Puskesmas Depok II Gelar Rakor Kader Kesehatan untuk Perkuat Layanan Posyandu

Sleman – Puskesmas Depok II sukses menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakor) bersama 40 kader kesehatan dari seluruh Posyandu di wilayah Kalurahan Condongcatur. Acara yang berlangsung di aula puskesmas ini bertujuan mengevaluasi program Juli sekaligus menyusun agenda kesehatan untuk Agustus 2025.

Dalam rakor yang dipandu oleh Pramidya Ujiana, dan Ardika Rahman Putra, ini, tim Promosi Kesehatan (Promkes) menyampaikan beberapa program prioritas diantaranya, pemberian Vitamin A untuk balita, serta imunisasi rutin dan imunisasi kejar bagi anak yang belum lengkap vaksinasinya

Layanan pemeriksaan kesehatan gratis melalui aplikasi Satu Sehat setiap Senin-Kamis (pendaftaran WIB)

“Kami berharap kader dapat aktif mensosialisasikan program ini ke masyarakat dan membantu memastikan cakupan pelayanan yang optimal,” ujar Ardika Rahman, salah satu fasilitator.

Acara berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari peserta. Para kader menyambut baik informasi terbaru sekaligus berdiskusi tentang strategi pelaksanaan di lapangan.

Puskesmas Depok II menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan layanan kesehatan masyarakat melalui sinergi erat dengan kader Posyandu.

“Kolaborasi ini penting untuk memastikan program kesehatan benar-benar sampai ke masyarakat,” pungkas Pramidya Ujiana menutup acara. (Tri Suhartati – KIM Depok)




30 Siswa MAN 4 Sleman Bersaing di Ajang FIKSI Nasional, Buktikan Semangat Riset dan Kewirausahaan

Sleman – Semangat penelitian dan kewirausahaan ditunjukkan oleh 30 siswa MAN 4 Sleman yang terbagi dalam 15 tim untuk mengikuti Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2025. Dengan didampingi 9 guru pembimbing dan 1 operator, para siswa bekerja keras menyusun proposal di Lab Komputer dan Ruang Desain Komunikasi Visual (DKV) madrasah.

Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf, menyatakan kebanggaannya atas dedikasi para siswa. “Saya sangat tersentuh melihat kegigihan anak-anak yang bahkan bekerja hingga malam dan di hari libur untuk menyelesaikan proposal. Insya Allah usaha tak akan mengkhianati hasil,” ujarnya saat menerima laporan lengkapnya proposal Jumat malam (1/8/2025).

FIKSI yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional Kemendikbudristek ini merupakan kompetisi bergengsi yang menjaring peserta terbaik dari 38 provinsi di Indonesia. Edy Suparyanto, Koordinator Tim Pembimbing, menjelaskan kompleksitas persyaratan yang harus dipenuhi.

“Mulai dari pernyataan keaslian karya bermaterai, rekomendasi, hingga berbagai analisis bisnis harus selesai sebelum tenggat 2 Agustus. Alhamdulillah kita berhasil mengunggah semuanya sehari lebih cepat,” jelasnya.

Proses penyusunan proposal tidak tanpa tantangan. Sugihartini, guru pembimbing DKV, mengungkapkan, “Meski terkadang terkendala jaringan internet, kerja sama tim yang solid memungkinkan kami menyelesaikan semua dokumen termasuk Ringkasan Eksekutif, Business Model Canvas, hingga Analisis Kelayakan Usaha.”

Partisipasi dalam FIKSI ini semakin mengukuhkan posisi MAN 4 Sleman sebagai madrasah riset unggulan dengan visi mencetak siswa berprestasi, berkarakter Islami, dan berjiwa wirausaha.

“Apapun hasilnya, yang terpenting kita telah memberikan yang terbaik,” pungkas Sugihartini menutup pembicaraan. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




25 Kepala SMP Muhammadiyah Sleman Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Pendidikan Era Digital

Sleman – Sebanyak 25 kepala sekolah SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman mengikuti workshop penguatan kepemimpinan pendidikan yang diselenggarakan Majelis Dikdasmen dan PNF PWM DIY, Sabtu-Ahad (2-3/8/2025). Kegiatan bertema “Kolaborasi, Emosi Sosial, dan Inovasi untuk Sekolah Unggul Berkemajuan” ini digelar di @K Hotel Kaliurang, Pakem.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM DIY, Achmad Muhammad, menjelaskan bahwa workshop ini dirancang untuk menjawab tantangan kepemimpinan pendidikan di era modern. Ia menekankan tiga aspek kunci yang menjadi fokus pelatihan. Pertama, penguatan kemampuan kolaborasi strategis antar berbagai pemangku kepentingan pendidikan. Kedua, pengembangan keterampilan pengelolaan kecerdasan emosional dalam memimpin satuan pendidikan. Ketiga, peningkatan kapasitas dalam merancang dan mengimplementasikan inovasi pendidikan yang aplikatif di sekolah.

