Sleman Batasi Jam Operasional Truk Galian C di Jalan Sedogan-Balerante

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman mengambil tindakan tegas dengan memasang rambu dan portal untuk membatasi operasional truk pengangkut material galian C. Kebijakan ini diterapkan di ruas jalan Sedogan-Balerante menyusul aduan warga terkait lalu lintas truk yang dinilai membahayakan dan merusak lingkungan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Sleman, Makwan, mengatakan pembatasan jam operasional ini bertujuan untuk menekan laju lalu lintas truk di jalan yang padat penduduk.

“Banyak laporan dari masyarakat soal gangguan lalu lintas di jam-jam tertentu. Selain membahayakan, jalan juga cepat rusak,” ujarnya di Sleman, Kamis (2/10/2025).

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Sleman Nomor 71/, truk galian C hanya boleh melintas antara pukul hingga WIB. Di luar jam tersebut, portal akan ditutup dan pengendara yang melanggar akan ditindak tegas sesuai undang-undang.

Selain mengatur waktu, Pemkab Sleman juga memasang portal pembatas tinggi dan lebar kendaraan di Balerante. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi volume kendaraan besar yang melintas. Untuk membantu pengawasan, Pemkal Wonokerto juga telah memasang CCTV.

Kebijakan ini disambut positif oleh warga setempat yang sudah lama merasakan dampak buruk dari lalu lintas truk.

“Kami sangat mendukung pemasangan portal ini. Truk sering beriringan sampai makan bahu jalan, bikin macet, dan membuat jalan rusak,” kata Darmadi, seorang warga Wonokerto.

Selain kemacetan dan kerusakan jalan, warga juga mengeluhkan dampak debu yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan merugikan ekonomi, terutama bagi pedagang makanan.

Meskipun menyambut baik, warga juga berharap ada solusi jangka panjang. “Saya sepakat dengan pembatasan ini, tapi semoga tetap ada solusi selanjutnya, mengingat jalur ini juga jalur evakuasi,” ujar Murni, warga lainnya.




Wujudkan Tertib Administrasi, Padukuhan Gempol Gelar Pembinaan Pengurus PKK

Sleman – Dalam rangka mewujudkan tertib administrasi, Padukuhan Gempol menggelar kegiatan pembinaan dan sosialisasi administrasi kelompok PKK, yang diikuti oleh pengurus PKK dari tingkat dasawisma, RT, RW, hingga kelompok PKK padukuhan.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (2/10/2025) ini, bertujuan untuk menyamakan pemahaman sekaligus menjadi wadah belajar bersama dalam penyusunan administrasi PKK yang baik dan benar sesuai kaidah yang ditetapkan oleh TP PKK Kabupaten Sleman.

Dukuh Gempol, Ari Susanti dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembinaan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan TP PKK Kabupaten Sleman beberapa waktu lalu. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan setiap lini, mulai dari tingkat dasawisma, sudah mampu mengelola administrasi secara tertib. Sehingga administrasi PKK di Padukuhan Gempol secara keseluruhan dapat berjalan lebih rapi dan transparan.

“Harapan kami dari tingkat paling bawah yakni dasawisma, administrasi sudah berjalan dengan baik dan benar. Dengan begitu, administrasi PKK di Padukuhan Gempol bisa semakin baik lagi,” ungkap Ari Susanti.

Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah nyata PKK Padukuhan Gempol dalam memperkuat kinerja organisasi dan mendukung pengelolaan program PKK yang lebih efektif serta bermanfaat bagi masyarakat. (Trii Suhartati KIM Depok)




Karang Taruna DSN Sardonoharjo Sleman Hadirkan Edukasi Satwa dan Outbound untuk Siswa KB-TKIT Baitussalam 2 Cangkringan

Sleman – Karang Taruna Dharma Satria Nusantara (DSN) Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, kembali menunjukkan kiprahnya dalam dunia pendidikan dan pemberdayaan masyarakat melalui unit usaha DSN Satwa dan DSN Outbound.

Kali ini, Karang Taruna DSN Sardonoharjo turut memeriahkan kegiatan kemah tadabur alam yang diselenggarakan oleh KB-TKIT Baitussalam 2 Cangkringan, di Bumi Perkemahan Dewi Tanggalsari, Cangkringan, Sleman, Kamis (2/10/2025).

