PADAS Sleman Inisiasi Festival Dagelan Antarkapanewon

Sleman – Paguyuban Dagelan Mataram Sleman (PADAS) menginisiasi program untuk memajukan seni dagelan tradisional di Kabupaten Sleman. Salah satu program yang digagas adalah penyelenggaraan Festival Dagelan Mataram Antarkapanewon, yang diharapkan dapat meningkatkan popularitas dan kualitas seni dagelan. Ide ini dilontarkan oleh pengurus PADAS, Suparno, dalam sebuah pertemuan di kediamannya di Salakan, Selomartani, Kalasan, Selasa (7/10/2025).
Suparno mengungkapkan bahwa seni dagelan belum begitu memasyarakat jika dibandingkan dengan seni dan budaya lain seperti Jathilan, Kethoprak, atau seni religius. Oleh karena itu, pengurus PADAS akan merumuskan program yang lebih detail, yang bertujuan agar seni dagelan dapat lebih dikenal dan diapresiasi oleh masyarakat luas.
Dalam pertemuan berupa sarasehan yang diadakan belum lama ini, PADAS membahas beberapa pokok pikiran, di antaranya konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kapanewon, penyusunan program pembinaan tatap muka, dan identifikasi calon anggota berbakat.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah seniman dagelan senior, seperti Stefanus Dalijo Angkringan, Sugiman Dwi Nurseto (RRI), Wosben, Puthut, Mbah Budi Suto, Siphe, dan Dini Penitiwati, serta narasumber Nano Asmorondono. Para seniman legendaris ini mengusulkan kepada Dinas Kebudayaan/Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman untuk menyelenggarakan pembinaan dagelan secara rutin di setiap kapanewon.
Menurut Suparno, usulan ini bertujuan agar seni dagelan dapat terus berkembang, lestari, dan semakin berkualitas.
“Ndagel itu seni yang paling sulit, karena harus bisa tampil dan membuat audiens tertawa. Kelihatannya mudah, tapi sebenarnya sulit,” ujar Suparno, mengutip pernyataan dari Wosben. (Tri Joko/KIM Kalasan)



