Piala Raja HB X 2025 Ditutup, Bupati Sleman Berharap Lahir Bibit Bulu Tangkis Unggul

Sleman – Kejuaraan bulu tangkis Piala Raja Hamengku Buwono X 2025 Sirkuit Nasional C resmi ditutup pada hari ini, Minggu, 5 Oktober 2025, di GOR Lembah Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman. Bupati Sleman, Harda Kiswaya turut hadir pada acara tersebut.

Marsma (Purn.) Ibnu Hajar, ketua panitia kejuaraan tersebut, melaporkan turnamen ini diikuti sebanyak 2072 atlet, dari 432 klub yang berasal dari seluruh Indonesia. Adapun jumlah pertandingan yakni 2252 pertandingan, yang dibagi menjadi kelompok usia dini, usia anak, usia remaja, dan usia taruna. 

“Dilaksanakan tujuh hari mulai 29 September sampai 5 Oktober 2025. Menggunakan tiga GOR, yakni GOR Lembah UGM (10 lapangan), GOR Klembengan (4 lapangan), dan GOR Arari (6 lapangan). Total ada 20 lapangan,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menerangkan jumlah atlet yang mengikuti turnamen ini (2072 atlet) telah memecahkan rekor MURI yang sebelumnya diraih pada bulu tangkis Kapolda Cup Jawa Timur dengan jumlah 1965 atlet.

“Piagam penghargaan (MURI) telah diberikan pada saat pembukaan 29 September 2025 kemarin,” katanya.

Bupati Sleman turut mengalungkan medali serta menyerahkan hadiah kepada kelompok usia taruna untuk kategori ganda putri. Ia berharap kejuaraan bulu tangkis Piala Raja Hamengku Buwono X dapat melahirkan generasi unggul yang dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.




Dukung Ekosistem Kreatif, Pemkab Sleman Kembali Gelar Sleman Creative Weeks

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Pariwisata (Dispar) kembali menggelar acara tahunan Sleman Creative Weeks pada Minggu (5/10/2025). Berlangsung di Dusun Tiban, Sendangmulyo, Minggir, acara ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

Kepala Dispar Sleman, Edy Winarya, menjelaskan bahwa tahun 2025 ini merupakan tahun kelima penyelenggaraan Sleman Creative Weeks. Pihaknya bekerja sama dengan pelaku dan penggiat industri kreatif yang tergabung dalam Sleman Creative Community.

“Sleman Creative Weeks menjadi momen tahunan yang merepresentasikan dinamika ekonomi kreatif di Sleman,” kata Edy.

Tahun ini, acara mengusung tema Living Vibrant Culture, yang merefleksikan pentingnya keterhubungan lintas ruang, generasi, dan praktik kreatif.

“Acara ini tidak hanya merayakan ekspresi budaya, tetapi juga membangun jejaring kerja yang inklusif dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengatakan acara ini memperkuat identitas Sleman sebagai daerah yang kaya akan budaya, inovasi, dan semangat kebersamaan.

“Sleman adalah ruang di mana tradisi, kreativitas, dan inovasi berpadu, menghadirkan kehidupan dinamis, penuh warna, dan memberi identitas membanggakan,” ujarnya.

Danang menegaskan komitmen Pemkab Sleman dalam mendukung ekosistem kreatif. “Melalui acara ini, kami ingin memberi wadah bagi para kreator, seniman, komunitas, dan pelaku UMKM untuk mengekspresikan ide, memperkenalkan karya, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas,” jelasnya.

Sebagai pembuka rangkaian acara, Wakil Bupati Sleman bersama jajaran Dispar dan panitia menerbangkan layang-layang dalam kegiatan Sleman Kite Festival yang juga berlangsung di Lapangan Tiban.

Rangkaian acara Sleman Creative Weeks lainnya mencakup Bedog Art Festival, Gulali Festival, dan Sinema Keliling Sinergy.




Wabup Sleman Lepas 91 Wisudawan STIMARYO, Berikan Pesan Jadi Insan Maritim Tangguh dan Berintegritas

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menghadiri sekaligus melepas 91 wisudawan Sekolah Tinggi Maritim Yogyakarta (STIMARYO) dalam acara Pengukuhan Kelulusan Taruna Pelayaran bertajuk Bon Voyage, Sabtu (4/10/2025). Danang berpesan kepada para lulusan untuk menjadi insan maritim yang tangguh, handal, dan berintegritas.

Dalam amanatnya, Danang menyampaikan apresiasinya kepada seluruh taruna yang telah menyelesaikan pendidikan di STIMARYO. Menurutnya, kelulusan ini merupakan momentum istimewa yang menandai akhir dari perjalanan panjang penuh disiplin, kerja keras, dan pengorbanan.

