Penguatan Organisasi Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kapanewon Moyudan

Sleman – Kegiatan penguatan organisasi Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kapanewon Moyudan, resmi diselenggarakan di Pendapa Kapanewon Moyudan, Selasa (14/10/2025).

Acara yang diinisiasi oleh PPDI Kabupaten Sleman itu, dihadiri oleh Panewu Moyudan, Agung Dwi Maryoto. Pada kesempatan itu, Agung memberikan dukungan kepada penyandang disabilitas sesuai Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas.

“Pemerintah menjamin hak-hak penyandang disabilitas, yang meliputi aksesibilitas, pendidikan, pekerjaan, kesehatan dan partisipasi dalam kehidupan sosial,” ujarnya.

Ketua DPC PPDI Kabupaten Sleman, Sutrisno mengungkapkan bahwa keberadaan PPDI memiliki peran vital dalam mendorong kesetaraan kesempatan. “Kami berusaha maksimal untuk menggerakkan, memotivasi, memberdayakan dan membina teman-teman disabilitas termasuk yang belum bergabung,” ungkap Sutrisno.

“Kami berharap nanti di setiap kalurahan ada pengurus PPDI,” sambungnya.

Sutrisno berharap melalui kegiatan ini PPDI di tingkat kapanewon dapat menjadi motor solidaritas dan wadah pemberdayaan penyandang disabilitas. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga, dan komitmen anggota, organisasi ini diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan setara.

Visi PPDI adalah terwujudnya partisipasi penuh dan kesamaan kesempatan penyandang disabilitas dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan. PPDI memiliki peran penting dalam memperjuangkan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas agar memperoleh kesetaraan kesempatan.  s

Sementara, Kepala Jawatan Sosial Moyudan, Nurcahya Prasetya menambahkan hibah yang diterima PPDI menjadi stimulan bagi PPDI terkait pemberdayaan dan pelatihan. Setiap ciptaan Tuhan memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing demikian juga penyandang disabilitas.

Pada akhir acara utusan Dinas Sosial Kabupaten Sleman, TKSK dan perwakilan kalurahan menyaksikan penyerahan kaos seragam PPDI dari Panewu Moyudan kepada Sugeng selaku Ketua PPDI Kapanewon Moyudan. (Arief Hartanto / KIM Kertomandiri)




Monitoring dan Evaluasi Kesadaran Bela Negara di Sleman: Wujudkan Masyarakat Cinta Tanah Air Melalui Aksi Nyata

Sleman – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Kesadaran Bela Negara dan Cinta Tanah Air Tahun 2025 di Ruang Rinjani, Hotel Prima SR, Rabu (15/10/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai Kalurahan Berkarakter Pancasila di Kabupaten Sleman, antara lain Sardonoharjo, Sariharjo, Hargobinangun, Sumbersari, Sendangmulyo, Margodadi, Tridadi, Pandowoharjo, dan Condongcatur. Mereka merupakan perwakilan unsur pemerintah kalurahan, Jaga Warga, Kader Bela Negara, serta Karang Taruna.

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Kesbangpol Sleman, Immawan Nur Syaifudin. Ia menegaskan bahwa semangat bela negara merupakan kewajiban seluruh warga negara, bukan hanya tugas TNI.

 “Kita sudah melaksanakan latsar bela negara di lima kalurahan sebagai tindak lanjut dari usulan PUPM. Selain itu, ada kegiatan reguler di kapanewon dan program Paskibraka. Bela negara tidak harus angkat senjata, tetapi bisa dilakukan lewat tindakan sederhana seperti gotong royong, menjaga keamanan lingkungan, hingga membeli produk lokal,” ujar Immawan.

Kegiatan ini dimoderatori oleh salah satu Purna Paskibraka Kabupaten Sleman, Iristy Aji Pamesthi.

Pada Sesi Pertama, Immawan Nur Syaifudin menyampaikan materi tentang Pedoman Peningkatan Kesadaran Bela Negara di Daerah sesuai Permendagri Nomor 38 Tahun 2011.

