Wabup Sleman Lepas Kirab Bedhol Projo Peringatan Hari Jadi ke-76 Kalurahan Sendangrejo

Sleman — Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, melepas kirab Bedhol Projo Kalurahan Sendangrejo, Kapanewon Minggir, Sleman, Minggu (14/9/2025). Acara ini menjadi puncak peringatan Hari Jadi Kalurahan Sendangrejo ke-76 yang berlangsung meriah dengan partisipasi ribuan warga.

Kirab dimulai dari Padukuhan Balangan, yang dulunya merupakan pusat pemerintahan kalurahan lama, menuju Lapangan Kalurahan Sendangrejo. Rute tersebut menjadi simbol perjalanan sejarah desa sekaligus pengikat kebersamaan masyarakat.

Dalam sambutannya, Danang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara dan mengucapkan selamat ulang tahun untuk Kalurahan Sendangrejo. Ia menilai kirab ini mencerminkan semangat masyarakat dalam melestarikan budaya sekaligus mempererat persatuan warga.

“Terima kasih untuk seluruh masyarakat yang telah bergotong royong mensukseskan acara ini demi melestarikan budaya. Antusiasme warga luar biasa, mulai dari anak-anak hingga orang tua, menunjukkan rasa memiliki atas kalurahan dan cinta pada tanah kelahiran,” ujarnya.

Ketua panitia, Marjana, menjelaskan kirab Bedhol Projo diikuti oleh sembilan padukuhan yang ada di Kalurahan Sendangrejo. Sekitar peserta, mulai dari anak-anak hingga orang tua, turut menyemarakkan jalannya kirab.

Marjana menambahkan, rangkaian peringatan hari jadi telah berlangsung sejak 8 September dengan kenduri, ziarah, dan pengajian, dilanjutkan lomba tradisional serta pentas kesenian pada 9 hingga 13 September. Seluruh rangkaian kemudian ditutup dengan kirab Bedhol Projo yang menjadi puncak acara.

Peringatan Hari Jadi Kalurahan Sendangrejo ke-76 pun tak hanya menjadi ajang melestarikan tradisi, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan warga dalam menjaga warisan budaya daerah.




Wabup Sleman Tekankan Peran Strategis UMKM dalam Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Sleman — Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menegaskan pentingnya peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu pilar utama ekonomi kerakyatan. Hal itu disampaikan saat menjadi narasumber pada gelaran Muhammadiyah Jogja Expo ke-4 bertajuk “UMKM Lokal yang Mengglobal dan Peranan dalam Pembangunan Daerah” di Jogja Expo Center, Sabtu (13/9).

Danang menyebut UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional maupun daerah. Selain menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, UMKM juga terbukti mampu bertahan di masa krisis, mendorong kemandirian ekonomi, serta berperan dalam pemerataan pendapatan dan menjaga stabilitas.

“Mari bersama-sama tingkatkan ekonomi kerakyatan melalui UMKM. Kita harus berkolaborasi antara pelaku usaha, akademisi, dan pemerintah untuk menjaga keberlangsungan ekosistem UMKM tetap berjalan,” ujarnya.

Menurutnya, optimalisasi peran UMKM membutuhkan dukungan nyata pemerintah, terutama melalui akses modal, pelatihan, hingga pengembangan teknologi digital agar UMKM dapat naik kelas dan menjadi tulang punggung ekonomi bangsa. Ia juga mengapresiasi Muhammadiyah yang menghadirkan expo sebagai wadah promosi, transaksi, sekaligus ruang diskusi bagi pengembangan UMKM.

Lebih jauh, Danang mendorong pelaku UMKM untuk terus berinovasi, memahami perilaku pasar, mengelola usaha serta keuangan dengan baik, dan memanfaatkan platform digital seperti Mbizmarket untuk memperluas jangkauan pemasaran.

“Melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, faktor pendukung UMKM dapat diperkuat dengan langkah strategis, mulai dari mempermudah akses permodalan, pengembangan kapasitas SDM, hingga pemberdayaan melalui digitalisasi,” tegasnya.




Dinsos Sleman Gelar Pelatihan Boga untuk Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Warga

Sleman – Dinas Sosial Kabupaten Sleman menyelenggarakan Pelatihan Boga Tahun 2025 di Ruang PKK Kapanewon Depok pada Senin (15/9/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat di bidang kuliner sekaligus mendorong kemandirian ekonomi warga.

Pelatihan memberikan materi praktik mengolah berbagai hidangan populer dan inovatif, termasuk Udang Keju, Timlo Solo, Bugis Mandi, Lumpia Cheese Burger, Bola Singkong, Pangsit Chili Oil, Ayam Pop, serta Creepe Roll Mangga dan Stroberi. Melalui variasi menu tersebut, peserta dibekali teknik dasar boga dan pemahaman tren kuliner yang potensial dikembangkan menjadi produk usaha.

Djoko Muljanto, Panewu Depok, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Dinsos Sleman. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memperluas keterampilan warga tetapi juga membuka jalan bagi kemandirian ekonomi dan penguatan UMKM lokal.

“Dengan keterampilan boga, masyarakat bisa mandiri, berwirausaha di bidang kuliner, dan membuka peluang ekonomi yang berdampak pada kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

Djoko menekankan agar peserta memanfaatkan kesempatan ini secara optimal.

“Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jangan sekadar hadir, tetapi serap ilmu, praktikkan, dan jadikan keterampilan ini bekal nyata untuk usaha,” tegasnya.

