Aisyiyah Tempel Gelar Musypimcab, Perkuat Peran Perempuan Berkemajuan

Sleman – Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kapanewon Tempel menyelenggarakan Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab) I periode 2022–2027 di Gedung Darul Ulum, Minggu (28/9/2025). Mengusung tema “Dinamisasi Perempuan Berkemajuan Mewujudkan Tempel Berkeadilan”, acara ini mendorong peran aktif perempuan dalam pembangunan.

Ketua PCA Tempel, Hj. Banun Rohyatiningsih, mengatakan bahwa musyawarah ini tidak hanya sebatas forum organisasi.

“Kegiatan ini adalah sarana silaturahmi, bertukar gagasan, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah,” ujarnya. Ia berharap musypimcab dapat menghasilkan keputusan yang membawa kemajuan bagi umat dan persyarikatan.

Kegiatan ini dihadiri 96 peserta, perwakilan pimpinan cabang dan ranting, serta tamu undangan, termasuk Panewu Tempel Dakiri dan Lurah Mororejo H. Joko Ristanto.

Panewu Tempel, Dakiri, mengapresiasi langkah Aisyiyah yang peduli terhadap isu-isu strategis. “Kami menyambut baik program Aisyiyah yang fokus pada optimalisasi peran perempuan, pencegahan stunting, dan penanganan kenakalan remaja. Program-program ini sangat relevan untuk didukung bersama,” ungkapnya.

Musypimcab ini dibuka oleh Dra. Retno Endah Sawitri. Ia menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara pimpinan organisasi, majelis, dan lembaga Aisyiyah untuk menghadapi tantangan umat yang semakin kompleks.

“Aisyiyah harus hadir secara nyata untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada,” tuturnya.

Setelah pembukaan, sidang pleno dimulai dengan laporan pertanggungjawaban pimpinan cabang dan presentasi dari sembilan ranting. Sidang dilanjutkan dengan sesi komisi yang membahas percepatan strategi cabang, penguatan ranting dan amal usaha, serta ideologi dan tata kelola organisasi.

Sebagai bentuk apresiasi, PCA Tempel memberikan penghargaan kepada tiga ranting terbaik, yaitu Ranting Margorejo, Ranting Lumbungrejo 2, dan Ranting Banyurejo. Kegiatan ini turut didukung oleh sembilan personel KOKAM Tempel yang membantu kelancaran acara. (Arief Hartanto/KIM Turi)




Perkuat Jaringan Kader, MPK Aisyiyah Sleman Gelar Pertemuan Antar Cabang

Sleman – Majelis Pembinaan Kader (MPK) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sleman menggelar pertemuan antar cabang (PAC) untuk memperkuat jaringan dan sistem kaderisasi. Kegiatan ini dilaksanakan di dua zona pada Minggu (28/9/2025).

Pertemuan zona tengah diadakan di ruang pertemuan Aisyiyah Mlati, dihadiri sekitar 50 pengurus MPK tingkat cabang dan ranting dari Sleman, Mlati, Seyegan, Ngaglik, dan Depok. Sementara itu, pertemuan zona barat berlangsung di SMP Muhammadiyah 1 Gamping, dengan peserta dari Moyudan, Minggir, Godean, dan Gamping yang berjumlah sekitar 58 orang.

Ketua MPK PDA Sleman, Waridil Khotimah, menuturkan bahwa acara ini menjadi sarana konsolidasi, penguatan jaringan, dan penyamaan persepsi tentang Sistem Perkaderan Aisyiyah (SPA).

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menumbuhkan semangat berorganisasi bagi seluruh kader Aisyiyah di Sleman,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, para peserta menerima materi mengenai Sistem Perkaderan Aisyiyah (SPA) dan konsep Baitul Arqom. Waridil berharap setiap cabang dan ranting nantinya dapat menyelenggarakan Baitul Arqom secara mandiri.

Perwakilan Pimpinan Aisyiyah Daerah Sleman, Hj. Sunarti dan Dra. Hj. Suharti, turut hadir dan memberikan apresiasi atas kegiatan ini.

“Kami berharap ini dapat memotivasi cabang dan ranting untuk terus berkembang dan berkemajuan,” kata mereka.

Kegiatan PAC akan berlanjut pada bulan Oktober di zona utara (meliputi Tempel, Turi, Pakem, Cangkringan) dan zona timur (meliputi Ngemplak, Kalasan, Berbah, Prambanan). (Arief Hartanto/KIM Turi)




Lumbungrejo Bangun Lapangan Sepak Bola Standar FIFA, Manfaatkan Dana Keistimewaan DIY Rp1,2 Miliar

Sleman – Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo, Tempel, Sleman, memulai pembangunan lapangan sepak bola berstandar FIFA senilai Rp1,21 miliar. Proyek yang dibiayai dari Dana Keistimewaan (Danais) DIY Tahun Anggaran 2025 ini dibangun di atas lahan tanah kas desa seluas meter persegi di Bulak Krasakan.

Lurah Lumbungrejo, M. Misbah Al Hakim, menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan tindak lanjut pemanfaatan lahan kas desa yang telah sesuai dengan tata ruang wilayah.

“Tanah kas desa ini sebelumnya lahan pertanian, namun sudah masuk zona kuning. Pembangunannya juga sejalan dengan rencana lokasi bangunan ikonik penanda keistimewaan DIY yang akan dibangun di lapangan lama,” jelasnya, Senin (29/9/2025).

Proyek dikerjakan oleh CV Aryuka Builder dengan pengawasan dari PT Multi Citra Graha. Masa pengerjaan ditetapkan selama 95 hari kalender, dimulai sejak 1 September dan ditargetkan selesai pada Desember 2025.

