Pengajian Akbar Meriahkan Hari Jadi Kalurahan Donoharjo

Sleman – Kalurahan Donoharjo menggelar pengajian akbar dalam rangka memperingati hari jadi kalurahan pada, Kamis (18/9/2025) di Balai Kalurahan Donoharjo. Kegiatan tersebut diiringi kelompok hadroh Sholawatul Hasanah Penen, dan diikuti ratusan warga. Hal itu sebagai wujud syukur sekaligus doa bersama agar Donoharjo senantiasa mendapat keberkahan.

Dalam tausiyahnya, Pengasuh Pondok Pesantren Al Muawanah Ponggok 2 Trimulyo, Jetis, Bantul, Ustaz M Burhanudin menekankan pentingnya menjadikan hidup lebih bermanfaat bagi sesama.

“Ibadah terbaik adalah ibadah yang memberi manfaat kepada orang lain dan menahan diri agar tidak merugikan orang lain,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa umur manusia berbeda dengan usia bangunan. “Balai Kalurahan semakin bertambah usia, maka semakin baik, bermanfaat, dan berkah. Namun manusia semakin bertambah usia harus semakin waspada. Karena manusia hanya kontrak hidup di dunia, rumah langgengnya adalah di akhirat,” tegasnya.

Pesan kebersamaan juga disampaikan, bahwa Donoharjo adalah Sri Taman Sri Gunung, indah dari jauh maupun dekat, yang harus dijaga dengan semangat memayu hayuning bawana. Dengan rahmat Allah, Donoharjo diharapkan tetap guyub, rukun, dan penuh kekeluargaan.

Penceramah juga mengutip sabda Nabi Muhammad SAW, “Manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”

Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat harus dibuat mudah, nyaman, ramah, dan tidak menyulitkan.

Selain itu, ia menegaskan rezeki sudah ditetapkan sejak manusia berada dalam kandungan. “Mulyane donyo nganggo bondho, mulyane akherat nganggo amal (Kemuliaan dunia pakai kekayaan, kemuliaan akhirat dengan amal)”.

Kegiatan pengajian akbar merupakan rangkaian kegiatan peringatan hari jadi ke-77 Kalurahan Donoharjo, yang juga diisi dengan ketoprak pamong dan PORKAL cabang olah raga catur, bola voly, tenis meja dan bulu tangkis. (Endarwati / KIM Ngaglik)




Forkom UMKM Nogotirto Raih Juara I Akreditasi Nata Sembada 2025

Sleman – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman. Forum Komunikasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Nogotirto berhasil meraih Juara I dalam ajang Kompetisi Nata Sembada antar kalurahan se-Kabupaten Sleman tahun 2025.

Ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sleman ini menjadi bukti nyata bahwa kekompakan, kreativitas, dan inovasi pelaku UMKM mampu membawa nama kalurahan ke tingkat kabupaten.

Ketua Forum Komunikasi UMKM Nogotirto, Sutanti di Kantor Pemerintah Kalurahan Nogotirto, Kamis (18/9/2025) menyampaikan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari dukungan masyarakat, pemerintah kalurahan, serta sinergi dengan berbagai pihak. Forum yang menaungi beragam pelaku usaha dari sektor kuliner, kerajinan, fashion, hingga jasa kreatif ini telah membuktikan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam mengembangkan UMKM di wilayahnya.

Menurutnya, para pelaku UMKM di Nogotirto pun merasakan langsung manfaat dari forum ini. Dengan adanya pendampingan, pelatihan, hingga promosi bersama, produk-produk lokal semakin dikenal luas. Bahkan, beberapa di antaranya telah menembus pasar daring hingga luar daerah.

“Kemenangan di tingkat kabupaten semakin menambah motivasi bagi para pelaku usaha untuk terus berkreasi,” tandas Tanti.

Penghargaan Juara I Nata Sembada bagi Forum UMKM Kalurahan Nogotirto diberikan setelah menjalani akreditasi Pemerintah Kabupaten Sleman dinilai memiliki inovasi program kerja yang unggul, tata kelola organisasi yang rapi, serta keberhasilan dalam membangun jejaring pemasaran digital. Selain itu, keberhasilan mereka dalam mendampingi anggotanya untuk naik kelas menjadi nilai tambah yang sangat diapresiasi.

