Ujian Seleksi Pamong Caturtunggal 2025 Resmi Selesai, Hasil Diumumkan Transparan

Sleman – Rangkaian ujian seleksi pamong Kalurahan Caturtunggal resmi berakhir pada Senin (1/9/2025) di Ruang Rapat DRPM Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Setelah melalui serangkaian tes mulai dari psikotes, praktik komputer, tes CAT, wawancara, hingga praktik pidato, panitia akhirnya mengumumkan hasil akhir secara terbuka dan transparan.

Acara penutupan dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kalurahan Caturtunggal, Panewu Depok, serta Direktur DRPM UNY, Didik Prasetyo. Dalam sambutannya, Pj Lurah Caturtunggal, Feri Ferdian menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Apapun hasil yang diterima adalah hasil terbaik. Terima kasih atas partisipasi peserta calon pamong, juga kepada Prof. Didik dan jajaran DRPM UNY. Ke depan, semoga kita bisa menjalin kerja sama selanjutnya,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Panewu Depok, Djoko Muljanto menekankan pentingnya kelapangan hati dalam menerima hasil seleksi.

“Harapannya, hari ini kita mendapatkan yang terbaik, dan mampu mendampingi kalurahan secara optimal,” pesannya.

Sementara itu, Direktur DRPM UNY, Didik Prasetyo menegaskan pentingnya transparansi dan kontribusi hasil seleksi bagi masyarakat.

“Hasil seleksi ini diharapkan memberikan kontribusi nyata. Mari kita berkolaborasi lebih erat untuk mendidik, memberdayakan, dan memajukan masyarakat. Secara transparan dan akuntabel, semoga hasil ini menjadi yang terbaik untuk Kalurahan Caturtunggal,” ujarnya.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh ketua panitia dan pihak UNY, serta penyerahan resmi berita acara kepada Pemerintah Kalurahan Caturtunggal.

Dalam pengumuman akhir, beberapa nama dengan nilai tertinggi muncul sebagai calon pamong baru di berbagai formasi. Untuk formasi Dukuh Sagan, nilai tertinggi diraih oleh Fandi Ade Putera dengan skor 77,40.

Pada formasi Dukuh Karangmalang, posisi teratas ditempati Afriza Ardan Utama dengan skor 78,98. Sementara di Dukuh Tambakbayan, peserta dengan nilai tertinggi adalah Agung Irfandy dengan 81,15.

Di formasi perangkat lain, Apriliani meraih skor 92,28 sebagai nilai tertinggi untuk Kaur Danarta, dan Afik Kurniawan memperoleh skor tertinggi 94,93 pada formasi Jagabaya.

Pengumuman ini menjadi puncak dari rangkaian panjang seleksi. Panitia berharap, mereka yang terpilih mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Sementara peserta yang belum berhasil tetap legowo dan terus berkontribusi di masyarakat.

Dengan demikian, proses seleksi pamong yang digelar secara terbuka dan profesional ini menjadi langkah penting dalam regenerasi aparatur desa, demi terwujudnya tata kelola pemerintahan Kalurahan Caturtunggal yang semakin baik. (Oktaviana / Kim Depok)




UNY Gelar Pembinaan Kafilah MTQMN XVIII Tahun 2025

Sleman – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar workshop pembinaan Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) yang ke-XVIII Tahun 2025 di Ballroom Magister-Doktoral FMIPA UNY, pada Rabu (3/9/2025).

Pembina MTQ UNY, Tsania Nur Diyana menegaskan bahwa MTQMN merupakan ajang penting dalam pembinaan karakter mahasiswa. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi kompetisi seni baca Al-Qur’an dan cabang lainnya, tetapi juga wahana untuk menumbuhkan generasi Qur’ani yang berkarakter.

“MTQMN adalah bagian integral dari pendidikan karakter mahasiswa. Melalui kegiatan ini, kita berharap lahir generasi Qur’ani yang mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual, spiritual, dan emosional,” ungkapnya.

Tahun ini MTQMN XVIII mengusung tema “MTQMN sebagai Penguat Karakter Qur’ani Mahasiswa yang Berdampak menuju Indonesia Emas”, sejalan dengan visi besar bangsa menyongsong satu abad kemerdekaan Indonesia pada 2045.

Tsania menekankan, bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas yang maju, sejahtera, dan berkeadaban.

Ia juga menyampaikan harapan agar kafilah UNY dapat menunjukkan prestasi terbaik di ajang nasional tersebut.