Lapangan baru ini akan memiliki ukuran 50 x 90 meter dengan rumput jenis dactylon. Fasilitas pendukung yang dibangun meliputi jogging track, area parkir, MCK, dan ruang ganti pemain. Pembangunan tribun penonton akan diusulkan pada tahap berikutnya.

Izin pemanfaatan tanah kas desa untuk pembangunan sarana olahraga ini telah diterbitkan oleh Gubernur DIY pada 8 Juli 2025.

Misbah berharap lapangan ini tidak hanya bermanfaat untuk olahraga, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial dan budaya yang mempererat kebersamaan warga.

“Kami ingin lapangan ini melahirkan generasi muda berprestasi di bidang sepak bola dan menjadi kebanggaan masyarakat,” ujarnya. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah kalurahan untuk mengoptimalkan Danais demi kesejahteraan warga dan pelestarian nilai keistimewaan.

Panewu Tempel, Dakiri, mengapresiasi inisiatif Kalurahan Lumbungrejo. “Kami berharap pembangunan selesai tepat waktu dan memberi manfaat besar bagi masyarakat, termasuk mendorong perekonomian UMKM lokal di sekitar lokasi,” tegasnya. (sbd/KIM Tempel)




Panewu Depok Apresiasi Siswa Berprestasi di Lomba Karya Tulis Anak

Sleman – Panewu Depok memberikan apresiasi kepada tiga siswa tingkat SD yang berprestasi dalam kejuaraan Lomba Bertutur Melalui Tulisan Anak Pasar Sehat Inklusif 2025. Acara penyerahan penghargaan dilakukan di Pendopo Kapanewon Depok usai apel pagi, Senin (29/9/2025).

Lomba yang diselenggarakan oleh Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) ini mengundang Divasya Nailah Mahabumi (SD Budi Mulia Dua Pandeansari) sebagai Juara I, Kirei Nadia Almira (SDN Percobaan 2) sebagai Juara II, dan Sekar Valentine Langeningati (SD Taruna Bangsa) sebagai Juara III. Masing-masing pemenang mendapatkan piala dari Kapanewon Depok dan uang pembinaan dari LKY.

Panewu Depok menyambut kedatangan para siswa berprestasi ini dengan harapan mereka dapat terus mengembangkan bakat, berkreasi, dan mengharumkan nama sekolah serta Kapanewon Depok.

“Kami memberikan tempat di pendopo ini untuk menyerahkan apresiasi kepada mereka,” kata Panewu.

Ketua Lembaga Konsumen Yogyakarta, Siti Mulyani, menjelaskan bahwa lomba ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pasar Sehat Inklusif yang didukung oleh Consumers International melalui program Green Action Week 2025. Ia juga berharap tulisan anak-anak dapat mengubah kebiasaan masyarakat.

“Harapannya, anak-anak tidak hanya menjadi objek kebijakan, tetapi juga subjek perubahan bahwa makanan bergizi tidak harus mahal atau berasal dari toko mewah, melainkan bisa dari kreasi sendiri,” ujar Siti Mulyani.

Penilaian karya tulis telah dilaksanakan oleh dewan juri pada 22–25 September dengan mempertimbangkan orisinalitas ide, kreativitas, penggunaan bahasa, dan pesan yang disampaikan. Dewan juri terdiri dari guru pegiat literasi dan tim internal LKY. Selain piala dan uang pembinaan, seluruh peserta juga mendapatkan sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka. (Adi Yananta/KIM Depok)




Sambut Hari Santri, MWCNU Gamping Gelar Konsolidasi di Pondok Pesantren Mlangi

Sleman – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kapanewon Gamping, Sleman, menggelar rapat konsolidasi untuk persiapan Hari Santri Nasional (HSN) 2025. Pertemuan ini berlangsung di Pondok Pesantren Ar Risalah, Mlangi, pada Minggu (28/9/2025) dan dihadiri oleh seluruh unsur panitia, termasuk badan otonom, lembaga, serta Pengurus Ranting NU.

Ketua Panitia HSN MWCNU Gamping, K.H. Unsul Jalis, yang akrab disapa Gus Jalis, menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak.

“Sinergi yang solid dari seluruh potensi warga Nahdliyin, mulai dari logistik, publikasi, hingga penguatan nilai-nilai keislaman, menjadi kunci sukses acara,” ujarnya.

Menurut Gus Jalis, HSN yang diperingati setiap 22 Oktober tidak hanya untuk mengenang resolusi jihad, tetapi juga menunjukkan kontribusi santri dalam kehidupan berbangsa.

“Konsolidasi ini menjadi ruang bagi para penggerak HSN untuk menegaskan kembali identitas santri sebagai penjaga tradisi, penerus perjuangan ulama, dan agen perubahan sosial,” tambahnya.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Gamping, Silahudin Djamil, menjelaskan bahwa rapat juga membahas tema dan rangkaian kegiatan. Selain upacara dan karnaval, akan diselenggarakan berbagai program edukatif, sosial, dan kebudayaan.

“Kegiatan ini mencakup Sema’an Al Quran, Bahtsul Masail, bakti sosial, Lailatul Ijtima, dan pengajian akbar yang melibatkan masyarakat luas,” kata Silahudin.

Silahudin menambahkan, konsolidasi ini juga menjadi ajang regenerasi dengan melibatkan pemuda dari Ansor, IPNU-IPPNU, dan Fatayat dalam penyusunan konsep serta pelaksanaan teknis.

“Dengan kebersamaan, peringatan HSN 2025 di Gamping akan menjadi wahana memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo / KIM Pararta Guna Gamping)