PAC Ansor Gamping Fokus Kuatkan Kaderisasi, Konsolidasi, dan Kemandirian Ekonomi

Sleman – Kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kapanewon Gamping masa khidmat 2025–2028 telah terbentuk di Masjid Al-Firdaus, Nogotirto, Sleman, Senin (4/8/2025). Agenda ini tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, melainkan juga menjadi titik awal perumusan langkah strategis organisasi tiga tahun ke depan.

Proses pembentukan pengurus harian dan bidang dilakukan secara demokratis, dengan melibatkan perwakilan ketua ranting dan tokoh-tokoh senior Ansor setempat. Forum musyawarah berjalan lancar dan penuh semangat. Sesuai dengan hasil konferensi Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Gamping 2025, telah ditetapkan Ketua PAC GP Ansor yang baru. Adapun penekanannya pada kaderisasi, konsolidasi organisasi, dan penguatan ekonomi yang menjadi benang merah dalam perumusan struktur dan program kerja.

Muhammad Firdaus Nuryan Siddqi selaku ketua terpilih menegaskan pentingnya kaderisasi berkelanjutan sebagai fondasi utama organisasi. Menurutnya, kaderisasi bukan sekadar formalitas pelatihan, tetapi proses rekrutmen, membangun karakter, militansi, dan loyalitas kepada organisasi dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah. Ia menekankan bahwa setiap kader harus merasakan kehadiran organisasi secara nyata di tengah masyarakat.

Selain kaderisasi, konsolidasi internal dan eksternal menjadi fokus utama PAC GP Ansor Gamping. Pengurus bertekad memperkuat hubungan antar ranting dan membangun komunikasi efektif dengan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama, Badan Otonom, serta pemerintah setempat. Tujuannya adalah menciptakan sinergi program yang berdampak langsung pada penguatan basis dan pelayanan masyarakat.

Di bidang ekonomi, PAC GP Ansor Gamping ingin memulai era baru kemandirian organisasi. Berbagai ide dan inisiatif ekonomi mulai digodok, mulai dari pengembangan unit usaha, pelatihan kewirausahaan kader muda, hingga kerja sama strategis dengan mitra lokal.

“Organisasi yang kuat adalah organisasi yang mampu berdikari secara ekonomi,” ujar Firdaus

Selain itu, ruang-ruang konsolidasi digital juga mulai dirancang untuk mempercepat komunikasi organisasi. Pemanfaatan media sosial, aplikasi data kader, serta konten dakwah digital akan menjadi bagian penting dari program kerja ke depan.

“Hal ini sejalan dengan semangat transformasi organisasi yang adaptif terhadap zaman,” tambah Firdaus.

Antusiasme kader begitu terasa dalam pembentukan pengurus kali ini. Tak sedikit kader muda yang secara sukarela menyatakan siap membantu menyukseskan program PAC GP Ansor Gamping, baik dalam bidang kaderisasi, dakwah, sosial, maupun ekonomi. Ini menjadi pertanda bahwa semangat regenerasi tetap menyala dalam tubuh Ansor.

Adapun pengurus harian Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kapanewon Gamping masa khidmat 2025 – 2028 yaitu: M. Firdaus Nuryan Siddqi (Ketua), Ochberta Kuntadi (Sekretaris), Sayat (Bendahara), M. Munif Hasyim (Kepala Satuan Koordinasi Rayon), serta Adnan Iman Nurtjahjo (Kepala Sekretariat Markas).

Dengan kepengurusan yang baru dan semangat yang diperbarui, PAC GP Ansor Gamping siap melangkah lebih progresif. Ansor Gamping bukan hanya organisasi pemuda, tapi kekuatan sosial keumatan yang siap bergerak dan mengabdi.