Kompetisi Nata Sembada sendiri merupakan program tahunan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman yang dirancang untuk mendorong forum UMKM di tingkat kalurahan agar terus berinovasi, meningkatkan tata kelola, serta mengoptimalkan potensi lokal. Melalui ajang ini, pemerintah daerah berupaya mencetak forum UMKM yang tangguh, profesional, dan adaptif terhadap tantangan zaman.

Tanti menambahkan, keberhasilan ini membawa dampak positif bagi citra Kalurahan Nogotirto. Tidak hanya dikenal sebagai wilayah dengan potensi ekonomi yang besar, Nogotirto kini dipandang sebagai model pengembangan UMKM berbasis komunitas yang berhasil. Hal ini diharapkan dapat menginspirasi kalurahan lain untuk memperkuat forum UMKM masing-masing.

Selain sebagai bentuk apresiasi, kompetisi Nata Sembada juga menjadi ruang pembelajaran bersama. Forum UMKM Nogotirto mengaku banyak mendapatkan pengalaman berharga selama proses penilaian, mulai dari cara menyusun laporan, menampilkan produk, hingga mempresentasikan strategi pengembangan usaha.

“Bagi Nogotirto, kemenangan ini bukan sekadar trophy, namun cerminan kerja keras kolektif seluruh anggotanya sebagai bekal penting untuk langkah ke depan,” imbuh Tanti.

Hal senada disampaikan Ketua Forkom UMKM Kapanewon Gamping,  Bernadetha Pudyas bahwa lewat raihan Juara I ini, Forum UMKM Nogotirto berkomitmen untuk tidak berhenti berinovasi. Ia berharap forkom dijadikan sebagai wadah yang terus mendukung anggotanya, memperluas jaringan, serta menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan pasar.

Menghadapi tantangan ke depan lewat semangat kebersamaan, dukungan pemerintah, dan kreativitas pelaku UMKM, Forum Komunikasi UMKM Nogotirto optimis bisa menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di Sleman. Kemenangan dalam Kompetisi Nata Sembada 2025 sebagai awal dari perjalanan panjang menuju kemandirian dan keberlanjutan UMKM lokal. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Gelar Aksi WCD, 55 relawan Bersihkan Sungai Desa Wisata Grogol

Sleman – Sebanyak 55 relawan dari Kapanewon Seyegan, Polsek, Koramil dan warga sekitar melakukan gerakan bersih sungai dalam kegiatan World Cleanup Day (WCD) Kapanewon Seyegan. Kegiatan ini dilaksanakan pada, Jumat (19/9/2025) di Lokasi Desa Wisata Grogol, Kalurahan Margodadi.

World Cleanup Day merupakan gerakan global yang bertujuan untuk memerangi masalah sampah dan limbah di seluruh dunia. Gerakan ini melibatkan jutaan sukarelawan dari berbagai negara yang bersama-sama membersihkan lingkungan mereka dalam satu hari.

Panewu Seyegan, Agung Endarta menyampaikan terima kasihnya kepada relawan yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan rutin tahunan ini. Ia mengingatkan relawan yang hadir akan tujuan kegiatan WCD sendiri, yaitu mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, serta mendorong kolaborasi global lintas komunitas.

“Relawan yang berpartisipasi ini sudah mewakili komunitas yang ada sehingga bisa terjalin sinergi dalam pelestarian lingkungan,” ujar Agung.

Secara keseluruhan, kegiatan WCD mempunyai dampak positif dengan aksi bersih-bersih di tempat umum, dan kampanye edukasi tentang pentingnya memilah sampah dan daur ulang.

Kolaborasi komunitas, pemerintah, dan sektor swasta mempunyai peran besar besar terhadap pelestarian lingkungan. Adapun jenis sampah yang terkumpul dalam aksi ini ialah sampah plastik seberat 20 kilogram dan sampah organik kurang lebih 160 kilogram.

Pelaksanaan WCD Kapanewon Seyegan berjalan dengan baik. Untuk itu, diharapkan kolaborasi antar elemen masyarakat dapat ditingkatkan. Kemudian tanggung jawab, keberlanjutannya, dan perubahan nyata terhadap pelestarian lingkungan pun bisa terwujud. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Pelatihan Membuat Buket: Mengasah Kreativitas dan Meningkatkan Peluang Usaha

Sleman – Sebanyak 28 peserta dari kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) dan Pusat Informasi Konsultasi Remaja (PIKR) mengikuti kegiatan pelatihan pembuatan buket pada, Kamis (18/9/2025).

Pelatihan yang berlangsung di Aula Lantai II Kapanewon Seyegan ini difasilitasi oleh BKKBN DIY. Acara tersebut mengusung tema “Peningkatan Pendapatan untuk Masa Depan Keluarga Sejahtera”.

