Mahasiswa KKN UPY Dorong Transformasi Digital UMKM di Sleman

Sleman, 2 Agustus 2025 – Sebanyak 12 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) meluncurkan program pendampingan digital untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Padukuhan Sukunan, Kalurahan Banyuraden, Sleman. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal di era digital melalui pembuatan website dan pelatihan pemasaran digital.

Anti Septi Basalti, ketua kelompok KKN UPY menjelaskan bahwa program ini dirancang berdasarkan pemetaan kebutuhan UMKM setempat. “Kami tidak hanya memberikan pelatihan teori, tapi langsung mempraktikkan pembuatan akun bisnis di Instagram, Facebook, dan WhatsApp Business,” ujar mahasiswi Fakultas Bisnis dan Hukum tersebut. Tim juga akan mengembangkan website khusus sebagai etalase digital bagi UMKM Sukunan.

Adnan Iman Nurtjahjo, Sekretaris Komunitas Kekandhangan Banyuraden menyambut baik inisiatif ini. “Kehadiran website sangat penting untuk membangun kredibilitas usaha di mata konsumen modern,” katanya. Menurutnya, platform digital memungkinkan pelaku UMKM menjangkau pasar lebih luas tanpa batasan waktu dan lokasi.

Program pendampingan ini mencakup berbagai aspek penting digitalisasi usaha, mulai dari pembuatan konten menarik, manajemen reputasi digital, hingga teknik pelayanan pelanggan secara online. Aryo Tejo, Koordinator Mitigasi Satwa menambahkan, “Website yang dioptimalkan dengan SEO akan membantu produk UMKM lebih mudah ditemukan calon pembeli di internet.”

Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat ini menunjukkan bagaimana transformasi digital bisa menjangkau hingga pelosok desa. “Ini bukti bahwa teknologi bisa menjadi alat pemerataan ekonomi yang powerful,” pungkas Adnan.

Program yang berlangsung selama periode KKN ini diharapkan bisa menjadi fondasi bagi pengembangan UMKM berbasis digital di Sukunan. Mahasiswa UPY berkomitmen untuk terus memantau perkembangan usaha yang telah didampingi meski masa KKN telah berakhir. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Program Integrated Farming di Sleman Jadi Solusi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pertanian Terpadu

Sleman – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Dana Keistimewaan meluncurkan program pertanian terpadu di lahan seluas meter persegi di Padukuhan Sonoharjo, Kalurahan Margokaton, Kapanewon Seyegan. Program strategis Gubernur DIY ini bertujuan mengoptimalkan Tanah Kas Desa (TKD) sekaligus mengurangi angka kemiskinan melalui sistem integrated farming yang menggabungkan peternakan domba Garut dengan budidaya hortikultura.

Acara serah terima program yang digelar Jumat (1/8) di Komplek Integrated Farming Sonoharjo ini dihadiri oleh Panewu Seyegan Agung Indarta, Lurah Margokaton Anggit Bimanyu, serta berbagai pemangku kepentingan lokal. Program dengan anggaran Rp 300 juta ini akan mengembangkan 22 ekor domba Garut unggulan dan budidaya cabai serta mentimun dalam satu sistem yang saling mendukung.

“Konsep green clean kohe yang kami terapkan memungkinkan kotoran domga (domba garut) diolah menjadi pupuk organik untuk menyuburkan tanaman hortikultura di lahan yang sama,” jelas Anggit Bimanyu, Lurah Margokaton. Sistem terpadu ini diharapkan dapat menjadi model yang bisa direplikasi di wilayah lain di Margokaton.

Johan Fajar Saputra dari Management Wasesa selaku pendamping program menjelaskan bahwa 22 domba Garut yang terdiri dari 4 jantan dan 18 betina (7 di antaranya sedang bunting) akan dikembangkan melalui sistem breeding.

“Target kami tahun ini adalah pembelajaran, dengan harapan populasi bisa mencapai 50 ekor di tahun berikutnya dan lahan berkembang dari meter persegi menjadi 1 hektar,” papar Johan.

Panewu Seyegan Agung Indarta menekankan pentingnya pendampingan intensif untuk memastikan keberhasilan program.

“Ini adalah program berkelanjutan yang diharapkan bisa menurunkan angka kemiskinan. Keseriusan pengelolaan akan menentukan kelanjutan dukungan dana di masa depan,” tegas Agung.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin KH. Parjono dan simbolis pengguntingan pita serta penyerahan 22 ekor domba kepada Kelompok Ternak Anugerah Mendo. Program ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan aset desa secara optimal dan berkelanjutan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Nuri Adhariyatun Terpilih sebagai Ketua IGABA Seyegan Periode 2025-2029

Sleman – Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Cabang Seyegan telah menggelar Musyawarah Cabang (Muscyab) di Gedung TK ABA Margokaton I pada Sabtu (2/8/2025). Acara ini menghasilkan terpilihnya Nuri Adhariyatun sebagai Ketua IGABA Seyegan untuk periode lima tahun mendatang.

Musyawarah yang diikuti oleh seluruh 52 guru TK ABA se-Kapanewon Seyegan ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait. Turut hadir memberikan dukungan adalah perwakilan dari Pengurus IGABA Daerah Kabupaten Sleman, Penilik PAUD Kapanewon Seyegan, serta pimpinan organisasi mitra seperti IGTKI dan Himpaudi Seyegan. Kehadiran Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Seyegan beserta tokoh masyarakat setempat semakin melengkapi rangkaian acara.

Proses musyawarah berjalan melalui tahapan-tahapan yang sistematis. Acara dibuka secara resmi kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban dari pengurus periode sebelumnya (2019-2024) oleh Nardiyati, selaku Ketua dan Ika Wulandari, sebagai Sekretaris. Setelah laporan diterima oleh seluruh anggota, musyawarah memasuki fase sidang komisi yang terbagi dalam tiga bidang pembahasan utama: organisasi, program kerja, dan rekomendasi untuk periode mendatang.

