Kabupaten Sleman Bersiap Hadapi OSN Tahun 2025

Sleman – Dalam upaya menyiapkan generasi unggul di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, Kabupaten Sleman menunjukkan keseriusannya dengan menyelenggarakan program pembinaan bagi peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tahun 2025.
Pembinaan ini tidak sekadar menargetkan prestasi akademik, tetapi juga dirancang untuk membangun kemampuan berpikir ilmiah dan karakter sains yang kokoh sejak dini.
Pembina OSN Tahun 2025 Cabang IPA Kabupaten Sleman, Dr. Tsania Nur Diyana, menekankan bahwa kompetensi utama yang ingin ditanamkan melalui pembinaan ini bukan semata-mata kemampuan menghafal konsep, tetapi lebih jauh lagi, yaitu kemampuan berpikir tingkat tinggi atau high order thinking skills (HOTS).
“Kami tidak hanya ingin anak-anak menguasai teori, tetapi juga mampu memecahkan persoalan nyata dengan pendekatan ilmiah yang kreatif dan analitis,” ujarnya di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Senin (4/8/2025).
Menurutnya, esensi dari pendidikan sains yang sebenarnya adalah menumbuhkan keberanian untuk berpikir kritis dan eksploratif bagi peserta didik.
Dosen Departemen Pendidikan Fisika UNY ini menambahkan, bahwa OSN adalah momentum strategis untuk membangun pola pikir saintifik yang akan menjadi fondasi kuat dalam pengembangan teknologi masa depan.
“Kami ingin menjauh dari pola drilling soal. Justru melalui eksperimen, diskusi konsep, dan eksplorasi kontekstual, siswa kami arahkan untuk berpikir lebih dalam dan menyeluruh,” tambahnya.
Materi OSN IPA tahun ini mencakup spektrum yang sangat luas dan multidisipliner. Di antaranya adalah besaran dan pengukuran, zat dan kalor, energi, gerak dan gaya, fluida, getaran dan bunyi, cahaya dan optika, kelistrikan dan kemagnetan, ilmu bumi dan antariksa, ekologi, sistem kehidupan, hingga bioteknologi dan forensik.
Dengan cakupan yang luas ini, Tsania menilai pentingnya membimbing peserta untuk memahami keterkaitan antar konsep, bukan sekadar menghafalnya secara terpisah.
“Sains itu bukan potongan-potongan topik. Ia adalah jalinan konsep yang saling terkait dan harus dipahami sebagai satu kesatuan,” jelasnya.
Tsania menyinggung pentingnya peran emosi positif dalam belajar. Menurutnya, peserta OSN tidak boleh terbebani dengan target menang semata. Justru pembinaan ini harus menjadi ruang yang menggembirakan, di mana keingintahuan dan daya jelajah ilmiah siswa dipupuk secara alami.
“Siswa yang bahagia dan penasaran akan belajar dengan semangat. Dan dari semangat itulah inovasi lahir,” ungkapnya.
Pembinaan peserta OSN Kabupaten Sleman tahun ini diikuti oleh finalis yang akan mewakili Kabupaten Sleman dalam ajang OSN IPA tingkat Provinsi D.I. Yogyakarta. Mereka adalah Alman Mustanir Suwadana (SMP Islam Al-Azhar 26 Yogyakarta), Dimas Restu Kunarseto (SMP Negeri 4 Depok), Ksatria Tegar Adi Pamungkas Wicaksana (SMP Negeri 4 Kalasan), Sulthan Adam Putra Arkana (SMP Negeri 4 Pakem), dan Kayyisa Azkiya Maulida (MTSS Sunan Pandanaran).
Pelaksanaan OSN tingkat provinsi akan berlangsung pada 13–14 Agustus 2025, sementara uji coba telah dilakukan pada 31 Juli–1 Agustus 2025.
Menjelang pelaksanaan ini, Tsania menyatakan bahwa pihaknya lebih fokus pada penguatan nalar ilmiah dan kemampuan berpikir strategis peserta.
“Waktu latihan memang terbatas, tapi yang kami tanamkan adalah fondasi berpikir yang tahan lama,” tegasnya.
Bagi Tsania, keterlibatannya dalam membina peserta OSN adalah bagian dari komitmennya sebagai akademisi untuk berkontribusi langsung dalam pengembangan pendidikan di daerah.
Ia melihat Kabupaten Sleman sebagai wilayah yang memiliki semangat tinggi dalam mengarusutamakan mutu pendidikan, termasuk dalam bidang sains.
“Saya melihat semangat luar biasa dari para guru, orang tua, dan tentu saja peserta didik. Ini potensi yang sangat besar jika terus dikembangkan dengan ekosistem pembinaan yang konsisten,” tutupnya. (Athiful/KIM Depok)