Pasalnya, di era modern ini kreativitas menjadi salah satu aset penting untuk membuka peluang usaha. Salah satu bidang yang tengah populer dan digemari ialah pembuatan buket, baik dari bunga segar, bunga artificial, snack, uang, hingga alat tulis.

Untuk itu, pelatihan membuat buket menjadi solusi peningkatkan keterampilan dan membuka peluang bisnis yang menjanjikan. Terlebih bagi kalangan pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, dan UMKM.

Balai Keluarga Berencana Kapanewon Seyegan menghadirkan perwakilan Nata_Gift Seyegan, Citrani Nata Arifia sebagai narasumber kegiatan. Pada kesempatan itu, Citra mengenalkan berbagai jenis buket seperti snack bouquet, money bouquet, flower bouquet, dan stationary bouquet.

Hal ini dilakukan untuk memberikan pemahaman dasar teknik merangakai buket. Pelatihan dilakukan secara langsung, agar peserta bisa mengaplikasikan materi yang telah diberikan.

Tidak hanya meteri dan praktik, Citra juga memberikan tips berbisnis buket, mulai dari strategi pemasaran, penentuan harga, branding, dan penggunaan media sosial. Ia berharap pelatihan ini menjadi motivasi bagi para peserta untuk memiliki ide kreatif dan rencana memulai usaha buket sederhana.

“Pelatihan membuat buket tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga membuka wawasan peserta tentang peluang bisnis kreatif. Dengan modal kecil, kreativitas, dan pemasaran yang tepat, usaha buket bisa menjadi sumber penghasilan tambahan yang menjanjikan,” ujar Citra. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




FK KSB Gelar Musyawarah, Pilih Ketua dan Pengurus Periode 2025–2028

Sleman – Forum Koordinasi Kampung Siaga Bencana (FK KSB) Kabupaten Sleman menggelar musyawarah pemilihan pengurus untuk periode 2025–2028 pada Kamis, (18/9/2025), di Ruang Nakula, Dinas Sosial Kabupaten Sleman. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Dinas Sosial Kabupaten Sleman, seluruh pengurus FK KSB, dan perwakilan Kampung Siaga Bencana (KSB) dari berbagai wilayah di Sleman.

Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Sigit Indarto menegaskan pentingnya memperkuat peran KSB dalam membangun masyarakat yang siaga dan tangguh menghadapi potensi bencana.

“KSB adalah ujung tombak kesiapsiagaan di tingkat masyarakat. Peran FK KSB sangat vital sebagai wadah koordinasi dan sinergi bersama pemerintah,” ujarnya.

Selanjutnya, Ketua FK KSB Sleman periode sebelumnya, Sriyono Hadi Susilo menyampaikan laporan pertanggungjawaban dan progress kinerja FK KSB Sleman tahun 2023–2025.

Laporan tersebut meliputi berbagai program peningkatan kapasitas relawan, kegiatan mitigasi berbasis masyarakat, hingga penguatan koordinasi antar-KSB di Sleman. Setelah disampaikan, laporan secara resmi diterima forum dan dilakukan serah terima laporan pertanggungjawaban.

Memasuki agenda utama, prosesi musyawarah atau sidang pemilihan pengurus FK KSB Sleman periode 2025–2028 dipimpin oleh Wahyudin. Forum sepakat menggunakan mekanisme aklamasi sebagai bentuk musyawarah mufakat.

Dari hasil sidang, forum secara bulat menetapkan Sriyono Hadi Susilo untuk kembali memimpin FK KSB Sleman hingga tahun 2028. Keputusan ini menandai kepemimpinan Sriyono untuk dua periode berturut-turut.

Ketua FK KSB terpilih, Sriyono dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program yang sudah berjalan serta mengembangkan strategi baru dalam memperkuat ketangguhan masyarakat Sleman.

“Kami akan terus berupaya menjadikan FK KSB sebagai motor penggerak kesiapsiagaan bencana, memperkuat jaringan relawan, serta memastikan setiap KSB di Sleman siap dan sigap menghadapi tantangan bencana ke depan dengan menguatkan Tim Reaksi Cepat,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan ramah tamah dengan KSB se-Kabupaten Sleman, sebagai simbol kebersamaan dan semangat baru FK KSB Sleman dalam menjalankan tugas pada periode kepengurusan mendatang. (ESK – KIM DSN NGAGLIK)