Posyandu Tanjung II Karangasem Gelar Pembinaan Administrasi Menuju Lomba Tingkat Kabupaten

Sleman – Jelang lomba posyandu tingkat Kabupaten Sleman, Posyandu Tanjung II Karangasem Padukuhan Gempol, Kalurahan Condongcatur, mengadakan kegiatan pembinaan administrasi yang diselenggarakan oleh tim dari Puskesmas Depok II pada, Rabu (5/8/2025). Kegiatan ini berlangsung di rumah Dukuh Gempol, dan dihadiri oleh seluruh kader posyandu dengan penuh antusias.

Pembinaan ini dipandu langsung oleh dua narasumber dari Puskesmas Depok II, yaitu Ardika Rahman Putra dan Pramija Ujiana. Mereka memberikan arahan teknis, penjelasan format administrasi posyandu yang baik dan benar, serta evaluasi terhadap kelengkapan dokumen yang dimiliki oleh Posyandu Tanjung II.

Ketua Posyandu Tanjung II, Tri Suhartati menyampaikan bahwa meskipun informasi mengenai lomba datang secara mendadak, para kader tetap semangat dan siap berbenah demi memberikan hasil terbaik.

“Walau terkesan mendadak diinformasikan tentang lomba ini, kami para kader tetap sangat antusias mengikutinya. Kami sadar banyak hal yang harus kami persiapkan, terutama dalam hal administrasi, tetapi kami siap bekerja keras,” ungkapnya.

Semangat para kader ini mendapat dukungan dari pihak puskesmas dan pemangku wilayah padukuhan. Pramija Ujiana, menyatakan bahwa dirinya sangat mendukung upaya para kader Posyandu Tanjung II dalam mengikuti lomba.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendampingi proses persiapan agar berjalan maksimal. Dukungan serupa juga datang dari Dukuh Gempol, yang memberikan fasilitas tempat serta semangat moral kepada seluruh kader.

Dengan adanya pembinaan ini, diharapkan Posyandu Tanjung II dapat tampil maksimal dan membanggakan Kalurahan Condongcatur di tingkat Kabupaten Sleman. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi para kader untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan posyandu bagi masyarakat. (Tri Suhartati / KIM Depok)




Kelompok PKK Padukuhan Gempol Semarakkan HUT ke-80 RI dengan Semangat Nasionalisme

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Kelompok PKK Padukuhan Gempol menggelar serangkaian kegiatan yang berlangsung meriah dan penuh semangat di Gedung Sarpras Padukuhan Gempol pada, Selasa (5/8/2025). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan antar warga. Tetapi juga sebagai bentuk nyata kecintaan terhadap tanah air serta penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan bangsa.

Dengan mengusung tema nasional “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, acara ini bertujuan untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat, sekaligus menanamkan kembali nilai-nilai perjuangan yang kini menjadi fondasi dalam membangun bangsa yang lebih baik. Seluruh peserta yang hadir tampak antusias mengikuti kegiatan yang diisi dengan berbagai penampilan, termasuk menyanyikan lagu-lagu perjuangan yang menggugah semangat dan menumbuhkan rasa nasionalisme.

Dukuh Gempol, Ari Susanti mengapresiasi inisiatif Kelompok PKK dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa momen peringatan kemerdekaan seperti ini penting untuk terus dirayakan secara positif karena mampu membangkitkan semangat kebangsaan di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali rasa nasionalisme di kalangan ibu-ibu PKK dan warga sekitar. Semoga semangat seperti ini terus hidup dalam setiap peringatan kemerdekaan,” ujar Ari.

Ketua Kelompok PKK Padukuhan Gempol, Tatik juga menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni belaka, tetapi merupakan bentuk penghargaan atas perjuangan para pendiri bangsa.

Menurutnya, dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan, semangat nasionalisme tidak hanya dirasakan oleh generasi tua, tetapi juga dapat tertanam dalam jiwa generasi muda.

“PKK bukan hanya organisasi kemasyarakatan, tetapi juga motor penggerak semangat kebangsaan di lingkungan padukuhan,” kata Tatik.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan tidak pernah padam, bahkan terus menyala dalam berbagai bentuk partisipasi masyarakat. Melalui acara semacam ini, diharapkan nilai-nilai persatuan, gotong royong, dan cinta tanah air dapat terus diwariskan dari generasi ke generasi. (Tri Suhartati / KIM Depok)




Pembinaan Omah Jaga Warga Lumbungrejo, Tekankan Tugas Fungsi dan Wewenang

Sleman – Dalam rangka pemberdayaan Omah Jaga Warga, Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo menggelar pembinaan internal dengan menghadirkan segenap pengurus Omah Jaga Warga se-Kalurahan Lumbungrejo. Kegiatan ini dilaksanakan pada, Selasa (5/8/2025) bertempat di Aula lantai dua Kalurahan Lumbungrejo.