Acara ini menghadirkan sejumlah pakar pendidikan ternama, termasuk Arif Jamali Muis dari Kemendikbud, Fathur Rahman dari Asosiasi BK Indonesia, Enung Hasanah dari UAD, serta Sarjilah mantan Kepala BBPPMPV Seni Budaya.

“Pemimpin pendidikan saat ini dituntut mampu merespons kompleksitas tantangan di era digital dan masyarakat 5.0,” tegas Achmad Muhammad.

Workshop tidak hanya berisi pemaparan materi, tetapi juga melibatkan peserta dalam penyusunan Rencana Tindak Lanjut konkret untuk tahun ajaran 2025/2026. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti berbagai sesi aplikatif yang menggabungkan teori kepemimpinan dengan studi kasus nyata.

Selain penguatan kompetensi individu, kegiatan ini juga berhasil mempererat jejaring antar sekolah Muhammadiyah. Hal ini diharapkan dapat menciptakan sinergi dalam membangun sistem pendidikan yang unggul dan relevan dengan kebutuhan zaman. (Athiful/KIM Depok)




SMP Muhammadiyah 2 Prambanan Gelar Workshop Inovatif untuk Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Guru

Sleman – SMP Muhammadiyah 2 Prambanan (Muhapra) Sleman menggelar workshop bertajuk “Fun & Deep Learning: Saat Belajar Menjadi Cerita yang Tak Terlupakan” pada Jumat (1/8/2025). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi guru dalam menghadapi tantangan transformasi pendidikan di era digital.

Kepala SMP Muhapra, Eko Priyantoro, menjelaskan bahwa workshop ini merupakan langkah strategis untuk menerapkan pembelajaran mendalam sesuai arahan Kementerian Pendidikan. “Kami ingin pembelajaran tidak hanya transfer pengetahuan, tapi juga membentuk karakter dan kreativitas siswa,” ujarnya.

Workshop menghadirkan Ary Gunawan, pakar pembelajaran dari Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, yang memaparkan konsep “Deep Learning”—pendekatan holistik yang menggabungkan aspek kognitif, emosional, dan spiritual. “Guru harus menjadi fasilitator yang menciptakan ‘AHA Moment’, di mana siswa merasa tertantang dan termotivasi belajar,” jelas Ary.

Selain teori, peserta diajak mempraktikkan tools berbasis kecerdasan artifisial (AI) untuk merancang modul ajar otomatis, mengembangkan soal berbasis Taksonomi Bloom, dan membuat asesmen digital yang adaptif.

“Guru harus melek teknologi. AI bukan pengganti, tetapi alat pendukung pembelajaran,” tambah Ary.

Para guru menunjukkan respons positif terhadap pelatihan ini. “Workshop ini membuka perspektif baru tentang bagaimana membuat pembelajaran lebih interaktif dan relevan,” ungkap salah satu peserta.

Sebagai sekolah berbasis entrepreneurship, SMP Muhapra berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang islami, mandiri, dan inovatif. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi tersebut. (Athiful/KIM Depok)




Dapur Gizi Nasional di Sleman Resmi Beroperasi, Diawali Tradisi Tumpeng

Sleman – Peluncuran Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jogotirto di Kapanewon Berbah, Sleman, diawali dengan tradisi tumpeng sebagai simbol harapan akan kelancaran Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Acara yang digelar Kamis (31/7/2025) ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat setempat.

Tradisi tumpeng yang berarti “langkah lurus menuju ridho Tuhan” dipilih sebagai pembuka kegiatan operasional dapur gizi ini.

“Ini bukan sekadar seremonial, tapi bentuk komitmen kita untuk mewujudkan program yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Kamituwa Jogotirto Arif Aryana

Kapten Inf. Suparyono, Danramil Berbah, menegaskan kesiapan TNI mendukung program ini. “Kami akan memastikan MBG berjalan lancar sesuai harapan pemerintah dan masyarakat. Mari bekerja sama saling melengkapi, bukan saling menyalahkan,” tegasnya.

Hadir dalam acara ini perwakilan Dinas PMK DIY, Panewu Berbah, jajaran Polsek Berbah, Lurah se-Kapanewon Berbah, serta perwakilan BUMKalma Kabupaten Sleman.

Dapur SPPG Jogotirto akan melayani distribusi makanan bergizi gratis bagi warga di wilayah Jogotirto dan sekitarnya. Program ini merupakan implementasi kebijakan nasional untuk meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.

“Kami berharap dapur ini bisa menjadi pusat pelayanan gizi yang benar-benar mensejahterakan masyarakat,” tambah Arif Aryana usai memimpin acara tradisional tersebut. (M.A. Sanusi – KIM Tirto Gumregah Berbah)