UMKM Berbah Geber Program Kerja Usai Dikukuhkan

Sleman – Pengurus Berbah melakukan rapat evaluasi kegiatan pengukuhan pengurus dan pembukaan showroom. Kegiatan yang dilaksanakan di Resto Omah Dahar Mbah Wanto, Tegaltirto, Berbah, Sleman, Kamis (31/7/2025) ini dihadiri semua pengurus UMKM Kapanewon Berbah.

Ketua Bidang Advokasi Kapanewon Berbah, Ferdiansyah Gea Arrysal mengucapkan selamat datang di Resto Omah Dahar, dirinya merasa senang tempatnya bisa dipakai pertemuan pengurus UMKM Berbah. Harapannya ke depan tetap terjalin kerja sama antara resto dengan pelaku UMKM Berbah.

“Resto akan selalu terbuka sebagai salah satu titik pemasaran produk UMKM Berbah, selain showroom yang baru saja diresmikan,” ucap Gea.

Ketua Forkom Kapanewon Berbah, Sri Handayani yang biasa di sapa mbak Yani mengapresiasi kerja sama dan kekompakan pengurus UMKM Berbah saat kegiatan pengukuhan pengurus dan peresmian Showroom UMKM Berbah. Kerja sama, gotong royong dan saling melengkapi menjadi semangat untuk membawa UMKM naik kelas berdaya saing global.

“Semangat itu harus kita jaga, saling mengingatkan antar pengurus ataupun dengan sesama pelaku usaha UMKM Berbah,” ujar mbak Yani.

” Dengan semboyan UMKM Berkarya, Inovasi Tanpa Batas, Perekonomian Melejit, Cuan Melangit, menjadi pemacu agar lebih   mencapai yang diinginkan,” SAMBUNG Ferdiansyah.

Program jangka pendek yang harus dilakukan UMKM Berbah adalah menata dan menjadwal petugas jaga showroom. Sementara program lainnya ialah membuka lapak jualan pada gelar budaya dan senam masal peringatan HUT ke-80 RI yang akan berlangsung pada, Sabtu 23 Agustus 2025.  (Kusnadi / KIM Berbah)




Pasar Bela Negara Diluncurkan: Wadah UMKM dan Edukasi Cinta Tanah Air

Sleman – Program Pasar Bela Negara hasil kolaborasi antara Badan Kesbangpol Sleman dan Tim Carya resmi diluncurkan Jumat (1/8/2025), di Halaman Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sleman.

Acara peluncuran berlangsung meriah dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, pelaku UMKM, serta tamu undangan dari instansi pemerintah. Secara resmi, kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut.

“Pasar Bela Negara ini merupakan langkah nyata untuk menguatkan ekonomi masyarakat sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap produk lokal sebagai bagian dari bela negara,” ujarnya.

Pasar ini direncanakan akan digelar secara rutin setiap hari Jumat, mulai pukul hingga WIB. Mengusung konsep pasar rakyat yang edukatif, kegiatan ini menghadirkan beragam tenant UMKM yang menawarkan produk-produk lokal, khususnya kuliner dan kerajinan tradisional khas Sleman.

Beberapa produk unggulan yang ditampilkan antara lain kue apem, olahan talas, nasi megono, brongkos, jajanan lawas, bibit buah-buahan, serta aneka minuman dan sayuran sehat.

Selain aktivitas jual beli, pengunjung juga disuguhi layanan publik seperti perizinan usaha, pembagian bibit talas dan bendera merah putih secara gratis, serta hiburan dari komunitas Jogja Ukulele Society.

Ketua Tim Carya, Lina Syafira menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat potensi lokal dari hulu ke hilir. “Kita ingin mengangkat produk-produk lokal Kabupaten Sleman, terutama olahan dari hulu sampai hilir, agar masyarakat semakin mencintai dan bangga terhadap produk dalam negeri,” ungkapnya.

Kepala Badan Kesbangpol Sleman, Syamsul Bakri turut menyampaikan harapan besar dari kegiatan ini. Menurutnya, Pasar Bela Negara menjadi bagian dari upaya membumikan semangat kebangsaan di tengah masyarakat.

“Ketika kita mencintai dan menggunakan produk dalam negeri, itu adalah bentuk nyata bela negara. Harapannya, kegiatan ini menjadi ruang edukasi, ekonomi, dan kebudayaan yang saling mendukung,” pungkas Syamsul.

