Wabup Sleman Buka MTQ 2025, Dorong Generasi Muda Jadi Qur’ani dan Berdaya Saing

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2025 di Pendopo Parasamya, Minggu (21/9/2025). Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari seluruh kapanewon di Sleman dan dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh agama, dewan hakim, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Danang menegaskan bahwa MTQ bukan hanya ajang perlombaan, melainkan juga sarana memperkuat syiar Islam sekaligus membina generasi muda agar mencintai Al-Qur’an.

“MTQ bukan sekadar kompetisi, tetapi upaya membumikan Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat. Ini juga bentuk ikhtiar kita menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi penerus bangsa, khususnya di Sleman,” ujar Danang.

Ia menambahkan, penyelenggaraan MTQ diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya fasih membaca, tetapi juga memahami, menghayati, dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Kabupaten Sleman berkomitmen membangun generasi Qur’ani yang cerdas, berdaya saing, sekaligus berakar pada nilai spiritual dan moral. MTQ adalah salah satu manifestasi dari visi tersebut,” tambahnya.

Danang juga mengajak seluruh peserta dan masyarakat menjadikan MTQ sebagai momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah serta membentuk karakter generasi muda yang religius, toleran, dan berakhlak mulia.

MTQ tingkat Kabupaten Sleman 2025 ini berlangsung selama satu hari, dan akan ditutup dengan pengumuman pemenang serta penyerahan penghargaan bagi peserta terbaik.




Perkuat Strategi Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas melalui Rakorpim Kapanewon Ngaglik

Sleman – Guna mengatasi tantangan persampahan yang semakin kompleks, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) dengan fokus pada penguatan peran Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM). Kegiatan yang berlangsung pada Senin (22/9/2025) ini dihadiri oleh perwakilan seluruh kalurahan se-Kapanewon Ngaglik, termasuk Lurah, Ulu-ulu, dan pengurus KPSM.

Dalam sambutannya, Panewu Ngaglik, Wawan Widiantoro, menekankan bahwa penanganan sampah memerlukan kolaborasi multipihak. “Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Partisipasi aktif masyarakat melalui KPSM menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah di tingkat akar rumput,” ujarnya.

Rakorpim ini bertujuan untuk menyusun strategi yang aplikatif, mencakup pemilahan sampah rumah tangga, penguatan bank sampah, serta pengelolaan limbah organik dan non-organik secara berkelanjutan. Forum ini juga menjadi ajang berbagi praktik terbaik dan inovasi dari masing-masing kalurahan.

“Melalui rakorpim ini, kami berharap tercipta sinergi yang lebih solid antara pemerintah, masyarakat, dan KPSM. Tujuannya adalah mewujudkan Sleman sebagai contoh nasional dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas,” tambah Wawan.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mendorong pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan partisipatif, serta mendukung target Indonesia Bersih 2029. (ESK/KIM DSN)




DPRD Sleman dan Dinsos Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Berkebutuhan Khusus di Condongcatur

Sleman – Anggota DPRD Kabupaten Sleman, H. Dedi Kusuma, SE., bersama Dinas Sosial (Dinsos) setempat menyerahkan bantuan kursi roda kepada Ibu Marsuni (72), warga Padukuhan Gempol, Kalurahan Condongcatur, Senin (22/9/2025). Bantuan ini merupakan bagian dari program Jaring Pengaman Sosial (JPS) untuk meningkatkan mobilitas dan kualitas hidup warga berkebutuhan khusus.

Penyerahan dilakukan di kediaman penerima yang terletak di RT 16, Padukuhan Gempol, dan dihadiri oleh perwakilan Dinsos Sleman, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Depok, Pendamping Sosial Kalurahan (PSK), serta kader Pemberdayaan Sosial Masyarakat (PSM). Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem perlindungan sosial di tingkat akar rumput.

H. Dedi Kusuma dalam sambutannya menyampaikan dukungannya bagi Marsuni.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan membantu aktivitas sehari-hari. Kami berharap Ibu Marsuni tetap semangat dan sehat,” ujarnya.

Suprihatin, perwakilan keluarga penerima, mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Kursi roda ini sangat bermanfaat untuk mobilitas Ibu Marsuni,” ungkapnya.

