditutup dengan pembagian hadiah lomba dan doa bersama, menandai suksesnya penyelenggaraan hari kemerdekaan di wilayah tersebut. (Suharno/KIM Turi)




TP PKK Kabupaten Sleman Gelar Pembinaan Administrasi untuk Persiapan Lomba Tingkat Provinsi

Sleman – Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten Sleman memberikan pembinaan administrasi kepada TP PKK Kalurahan Condongcatur dalam rangka persiapan lomba tingkat Provinsi DIY. Kegiatan berlangsung di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur pada Kamis (7/8/2025), pukul WIB.

Pembinaan ini merupakan tindak lanjut dari program pendampingan TP PKK Kabupaten Sleman untuk meningkatkan kapasitas kader dalam administrasi dan program kerja. Hadir sebagai narasumber, perwakilan Sekretariat PKK Kabupaten Sleman, Haryanti dan Purwandari, yang memberikan arahan teknis serta motivasi kepada peserta.

Kegiatan diikuti oleh Sekretariat TP PKK Kalurahan Condongcatur, Ketua dan Sekretaris Pokja I-IV, perwakilan PKK dari empat padukuhan (Manukan, Gejayan, Joho, dan Gempol), serta perangkat Kalurahan Condongcatur.

Ketua TP PKK Kalurahan Condongcatur, Dewi Nurlaila menyampaikan harapannya agar pembinaan ini dapat memantapkan persiapan menuju lomba provinsi.

“Dengan pembekalan ini, kami berkomitmen untuk menyajikan program yang lebih terarah, kreatif, dan kompetitif,” ujarnya.

Supriyanti, kader PKK Padukuhan Gempol, mengapresiasi kegiatan ini. “Pembinaan semacam ini sangat penting untuk memperkuat sinergi antarkader sekaligus meningkatkan kapasitas kami menjelang lomba,” tuturnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi intensif seputar penyusunan administrasi, inovasi program, dan berbagi praktik terbaik dari masing-masing wilayah.

Dengan pembinaan ini, TP PKK Kalurahan Condongcatur semakin optimis mampu menampilkan performa terbaik di ajang lomba provinsi, sekaligus memperkuat perannya dalam pemberdayaan masyarakat. (Tri Suhartati/KIM Depok)




Margoluwih Luncurkan Program “KRESNA” untuk Cegah Stunting Sejak Dini

Sleman – Kalurahan Margoluwih, Kapanewon Seyegan, Daerah Istimewa Yogyakarta, meluncurkan program inovatif “KRESNA” sebagai upaya pencegahan stunting pada Kamis (7/8/2025). Program ini diharapkan dapat menekan angka stunting di wilayah tersebut, yang saat ini menempati peringkat ke-4 kasus tertinggi di Seyegan.

Kegiatan yang digelar di Gedung Pertemuan Kalurahan Margoluwih ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta, termasuk kader kesehatan, ibu hamil, ibu balita, perwakilan PKK, remaja, serta anggota Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (LPMKal).

“KRESNA” merupakan akronim dari Keluarga Sehat, Remaja Siap, Edukasi Ibu, Stunting Dicegah, Nutrisi Dijaga, Menuju Anak Cerdas dan Hebat. Program ini digagas oleh Kamituwo Margoluwih, Widodo, sebagai langkah antisipasi dini terhadap faktor-faktor penyebab stunting.

Subagyo Rahayu, Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Seyegan, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Margoluwih.

“Gerakan ini bersifat pencegahan, bukan penanganan. Faktor determinan stunting harus diintervensi sejak awal agar tidak berdampak jangka panjang,” tegasnya.

Bety Nur Utami, Penanggung Jawab Program Gizi Puskesmas Seyegan, yang menjadi narasumber dalam acara tersebut, memaparkan bahwa stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik langsung maupun tidak langsung. Faktor langsung meliputi asupan gizi tidak memadai, penyakit infeksi berulang, dan kurangnya pemberian ASI eksklusif. Sementara faktor tidak langsung mencakup pola asuh kurang tepat, akses terbatas ke layanan kesehatan, sanitasi buruk, serta tingkat pendidikan dan ekonomi rendah.

“Periode kritis pencegahan stunting adalah Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai dari kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Jika terlewat, dampaknya sulit diperbaiki,” jelas Bety.

Program “KRESNA” diharapkan dapat menjadi solusi holistik dengan melibatkan multi-sektor, termasuk kesehatan, pendidikan, sanitasi, dan perlindungan sosial. Dengan pendekatan ini, Margoluwih berkomitmen untuk terus menurunkan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas hidup generasi mendatang. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Caturtunggal Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Penyandang Disabilitas di Padukuhan Mrican

Sleman – Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Caturtunggal, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyalurkan bantuan satu unit kursi roda kepada Yuli Ambarwari (19), warga penyandang disabilitas di Padukuhan Mrican. Penyerahan bantuan dilakukan pada Jumat (8/8/2025), sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok rentan.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh perwakilan Pemkal Caturtunggal di kediaman Yuli, dihadiri oleh Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal), Dukuh Mrican, Tenaga Pendamping Sosial Kalurahan (TPSK), serta perangkat RT/RW setempat.

Kamituwa Kalurahan Caturtunggal, Kirwanto, berharap bantuan ini dapat meringankan mobilitas Yuli.

“Kursi roda ini diharapkan dapat memudahkan aktivitas sehari-hari dan memberikan motivasi bagi penerima,” ujarnya.

Sementara itu, Dukuh Mrican menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah kalurahan. “Kami berterima kasih atas bantuan ini. Semoga dapat mendorong semangat Yuli untuk lebih mandiri,” katanya.

Pemkal Caturtunggal berkomitmen melanjutkan program bantuan sosial bagi warga kurang mampu, termasuk penyandang disabilitas, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif. (Oktaviana/KIM Depok) 




Satu Dekade Sleman Temple Run, Wabup Sleman Lakukan Flag Off Lepas Ribuan Pelari

Sleman – Sleman Temple Run tahun 2025 kembali digelar Minggu (10/8/2025) pagi di kawasan wisata Candi Banyunibo, Prambanan. Penyelenggaraan Sleman Temple Run ke-10 atau satu dekade ini diikuti ribuan pelari dari berbagai kota di Indonesia maupun mancanegara.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa didampingi Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto melakukan flag off atau melepas ribuan pelari pada kategori 15K dan 7K. Danang juga turut menjadi salah satu dari pelari dengan kategori 7K.

Danang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan satu dekade Sleman Temple Run pada tahun 2025 ini. Menurutnya, Sleman Temple Run memiliki ciri khas yakni pengalaman sport tourism yang menyuguhkan suasana pedesaan, kesenian lokal dan paling utama kemegahan candi-candi di Kabupaten Sleman.

“Sleman Temple Run menyuguhkan pengalaman menarik yang tidak ada di tempat lain. Olahraga dikombinasikan dengan promosi wisata atau sport tourism diharapkan membawa dampak positif bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi, edukasi budaya dan perkembangan destinasi wisata khususnya candi di Kabupaten Sleman ” ucapnya.

Sleman Temple Run tahun 2025 ini terdapat penambahan rute yaitu kategori fun run dengan jarak 5 kilometer ditambah menjadi 7 kilometer, kemudian untuk kategori 15 kilometer dan kategori 30 kilometer masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pada pelaksanaannya, peserta dengan kategori jarak tempuh 30K dilepas pada pukul WIB kemudian untuk kategori 15K pada pukul WIB dan kategori fun run 7K dilepas pada pukul WIB.