“Kalian telah dilatih dan siap menghadapi ombak, badai, serta arus yang tidak menentu. Maka hari ini, kalian bukan hanya dinyatakan lulus secara akademis, tetapi juga dikukuhkan sebagai insan maritim yang tangguh, handal, dan siap berlayar menatap masa depan,” ujar Danang.

Lebih lanjut, ia juga berpesan agar para lulusan terus mengembangkan diri, menjaga solidaritas, dan tidak berhenti belajar.

“Jadilah insan maritim yang berdaya saing dan berkarakter, serta terus berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah, bangsa, dan negara,” tambahnya.

Pada acara yang berlangsung khidmat, para orang tua turut menyematkan tanda kelulusan kepada anak-anak mereka. Acara dimeriahkan pula dengan penampilan drumband dan senam perahu karet oleh para taruna-taruni STIMARYO.

Adapun 91 wisudawan terdiri dari 28 taruna program studi (prodi) sarjana transportasi, 35 prodi manajemen transportasi laut, 15 prodi permesinan kapal, dan 13 prodi studi nautika.




Kolaborasi dengan Jasa Marga dan PII, Pemkab Sleman Tanam 1.500 Bibit Pohon

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman bersama PT Jasamarga Jogja-Bawen dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) menanam bibit pohon di Dusun Plataran, Banyurejo, Tempel, pada Jumat (3/10/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan tol dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di sekitar proyek pembangunan jalan tol Jogja-Bawen.

Penanaman pohon ini dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, bersama Direktur Keuangan PT PII Donny Hamdani, Direktur Keuangan dan SDMU PT Jasamarga Jogja-Bawen Edi Sutrisno, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Sugeng Darmanto.

Direktur Keuangan dan SDMU PT Jasamarga Jogja-Bawen, Edi Sutrisno, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.

“Kami memiliki tanggung jawab sosial, antara lain di sektor lingkungan seperti penghijauan ini, yang kami laksanakan di sejumlah lokasi, termasuk di wilayah Sleman,” ungkapnya.

Ribuan bibit pohon yang ditanam terdiri dari berbagai jenis, seperti durian, kelengkeng, alpukat, dan nanas.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi ini. Ia menilai penanaman pohon bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk harapan akan masa depan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Dengan menanam pohon hari ini, kita sedang menanam harapan, kesejahteraan, dan keberlanjutan bagi generasi mendatang,” ujar Danang.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi ini menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam mewujudkan pembangunan yang ramah lingkungan dan memperhatikan aspek sosial.

Danang berharap, kegiatan ini dapat memperkuat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan membangun optimisme untuk mewujudkan Sleman yang maju, lestari, dan beradab. (Humas Sleman)




Sebut Sampah Tanggung Jawab Bersama, Wabup Sleman Apresiasi Bank Sampah Apel Condongcatur

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menegaskan bahwa permasalahan sampah adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Pernyataan ini disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Bank Sampah Apel (Ayo Peduli Lingkungan) di Perumnas Condongcatur, Depok, pada Jumat (3/10/2025).

Danang mengapresiasi konsistensi Bank Sampah Apel yang telah mengelola sampah sejak tahun 2010. Menurutnya, upaya tersebut sangat membantu pemerintah dalam mengurangi permasalahan sampah di Kabupaten Sleman.

“Kepedulian para ibu di bank sampah ini dalam mengelola sampah secara konsisten patut menjadi perhatian dan pembelajaran bersama. Walaupun volumenya tidak besar, mereka sudah punya andil dalam mengurangi sampah,” ujar Danang.

Lebih lanjut, Danang menyebut pengelolaan sampah yang baik, seperti yang dilakukan oleh bank sampah, dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. “Bukan soal besar kecilnya keuntungan yang didapat, tetapi ketekunan para ibu dalam mengolah sampah yang patut kita apresiasi,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bank Sampah Apel, Herliyanti, menjelaskan bahwa acara HUT ini diselenggarakan untuk memotivasi para relawan agar tetap konsisten mengelola sampah.

“Kami mengadakan berbagai kegiatan, termasuk pelatihan pengelolaan sampah organik untuk warga sekitar dan ibu-ibu PKK. Tujuannya agar masalah sampah organik bisa diselesaikan dari rumah masing-masing,” kata Herliyanti.

Bank Sampah Apel selama ini telah berhasil mengolah sampah anorganik dan organik menjadi berbagai produk bernilai guna, seperti kursi, bunga hias, kompos, biopori, losida, dan eco enzym. (Humas Sleman)