Pada kesempatan itu, DSN Satwa menghadirkan sesi edukasi satwa yang dipandu oleh salah satu anggota tim, Danar. Ia menjelaskan berbagai manfaat mengenal dan mempelajari satwa sejak dini, terutama dalam menumbuhkan rasa cinta terhadap makhluk ciptaan Tuhan, meningkatkan keberanian, dan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.

Untuk memperkuat pengalaman belajar, Danar membawa beberapa jenis reptil yang menjadi daya tarik utama, di antaranya iguana Amerika, ular sanca albino, ular sanca platinum, dan ular ball python.

Kehadiran satwa-satwa eksotis ini langsung memancing rasa penasaran anak-anak. Meski sempat terlihat ragu, para siswa akhirnya berani mendekat, bahkan mencoba memegang reptil dengan penuh semangat. Suasana edukasi pun berlangsung interaktif dan menyenangkan.

Selain edukasi satwa, kegiatan juga diisi dengan berbagai permainan dan simulasi outbound yang dipandu oleh tim DSN Outbound. Aktivitas tersebut dirancang untuk melatih kerja sama, kemandirian, serta meningkatkan kepercayaan diri anak-anak sejak usia dini.

Kepala TK IT Baitussalam, Erni Yuliastuti menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Alhamdulillah sangat senang sekali, kegiatannya luar biasa. Anak-anak mendapat ilmu baru tentang dunia reptil sehingga tidak takut lagi,” ujarnya penuh antusias.

Keikutsertaan KT DSN dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan program-program positif yang mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Pihak sekolah pun menilai kolaborasi semacam ini memberikan nilai tambah dalam pembelajaran di luar kelas, terutama melalui pendekatan alam dan interaksi langsung dengan satwa.

Kegiatan kemah tadabur alam ini pun menjadi pengalaman berkesan bagi para siswa. Selain belajar di alam terbuka, mereka mendapatkan ilmu baru tentang satwa, lingkungan, dan pentingnya keberanian menghadapi hal-hal yang sebelumnya terasa asing.

Dengan inisiatif ini, Karang Taruna DSN kembali membuktikan peran strategisnya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, sekaligus mendukung dunia pendidikan dengan cara kreatif dan menyenangkan. (Andy Ahmad – KIM DSN NGAGLIK)




Polisi Sahabat Anak, Strategi Polsek Ngaglik Pererat Hubungan dengan Masyarakat Sejak Dini

Sleman – Puluhan anak-anak TK Sinar Melati 2, Banteran, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, tampak antusias saat berkunjung ke Mapolsek Ngaglik, pada Kamis (2/10/2025). Kunjungan ini diselenggarakan dalam rangka kegiatan Polisi Sahabat Anak.

Pada kesempatan itu, siswa diperkenalkan berbagai kegiatan kepolisian. Mereka bahkan disambut langsung oleh Aiptu Yuli dari Unit Bimas Ngaglik, Aipda Dimas, Aiptu Mulya, dan Aipda Arif dari Banit Provost.

Dengan penuh kesabaran, para polisi menjelaskan peran dan tugas kepolisian dalam menjaga keamanan serta memperlihatkan suasana kerja di Polsek.

Kepala TK Sinar Melati 2, Suswandari Listyaningsih menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberi pengalaman nyata kepada anak-anak.

“Anak-anak belajar langsung di luar kelas agar tahu bahwa polisi itu sahabat mereka. Polisi bukan hal yang menakutkan, tapi justru menyenangkan. Sejak dini, mereka bisa mengenal bahwa polisi hadir untuk melindungi dan membantu masyarakat,” ujar Suswandari.

Sementara itu, Aiptu Yuli menegaskan bahwa kegiatan Polisi Sahabat Anak merupakan upaya Polsek Ngaglik untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sejak usia dini.

 “Kami ingin anak-anak tidak takut dengan polisi. Justru sebaliknya, mereka harus merasa bahwa polisi adalah sahabat yang siap melindungi dan menolong. Semoga pengalaman ini menjadi bekal positif bagi mereka,” tutur Aiptu Yuli.

