SAH Banyu Bening Sleman Dorong Mahasiswa Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Sleman – Isu lingkungan semakin hari semakin mendesak untuk ditangani. Perubahan iklim, krisis air bersih, hingga menumpuknya sampah plastik menjadi tanda bahwa manusia perlu mengubah pola hidupnya.

Hal itu pula yang ditegaskan oleh Founder Sekolah Air Hujan (SAH) Banyu Bening Sleman, Sri Wahyuningsih selaku narasumber utama dalam sebuah forum akademik Stadium General Saintek dalam rangka Dies Natalis ke-33 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta, Rabu (3/9/2025).

Kegiatan yang yang berlangsung di Aula Surat Berharga Syariah Negara ini dibuka oleh Dr. Purwono selaku Ketua Jurusan Sains dan Teknologi, dengan mengangkat tema “Muslim Saintis in The Making: Competitive, Ethical, Global”. Acara tersebut bertujuan untuk memberikan wawasan yang kuat dan inspiratif bagi mahasiswa baru dalam memasuki dunia akademik dan pengembangan diri sebagai saintis muslim yang berkarakter.

“Forum ini tidak hanya sekadar perayaan ulang tahun saja, tetapi juga momentum untuk mempertegas peran sains dan teknologi dalam menjawab tantangan zaman,” terangnya.

Lebih lanjut, dalam paparannya Sri Wahyuningsih mengawali dengan kisah sederhana perihal warga di Kampung Tempursari memanfaatkan air hujan sebagai sumber alternatif kehidupan. Dari kisah itu, lahirlah Sekolah Air Hujan Banyu Bening Sleman sebagai sebuah gerakan pendidikan masyarakat yang berfokus pada konservasi air, pengelolaan sampah, dan pola hidup berkelanjutan.

“Air hujan adalah anugerah. Jika dikelola secara benar, bisa menjadi berkah bagi kehidupan,” ujarnya penuh keyakinan.

Wahyuningsih juga mengajak para mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026 agar tidak hanya berorientasi pada capaian akademik saja, melainkan juga membentuk kepekaan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya menjadi saintis muslim tidak cukup hanya dengan menguasai ilmu, namun juga harus mampu memahami realitas sosial dan budaya, serta menghadirkan solusi yang berakar pada kearifan lokal.

Selain itu, saintis masa depan adalah mereka yang tidak hanya berpikir logis dan ilmiah, tetapi juga punya empati, etika, dan komitmen untuk menjaga harmoni alam dan masyarakat. Karena itu, perlunya menerapkan gaya hidup ramah lingkungan sebagai jalan menjaga bumi dan masa depan generasi muda.

Sementara itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, pelaksanaan Stadium General ini mengajak peserta untuk mulai menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Seluruh peserta diwajibkan membawa tumbler sebagai wadah air minum sebagai langkah sederhana untuk mengurangi sampah plastik. Kebiasaan ini diharapkan bisa menjadi awal yang baik dalam membentuk kesadaran lingkungan di kalangan mahasiswa.

Diskusi interaktif antara mahasiswa dan narasumber berlangsung dinamis sehingga menunjukkan antusiasme dan semangat kritis mahasiswa baru dalam menyerap nilai-nilai yang ditanamkan. Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga terlibat aktif dengan bertanya dan berbagi pandangan mengenai tantangan global, isu lingkungan, serta bagaimana menjadi ilmuwan yang tetap berpijak pada nilai-nilai Islam. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Puskesmas Tempel Gelar Cek Kesehatan Gratis, Deteksi Dini Penyakit pada Siswa

Sleman – Dalam rangka menyukseskan program cek kesehatan gratis nasional, Puskesmas 1 Kapanewon Tempel melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis pada, Kamis (4/9/2025) di SMA Ma’arif 1 Sleman. Kegiatan ini menyasar seluruh anak sekolah dari kelas 1 sampai kelas 12, bahkan menjangkau juga anak usia sekolah di pondok pesantren, panti asuhan dan sebagainya.

Menurut penjelasan Haryanti dan Fuat selaku pemimpin kegiatan, program ini dilakukan dengan mengisi kuisioner dan memeriksa langsung jasmani maupun rohani peserta didik.

“Selain untuk mendeteksi penyakit baik jasmani maupun rohani sedini mungkin, juga ada tindak lanjut rujukan ke puskesmas. Untuk kelancaran acara ini juga didampingi oleh guru olahraga SMA Maarif, Krisna Fitrianto,” jelasnya.

Adapun jenis layanan kesehatan yang dilakukan ialah pemeriksaan mata, telinga, tinggi badan, berat badan, gula darah, tensi, dan gigi, kepada 35 peserta didik yang hadir.