“Kami berharap kafilah UNY tidak hanya berkompetisi dengan penuh sportivitas, tetapi juga mampu mengharumkan nama universitas melalui prestasi, sekaligus menjadi teladan mahasiswa Qur’ani yang berakhlak mulia dan berwawasan kebangsaan,” ungkapnya.

MTQMN ke-XVIII Tahun 2025 akan berlangsung di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 6–9 Oktober 2025.

Kompetisi yang diadakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia ini diikuti mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia sebagai ajang pengembangan prestasi sekaligus pembinaan karakter Qur’ani generasi muda.

“Partisipasi UNY dalam MTQMN ke-XVIII menjadi kontribusi nyata universitas dalam membentuk mahasiswa Qur’ani yang mampu membawa nilai kebaikan bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkas dia. (Athiful/KIM Depok)




Rakor Kader Posyandu Puskesmas Depok II Bahas Skrining Kesehatan dan Program Posyandu

Sleman — Puskesmas Depok II menyelenggarakan rapat koordinasi (rakor) kader posyandu pada Rabu, (3/92025), di Aula Puskesmas Depok II. Kegiatan ini diikuti oleh 40 kader yang mewakili 40 Posyandu dari wilayah Kalurahan Condongcatur.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu pengampu kegiatan, Bernardeta Dewantari memaparkan materi mengenai mekanisme skrining kesehatan bagi peserta BPJS, baik Penerima Bantuan Iuran (PBI) maupun peserta mandiri.

Ia menegaskan pentingnya skrining kesehatan minimal satu kali dalam setahun sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit.

Selain itu, Bernardeta juga memperkenalkan aplikasi Satu Sehat sebagai sarana pendaftaran layanan kesehatan secara digital, termasuk akses terhadap layanan CKG (Cek Kesehatan Gratis) di Puskesmas.

“CKG ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis,” jelasnya.

Tak hanya itu, salah satu pengampu gizi puskesmas, Berty turut menyampaikan informasi mengenai pelaporan MP-ASI yang dilakukan setiap triwulan, yaitu pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember 2025.

Ia juga menjelaskan mekanisme pengisian blangko pelaporan yang harus dilaksanakan oleh para kader.

Lebih lanjut, rakor kali ini juga membahas perkembangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di Sumenep yang menjadi perhatian bersama, dan penyusunan agenda kegiatan posyandu sepanjang September 2025.

Para kader bersama pihak puskesmas berkomitmen untuk memastikan seluruh program berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih erat antara puskesmas dan kader posyandu. Sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat, kader dituntut terus aktif menyampaikan informasi dan memberikan layanan kesehatan secara merata dan optimal. (Tri Suhartati KIM Depok)




Belik Wirangi Banyuraden Simbol Harmoni Alam dan Masyarakat

Sleman – Sejak dahulu, Belik Wirangi menjadi sumber air utama bagi kebutuhan rumah tangga, mengairi sawah, bahkan menopang kolam ikan milik warga di wilayah sekitarnya. Air yang jernih dan mengalir dari sini juga dipercaya memiliki kekuatan alami menjaga keseimbangan ekosistem.

Belasan relawan bersama anak-anak santri Taman Pendidikan Al-qur’an di Padukuhan Sukunan, Kalurahan Banyuraden, Kabupaten Sleman melakukan bakti sosial demi melestarikan keberadaan Belik Wirangi yang dulu pernah dijadikan tempat lelaku spiritual Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Gerakan pelestarian sumber air yang digagas Komunitas Kekandhangan Banyuraden, Selasa (2/9/2025) menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Selain membersihkan dari sampah, relawan juga menata jalur air agar alirannya lebih lancar, serta membuat papan peringatan untuk menjaga kebersihan di area belik.

Sekretaris Komunitas Kekandhangan, Adnan Iman Nurtjahjo memandang keberadaan Belik Wirangi harus dipandang sebagai aset bersama yang nilainya tak ternilai. Langkah-langkah sederhana yang dilakukan pihaknya mencerminkan kearifan lokal yang berpadu dengan kesadaran ekologis.

Menurutnya, melestarikan sumber air bukan hanya tugas komunitas saja, melainkan kewajiban seluruh warga masyarakat. Karena, ketika belik tetap hidup, maka kehidupan warga Banyuraden pun akan terus berkelanjutan yakni sehat, sejahtera, dan selaras dengan alam.

Di sela kegiatan, anak-anak terlihat ceria ikut serta memungut sampah di tepi belik sambil bergantian bermain perahu Landing Craft Aluminium di perairan belik. Kehadiran anak-anak bukan sekadar membantu, melainkan simbol regenerasi. Orang tua mengajarkan dengan teladan bahwa air bukan hanya untuk hari ini, melainkan untuk masa depan.

