Jaga Ketahanan Pangan Nasional, Pemkab Sleman Menerima Bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) dari Pemda DIY dan BPN

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menerima bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) dari Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyerahkan secara langsung kepada Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa pada Jumat (26/9) di Halaman Dinas Pertanian, Pangan, Dan Perikanan DIY.

Danang ditemui usai acara menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemda DIY dan Badan Pangan Nasional (BPN) atas bantuan yang diberikan untuk mendukung kemajuan pertanian di Kabupaten Sleman. Danang juga menyampaikan bahwa bantuan Alsintan ini akan memberikan manfaat besar bagi para petani di Sleman.

“Tentunya bantuan ini nantinya akan sangat bermanfaat bagi petani-petani Kabupaten Sleman dalam mempermudah dan mempercepat penggarapan lahan pertanian sehingga bisa meningkatkan produktifitas dan tentunya hasil dari pertanian kita menjadi baik serta meningkatkan harga produk pertanian kita” Ujar Danang

Lebih lanjut, Danang juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian atas bantuan yang bermanfaat untuk petani Sleman dalam rangka menjaga ketahanan pangan Sleman.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ini menjadi momen penting karena pemerintah pusat memberikan dukungan nyata untuk meningkatkan produktivitas pangan nasional.

“Khusus hari ini ada peristiwa penting dimana pemerintah pusat membantu meningkatkan produktivitas pangan nasional, dimana kita melihat terjejer traktor yang mungkin akan kita jumpai di sawah-sawah di Provinsi DIY.” kata Sri Sultan

Adapun bantuan mesin pertanian yang diserahkan total 25 unit bantuan traktor, yakni traktor roda 2 Amberjack sejumlah 8 Unit kemudian traktor roda 2 G3000 sejumlah 17 Unit.




Lima Pamong Baru Resmi Dilantik, Isi Kekosongan Pamong Caturtunggal

Sleman – Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Puspadenta Kalurahan Caturtunggal pada Kamis (25/9/2025), saat Pemerintah Kalurahan Caturtunggal menggelar Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pamong Kalurahan Caturtunggal.

Acara ini dihadiri oleh Perwakilan DPRD Sleman, Kepala Dinas PMK Kabupaten Sleman, Kepala BKAD Kabupaten Sleman, Panewu Depok beserta Jajaran Forkompim, tokoh masyarakat, serta tamu undangan. Prosesi pelantikan dimulai dengan pembacaan surat keputusan, pengambilan sumpah jabatan, hingga penandatanganan berita acara serah terima jabatan.

Pamong yang resmi dilantik dan diambil sumpahnya antara lain Afik Kurniawan Listyoadi sebagai Jagabaya, Apriliani sebagai Kepala Urusan Danarta, Fandi Ade Putra sebagai Dukuh Sagan, Afriza Ardan Utama sebagai Dukuh Karangmalang, dan Agung Irfandy GP sebagai Dukuh Tambakbayan.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas PMK Kabupaten Sleman, Budi Pramono menekankan pentingnya peran pamong sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.

“Pelantikan ini bukan hanya seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat pelayanan publik. Pamong harus mampu bekerja profesional, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta menjaga amanah yang diberikan,” ungkapnya.

Budi Pramono juga mengajak seluruh pamong yang baru dilantik untuk bersinergi dan berinovasi dalam memajukan Kalurahan Caturtunggal.

“Mari kita jadikan jabatan ini sebagai amanah untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi warga,” tambahnya.

Acara pelantikan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh perwakilan KUA Kapanewon Depok serta ramah tamah. Pemerintah Kalurahan Caturtunggal optimis, dengan hadirnya pamong baru, pelayanan publik semakin meningkat dan potensi masyarakat dapat tumbuh lebih optimal. (Oktaviana / Kim Depok)




Graduasi KPM PKH, Langkah Menuju Kemandirian dan Kehidupan Lebih Sejahtera

Sleman – Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu program bantuan sosial bersyarat dari Kementerian Sosial Republik Indonesia yang bertujuan untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan melalui pemberdayaan keluarga dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Namun, PKH bukan hanya sekadar bantuan rutin, program ini juga mendorong perubahan perilaku dan kemandirian jangka panjang.

PKH Kapanewon Seyegan mengadakan acara graduasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH, yang digelar di Aula lantai II Kapanewon Seyegan pada, Kamis (25/9/2025). Graduasi semester 2 di tahun 2025 ini menjadi simbol keberhasilan para keluarga penerima manfaat yang telah menunjukkan peningkatan kesejahteraan dan siap untuk hidup mandiri tanpa bantuan sosial. Hal itu disampaikan Panewu Seyegan, Agung Indarta yang hadir dalam acara tersebut.

“Setelah menerima bantuan sosial diharapkan ada perubahan dengan status ekonomi yang lebih meningkat,” katanya.