Kepala Sekolah SMA Ma’arif 1 Sleman, Wahyu Herlambang mengucapkan terima kasih atas prakarsa dan kerja sama yang baik dari pihak Puskesmas Tempel.

“Semoga dengan adanya pemeriksaan sedini mungkin seperti ini akan menjadikan kesehatan secara umum generasi muda Indonesia semakin terjaga dengan baik. Khususnya bagi anak didiknya di SMA Ma’arif 1 Sleman,” ujarnya. (Herlambang/KIM Tempel).




Dukung Cakupan Kepesertaan BPJS Maksimal, Puskesmas Minggir Gelar Sosialisasi Instruksi Bupati

Sleman – Puskesmas Minggir menyosialisasikan Instruksi Bupati Sleman Nomor 001/INSTR/2025 tentang penentuan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) bagi peserta BPJS Kesehatan segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja yang didaftarkan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. Sosialisasi yang berlangsung di ruang Aula Puskesmas Minggir, Rabu (3/9/2025) ini dihadiri oleh Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Minggir, Lurah se-Kapanewon Minggir, perwakilan kader kesehatan se-Kapanewon Minggir.

Kepala Puskesmas Minggir, dr. Raditya Tejamurti membuka sekaligus menyambut baik terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Sosialisasi Instruksi Bupati Sleman ini sebenarnya masih cukup hangat karena beberapa waktu yang lalu seluruh kepala Puskesmas di Kabupaten Sleman sudah diberikan sosialisasi di RM Pringsewu. Tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Puskesmas telah melakukan sosialisasi kepada jajaran Forkompim Kapanewon Minggir dan lintas sektor,” ujar Radit.

“Secara teknis tim promkes Puskesmas Minggir juga telah membuat flyer yang disebarkan melalui grup WA kader kesehatan se-Kapanewon Minggir. Harapannya dengan sosialiasi hari ini dari Dinas Kesehatan makin memperkuat sosialisasi yang telah dilakukan sebelumnya,” sambungnya.

Perwakilan Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Aris Munandar selaku narasumber mengatakan bahwa diterbitkannya Instruksi Bupati Sleman Nomor 001/INSTR/2025 ini merupakan turunan dari Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022 serta Instruksi Gubernur DIY Nomor 4 Tahun 2024.

“Inpres Nomor 1 Tahun 2022 yang terbit pada pemerintahan Presiden Jokowi yang berisi tentang optimalisasi pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bertujuan meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan serta menjamin keberlangsungan program JKN. Sementara Ingub DIY Nomor 4 tahun 2024 yang berisi tentang optimalisasi pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional di Daerah Istimewa Yogyakarta,” papar Aris.

Menurut Aris, saat ini di Kabupaten Sleman terdapat 25 Puskesmas yang telah terakreditasi paripurna yang menunjukkan bahwa puskesmas telah memenuhi standar mutu pelayanan dan manajemen yang tinggi, serta berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan kualitas layanannya secara berkelanjutan. Sementara cakupan UHC (Universal Health Coverage) di Kabupaten Sleman diangka 98,15 % dengan menunjukkan cakupan kepesertaan jaminan kesehatan sudah melebihi target RPJMN sebesar 98,00 %.

“Permasalahan timbul belakangan ini, di mana di Sleman sekira peserta BPJS Kesehatan PBI APBN terkena penonaktifan oleh Kementerian Sosial akibat kebijakan baru terkait batasan peserta BPJS PBI APBN hanya sampai desil lima. Akibat penonaktifan ini, pemilik kartu BPJS tidak dapat digunakan. Jika masih masuk data kemiskinan sesuai SK Bupati, maka penduduk yang bersangkutan dapat meminta pengaktifan di Dinas Sosial dan dialihkan ke PBPU APBD,” terang Aris.

“Instruksi Bupati Nomor 001/INSTR/2025 harapannya mengakomodir warga Sleman yang belum tergabung dalam kepesertaan BPJS maupun pekerja yang belum didaftarkan oleh pemberi kerja. Seperti kita ketahui biaya kesehatan dari tahun ke tahun semakin tinggi, baik dari biaya pelayanan maupun obat-obatan,” imbuhnya.

Dengan mengikuti kegiatan ini, diharapkan peserta yang hadir dapat menyosialisasikan kepada masyarakat lewat kegiatan posyandu maupun pertemuan-pertemuan warga. Sehingga target cakupan kepesertaan jaminan kesehatan masyarakat dapat maksimal. (Sardiyanto – KIM Sendangsari Minggir)




Pemkab Sleman Berkomitmen Penuh Dukung Pemeriksaan BPK untuk Wujudkan Tata Kelola yang Akuntabel

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menyambut positif pelaksanaan pemeriksaan pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan DIY. Komitmen untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel secara resmi disampaikan Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dalam entry meeting di Ruang Rapat Sembada, Rabu (3/9/2025).