Pasar Bela Negara diharapkan terus berkembang dan menjadi ikon baru kegiatan mingguan di Sleman yang memperkuat ekonomi lokal sekaligus membangkitkan semangat nasionalisme masyarakat. (Andy Ahmad AZ – KIM DSN Ngaglik)




Pemerintah Kalurahan Sumbersari Salurkan CBP kepada 836 KPM

Sleman- Pemerintah Kalurahan Sumbersari kembali mennyalurkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pada, Kamis (31/7/2025) bertempat di Pendopo Kalurahan setempat.

Kamituwa Sumbersari, Agus Iskandar menjelaskan bahwa CBP kali ini dibagikan kepada 836 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Sumbersari. Masing-masing KPM menerima beras untuk dua bulan.

“Masing-masing KPM akan menerima 20 kilogram beras, jatah untuk dua bulan,” kata Agus.

Agus menyampaikan bahwa hal itu sesuai peraturan dari Kepala Badan Pangan Nasional RI Nomor 71/ bahwa Pemerintah Desa (Kalurahan) untuk membantu menyalurkan CBP kepada KPM, 10 kilogram/bulan.

Pada kesempatan yang sama, Lurah Sumbersari, Sukadi menyampaikan pesan kepada Z KPM agar dapat memanfaatkan bantuan beras tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia menuturkan bahwa CBP tersebut merupakan bantuan sosial dari dalam upaya untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat penerima manfaat.

“Dengan bantuan ini, semoga dapat membantu mengatasi kesulitan ekonomi para KPM,” pungkasnya.(Giek / KIM Moyudan)




Bangun Karakter dan Disiplin, Paskibra Gamping Terima Pembekalan dari Polsek dan Koramil 17 Gamping

Sleman – Guna membentuk mental dan karakter anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang tangguh, Kepolisian Sektor Gamping bersama Komando Rayon Militer 17/Gamping memberikan pembekalan khusus kepada para anggota Paskibra tingkat Kapanewon Gamping. Kegiatan ini berlangsung di Graha Mangesti Hanggo, Gamping, Sleman, Kamis (31/7/2025) dan menjadi langkah awal sebelum mereka menjalani pelatihan baris-berbaris secara intensif.

Siswa-siswi sejumlah 35 orang yang berasal dari SMK Putra Samodra, SMAN 1 Gamping, SMK Muhammadiyah Gamping, SMA Islam, dan SMK YPKK dipilih sebagai Pasukan Pengibar Bendera Tingkat Kapanewon Gamping tahun 2025 oleh Tim Pelatih yang terdiri dari Serma Acip Mulyawana, Sertu Dawamiyanto, Iptu Teguh Riyanto, Ipda Edi Suranto, Bambang Nurdianto, Teguh Guntur Prastowo, ⁠Ariyanti Saputri, serta ⁠Annisa Setyaningrum.

Pembekalan ini merupakan bagian penting dalam tahapan persiapan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke 80 Republik Indonesia. Tidak hanya membahas teknis baris-berbaris, materi yang diberikan juga mencakup pembentukan jiwa nasionalisme, disiplin, tanggung jawab, serta wawasan kebangsaan. Tujuannya adalah membekali para calon paskibra dengan nilai-nilai dasar yang akan menopang mereka dalam bertugas.

Pelatih Paskibra, Ipda Edi Suranto dalam arahannya menekankan pentingnya kesiapan mental dan karakter. Menurutnya, menjadi anggota paskibra bukan sekadar tugas upacara, melainkan suatu kehormatan yang harus dijalani dengan disiplin tinggi, semangat kebangsaan, dan integritas pribadi.

“Pembekalan ini adalah fondasi awal agar mereka menjadi pribadi yang bertanggung jawab,” ungkapnya.

Antusiasme para peserta terlihat sejak awal kegiatan. Dengan penuh semangat, mereka mengikuti sesi pembekalan yang dikemas dalam bentuk diskusi interaktif dan simulasi ringan. Peserta juga diajak memahami makna mendalam di balik tugas paskibra, seperti simbol perjuangan, kehormatan bendera merah putih, dan pentingnya menjaga penampilan serta kekompakan tim.

Senada dengan itu, Batituud Koramil 17/Gamping, Serma Acip Mulyawana menyampaikan bahwa para paskibra harus memiliki semangat juang layaknya patriot. Ia menambahkan bahwa baris-berbaris hanyalah salah satu aspek teknis, namun yang terpenting adalah membangun kesadaran kolektif sebagai generasi penerus bangsa.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan semangat cinta tanah air dan kebersamaan sejak dini,” ujarnya.

