Hadiri Rakornas Pengelolaan Sampah, Wabup Danang Dukung Upaya Waste to Energy

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa bersama Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto beserta jajarannya menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pengelolaan sampah menjadi energi (Waste to Energy), bertempat di Wisma Danantara Indonesia, Jalan Gatot Subroto Jakarta Selatan, Selasa (30/9).

Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) melibatkan 18 Kepala Daerah dari beberapa wilayah untuk menindaklanjuti arahan Presiden RI terkait penanganan kedaruratan.

Kegiatan ini mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta mitra strategis dalam memperkuat koordinasi pengelolaan sampah nasional melalui solusi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Adapun diskusi yang dibahas terkait topik solusi, tantangan, dan kolaborasi dalam PSEL.

Terkait program tersebut, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menyebut pogram pengelolaan sampah nasional ini merupakan program prioritas pemerintah pusat dan merupakan berita baik khususnya bagi Kabupaten Sleman.

Ia menyambut baik adanya sinergi pemerintah pusat dengan daerah untuk menyelesaikan persoalan sampah dan Kabupaten Sleman menjadi salah satu wilayah di DIY yang turut dilibatkan dalam jalannya program tersebut.

Dalam implementasinya, Danang menjelaskan bahwa nantinya Kabupaten Sleman dapat mengirimkan sampah ke lokasi pengumpulan yang ditentukan dalam program waste to energy yang sedang dikembangkan oleh Danantara untuk kemudian diolah menjadi energi.

Ia berharap program tersebut dapat terealisasi dan memberikan manfaat yang positif untuk Kabupaten Sleman.




Wabup Sleman Apresiasi Peran Relawan di Penutupan Jumbara PMI DIY

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menutup secara resmi Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) dan Temu Karya PMI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Jaka Garong Camp Ground dan Outbound Turi, Sleman, Senin (29/9). Dalam sambutannya, ia mengingatkan pentingnya peran relawan dalam kegiatan kemanusiaan.

Pelaksanaan Jumbara dan Temu Karya yang berlangsung sejak 27 September 2025 ini dihadiri oleh Ketua PMI DIY, GBPH Prabukusumo, jajaran pengurus, serta seluruh peserta dari berbagai elemen relawan PMI se-DIY.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Danang Maharsa menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh anggota PMI.

“Kapasitas, kinerja, dan profesionalitas anggota PMI telah terbukti dapat diandalkan dalam memberikan layanan, terutama bagi masyarakat rentan dalam berbagai kondisi kedaruratan,” ujarnya.

Danang juga mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang menjadi wadah pembinaan bagi relawan.

“Ada banyak manfaat yang kita peroleh, tidak hanya pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga persahabatan, kebersamaan, dan yang terpenting adalah nilai kemanusiaan,” tambahnya.

Ia berharap, Jumbara dan Temu Karya bisa menjadi bekal bagi seluruh relawan PMI. “Semoga para kader semakin siap memberikan dukungan dan semangat hidup sehat bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya.

Jumbara dan Temu Karya Bakti PMI DIY 2025 dibuka oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, dan diikuti oleh berbagai relawan, termasuk Palang Merah Remaja (PMR), Korps Sukarela (KSR), Tenaga Sukarela (TSR), dan Donor Darah Sukarela (DDS).




Antisipasi Bencana Merapi, KSB Umbulharjo Digitalisasi Pengelolaan Logistik

Sleman – Kelompok Siaga Bencana (KSB) Merapi Rescue Kalurahan Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, melakukan penataan ulang dan digitalisasi lumbung logistik. Inovasi ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, terutama erupsi Gunung Merapi.

Kegiatan yang berlangsung Senin (29/9) ini meliputi penataan dan pendataan ulang stok logistik, pembenahan perlengkapan dapur umum, serta pembaruan data secara digital. Selain itu, peralatan yang sudah tidak layak pakai juga disortir.

Ketua KSB Merapi Rescue, Sriyono, menjelaskan bahwa langkah ini bukan hanya sekadar merapikan gudang.

“Dengan digitalisasi, data logistik dapat dipantau secara real time sehingga distribusi bantuan saat darurat bisa lebih cepat, tepat, dan transparan,” ujarnya.

Seluruh personel KSB Merapi Rescue bergotong royong dalam kegiatan ini. Mereka mengecek kondisi logistik dan memastikan semua perlengkapan darurat tersusun rapi sesuai standar. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari evaluasi berkala untuk memastikan lumbung logistik selalu dalam kondisi prima.

Sriyono menambahkan, digitalisasi menjadi kebutuhan mendesak di wilayah rawan bencana seperti Merapi.

“Sistem logistik yang cepat dan akurat adalah kunci utama. Kami berharap inovasi ini bisa menjadi contoh bagi KSB lainnya dalam mengelola logistik secara modern,” harapnya.

Langkah ini mencerminkan komitmen warga Umbulharjo untuk memperkuat solidaritas dan tata kelola logistik bencana yang profesional, berbasis teknologi, serta lebih responsif dalam menghadapi kemungkinan bencana. (ESK/KIM DSN)




Sendangsari Perkuat Keamanan Desa, Ratusan Anggota Linmas Ikut Pembinaan

Sleman – Pemerintah Kalurahan Sendangsari, Minggir, Sleman, menggelar pembinaan dan peningkatan kapasitas untuk anggota Linmas. Kegiatan yang dihadiri ratusan anggota Linmas se-Kalurahan Sendangsari ini bertujuan menjaga kondusivitas dan keamanan wilayah.