“Pemerintah tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membangun karakter, menumbuhkan kemandirian, dan membuka jalan untuk masa depan yang lebih baik. Hari ini kita buktikan bahwa penerima bantuan bisa naik kelas dan menjadi pelaku pembangunan di masyarakat,” sambung Agung.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Feri Istanto menyampaikan bahwa masyarakat dengan kategori kurang mampu banyak sekali. Artinya masyarakat banyak yang layak untuk dibantu, sehingga pemerintah harus selektif dalam memberikan bantuan.

“Dalam kondisi seperti ini, data menjadi bagian yang krusial. Graduasi KPM PKH bukanlah akhir, tetapi awal dari lembaran baru dalam kehidupan para keluarga yang telah bangkit dari keterbatasan. Mereka kini menjadi contoh bahwa dengan kemauan, kerja keras, dan dukungan yang tepat, perubahan itu mungkin dan nyata,” tutur Feri.

“Pemerintah berharap keberhasilan ini akan menjadi inspirasi bagi KPM lainnya untuk terus berupaya meningkatkan taraf hidup dan mempersiapkan diri menuju graduasi mandiri di masa mendatang”, tandasnya.

Pemerintah tidak akan lepas tangan, ada cadangan pembekalan penanganan masalah sosial seperti Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang bisa diakses oleh masyarakat yang membutuhkan. Bahkan ada Program pendampingan bagi KPM yang mengajukan graduasi yang kemudian menekuni bidang usaha dengan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE).

Tercatat ada 35 KPM PKH yang mengisi form dan menandatangani kesediaan graduasi dari 40 target. Sedangkan enam KPM lagi akan berkonsultasi dengan keluarga dan sebagian ada yang tidak hadir.

Salah satu KPM, Partinah dari Padukuhan Gondang Margoagung, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian ini. “Dulu saya menerima PKH karena kondisi keluarga kami yang serba kekurangan. Saya sudah menerima bantuan sosial tersebut selama sembilan tahun,” katanya.

“Tapi berkat pendampingan, pelatihan, dan motivasi dari pendamping PKH, saya mulai mengembangkan usaha. Sekarang, alhamdulillah, usaha saya sudah bisa mencukupi kebutuhan keluarga,” sambung Partinah, KPM yang mendapat bantuan sosial dari komponen anak sekolah.

Testimoni seperti ini menjadi bukti nyata bahwa program bantuan sosial dapat menjadi batu loncatan menuju kemandirian, bukan menjadi ketergantungan. (Sutarto Agus / KIM Seyegan)




Manfaatkan Lahan Pekarangan, Kalurahan Sendangsari Luncurkan Program Ketahanan Pangan Berbasis RT

Sleman – Akhir-akhir ini program ketahanan pangan masif dikampanyekan oleh pemerintah untuk mendukung swasembada pangan baik ditingkat pusat maupun daerah. Merespon akan pentingnya hal tersebut, Pemerintah Kalurahan Sendangsari meluncurkan program ketahanan pangan berbasis Rukun Tangga (RT).

Proses peluncuran dikemas dalam acara sosialisasi program ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Sosialisasi yang berlangsung di Aula Kalurahan Sendangsari tersebut ditujukan bagi Ketua RT di padukuhan I-VI, pada Rabu (24/9/2025), Ketua RT di padukuhan VII-XII pada Kamis (25/9/2025).

Lurah Sendangsari, Afan Nur Hisan menyampaikan bahwa program ini dilaksanakan karena melihat banyaknya lahan pekarangan di sekitar rumah warga yang tidak dimanfaatkan dan menjadi lahan tidur.

“Saya berharap dengan program ini masyarakat Sendangsari tergerak untuk bersama-sama

memanfaatkan lahan sekitar rumah dengan menanam tanaman yang bisa dikonsumsi. Di samping itu, bisa menambah pendapatan keluarga,” ujar Afan.

“Tahun kemarin kita telah meluncurkan program yang sama, hanya untuk tahun ini kita buat berbeda. Media tanam tahun kemarin kita gunakan polybag ternyata tidak awet, maka untuk tahun ini kita gunakan galon bekas air mineral yang lebih awet dan dapat digunakan beberapa kali,” imbuhnya.

Ketua BPKal Sendangsari, Sarjiyono menyampaikan bahwa BPKal mendukung penuh program-program Pemkal Sendangsari dalan upaya mewujudkan ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan.

“Saat ini permasalahan yang menjadi fokus di Sendangsari di antaranya pengentasan kemiskinan dan penurunan angka stunting. Semoga program ketahanan pangan dengan basis RT ini dapat berjalan dengan baik sehingga membawa kemanfaatan bagi masyarakat,” tandas Sarjiyono.