Menurutnya, pembekalan ini tidak hanya berdampak pada kesiapan fisik dan mental para calon paskibra, tetapi juga menjadi momen pembelajaran nilai-nilai kepemimpinan. Banyak dari peserta yang baru pertama kali terlibat dalam kegiatan formal seperti ini, sehingga menjadi pengalaman yang membentuk karakter mereka ke depan.

Kegiatan ini pun menjadi simbol kolaborasi strategis antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam membina generasi muda. Melalui sinergi tersebut, diharapkan para paskibra Kapanewon Gamping tidak hanya sukses dalam tugas pengibaran bendera, namun juga tumbuh sebagai pemuda berkarakter, tangguh, dan siap menjadi pemimpin masa depan.

Harapannya, semangat nasionalisme di kalangan pelajar Gamping kian tumbuh subur sekaligus menjadi representasi generasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap Indonesia. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




SPPG Margomulyo Uji Coba dan Uji Beban Pelaksanaan MBG

Sleman – Sebanyak 358 anak TK dan SD menjadi sasaran uji coba dan uji beban pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margomulyo, Seyegan. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada hari Jumat (1/8/2025).

Hal itu diungkapkan Direktur Bumkalma Seyegan, Margo Manunggal, Tri Kusuma dalam laporannya pada acara do’a bersama menandai mulai beroperasinya dapur MBG pada Kamis (31/7/2025), di Kantor SPPG Margomulyo, Padukuhan Jingin, Kalurahan Margomulyo, Seyegan, Sleman.

SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) adalah unit layanan yang menyediakan makanan bergizi, terutama untuk anak-anak sekolah, dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). SPPG berperan sebagai dapur umum yang memastikan kualitas, distribusi, kebersihan, dan pengelolaan limbah makanan bergizi sesuai standar.

Di Seyegan sendiri, SPPG merupakan salah satu unit usaha BUMKalma dalam pemenuhan MBG yang menurut rencana mulai dilaksanakan pada hari Senin mendatang. Menempati areal seluas 1200 M2 dengan luas bangunan 650 M2, merupakan bangunan yang ideal dengan fasilitas yang standart.

Pengelola MBG sendiri yang merupakan rekruitment BGN terdiri dari Ketua SPPG, akuntan, ahli gizi, asisten lapangan dan cheft profesional. Adapun tenaga kerja yang terlibat di dapur umum tersebut sebagian besar adalah masyarakat setempat dan warga Seyegan.

Hadir dalam do’a bersama tersebut, Panewu Seyegan dan jajarannya, Polsek dan Koramil Seyegan, Lurah beserta staf, Pengurus BUMKalma, Dewan Penasehat dan Dewan Pengawas BUMKalma, pendamping desa, tokoh masyarakat wilayah setempat.

Wilayah Seyegan sendiri hingga saat ini baru memiliki 3 SPPG. Selain di Margomulyo, dapur MBG tersebut juga ada di Kalurahan Margodadi dan Margoluwih.

Panewu Seyegan, Agung Indarto dalam sambutan menyampaikan apresiasinya kepada SPPG Margomulyo yang merupakan unit usaha BUMKalma dalam pemenuhan MBG yang melayani wilayah Margomulyo, Margoagung dan sebagian Margodadi.

“Dalam pelaksanaannya, SPPG hendaknya selalu berkoordinasi dengan pihak pihak terkait seperti puskesmas, polsek, koramil dan kalurahan setempat. Hal ini dikarenakan di samping menyasar anak sekolah, ibu hamil dan balita juga menjadi sasaran MBG,” pesan Agung.

Diakhir pengarahannya, Agung berharap kegiatan dapur MBG dapat memberi keuntungan sehingga kedepannya BUMKalma semakin berkembang. Hal senada juga disampaikan oleh Penasehat BUMKalma, Jalmo Susilodiprojo yang juga Lurah Margodadi. Pada kesempatan itu, Jalmo menekankan adanya sinergitas antara BUMKalma dengan stakeholder yang ada di wilayah Seyegan.

Acara dilanjutkan dengan do’a yang dipimpin oleh H. Sutriman dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Panewu Seyegan yang diserahkan kepada Ketua Dewan Penasehat BUMKalma. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)