Dalam arahannya, Harda Kiswaya menginstruksikan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memberikan data yang akurat dan bersikap kooperatif selama proses pemeriksaan berlangsung. Hal ini dimaksudkan agar hasil pemeriksaan dapat dijadikan dasar perbaikan yang tepat sasaran.

“Saya minta seluruh perangkat daerah memberikan data dan informasi yang akurat kepada Tim Pemeriksa, bersikap kooperatif dan proaktif. Dengan demikian, laporan hasil pemeriksaan yang dihasilkan nantinya dapat objektif dan akurat,” tegas Harda.

Ia menambahkan, Pemkab Sleman berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan BMD secara akuntabel serta memastikan pemanfaatannya dilakukan secara efektif dan efisien. Harda juga mengajak jajarannya untuk memanfaatkan momen ini sebagai sarana evaluasi dan pembelajaran guna perbaikan ke depan.

Kepala Perwakilan BPK Provinsi DIY, Agustin Sugihartatik, menyampaikan apresiasi atas komitmen dan dukungan yang ditunjukkan oleh Pemkab Sleman. Pemeriksaan kali ini, jelasnya, difokuskan pada kepatuhan pengelolaan BMD dan akan dilaksanakan dalam beberapa tahap.

Tahap pertama adalah pemeriksaan pendahuluan yang berlangsung selama 25 hari, dari 3 hingga 27 September 2025. Tahap selanjutnya meliputi consignment 1 dan 2, pemeriksaan terinci, dan diakhiri dengan penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) pada 19 Desember 2025.

Agustin menjelaskan, dari 11 ruang lingkup pengelolaan BMD, pemeriksaan akan memfokuskan pada lima aspek utama.

“Kami akan fokus pada aspek penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, pemindahtanganan, serta penatausahaan. Ini termasuk mengecek apakah ada aset yang terbengkalai, termasuk aset yang diberikan oleh Pemerintah Pusat,” paparnya.

Selama proses pemeriksaan berlangsung, tim BPK DIY akan berkantor di Kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman untuk memudahkan koordinasi dan akses data.




BNNK Sleman Jalin Kolaborasi dengan Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Perkuat Perang Melawan Narkoba

Sleman – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman menyambut positif inisiatif mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam upaya pencegahan narkoba. Hal ini ditandai dengan audiensi antara Kepala BNNK Sleman dan perwakilan Gerakan Mahasiswa Anti Narkotika (GATIKA) UIN Sunan Kalijaga di ruang rapat BNNK Sleman, Selasa (2/9/2025).

Audiensi yang berlangsung dari pukul hingga WIB ini dihadiri oleh Umar Ma’ruf, Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Sunan Kalijaga yang juga menjabat sebagai Sekretaris GATIKA, beserta enam perwakilan mahasiswa dari berbagai fakultas. Dari pihak BNNK Sleman, audiensi diterima langsung oleh Kepala BNNK, Kombes Pol Teguh Tri Prasetya, didampingi oleh jajaran pejabat utama.

Umar Ma’ruf menyampaikan bahwa kedatangan mereka bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan memperkenalkan komunitas GATIKA kepada BNNK Sleman.

“Ini adalah wujud kepedulian kami sebagai generasi muda untuk turut serta dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di kalangan pelajar dan mahasiswa,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari pencanangan Kampus Bersinar (Bersih Narkoba) oleh BNNP DIY. Ke depan, GATIKA berkomitmen untuk menjadi perpanjangan tangan BNNK Sleman dalam menyebarkan edukasi anti narkoba, termasuk dengan menjadwalkan audiensi serupa dengan BNNP DIY.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BNNK Sleman, Kombes Pol Teguh Tri Prasetya, menyatakan apresiasi setinggi-tingginya.

“BNNK Sleman mengapresiasi semangat kepedulian dan semangat perubahan dari rekan-rekan mahasiswa. Kami siap berkolaborasi dalam program-program yang disusun GATIKA,” tegas Teguh.

Beberapa rencana kolaborasi yang dibahas antara lain pembuatan konten edukasi P4GN, penyelenggaraan perlombaan seperti futsal war on drugs, dan sosialisasi saat kegiatan KKN mahasiswa di wilayah Sleman. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya Kabupaten Sleman yang Sembada dan Bersinar (Bersih Narkoba).

Di akhir pertemuan, Kepala BNNK Sleman juga berpesan agar para mahasiswa senantiasa mengedepankan ketertiban dan kedamaian dalam menyampaikan aspirasi, menjauhi tindakan anarkis, sehingga semangat perubahan positif dapat disalurkan dengan baik dan konstruktif.