Pelatihan ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sleman untuk memperkuat UMKM lokal agar dapat bersaing di pasar yang lebih luas. Diharapkan keterampilan yang diperoleh peserta tidak hanya menghasilkan produk enak, tetapi juga berkualitas, higienis, dan berdaya jual tinggi. (Athiful/KIM Depok)




Gelar Budaya Wukirsari 2025 Hidupkan Seni Tradisi dan Dongkrak Ekonomi Warga

Sleman – Gelar Budaya Kalurahan Wukirsari 2025 sukses digelar dengan tema “Merajut Budaya, Menyatukan Nusantara” pada 13-14 September 2025. Acara yang berlangsung di halaman Balai Kalurahan Wukirsari ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian seni tradisi tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

Selama dua hari, delapan grup kesenian jathilan dari berbagai padukuhan tampil memukau penonton. Grup-grup yang berpartisipasi antara lain Jathilan Bekso Sekar Merapi (Bedoyo), Turonggo Putro Madusari (Bulaksalak), Kudho Mustiko Sakti (Plupuh), Turonggo Mudho Tri Manunggal (Gungan), Jathilan Waskito Budoyo (Balangan), Turonggo Manunggal Budoyo (Ngentak), Krido Turonggo Mudo Manunggal (Sembungan), dan Krido Budoyo Turonggo Mudho (Gondang).

Acara ini berhasil menarik perhatian penonton dari dalam maupun luar daerah. “Melihat banyaknya penonton, kami semakin yakin bahwa jathilan masih dicintai dan layak dipertahankan,” ujar Bagas, salah satu seniman dari Grup Turonggo Mudho Tri Manunggal, Minggu (14/9/2025).

Dampak ekonomi dirasakan langsung oleh warga setempat. Para pedagang kuliner dan pelaku UMKM mengaku mengalami peningkatan penjualan yang signifikan. Organisasi pemuda sekitar juga mendapatkan tambahan pemasukan dari pengelolaan parkir kendaraan pengunjung.

Handung Tri Rahmawan, Lurah Wukirsari, menyampaikan bahwa Gelar Budaya merupakan ruang ekspresi budaya sekaligus penggerak ekonomi lokal. “Gelar Budaya adalah milik kita semua. Selain melestarikan warisan leluhur, acara ini terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Gelar Budaya Wukirsari 2025 menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya tradisional dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat, menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi komunitas. (Lilik/KIM “Wara Aji” Cangkringan)




Haflah ke-19 Ponpes Al Mahbubiyyah Sleman: Tradisi Pesantren dan Layanan Sosial Menyatu

Sleman — Suasana penuh khidmat menyelimuti halaman Pondok Pesantren Al Mahbubiyyah, Mlangi Sawahan, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu (14/9/2025). Ratusan santri, wali santri, dan masyarakat sekitar berkumpul untuk menghadiri Haflah At Tasyakur Lil Ikhtitam ke-19. Perayaan tahunan ini bukan sekadar penutup tahun ajaran, melainkan juga momentum syukur atas capaian pendidikan santri sekaligus wadah kebersamaan pesantren dan masyarakat.

Acara dibuka secara simbolis dengan pelepasan puluhan balon ke udara oleh pimpinan pesantren, Nyai Umi Mahbubah, didampingi Wakil Panitia Haflah, Ali Muharom. Prosesi sederhana itu menjadi penanda dimulainya rangkaian acara, sekaligus melambangkan harapan agar ilmu dan doa para santri dapat menjulang tinggi serta memberi manfaat bagi bangsa dan agama.

“Haflah selalu dinanti karena menghadirkan suasana kebersamaan yang sarat makna. Tradisi ini meneguhkan ukhuwah sekaligus mengingatkan bahwa ilmu yang dipelajari santri harus memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Nyai Umi.

Haflah ke-19 kali ini juga menghadirkan program layanan kesehatan gratis bekerja sama dengan RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo. Masyarakat dapat memeriksakan tekanan darah, kadar gula, kolesterol, hingga berkonsultasi medis secara cuma-cuma. Menurut Ali Muharom, kegiatan ini ditujukan bagi warga sekitar yang jarang melakukan pemeriksaan rutin karena faktor ekonomi, sekaligus untuk mengedukasi pentingnya menjaga kesehatan.

“Pesantren ingin hadir bukan hanya dalam pendidikan dan dakwah, tetapi juga dalam meningkatkan kesejahteraan umat. Menjaga kesehatan juga bagian dari ibadah,” ungkap Ali.

Selain pemeriksaan, tenaga medis yang terlibat turut memberikan penyuluhan mengenai gaya hidup sehat, mulai dari pola makan seimbang, olahraga teratur, hingga mengurangi konsumsi gula dan garam. Edukasi sederhana ini diharapkan menjadi panduan praktis bagi masyarakat dalam menjaga kesehatan sehari-hari.

Masyarakat sekitar menyambut hangat kegiatan ini, tidak hanya sebagai tamu undangan, tetapi juga ikut serta dalam persiapan acara. Semangat gotong royong tampak nyata dalam penyediaan panggung, konsumsi, hingga pengamanan lingkungan. Haflah pun menjelma menjadi pesta rakyat yang memperkuat harmoni sosial di Mlangi Sawahan.

Nyai Umi menegaskan, tradisi haflah adalah cara pesantren menjaga kesinambungan keilmuan sekaligus menjawab tantangan zaman dengan menghadirkan inovasi yang relevan bagi masyarakat. “Pesantren bukan institusi yang tertinggal, justru menjadi benteng nilai moral yang mampu bersinergi dengan modernitas,” katanya.

Melalui perpaduan tradisi keagamaan dan layanan sosial, Haflah ke-19 Pondok Pesantren Al Mahbubiyyah semakin meneguhkan peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, sekaligus pengabdian kepada umat. Pelepasan balon ke udara menjadi simbol perjalanan panjang pesantren dalam membimbing generasi muda, sementara layanan kesehatan gratis menjadi bukti nyata kepedulian pesantren pada kehidupan masyarakat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)