Lurah dan Jagabaya tampak hadir mendampingi puluhan pengurus Omah Jaga Warga dalam pembinaan tersebut. Di samping itu, hadir pula Babinkantibmas Lumbungrejo.

Lurah Lumbungrejo, M Misbah Al Hakim dalam arahannya mengingatkan kembali tentang tugas dan fungsi keberadaan Omah Jaga Warga.

“Omah Jaga Warga mempunyai tugas di antaranya menyelesaikan konflik sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat, memberikan saran dan pertimbangan kepada pengurus jaga warga ditingkat padukuhan bekerja sama dengan Kepala Dukuh/Ketua RT RW/Pengurus setempat dalam urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan,” tutur Misbah.

“Kemudian melakukan koordinasi dengan pranata sosial masyarakat yang ada untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Sedangkan fungsi dari Omah Jaga Warga adalah sebagai mediator dalam menyelesaikan konflik sosial.  Sebagai perwakilan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi kepada jaga warga ditingkat padukuhan dengan berkoordinasi dengan Kepala Dukuh/Ketua RT RW, dan sebagai motivator dalam meningkatkan partisipasi masyarakat,” sambungnya.

Misbah menambahkan pentingnya sinergi dan koordinasi dalam kewenangannya.

“Selain itu Omah Jaga Warga berkoordinasi dengan jaga warga ditingkat padukuhan juga mempunyai wewenang untuk mengundang pihak-pihak yang berkepentingan, meminta keterangan kepada setiap orang untuk mengumpulkan bahan keterangan dalam pengambilan keputusan, melaksanakan rapat tertutup atau terbuka bersama pengurus jaga warga ditingkat padukuhan yang ada,” kata Misbah.

“(Lalu) mengambil keputusan secara musyawarah mufakat untuk dipatuhi bersama, dan memberikan saran dan pertimbangan kepada para pengurus jaga warga ditingkat padukuhan dan berkoordinasi dengan Dukuh/Ketua RW/Ketua RT dalam menyelesaikan suatu permasalahan,” imbuhnya.

Sementara, Jaga Baya Lumbungrejo, Nugroho Subagyo yang juga sebagai pengampu kegiatan keamanan dan ketertiban di tingkat kalurahan, mengimbau kepada seluruh pengurus Omah Jaga Warga agar tetap ikut menjaga keamanan, ketertiban selama proses tahapan persiapan menyambut dan memperingati perayaan Hari Kemerdekaan RI.

“Omah Jaga Warga dan Jaga Warga tingkat padukuhan dalam bertindak sebaiknya tetap berkordinasi juga dengan Polisi RW, Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Mohon juga masih diaktifkan agar Omah Jaga Warga dan Jaga Warga tingkat padukuhan ikut serta menjaga keamanan dan ketentraman selama proses persiapan dan pelaksanaan peringatan hari kemerdekaan baik ditingkat padukuhan dan umumnya tingkat kalurahan,”tutur Nugroho. (Sihbudi / Kim Tempel)




Dinas PMK Kabupaten Sleman Sosialisasikan BKK Dais untuk RT

Sleman – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman sosialisasikan penggunaan Bantuan Keuangan Khusus Dana Keistimewaan (BKK Dais) dan Reformasi Pemberdayaan Masyarkat Kalurahan (RPMKal). Kegiatan berlangsung pada, Selasa (5/8/2025) di RM Pring Sewu, Sinduadi, Mlati, Sleman.

Perwakilan Dinas PMK Sleman, Agus Wasiso Wibowo dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan tersebut diselenggakan sebagai tindak lanjut Pergub DIY Nomor 40 tahun 2023 tentang Reformasi Kalurahan, dan SK Gubernur DIY Nomor 185 tahun 2024, dan SK Gubernur DIY Nomor 185/KEP/2024 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Reformasi.

“Aspek reformasi meliputi reformasi birokrasi kalurahan, reformasi pemberdayaan masyarakat kalurahan,” ujar Agus.

“Sedangkan yang menjadi tujuan RPMKal adalah terwujudnya kalurahan yang mampu melaksanakan pembangunan inklusif dan pembangunan kebudayaan bagi masyarakat,” sambungnya.

Agus juga menjelaskan, bahwa besaran BKK Dais tahun 2025 adalah 100 juta per kalurahan. “Dais tersebut dialokasikan untuk prioritas penggunaan Rencana Belanja Kalurahan (RBKal dan prioritas penggunaan Rencana Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (RPMKal),” tandasnya.

Sementara, seorang budayawan sekaligus dosen STIE Yogyakarta, Wahjudi Djaya pada kesempatan yang sama menyampaikan materi profil budaya pilar kalurahan mandiri budaya. Ia mengungkapkan bahwa profil budaya kalurahan meliputi adat dan tradisi, kesenian dan permainan rakyat, bahasa, sastra, aksara Jawa.

“Selain itu termasuk kerajinan, kuliner, obat tradisional, tata ruang, bangunan, dan warisan budaya,” jelasnya.