Bantuan kursi roda ini diharapkan dapat memotivasi semakin banyak pihak untuk peduli terhadap warga yang membutuhkan, sekaligus memperkuat sinergi antar-pemangku kepentingan dalam mewujudkan kesejahteraan sosial yang inklusif di Kabupaten Sleman. (Tri Suhartati/KIM Depok)




Komunitas Seroja Gamping Gelar Kajian Spiritual tentang Keutamaan Sholat Qabliyah Subuh

Sleman, DI Yogyakarta – Komunitas Sehat Rohani Jasmani (Seroja) Banyuraden menggelar kajian spiritual tentang keutamaan sholat sunah qabliyah subuh di Pendhapa Kekandhangan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu (21/9/2025). Kajian yang menghadirkan narasumber H. Jamhari ini menekankan pentingnya ibadah dua rakaat sebelum subuh sebagai penyempurna sholat wajib dan sumber kekuatan spiritual.

H. Jamhari menjelaskan bahwa sholat qabliyah subuh merupakan amalan yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW dan memiliki keutamaan besar.

“Meski hanya dua rakaat, ibadah ini disebut lebih baik dari dunia dan seisinya. Rasulullah tidak pernah meninggalkannya, baik dalam keadaan sehat, sakit, maupun bepergian,” ujarnya di hadapan peserta.

Ia menambahkan, sholat sunah sebelum subuh tidak hanya mendekatkan muslim kepada sunnah Nabi, tetapi juga menjadi momen menenangkan hati dan jiwa sebelum memulai aktivitas.

“Waktu subuh adalah momen penuh berkah. Dengan sholat qabliyah, kita bisa menata batin untuk lebih khusyuk dalam sholat wajib,” jelasnya.

Bagi masyarakat modern, kata H. Jamhari, dua rakaat sebelum subuh dapat menjadi jeda berharga untuk merenung, memohon kekuatan, dan bersyukur sebelum menjalani hari. “Ibadah sederhana ini mudah dikerjakan di mana saja, bahkan di sela-sela kesibukan,” tandasnya.

Kajian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran umat Islam tentang pentingnya melestarikan sunnah Nabi dan memperkuat kehidupan spiritual di tengah rutinitas sehari-hari. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Karang Taruna Jogorejo Luncurkan Gerakan Sedekah Sampah dalam Peringatan World Cleanup Day 2025

Sleman – Memanfaatkan momentum World Cleanup Day (WCD) 2025, Karang Taruna Jogorejo, Padukuhan Jogorejo, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman, menggelar aksi “Gropyokan Sampah” pada Minggu (22/9/2025). Kegiatan ini sekaligus menjadi peluncuran resmi Gerakan Sedekah Sampah Jogorejo (GSSJ) yang bertujuan membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.

Aksi diawali dengan berkeliling dari rumah ke rumah untuk mengumpulkan sampah yang telah dipilah warga. Sampah kemudian dibawa ke titik kumpul untuk dilakukan pemilahan lebih lanjut berdasarkan jenisnya. Ketua Karang Taruna Jogorejo, Fauzi Annas, menjelaskan bahwa ide kegiatan ini telah lama direncanakan dan baru dapat terealisasi bertepatan dengan WCD 2025.

“Ini adalah kegiatan pertama yang insya Allah akan kami lakukan secara rutin setiap bulan. Tujuannya agar sampah yang selama ini dianggap tidak berguna dapat dimanfaatkan dengan baik,” ujar Annas.

Dukuh Jogorejo, Sardiyanto, menyambut positif dan mendukung penuh inisiatif para pemuda setempat. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan positif ini. Antusiasme masyarakat juga cukup tinggi, yang menunjukkan kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan,” tandasnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi cikal bakal terbentuknya Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) di Padukuhan Jogorejo. Ke depan, KPSM akan fokus pada edukasi masyarakat serta pengumpulan dan pemilahan sampah secara berkelanjutan melalui mekanisme sedekah sampah.

Gerakan ini sejalan dengan komitmen nasional menuju Indonesia Bersih 2029 dan menunjukkan peran aktif generasi muda dalam mewujudkan lingkungan yang lestari dan berkelanjutan. (Sardiyanto/KIM Minggir)