Penyuluh pertanian Sendangsari, Sudarto yang menjadi narasumber kegiatan kali ini mengatakan bahwa di Sendangsari selama kepemimpinan Lurah Afan sangat konsen dalam penganggaran kegiatan yang di bidang pertanian. Salah satunya

adalah pemanfaatan lahan pekarangan untuk ketahanan pangan.

Menurut Sudarto, konsep tanaman pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan dapat memenuhi kebutuhan konsumsi pangan harian dan jika ada hasip lebih dapat dijual untuk menambah pemasukan keluarga.

“Jenis tanamah yang biasa ditanam diantaranya cabai, terung, tomat dan lain-lain. Jika ditanam dengan wadah galon bekas, maka sebaiknya komposisi media tanam terdiri dari sepertiga tanah, sepertiga pupuk kandang yang telah difermentasi, dan sepertiga arang sekam atau sekam saja namun lebih rentan terkena hama patogen, jadi lebih baik gunakan arang sekam,” ujarnya.

“Sebenarnya perlakuan tanaman di pekarangan tidak jauh beda dengan tanaman yang ditanam konvensional. Untuk lebih jelas nanti kami coba buatkan panduan mengenai penanaman sampai perawatan yang dapat digunakan sebagai acuan dalam menanam tanaman dalam galon bekas ini,” imbuhnya. (Sardiyanto – KIM Sendangsari Minggir)




Penggiat Sampah Sleman Gelar Lokakarya Menuju Indonesia Bersih 2029

Sleman – Para penggiat sampah Kabupaten Sleman yang tergabung dalam Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Sehati menyelenggarakan lokakarya di ruang Aula Kapanewon Ngaglik, Sleman, pada Kamis (25/9/2025). Kegiatan ini membahas permasalahan sampah yang terjadi di Kabupaten Sleman.

Ketua JPSM Sehati Kabupaten Sleman, Hijrah Purnama Putra menyampaikan bahwa pertemuan penggiat sampah se-Kabupaten Sleman merupakan kegiatan sosial masyarakat, yang masing-masing JPSM bergerak dalam kelompok berbentuk Bank Sampah, sodakoh sampah, dan TPS 3R. Kelompok tersebut berjejaring dalam JPSM Sehati Kabupaten Sleman.

Meski bergeraknya secara mandiri, namun para pegiat sampah ini tetap bekerja sama dengan pihak lain seperti pengepul rosok, akademisi, LSM atau kelompok lain yang tidak mengikat. JPSM juga bermitra dengan pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman yang mendukung kegiatan, sarana dan prasarana dalam pengelolaan sampah.

Salah satu bukti kerja sama dengan pihak lain yang dilakukan saat ini ialah menghadirkan organisasi Internasional World Wide Fund For Nature (WWF). Kedatangan WWF dalam upaya menggali permasalahan, tantangan dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Sleman.

Panewu Anom Kapanewon Ngaglik, Heronimus Heru Baranti mengucapkan selamat datang dan merasa bangga Kapanewon Ngaglik menjadi tempat untuk berkumpul para penggiat sampah Kabupaten Sleman.

“Harapannya nantinya akan memberikan solusi pemecahan dan memberikan manfaat bagi permasalahan sampah di Kabupaten Sleman,” tuturnya.

“Salah satu cara untuk mengurangi beban pemerintah dalam penanganan sampah adalah merubah perilaku masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri. Mengolah sampah dari sumbernya, rumah tangga masing-masing,” sambung Heru.

Ketua Tim Kerja Pengelolaan Persampahan DLH Kabupaten Sleman, Fitasari Ayu Wardhani  pada kesempatan itu mengatakan akan diadakan penilaian kelompok pengelola sampah Kabupaten Sleman yang mendapatkan perhatian khusus dan arahan langsung dari Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto.

“Bahwa atas arahannya tidak ada kata lomba namun penilaian kinerja kelompok pengelolaan sampah. Adapun kriteria utama adalah penggunaan aplikasi pendataan persampahan SIOSESTU. Melalui pelaporan administrasi tersebut akan di ambil lima nominator,” ungkap Fitasari.

“Semoga upaya ini memberikan semangat bagi penggiat sampah untuk bisa mendapatkan pendapatan dari kegiatan pengelolaan sampah yang dilakukan,” tandasnya.

Perwakilan WWF, Tri Agung Rooswiadji menyampaikan bahwa keterlibatan WWF dalam penanganan persampahan disebabken sebuah kejadian pada tahun 2015. Adanya ikan paus yang meninggal, saat dilakukan otopsi ditemukan banyak plastik pada ikan paus tersebut. 

“Kemungkinan ikan paus tersebut tidak sengaja menelan sampah plastik yang ada di lautan,” ujarnya.

“(Untuk itu) harapannya dengan pertemuan dengan penggiat sampah di Kabupaten Sleman akan mewujudkan kolaborasi yang baik. Untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan,” pungkas Tri. (Kusnadi / KIM Berbah)