Sasar Generasi Muda, Maguwoharjo Gelar Sosialisasi Keselamatan Lalu Lintas dan Bahaya Narkoba

Sleman – Upaya membangun kesadaran generasi muda terkait pentingnya keselamatan di jalan dan bahaya narkoba terus diperkuat oleh berbagai pihak. Hal ini tampak dalam kegiatan Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas dan Bahaya Narkoba yang diselenggarakan di Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Rabu (27/8/2025).

Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro menegaskan bahwa tertib berlalu lintas merupakan salah satu indikator penting yang mencerminkan peradaban sebuah bangsa. Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan di jalan raya tidak hanya menyangkut aspek keselamatan pribadi, tetapi juga mencerminkan karakter kolektif bangsa.

“Tertib di jalan merupakan cerminan bangsa yang besar. Karena itu, mari kita semua patuhi rambu lalu lintas. Ingat, keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Nur Subiyantoro.

Selain mengedukasi tentang lalu lintas, kegiatan tersebut juga menghadirkan BNNP DIY untuk memberikan penyuluhan mengenai bahaya narkoba.

Kepala Tim Pencegahan BNNP DIY, Hindun Kurnia menyampaikan penjelasan mengenai jenis-jenis narkotika dan dampak buruk yang ditimbulkannya, baik secara fisik, mental, maupun sosial.

Ia menekankan bahwa peredaran narkoba di DIY sudah cukup memprihatinkan dan menjadi ancaman serius bagi generasi muda.

“Kita perlu bersama-sama melindungi diri dan keluarga dari bahaya narkoba. Sudah banyak kasus ditemukan di DIY, karena itu jauhilah narkoba sejak dini,” pesan Hindun. (SRI RAHAYU/KIM DEPOK)




Pameran “Resist of Reduction” di NW Art Space Kalasan, Tampilkan Hasil Karya Tujuh Perupa

Sleman – Pameran seni rupa bertajuk “Resist of Reduction” oleh tujuh perupa yaitu Adhik Kristiantoro, Ari Lancor, Arik Siswoyo, Alberto Feliciano Pucheta, Deden Fajar Gutomo, Mouna dan Syahrizal Pahlevi, resmi digelar pada, Rabu (27/8/2025) di di NW (Nanang Wijaya) Art Space Karanglo, Purwomartani, Kalasan, Sleman.

Kurator pameran, AA Nurjaman mengemukakan bahwa dengan seni segalanya menjadi hidup, karena dalam seni ada ruh. Benda tidak lagi sebagai obyek mati, tetapi sebagai subyek yang memiliki ruh, karakter sehingga bisa berbicara.

“Bangunan, pohon, motor dan lain-lain bicara menyampaikan perasaan, sikap dan pesan tertentu kepada audiens/penikmat,” ujarnya.

Salah satu kurator pameran, Edi Sunaryo mengemukakan sketsa merupakan dasar seni rupa. Sebuah garis istimewa yang bisa mejadi ciri khas pelukis.

“Sketsa menggambarkan persepsi dan arah seperti apa karya akan di buat. Biasanya seniman yang memiliki skill sketsa yang baik, karya baik juga. Sepuluh menit pertama sketsa menggambarkan obyek benda biasa. Tetapi di lima belas menit kemudian berubah menjadi subyek yang bisa berbicara,” ungkapnya.

Nanang Wijaya selaku tuan rumah pameran menjelaskan NW Art Space ini berdiri sejak tahun 2021. Sudah beberapa kali menyelenggarakan pameran seni rupa, dan terus memberi kesempatan kepada para seniman untuk berpameran di sini. (Sulistiyono / Kim Seyegan)




FLH Berbah Donasi Eco Enzym untuk Indonesia Lebih Bersih

Sleman – Forum Lingkungan Hidup (FLH) Kapanewon Berbah menggelar rapat koordinasi persiapan kegiatan FLH Bakti untuk Negri. Rapat koordinasi tersebut berlangsung pada, Rabu (27/8/2025) di Warmindo Sembung, Sendangtirrto, Berbah, Sleman.