Program Polisi Sahabat Anak menjadi sarana penting dalam menanamkan pemahaman positif tentang kepolisian kepada generasi muda. Dengan pendekatan yang ramah dan edukatif, anak-anak tidak hanya belajar tentang tugas polisi, tetapi juga diajak untuk dekat dan percaya pada aparat penegak hukum.

Kunjungan ini diharapkan semakin mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat sejak usia dini, serta menumbuhkan semangat belajar anak-anak melalui pengalaman langsung di lapangan. (ESK – KIM DSN Ngaglik)




Optimalkan Keamanan Lingkungan, Pemkal Sendangsari Gelar Pembinaan Kelompok Jaga Warga dan Omah Jaga Warga

Sleman – Pemerintah Kalurahan Sendangsari mengadakan pembinaan kelompok Jaga Warga dan Omah Jaga Warga, pada Rabu (1/10/2025) di Aula Kalurahan Sendangsari. Kegiatan yang mengusung tema “Sarasehan Peningkatan Kapasitas Jaga Warga dama Upaya Menjaga Kondusifitas Wilayah” ini di gagas oleh Omah Jaga Warga Sendangsari.

Acara tersebut dihadiri Lurah Sendangsari, Ketua BPKal, Bhabinkamtibmas, Babinsa, pengurus Omah Jaga Warga dan perwakilan pengurus Kelompok Jaga Warga se-Kalurahan Sendangsari.

Ketua Omah Jaga Warga Sendangsari, Subiyanto menyampaikan terima kasih kepada Pemkal Sendangsari yang telah memfasilitasi acara pembinaan Jaga Warga kali ini.

“Saya berharap kegiatan ini menambah wawasan dan kemampuan anggota Jaga Warga di Sendangsari. Kita semua berharap suasana di Sendangsari tetap aman, tentram dan harmonis. Berkumpulnya kita ditempat ini menunjukkan komitmen dan kesolidan dalam partisipasi kita menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing,” ujar Subi.

Sementara Babinsa Sendangsari, Winarta juga turut menyampaikan pesan dalam menanggapi situasi di wilayah Sendangsari.

“Akhir akhir ini di wilayah tetangga kita, sedang marak kasus kerawanan seperti pencurian di sekolah, masjid maupun rumah. Saya menghimbau agar aman dan nyaman kita harus mengaktifkan siskamling di padukuhan masing-masing. Siskamling yang belum berjalan, monggo (silakan) diaktifkan, dan bagi yang sudah berjalan bisa ditingkatkan,” kata Winarta.

“Fungsi Jaga Warga sangat membantu menyelesaikan permasalahan warga dan membangun komunikasi warga sehingga tercipta kerukunan dan kenyamanan. Himbauan saya selanjutnya untuk warga Sendangsari yang mempunyai anak remaja untuk selalu dipantau dengan siapa berteman maupun aktifitas yang dilakukan. Apalagi jika keluar malam, jangan sampai anak-anak kita berperilaku yang menyimpang dan melanggar hukum,” sambungnya.

Lurah Sendangsari, Afan Nur Hisan selaku narasumber kegiatan menekankan peran dan fungsi Jaga Warga dalam menciptakan keamanan dan ketertiban wilayah.

“Jaga Warga memiliki peran strategis tidak hanya keamanan dan ketertiban, namun juga berperan menciptakan komunitas warga yang harmonis, menumbuhkan kesadaran dan kepedulian warga dan memperkuat nilai-nilai luhur dalam masyarakat seperti gotong royong yang mulai luntur akhir-akhir ini,” tutur Afan.

Ia menambahkan, dalam konflik sosial Jaga Warga memiliki peran yang signifikan dalam meredam konflik maupun memediasi jika ada warga yang terlibat konflik. Tetapi, jika cakupan masalah cukup besar tetap melibatkan pihak-pihak yang berkompeten maupun aparat penegak hukum jika diperlukan.

Harapannya selepas acara ini, Kelompok Jaga Warga maupun Omah Jaga Warga semakin bersinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban, ketentraman dan kesejahteraan lingkungan serta menumbuhkan kembali nilai-nilai luhur dengan semangat gotong royong. (Sardiyanto – KIM Sendangsari Minggir)