Doa Bersama Gamping Teguhkan Komitmen Jaga Kondusivitas Sleman

Sleman – Pemerintah Kapanewon Gamping bersama berbagai elemen masyarakat dan tokoh agama melakukan doa bersama untuk Sleman yang aman dan damai. Acara yang digelar di Pendhapa Gamping, Senin malam (1/9/2025) guna menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Sleman dalam menyikapi situasi dan kondisi bangsa yang rawan terjadi gesekan sosial.

Doa bersama yang dipimpin Kepala Kantor Urusan Agama Kapanewon Gamping, Muhammad Aris diikuti oleh Panewu Gamping, Suyanto, Komandan Koramil 17/GP, Mayor Armed Istachori, Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP Bowo Susilo, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah se-Kapanewon Gamping, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat, Forum Kerukunan Umat Beragama, Kelompok Informasi Masyarakat, Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Jagabaya, Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan, Dukuh, serta Pimpinan Lintas Agama se-Kapanewon Gamping.

Ikhtiar spiritual ini dilakukan sebagai wujud nyata kepedulian masyarakat Gamping terhadap keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Sleman. Dengan penuh khidmat doa-doa dipanjatkan menandakan betapa kuatnya semangat kebersamaan di tengah keberagaman.

Dalam sambutan pembukanya, Panewu Gamping, Suyanto mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk mempererat sinergi antara aparatur pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat. Harapannya lewat doa lintas agama dapat menumbuhkan semangat persaudaraan demi mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

“Kondusifitas dan kedamaian bukan hanya tanggung jawab aparat kepolisian saja. Namun, seluruh elemen warga masyarakat pun ikut terlibat menjaga kedamaian yang harus dirawat bersama,” tuturnya.

Kehadiran jajaran Forkopimkap Gamping dan aparat kepolisian semakin menegaskan pentingnya kebersamaan dalam menjaga keamanan wilayah. Mereka duduk sejajar dengan masyarakat, menunjukkan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukanlah tugas formal belaka, melainkan gerakan bersama. Simbol kebersamaan ini diharapkan menular hingga ke akar rumput.

Dalam konteks sosial yang sering dihantui isu perpecahan, kegiatan ini hadir sebagai oase yang menyejukkan. Doa lintas iman menegaskan kembali pentingnya nilai toleransi, gotong royong, dan persaudaraan. Tanpa itu semua, sulit membayangkan Sleman bisa terus aman dan damai di tengah dinamika zaman.

Suyanto juga mengajak warga Gamping untuk menggunakan media sosial secara bijak. Jangan mudah terpengaruh oleh hoaks atau informasi yang belum jelas kebenarannya. Termasuk menjaga anggota keluarga dan mengawasi anak-anak agar tidak terlibat dalam tindakan anarkhis.

“Mari kita optimalkan lembaga-lembaga masyarakat yang ada untuk menjaga keamanan lingkungan,” ajaknya.

Tak kalah penting, Suyanto mengimbau Aparatur Sipil Negara agar tetap memberikan pelayanan yang baik, ramah dan sopan kepada masyarakat serta menerapkan pola hidup sederhana dan menghindari pamer di media sosial.

Di tengah arus informasi digital yang sering memicu perpecahan, acara semacam ini mengingatkan bahwa persatuan adalah kunci utama dalam menjaga Sleman tetap damai. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Panewu Depok Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas dan Persatuan Bangsa

Sleman – Panewu Depok, Djoko Muljanto, menegaskan komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta memperkokoh persatuan bangsa.

Hal tersebut ia sampaikan saat memimpin Apel Terpadu Cipta Kondisi Keamanan di Kapanewon Depok, Sleman, Senin (1/9/2025).

Dalam arahannya, Djoko mengajak personel Satpol PP, TNI, Polri, hingga Jaga Warga yang bertugas di lapangan untuk mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam setiap tindakan pengamanan.

Ia juga menekankan pentingnya peran tokoh masyarakat dalam memberikan teladan serta wejangan agar warga turut aktif menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.

“Kepada para tokoh masyarakat, saya menyampaikan harapan agar dapat memberikan wejangan kepada warga untuk ikut terlibat aktif menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Selain itu, Djoko mengimbau pimpinan perguruan tinggi agar membangun komunikasi dengan mahasiswa secara persuasif. Menurutnya, penyampaian pendapat di muka umum tetap harus berlandaskan asas ketertiban, keamanan, dan kepentingan bersama.

Djoko menegaskan bahwa kondisi kamtibmas di wilayah Kapanewon Depok hingga kini masih kondusif. Namun demikian, ia mengingatkan agar situasi tersebut terus dijaga melalui kerja sama dan kepedulian bersama.

“Mari kita rawat kondisi kondusif ini agar tidak terciderai oleh ulah segelintir pihak yang berusaha memecah belah persatuan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Djoko, kegiatan ini mencerminkan sinergi pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta lembaga pendidikan dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan persatuan bangsa.

“Dengan sinergi pemerintah, aparat, tokoh masyarakat, dan seluruh warga, kita mampu menjaga Depok tetap aman, tertib, dan bersatu,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)




Panewu Moyudan dan Kapolsek Monitoring Kondisi Keamanan Wilayah

Sleman – Menyikapi maraknya aksi demonstrasi di sejumlah wilayah, termasuk DIY, Panewu Moyudan Agung Dwi Maryoto bersama Kapolsek Moyudan AKP Subilal, S.H., dan jajaran Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) melakukan pemantauan langsung ke sejumlah titik di Kapanewon Moyudan pada Senin (1/9/2025). Kegiatan ini bertujuan memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.