“Kaderisasi yang terukur, konsolidasi yang kuat, dan kemandirian ekonomi menjadi fondasi utama untuk menjawab tantangan dan harapan zaman,” tandas Firdaus. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Polri dan Pemerintah Kalurahan Bersatu Dukung Gizi Anak Lewat Program MBG

Sleman — Komitmen mendukung peningkatan kualitas gizi anak terus diwujudkan melalui sinergi berbagai pihak. Salah satunya ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Kalurahan Sukoharjo, Aiptu Ratno Hartono, bersama Lurah Sukoharjo, Hadi Subroto, yang secara langsung menyalurkan bantuan Makanan Bergizi (MBG) kepada siswa-siswi SD Negeri Sukosari, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Senin (4/8/2025) siang.

Program distribusi MBG ini merupakan bagian dari inisiatif Dapur Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) Divisi Propam Polri. Tujuannya adalah untuk mendukung program strategis nasional dalam memperkuat ketahanan pangan dan kesehatan anak di lingkungan sekolah dasar, terutama di wilayah pedesaan.

Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Ratno menegaskan bahwa kehadiran aparat kepolisian dan pemerintah kalurahan (desa) tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga hadir secara aktif dalam membangun kesejahteraan masyarakat.

“Program MBG ini sangat bermanfaat, khususnya bagi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Kami dari Polri bersama pemerintah desa berkomitmen untuk terus mendukung program ini agar tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujar Aiptu Ratno Hartono.

Lurah Sukoharjo, Hadi Subroto turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Polri dan Pemerintah Daerah dalam memperhatikan kesehatan anak. Ia berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkala dan menjangkau lebih banyak sekolah.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini. Para guru dan orang tua murid menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak mereka. Kehadiran Polri dalam program-program sosial seperti ini dinilai mampu mendekatkan hubungan antara aparat negara dan masyarakat secara lebih humanis.

Distribusi Makanan Bergizi di SDN Sukosari ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara institusi negara, pemerintah lokal, dan masyarakat bisa menghasilkan dampak positif secara langsung. Harapannya, langkah ini mampu memperkuat semangat gotong royong dalam mencetak generasi yang sehat dan berkualitas. (ESK/KIM DSN Ngaglik)




Dinas Sosial DIY Gelar Sarasehan Restorasi Sosial Berbasis Budaya Jawa

Sleman – Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan Sarasehan “Penguatan Nilai-Nilai Kesetiakawanan melalui Restorasi Sosial Berbasis Budaya Jawa” di Pendopo Puspadenta, Caturtunggal, Depok, Sleman, Senin (4/8/2025). Kegiatan ini bertujuan memperkuat solidaritas sosial di tengah tantangan degradasi moral dan budaya.

Sebanyak 15 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat dan perwakilan lembaga strategis hadir dalam acara tersebut, termasuk Panewu, Danramil, Kapolsek, Lurah, Babinsa, Babinkamtibmas, tokoh perempuan, serta organisasi sosial seperti Karang Taruna dan PSM.

Acara dibuka dengan penampilan Campursari “Purbo Laras” dan lagu kebangsaan Indonesia Raya, disusul sambutan dari Lurah Caturtunggal dan perwakilan Dinas Sosial DIY.

Sarasehan menghadirkan narasumber kompeten, di antaranya Yari Kurnia Kustanto, S.E. (Anggota DPRD DIY), Prof. Dr. H. Suwarno Dwijonagoro, . (Guru Besar Sosial Budaya), dan Drs. Eko Darmanto, . (Praktisi Sosial). Mereka menekankan pentingnya revitalisasi nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kepedulian sosial, dan semangat pantang menyerah sebagai fondasi karakter bangsa.

Tri Susilastuti, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial DIY, menyatakan bahwa pendekatan berbasis budaya Jawa dipilih karena memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Yogyakarta.

“Restorasi sosial diperlukan untuk memulihkan solidaritas dan membangun kembali kepercayaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dan ditutup dengan komitmen bersama untuk mengimplementasikan nilai-nilai kesetiakawanan dalam kehidupan sehari-hari. (Oktaviana/KIM Depok)




Bridge Sleman Siap Pertahankan Gelar Juara Umum PORDA DIY 2025

Sleman – Menjelang Pekan Olahraga Daerah (PORDA) DIY 2025, Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Sleman tengah mempersiapkan timnya secara intensif untuk mempertahankan gelar juara umum. Persiapan mencakup Pemusatan Latihan Kabupaten (Pelatkab) yang diselenggarakan di beberapa lokasi strategis.