FLH Kapanewon Berbah merupakan kelompok para penggiat lingkungan yang peduli dengan kondisi lingkungan. Gerakan FLH menitik beratkan pengelolaan sampah dimasyarakat.

Sekretaris FLH Berbah, Awang Kurniawan yang memimpin rapat koordinasi persiapan kegiatan FLH Bakti untuk Negri menyampaikan bahwa kegiatan akan berlangsung pada, Minggu 31 Agustus 2025.

“Kegiatan bersih-bersih lingkungan sekaligus peringatan HUT ke-80 RI,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat dukungan Pemerintah Kapanewon Berbah, Pemerintah Kalurahan Sendangtirrto. Di mana, dalam pelaksanaannya kegiatan ini bekerja sama dengan Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Sehati Kabupaten Sleman, Trash Hero Yogyakarta (THY), ECO Enzym Nusantara (EEN) Kabupaten Sleman, Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) Berbah, dan penggiat lingkungan hidup DIY.

Adapun rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan ialah bersih-bersih sampah area embung Sendangtirrto, senam sehat, donasi eco enzym di embung Sendangtirrto dan praktek pembuatan eco enzym oleh relawan Eco Enzym Nusantara Kabupaten Sleman.

“Kegiatan tersebut bersifat umum siapapun boleh mengikuti dengan komitmen menjaga bumi untuk anak cucu nanti. Kita tunggu kedatangan para penggiat lingkungan pada kegiatan aksi FLH Berbah Bakti Negri untuk Indonesia Bersih,” ujar Awang Kurniawan. (Kusnadi / KIM Berbah)




Joglo Tani Beri Pelatihan Integrated Farming bagi Calon Wisudawan Fakultas Pertanian Janabadra

Sleman – Sebanyak 15 calon wisudawan Fakultas Pertanian, Jurusan Agribisnis, Universitas Janabadra Yogyakarta mendapat pelatihan secara singkat di Joglo tani, Mandungan I, Kalurahan Margoluwih, Kapanewon Seyegan, Sleman. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (26/8/2025).

Pembekalan calon sarjana pertanian penting dilaksanakan untuk mengingat filosofi seorang petani yang semakin pudar dibenak generasi milenial. Menurut rencana, kelima belas wisudawan tersebut akan melakukan prosesi wisuda periode Agustus 2025 pada Sabtu mendatang.

Owner Joglo Tani, TO Supraptosekaligus mentor dalam pelatihan memberikan gambaran yang begitu jelas baik teori maupun praktek.

Integrated Farming Berkelanjutan adalah sistem pertanian yang menggabungkan berbagai jenis usaha tani seperti pertanian tanaman pangan, peternakan, perikanan, dan agroforestri dalam satu kesatuan lahan yang saling mendukung secara ekologis, ekonomis, dan sosial untuk mencapai keberlanjutan jangka panjang,” jelasnya.

Adapun prinsip dasar penggunaan metode tersebut ialah diversifikasi usaha tani, daur ulang limbah (zero waste), pengelolaan sumber daya alam yang bijak yaitu menjaga kesuburan tanah, kualitas air, dan keanekaragaman hayati. Kemudian efisiensi dan produktivitas, setiap komponen saling mendukung untuk meningkatkan hasil secara keseluruhan. Keberlanjutan sosial dan ekonomi dengan memberikan keuntungan jangka panjang bagi petani dan masyarakat sekitar.

“Sebagai contoh model Integrated Farming adalah kotoran ternak digunakan sebagai pupuk tanaman. Limbah tanaman untuk pakan ternak atau ikan, air kolam ikan yang kaya nutrisi dapat digunakan untuk menyiram tanaman,” jelas TO Suprapto.