Sarasehan yang digelar pada Senin (29/9) di Aula Kalurahan Sendangsari tersebut menjadi ajang konsolidasi dan penyegaran pengetahuan bagi para anggota. Selain Jagabaya Sendangsari, hadir pula Bhabinkamtibmas setempat, Aiptu Parjan, sebagai narasumber.

Dalam sambutannya, Aiptu Parjan menekankan pentingnya sinergi antara Polri dan Linmas. “Anggota Linmas adalah ujung tombak dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di tingkat kelurahan. Sinergitas ini harus terus dijaga agar wilayah tetap aman dan terkendali,” ujar Parjan.

Sementara itu, Jagabaya Sendangsari, Muhammad Muslih, menjelaskan secara rinci tentang tugas dan fungsi Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).

“Satlinmas dibentuk oleh kepala desa/lurah untuk membantu menjaga ketenteraman, ketertiban, dan keamanan masyarakat,” kata Muslih.

Menurut Muslih, tugas Satlinmas juga mencakup membantu mengurangi risiko bencana, mendukung kegiatan sosial, menjaga keamanan Pemilu, serta membantu upaya pertahanan negara. Lebih lanjut, ia juga memaparkan fungsi-fungsi operasional Linmas seperti siskamling, pengawalan, patroli, hingga pengamanan TPS.

Muslih menambahkan, sesuai dengan Permendagri Nomor 11 Tahun 2023, Satlinmas juga akan mendapatkan seragam baru.

“Pakaian tugas Satlinmas berupa baju lengan panjang berwarna abu-abu dengan celana abu gelap. Pengadaan seragam baru untuk Sendangsari rencananya akan direalisasikan sekitar bulan Desember 2025,” tutupnya. (Sardi/KIM Minggir)




UNY Kembangkan G-Waqf Perkuat Gerakan Wakaf Hijau

Sleman – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali menunjukkan komitmen dalam mendorong inovasi berbasis keberlanjutan. Dua mahasiswinya, Marlita Wulansari dan Anisa Rahmawati, memperkenalkan G-Waqf, sebuah platform digital wakaf hijau yang dirancang untuk memperluas partisipasi publik dalam mendukung program dan proyek ramah lingkungan.

Ketua Tim Pengembang G-Waqf, Marlita Wulansari, menjelaskan bahwa gagasan ini lahir dari keprihatinan terhadap perubahan iklim yang semakin nyata. Menurutnya, diperlukan instrumen baru yang dapat menjembatani kepedulian masyarakat dengan aksi nyata pelestarian lingkungan.

“G-Waqf kami hadirkan sebagai ruang edukasi, partisipasi, sekaligus pengelolaan dana wakaf hijau yang akuntabel dan transparan. Harapannya, masyarakat bisa lebih mudah, fleksibel, dan terpercaya dalam berkontribusi menjaga kelestarian bumi,” ujarnya, di Ruang Seminar FMIPA UNY, Selasa (30/9/2025).

Marlita menambahkan bahwa potensi wakaf uang di Indonesia sesungguhnya sangat besar, namun realisasinya masih jauh di bawah harapan.

“Melalui pendekatan digital yang transparan, G-Waqf diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa wakaf juga dapat diarahkan untuk mendukung keberlanjutan lingkungan,” tuturnya.

Sementara Anggota Tim, Anisa Rahmawati, menilai bahwa pengembangan G-Waqf memiliki posisi strategis dan mendesak. “Hal ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran yang mendorong kemandirian energi dan ekonomi hijau, sekaligus memperkuat harmoni kehidupan dengan alam,” ujarnya.

Anisa menambahkan, arah pengembangan G-Waqf juga selaras dengan visi Indonesia Emas 2045 serta tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).

“Kami melihat G-Waqf dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan ketahanan energi, pangan, dan lingkungan hidup yang berkualitas, sekaligus mendukung agenda global terkait air bersih, energi terjangkau, dan penanganan perubahan iklim,” jelasnya.

Anisa menegaskan bahwa inisiatif ini juga sejalan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menggemakan keberlanjutan lingkungan melalui penguatan instrumen filantropi Islam, khususnya wakaf yang manfaatnya bersifat abadi di masyarakat.

Pengembangan inovasi ini dilakukan di bawah bimbingan tiga dosen UNY, yaitu Tsania Nur Diyana, Benni Setiawan, dan Indra Febrianto. Menurut Tsania, G-Waqf merupakan wujud nyata semangat mahasiswa dalam menghadirkan solusi kreatif untuk tantangan global.

“Inovasi ini menunjukkan bagaimana nilai-nilai filantropi Islam dapat dikontekstualisasikan dengan isu perubahan iklim. G-Waqf bukan hanya langkah kreatif, tetapi juga berpotensi memberi manfaat luas sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dengan jumlah pengguna internet di Indonesia yang telah melampaui 220 juta jiwa, Tsania optimistis G-Waqf dapat menjangkau masyarakat luas.

“Kami berharap inovasi ini berkembang menjadi gerakan nasional bahkan global, sehingga praktik wakaf hijau semakin dikenal sebagai instrumen ekonomi dan ekologi berkelanjutan,” tandasnya.

Tsania mengatakan, bahwa kehadiran G-Waqf ini menegaskan bahwa wakaf tidak lagi terbatas pada praktik tradisional, melainkan dapat bertransformasi menjadi instrumen dinamis yang relevan dengan tantangan zaman.

“Lebih jauh, inovasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UNY mampu memadukan ilmu pengetahuan, nilai keagamaan, dan kepedulian lingkungan untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masa depan bumi,” ungkap dia. (Athiful/KIM Depok)