Atlet yunior berlatih di Kapanewon Tempel, sementara gabungan tim senior dan yunior berlatih bersama di Taman Joglo Naladhipa, Wedomartani, Kapanewon Ngemplak.

Deddy Aryanto, Ketua I Gabsi Sleman, menegaskan keseriusan timnya.

“PORDA kali ini bukan sekadar kompetisi, tapi juga momentum strategis untuk regenerasi. Komposisi tim kami terdiri dari 50 persen pemain senior dan 50 persen junior,” ujarnya saat ditemui di lokasi latihan, Minggu (3/8/2025).

Menurut Deddy, fokus pada regenerasi didasari oleh prestasi membanggakan di dua kejuaraan nasional sebelumnya di Surakarta dan Malang.

“Beberapa gelar berhasil kami raih, membuktikan bahwa masa depan Bridge DIY, khususnya Sleman, sangat menjanjikan,” tambahnya.

Dengan komposisi tim seimbang, jadwal latihan terstruktur, dan motivasi tinggi, Sleman tak hanya berambisi mempertahankan gelar juara umum PORDA DIY, tetapi juga membangun fondasi kuat untuk kemajuan Bridge Indonesia di tingkat nasional. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)




Lomba Senam Ibu-Ibu Antar RT Meriahkan HUT RI ke-80 di Padukuhan Sedogan

Sleman – Padukuhan Sedogan, Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, menggelar Lomba Senam Ibu-Ibu Antar RT dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Kegiatan yang semula direncanakan di Halaman Kavling RT 04 terpaksa dipindahkan ke Balai Warga Sedogan akibat hujan deras pada Minggu (3/8) pukul WIB.

Lomba ini diikuti perwakilan ibu-ibu dari seluruh RT di Padukuhan Sedogan dengan penampilan penuh semangat dan kekompakan. Berbalut kostum senam warna-warni, para peserta menampilkan gerakan energik diiringi musik yang memompa semangat. Sorak-sorai penonton turut memeriahkan suasana.

Aisyah Putri Wulansari, Dukuh Sedogan, menyatakan lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana menjaga kesehatan dan mempererat silaturahmi.

“Senam tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga memperkuat kebersamaan antarwarga. Ini wujud nyata semangat ‘sehat bersama, kuat bersama’ dalam menyambut kemerdekaan,” ujar Aisyah.

Ia menambahkan, kegiatan ini membuktikan semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui gaya hidup sehat dan solidaritas warga.

Dewan juri, termasuk Nur Priyati yang juga instruktur senam, menilai peserta berdasarkan kekompakan gerakan, ekspresi, kreativitas kostum, dan energi.

“Saya bangga melihat antusiasme ibu-ibu Sedogan. Selain semangatnya tinggi, kreativitas kostum dan formasi gerak mereka sangat menghibur dan inspiratif,” kata Nur.

Ia berharap lomba ini memotivasi ibu-ibu untuk tetap aktif menjaga kesehatan sekaligus memperkuat kebersamaan sosial.

Handayani, peserta dari RT 005, berbagi pengalamannya mengikuti lomba. “Proses latihan melelahkan tapi menyenangkan. Kami berkumpul hampir setiap sore, berlatih sambil tertawa. Yang terpenting bukan menang atau kalah, tapi kebersamaan yang terjalin,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan setiap tahun agar ibu-ibu tetap aktif dan sehat.

RT 01 keluar sebagai juara pertama berkat gerakan kompak, formasi rapi, dan kostum kreatif. Wiwik, salah satu anggota tim, mengungkapkan kebanggaannya.

“Kami berlatih hampir setiap malam meski usia sudah tidak muda lagi. Kemenangan ini buah dari kerja sama dan semangat kami,” tuturnya.

Selain RT 01, RT 05 dan RT 04 masing-masing meraih juara kedua dan ketiga. Lomba ditutup dengan penyerahan hadiah sebagai apresiasi atas partisipasi seluruh peserta. (Ais/KIM Ceria Lumbungrejo)