Dalam kunjungannya ke Kalurahan Sumbersari, Panewu Moyudan menekankan pentingnya peran pemerintah kalurahan dan masyarakat dalam mendukung tugas kepolisian. “Kami meminta bantuan pemerintah kalurahan dan warga untuk aktif dalam kegiatan ronda malam atau sistem keamanan lingkungan (siskamling),” ujarnya.

Agung Dwi Maryoto juga mengimbau masyarakat agar tidak terpancing situasi yang dapat memicu ketidakstabilan. “Jika ingin menyampaikan aspirasi, lakukan dengan cara baik dan santun, tanpa anarkisme,” tegasnya.

Kapolsek Moyudan, AKP Subilal, S.H., menambahkan bahwa sinergi antara aparat dan warga menjadi kunci terwujudnya lingkungan yang aman dan tentram. “Kerja sama kita sangat penting untuk menciptakan Moyudan yang ayem, tentrem, dan sejahtera,” pungkasnya.

Pemantauan ini merupakan langkah proaktif pemerintah dan kepolisian dalam mencegah potensi gangguan keamanan serta menjaga kondusivitas wilayah. (Giek/KIM Moyudan)




Pemerintah Kapanewon Depok Gelar Sambang Malam untuk Tingkatkan Rasa Aman Warga

Sleman – Pemerintah Kapanewon Depok bersama Polsek Depok Timur, Satlinmas, Jagawarga, dan jajaran terkait melaksanakan kegiatan sambang malam di Kalurahan Condongcatur pada Senin (1/9/2025) pukul WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kondusivitas dan meningkatkan rasa aman di wilayah setempat.

Rombongan yang dipimpin langsung oleh Panewu Depok, Djoko Muljanto, S.P., didampingi oleh Kepala Jawatan Keamanan, Kepala Jawatan Sosial, Satpol PP, serta perwakilan dari tiga kalurahan di Kapanewon Depok. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat sinergi dengan aparat keamanan dan masyarakat.

Djoko Muljanto menegaskan bahwa kegiatan sambang malam ini merupakan sarana penting untuk mempererat koordinasi dan memberikan dukungan langsung kepada warga. “Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan semangat dan motivasi agar kita semua tetap aktif menjaga keamanan lingkungan serta menciptakan rasa nyaman bagi masyarakat,” ujarnya di Posko Relawan Kalurahan Condongcatur.

Selain memberikan arahan, rombongan juga berdialog dengan warga dan relawan yang sedang berjaga, mendengarkan aspirasi, serta mengevaluasi kondisi keamanan terkini. Kehadiran aparat dan relawan diharapkan dapat memupuk rasa solidaritas dan kewaspadaan kolektif dalam mencegah potensi gangguan.

Kegiatan sambang malam ini mendapat apresiasi dari warga setempat, yang merasa lebih terlindungi dan didengar oleh pemerintah. Diharapkan, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi semua. (Tri Suhartati/KIM Depok)




Pondok Pesantren Al Hadharah Islamic Boarding School Resmi Dimulai dengan Peletakan Batu Pertama di Turi

Sleman – Sebuah sejarah baru dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia ditandai dengan peletakan batu pertama Pondok Pesantren Al Hadharah Islamic Boarding School (AHIBS) di Ngentak, Bangunkerto, Turi, Sleman, pada Ahad (31/8/2025). Acara yang bertepatan dengan 8 Rabiul Awal 1447 Hijriah ini dihadiri oleh sekitar orang, termasuk pejabat setempat, tokoh agama, dan masyarakat.

Pendirian pesantren ini digagas untuk menjaga tradisi keilmuan Islam serta menjawab tantangan zaman, seperti pergaulan bebas dan ketergantungan terhadap gadget. Pesantren ini diharapkan menjadi pusat pengembangan Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di bawah naungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi.

Dalam Tabligh Akbar yang digelar bersamaan, Ustadz H. Agus Taufiqurrohman, ., Sp.S., selaku Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, memberikan taushiyah dan apresiasi atas inisiasi pembangunan pesantren ini. Ia mendorong agar pesantren dapat mempertahankan ciri khas Muhammadiyah sambil menghasilkan generasi terbaik yang berakhlak mulia dan berwawasan global.

Ketua PCM Turi, Bambang Rahmanto, menegaskan bahwa pesantren ini akan menjadi milik PCM Turi dan menjadi pusat keunggulan dalam pengembangan AIK. “Pondok pesantren ini akan menjadi lembaga pendidikan yang berkomitmen membangun generasi rabbani,” ujarnya.

Acara ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto, Panewu Turi, Joko Susilo, serta Dewan Pakar Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah, Prof. Suyanto.

H. M. Taufik, salah satu pendiri AHIBS, menyampaikan harapannya agar pesantren ini dapat mencetak generasi yang tidak hanya berakhlak mulia, tetapi juga siap menghadapi tantangan global.

“Kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dan berkualitas,” katanya.

Pembangunan pesantren dilakukan di atas tanah wakaf seluas meter persegi yang diserahkan oleh Giyat kepada PCM Turi. Bersamaan dengan peletakan batu pertama, dilakukan pula launching penerimaan santri baru untuk tahun pelajaran 2026/2027.

Acara ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran pesantren sebagai lembaga pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus menjaga nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan. (Arief Hartanto/KIM Turi Kertomandiri)