“Harapannya, sikap cinta lingkungan dapat tumbuh sejak dini dalam diri generasi muda Banyuraden,” imbuh Adnan.

Selain fungsi ekologis, Belik Wirangi juga menyimpan nilai budaya dan spiritual. Di masa lalu, tempat ini sering menjadi bagian dari tradisi warga, baik dalam doa bersama maupun sebagai ruang pertemuan sosial. Dengan merawat belik, masyarakat Banyuraden sesungguhnya sedang menjaga warisan leluhur yang sarat makna dan memperkuat jati diri komunitas.

Sementara itu, Aryo Tejo selaku Koordinator Mitigasi Satwa menyebutkan ada 27 belik di Banyuraden tetapi saat ini hanya tersisa 5 belik saja yakni Belik Wirangi, Belik Kinclong, Belik Sanggrahan, Belik Dowangan, dan Belik Kaliabu. “Tantangan modern, seperti alih fungsi lahan, pencemaran, dan perubahan iklim, membuat pelestarian belik semakin mendesak,” ungkapnya.

Tanpa kesadaran dan kepedulian bersama, sumber air bisa terancam hilang. Karena itu, langkah kolektif melalui kerja bakti, penanaman pohon, dan edukasi lingkungan menjadi kunci untuk memastikan belik tetap terjaga.

Pelestarian alam tak harus menunggu program besar dari pemerintah atau pihak luar. Namun, gerakan lokal yang lahir dari kepedulian warga justru sering kali lebih efektif karena berangkat dari kebutuhan dan kepentingan bersama. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Polsek Tempel Tanam Jagung Sukseskan Program Ketahanan Pangan

Sleman – Menindak lanjuti program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto, Polsek Tempel beserta instasi lain menanam jagung, di Padukuhan Kerisan, Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, pada Rabu (3/9/2025).

Penanaman jagung itu dilaksanakan di lahan baku sawah dengan jenis jagung Maxxi. Bibit jagung tersebut merupakan bantuan dari Kapolsek Tempel, untuk area persawahan dengan luas lahan tanam meter per segi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kanit Binmas Polsek Tempel AKP Silir, Panit 1 Binmas IPDA Salimi, 2 Binmas Aiptu Kusno, seluruh Bhabinkamtibmas Polsek Tempel, dan Pengasuh Pondok Pesantren Assalam Kerisan, Gus Lutfi beserta santri-santrinya.

Penanaman jagung tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Binmas Polsek Tempel, AKP Silir yang turun ke lapangan bersama jajaran Polsek Tempel dan santri-santri ponpes setempat.

AKP Silir menyampaikan bahwa keterlibatan kepolisian dalam program pertanian bukan hanya sekadar simbolis, tetapi menjadi bagian penting dari upaya menjaga stabilitas pangan nasional.

“Polisi tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat sebagai pelopor ketahanan pangan. Program tanam jagung ini adalah bentuk nyata kontribusi Polri dalam mendukung visi dan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, untuk mewujudkan Indonesia swasembada pangan dengan melibatkan kerja sama antara Polresta Sleman melalui Polsek Tempel dengan pemerintah setempat serta kelompok tani dan masyarakat,”ujar AKP Silir.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara polisi dan seluruh unsur yang diperlukan dalam mewujudkan program ini secara berkelanjutan.

“Kami akan memastikan pendampingan secara berkesinambungan, mulai dari penyediaan benih, pupuk, hingga proses panen. Harapannya, hasil panen nanti bisa meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Ini menunjukkan kehadiran dan peran aktif Polri dalam sektor pertanian dan kemandirian masyarakat,” ujar AKP Silir.

“Sebagai bentuk kerja sama dan mitra kami dari kepolisian menggandeng unsur pemerintah setempat, PT Maxxi Agri Indonesia sebagai yang memberikan bantuan bibit dan pupuk, kelompok tani (Gapoktan), serta lembaga pendidikan berbasis keagamaan seperti Pondok Pesantren Assalam Kerisan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Gus Lutfi pengasuh Pondok Pesantren Assalam Kerisan mengatakan harapannya agar ketahanan pangan di Sleman khususnya dapat terwujud dengan dengan baik.

“Di Sleman khususnya wilayah Tempel memiliki tanah yang subur dijadikan lahan pertanian, sehingga masyarakat bisa menanam jagung. Semoga program ini berjalan sukses dalam mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia dan khususnya di Sleman,” tandas Gus Lutfi. (sbd kim tempel)