Wahjudi mengatakan, Peraturan Gubernur DIY Nomor 131 tahun 2018 mengamanatkan lurah sebagai pemangku keistimewaan.

“Sebagai pemangku keistimewaan, lurah melaksanakan urusan keistimewaan bidang kelembagaan, kebudayaan, pertanahan dan tata ruang,” ungkapnya.

Ia pun menguraikan Pergub DIY Nomor 100 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan BKK Danaid kepada pemerintah kalurahan.

Materi berikutnya disampaikan oleh Kawedanan Hageng Punokawan Datu Dana Suyasa Karaton Ngayogjakarta Hadiningrat, Agus Langgeng Basuki. Langgeng mengupas tentang Peraturan Gubernur Nomor 4 Tahun 2024 tentang Pemanfaatan Tanah Kalurahan.

Ia menegaskan bahwa peraturan tersebut merupakan perlindungan tanah kalurahan, sebagai upaya untuk mencegah dan atau penanggulangan kerusakan, kehilangan, dan ketidak sesuaian ijin Kasultanan atau Kadipaten.

Lebih rinci, Langgeng juga menjelaskan mekanisme penggunaan Tanah Kas Kalurahan oleh pemerintah kalurahan untuk kegiatan non pertanian.

Sedangkan Sekretariat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Sleman, Diyah Retnoningsih menyampaikan gambaran penduduk Sleman dari tahun 2025 sampai 2030. Ia juga mengatakan IPM Kabupaten Sleman tahun 2020-2024 mengalami peningkatan.

“Peningkatan IPM pada tahun 2024 di Kabupaten Sleman dipengaruhi adanya peningkatan indikator pengeluaran perkapita setahun disesuaikan. Di mana, pada tahun 2023 sebesar naik menjadi Rp pada tahun 2024,” ujarnya.

Diyah menambahkan bahwa jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sleman pada Maret 2024 sebesar 7, 46 % atau sebanyak 97,94 ribu orang.

“Kedalaman kemiskinan (P1) dan Indek Keparahan Kemiskinan (P2) pada Maret 2024 menunjukkan adanya penurunan dibandingkan Maret 2023,” pungkasnya. (Giek / KIM Moyudan)




TP PKK Kalurahan Lumbungrejo Gali Ilmu Perawatan Jenazah Bersama KUA Tempel

Sleman-Dalam rangka meningkatkan wawasan dan keterampilan di bidang keagamaan, Tim Penggerak PKK Kalurahan Lumbungrejo bekerja sama dengan KUA Kecamatan Tempel mengisi pertemuan rutin dengan kegiatan pembelajaran tata cara merawat jenazah. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kalurahan Lumbungrejo, Selasa (5/8/2025) dan diikuti oleh kader PKK dari seluruh padukuhan.

Sukeri Ketua Pokja 1, Sukeri menuturkan bahwa kegiatan pertemuan TP PKK Kalurahan Lumbungrejo diisi oleh pokja yang terbagi menjadi empat. “Hari ini kebetulan jadwalnya POKJA 1 untuk mengisi materi. Jadi kami menggandeng KUA Tempel untuk mengisi materi dan praktik perawatan jenazah,” tuturnya.

Adapun materi disampaikan langsung oleh salah satu petugas KUA Tempel, Makmun Mustofa, yang menjelaskan tentang tahapan perawatan jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani, hingga menyolatkan jenazah. Peserta tidak hanya menyimak teori, tetapi juga diberi kesempatan untuk melihat simulasi dan praktik secara langsung dengan alat peraga.

Makmun pun berharap agar kegiatan ini bisa dilakukan secara berkelanjutan. “Pembelajaran merawat jenazah ini tidak cukup hanya sekali. Saya pernah mendampingi anak-anak Ikatan Pelajar Nahdlotul Ulama (IPNU) Tempel hingga enam kali pertemuan, dan setiap pertemuan minimal berdurasi satu jam,” kata Makmun.

“Jadi, kalau pertemuan hari ini masih belum cukup, bisa diagendakan kembali agar benar-benar bisa dipahami dan dipraktikkan secara sempurna. Karena bagi kita yang beragama muslim, ini tidak sekedar pelatihan. Tapi ini adalah ilmu yang wajib kita harus bisa,” ujarnya.

Ketua TP PKK Kalurahan Lumbungrejo, Sulastri pun menyambut baik kegiatan ini dan menegaskan pentingnya bekal keterampilan merawat jenazah bagi masyarakat.

“Ini adalah ilmu yang tidak hanya penting secara spiritual, tetapi juga sangat dibutuhkan dalam kehidupan sosial. Harapannya, para kader bisa lebih siap jika suatu saat diminta membantu di lingkungan masing-masing,” ungkapnya.

Dengan semangat belajar yang tinggi dan partisipasi aktif dari para peserta, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang positif untuk menciptakan masyarakat yang tidak hanya peduli, tetapi juga terampil dalam melaksanakan kewajiban fardu kifayah. (Aiss-KIM Ceria Lumbungrejo Tempel)