Ia pun menjelaskan tentang manfaat Integrated Farming Berkelanjutan yaitu untuk meningkatkan pendapatan petani, mengurangi ketergantungan pada input kimia, menjaga kelestarian lingkungan, meningkatkan ketahanan pangan lokal dan mengurangi limbah serta polusi.

“Petani sekarang ini tidak identik dengan kotor dan miskin. Petani justru memberi peran yang besar dan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga. Jangan malu jadi petani, petani sukses juga banyak. Diperlukan ketekunan dan aksi nyata, berbuat untuk cita cita luhur kedaulatan pangan yang sampai sekarang belum terwujud,” ujar TO Suprapto penuh semangat.

Pelepasan calon wisudawan Fakultas Pertanian dihadiri oleh Rektor Universitas Janabadra Yogyakarta, dosen Fakultas Pertanian Jurusan Agribisnis Universitas Janabadra, Ikatan Alumni, sejumlah mahasiswa dan pelajar yang magang di Joglo Tani. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Dishub DIY Gelar Kampanye Keselamatan Lalu Lintas di Maguwoharjo Sleman

Sleman – Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dishub DIY) melaksanakan Kampanye Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), pada Rabu (27/8/2025). Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kalurahan Maguwoharjo, Depok, Sleman ini melibatkan perangkat kalurahan serta pengurus Karang Taruna Sambilegi Kidul (Kartasaki).

Carik Maguwoharjo, Heri Santoso menyampaikan bahwa kampanye ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya disiplin dan keselamatan dalam berlalu lintas, khususnya di wilayah Maguwoharjo yang memiliki kepadatan arus lalu lintas cukup tinggi.

“Maguwoharjo merupakan kawasan padat arus lalu lintas. Edukasi seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga untuk lebih tertib dan mengutamakan keselamatan,” ungkapnya.

Perwakilan Dishub DIY, Apri Nanto memberikan materi terkait pentingnya perlengkapan berkendara yang sesuai standar, seperti helm, sarung tangan, jaket, dan sepatu.

Ia juga menjelaskan perilaku pengendara yang berisiko menimbulkan kecelakaan antara lain melintasi trotoar, membawa muatan berlebih, membonceng lebih dari dua orang, berkendara tanpa fokus, melawan arus, serta tidak menggunakan sabuk pengaman.

Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai makna warna dan fungsi rambu lalu lintas, mulai dari rambu peringatan, rambu perintah, hingga marka jalan.

“Pemahaman ini merupakan hal mendasar yang harus diketahui setiap pengendara,” ungkap Apri.

Mengutip data Dishub DIY, Apri menyampaikan data kecelakaan lalu lintas di tingkat nasional, pilar keselamatan lalu lintas, hingga peran keluarga dalam menekan angka kecelakaan, terutama pada anak-anak dan remaja yang masih rentan.

Kepala Subbagian Pelayanan Santunan Jasa Raharja Kanwil DIY, Septian Gunawan menambahkan materi keselamatan, yakni tugas dan fungsi Jasa Raharja dalam memberikan santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas. Santunan diberikan bagi kecelakaan laka lantas baik anguktan umum maupun lalu lintas jalan.

“Besaran santunan telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15 dan 16 Tahun 2017, yaitu Rp50 juta untuk korban meninggal dunia, Rp4 juta biaya penguburan bagi korban tanpa ahli waris, Rp20 juta bagi korban luka-luka, Rp25 juta untuk kecelakaan pesawat, dan Rp50 juta untuk korban cacat tetap,” jelasnya.

Septian menambahkan, sepanjang Januari–Desember 2024 wilayah Kapanewon Depok tercatat sebagai daerah dengan angka kecelakaan lalu lintas tertinggi di DIY, yaitu sebanyak 375 kasus, dengan 30 korban meninggal dunia dan 475 korban luka-luka.

“Ingat ya, kalau kecelakaan karena minuman keras atau dalam kondisi mabuk itu tidak ditanggung oleh Jasa Raharja,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)