Sleman – Guna membentuk mental dan karakter anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang tangguh, Kepolisian Sektor Gamping bersama Komando Rayon Militer 17/Gamping memberikan pembekalan khusus kepada para anggota Paskibra tingkat Kapanewon Gamping. Kegiatan ini berlangsung di Graha Mangesti Hanggo, Gamping, Sleman, Kamis (31/7/2025) dan menjadi langkah awal sebelum mereka menjalani pelatihan baris-berbaris secara intensif.
Siswa-siswi sejumlah 35 orang yang berasal dari SMK Putra Samodra, SMAN 1 Gamping, SMK Muhammadiyah Gamping, SMA Islam, dan SMK YPKK dipilih sebagai Pasukan Pengibar Bendera Tingkat Kapanewon Gamping tahun 2025 oleh Tim Pelatih yang terdiri dari Serma Acip Mulyawana, Sertu Dawamiyanto, Iptu Teguh Riyanto, Ipda Edi Suranto, Bambang Nurdianto, Teguh Guntur Prastowo, Ariyanti Saputri, serta Annisa Setyaningrum.
Pembekalan ini merupakan bagian penting dalam tahapan persiapan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke 80 Republik Indonesia. Tidak hanya membahas teknis baris-berbaris, materi yang diberikan juga mencakup pembentukan jiwa nasionalisme, disiplin, tanggung jawab, serta wawasan kebangsaan. Tujuannya adalah membekali para calon paskibra dengan nilai-nilai dasar yang akan menopang mereka dalam bertugas.
Pelatih Paskibra, Ipda Edi Suranto dalam arahannya menekankan pentingnya kesiapan mental dan karakter. Menurutnya, menjadi anggota paskibra bukan sekadar tugas upacara, melainkan suatu kehormatan yang harus dijalani dengan disiplin tinggi, semangat kebangsaan, dan integritas pribadi.
“Pembekalan ini adalah fondasi awal agar mereka menjadi pribadi yang bertanggung jawab,” ungkapnya.
Antusiasme para peserta terlihat sejak awal kegiatan. Dengan penuh semangat, mereka mengikuti sesi pembekalan yang dikemas dalam bentuk diskusi interaktif dan simulasi ringan. Peserta juga diajak memahami makna mendalam di balik tugas paskibra, seperti simbol perjuangan, kehormatan bendera merah putih, dan pentingnya menjaga penampilan serta kekompakan tim.
Senada dengan itu, Batituud Koramil 17/Gamping, Serma Acip Mulyawana menyampaikan bahwa para paskibra harus memiliki semangat juang layaknya patriot. Ia menambahkan bahwa baris-berbaris hanyalah salah satu aspek teknis, namun yang terpenting adalah membangun kesadaran kolektif sebagai generasi penerus bangsa.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan semangat cinta tanah air dan kebersamaan sejak dini,” ujarnya.
Menurutnya, pembekalan ini tidak hanya berdampak pada kesiapan fisik dan mental para calon paskibra, tetapi juga menjadi momen pembelajaran nilai-nilai kepemimpinan. Banyak dari peserta yang baru pertama kali terlibat dalam kegiatan formal seperti ini, sehingga menjadi pengalaman yang membentuk karakter mereka ke depan.
Kegiatan ini pun menjadi simbol kolaborasi strategis antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam membina generasi muda. Melalui sinergi tersebut, diharapkan para paskibra Kapanewon Gamping tidak hanya sukses dalam tugas pengibaran bendera, namun juga tumbuh sebagai pemuda berkarakter, tangguh, dan siap menjadi pemimpin masa depan.
Harapannya, semangat nasionalisme di kalangan pelajar Gamping kian tumbuh subur sekaligus menjadi representasi generasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap Indonesia. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)