Puncak acara adalah proses pemilihan formatur yang melibatkan seluruh anggota yang hadir. Dari hasil pemungutan suara, terpilih tujuh orang formatur dengan Nuri Adhariyatun meraih suara terbanyak sebanyak 42 suara. Ia kemudian ditetapkan sebagai Ketua IGABA Seyegan periode 2025-2029, didampingi oleh Novita Rakhmawati yang terpilih sebagai Sekretaris.

Dalam sambutan pertamanya, Nuri Adhariyatun menyampaikan visi kepemimpinannya.

“Kami menyadari bahwa untuk mewujudkan IGABA yang solid dan mampu memajukan TK ABA di Seyegan, diperlukan sinergi dan dukungan dari semua pihak,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya kebersamaan dan kolaborasi antar seluruh stakeholder pendidikan anak usia dini di wilayah Seyegan.

Pemilihan ini tidak hanya menandai pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum penting bagi pengembangan pendidikan anak usia dini yang berbasis nilai-nilai ‘Aisyiyah di wilayah Seyegan. Dengan semangat baru dan komitmen bersama, IGABA Seyegan siap menghadapi tantangan pendidikan di era modern. (Dhian Navitri/KIM Seyegan)




KSB Selosembodo Berikan Bantuan Darurat untuk Korban Kebakaran di Sleman

Sleman – Kampung Siaga Bencana (KSB) Selosembodo menunjukkan respons cepat dengan menyalurkan bantuan darurat kepada keluarga korban kebakaran di Purwomartani, Kalasan, Sleman, Sabtu (2/8/2025). Musibah yang terjadi di wilayah RT 01 RW 05, Cupuwatu 1 ini menghanguskan rumah keluarga Ambyah Nardi Wiyono.

Bantuan logistik yang disalurkan cukup lengkap, mencakup tiga kategori kebutuhan utama. Pertama, kebutuhan pangan seperti beras, mie instan, gula, dan bahan makanan pokok lainnya. Kedua, perlengkapan rumah tangga berupa matras, selimut, peralatan masak, dan perlengkapan kebersihan. Ketiga, kebutuhan sandang berupa paket pakaian dan kebutuhan dasar lainnya.

Baryono, perwakilan KSB Selosembodo, menjelaskan filosofi di balik aksi ini. “Bantuan ini bukan sekadar barang materi, melainkan bentuk nyata kepedulian kami untuk meringankan beban korban sekaligus upaya mempertahankan budaya tanggap bencana di masyarakat,” ujarnya.

Proses penyaluran berjalan lancar berkat kolaborasi multipihak. Tidak hanya melibatkan anggota KSB, kegiatan ini juga didukung oleh Babinkamtibmas setempat, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang secara sukarela membantu distribusi. Kerja sama ini menjadi bukti nyata kekuatan gotong royong masyarakat Kalasan dalam menghadapi situasi darurat.

KSB Selosembodo melalui aksi kemanusiaan ini menyampaikan tiga pesan penting kepada masyarakat. Pertama, pentingnya membangun kesiapsiagaan berbasis komunitas di tingkat akar rumput. Kedua, kebutuhan akan respons cepat terhadap berbagai keadaan darurat. Ketiga, nilai strategis koordinasi antar pemangku kepentingan dalam penanganan bencana.

“Kami berharap bantuan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar keluarga korban, tetapi juga memberikan semangat dalam proses pemulihan mereka,” tambah Baryono menutup pernyataannya.

Kejadian ini menjadi pengingat kolektif akan pentingnya membangun sistem penanganan darurat bencana yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. (ESK – KIM DSN Ngaglik)




Kapolsek Ngaglik Tekankan Peran Strategis Istri Polri dalam Pembinaan Bhayangkari

Sleman – Kapolsek Ngaglik AKP Yuliyanto, S.H., M.H. memimpin pembinaan khusus bagi anggota Bhayangkari Ranting Ngaglik di Aula Kapanewon setempat, Sabtu (2/8) pagi. Acara yang dihadiri Ketua Bhayangkari Tetty Yuliyanto dan seluruh anggota ini fokus pada penguatan peran istri dalam mendukung tugas anggota Polri.

Dalam pembinaannya, AKP Yuliyanto secara khusus menyoroti beberapa aspek penting yang harus diperhatikan oleh para Bhayangkari. Pertama, peran sebagai pilar keluarga yang bertanggung jawab menjaga keharmonisan rumah tangga. Kedua, fungsi sebagai pendukung moral utama bagi suami yang sehari-hari menjalankan tugas-tugas berat kepolisian. Ketiga, peran strategis sebagai penjaga citra institusi melalui sikap dan tutur kata yang baik di masyarakat.

“Sebagai ujung tombak keluarga Polri, Bhayangkari harus mampu menjadi sumber semangat sekaligus filter yang bijak dalam berbagai situasi, termasuk dalam penggunaan media sosial yang semakin penting di era digital ini,” tegas Kapolsek.

Ia juga menekankan pentingnya membangun keluarga yang religius dengan landasan sakinah, mawadah, warohmah sebagai pondasi kehidupan berumah tangga.

Sementara itu, Tetty Yuliyanto menyampaikan bahwa pembinaan ini dharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kapasitas anggota, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkokoh solidaritas sebagai satu keluarga besar Bhayangkari.

Acara yang berlangsung sejak pukul WIB ini diharapkan dapat semakin memantapkan peran Bhayangkari sebagai mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan masyarakat, sekaligus menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan mendukung kinerja anggota di lapangan. (ESK – KIM DSN NGAGLIK)