Sesi Kedua diisi oleh Hari Kusuma Satria Negara dari Pusat Pengembangan Bela Negara UPN “Veteran” Yogyakarta, yang memaparkan hasil Monev Kesadaran Bela Negara dan Cinta Tanah Air.

Ia menekankan lima nilai dasar bela negara yaitu cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia pada Pancasila, rela berkorban, serta memiliki kemampuan awal bela negara.

Hari juga menjelaskan lima aspek evaluasi yang menjadi indikator yaitu sikap nasionalisme meliputi rasa bangga dan cinta tanah air. Gotong royong meliputi semangat saling membantu antarwarga. Kepedulian sosial meliputi kepekaan terhadap sesama dan lingkungan. Disiplin meliputi kepatuhan terhadap aturan dan waktu. Sementara keteladanan, menjadi contoh baik di lingkungan sekitar.

Pada sesi Ketiga, Danramil 05 Sleman Kapten Infantri Siswanto memaparkan Best Practice Bela Negara dan Cinta Tanah Air, menekankan pentingnya keteladanan dan aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Kesbangpol Sleman berharap seluruh elemen masyarakat dapat menguatkan semangat nasionalisme serta menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan konkret. Sehingga bela negara benar-benar menjadi bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara. (Andy Ahmad – KIM DSN NGAGLIK)




Peringati Hari Pangan Sedunia, Pemkab Sleman Gelar Apel Akbar

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan menyelenggarakan apel akbar dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia tahun 2025, Rabu (15/10).

Berlangsung di Lapangan Pemda Sleman, kegiatan apel akbar ini diikuti oleh jajaran Dinas Pertanian, Pangan, Dan Perikanan Sleman, Forkopimda Sleman, beserta ratusan Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani di wilayah Kabupaten Sleman.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya memimpin secara langsung pelaksanaan kegiatan apel akbar tersebut.

Dalam sambutannya, Harda Kiswaya menyampaikan bahwa peringatan Hari Pangan ini menjadi momentum untuk merenungkan kembali pentingnya upaya ketersediaan pangan bagi keberlangsungan hidup manusia di dunia secara berkelanjutan, baik di tingkat nasional, regional maupun global secara berkelanjutan.

Menurutnya, Ketersediaan pangan yang mencukupi, aman, mengandung gizi seimbang, dan akses merata adalah hak setiap manusia di dunia.

“Melalui peringatan Hari Pangan Sedunia ini, mari kita perkuat komitmen kita bersama untuk menjaga ketersediaan pangan yang mencukupi, bermutu dan aman, dari hulu ke hilir,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Harda juga menyerukan kolaborasi dalam menciptakan masa depan yang damai, berkelanjutan, sejahtera, dan berketahanan pangan. Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat direalisasikan dengan kerja sama lintas pemerintah, organisasi, sektor, dan komunitas.

“Saya berharap peringatan Hari Pangan Sedunia Tahun 2025 ini harus kita jadikan sebagai titik tolak untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan lokal. Mari bersama-sama kita mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Sleman,” ujar Harda.

Masih dalam kesempatan yang sama, peringatan Hari Pangan Sedunia ini juga dimeriahkan berbagai rangkaian kegiatan diantaranya, penyerahan bantuan pertanian sebagai wujud ketahanan pangan dengan meningkatkan produksi hasil pertanian. Bantuan tersebut diserahkan oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya dan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa kepada penerima manfaat.

Adapun bantuan yang diserahkan yaitu alat dan mesin pertanian, penyediaan sarana dan prasarana pertanian, fasilitasi pemasaran, serta dukungan berupa pupuk dan pakan ternak.

Selain itu, pameran pertanian juga turut memeriahkan peringatan Hari Pangan Sedunia yang berlangsung di Lapangan Pemda Sleman. Pameran ini menjadi ruang bagi petani, pelaku usaha tani, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menampilkan berbagai hasil inovasi, produk unggulan, layanan konsultasi pertanian, pasar tani, serta alat dan mesin pertanian yang mendukung pertanian berkelanjutan.

Dalam pameran tersebut juga diselenggarakan talkshow kebijakan pertanian Sleman yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa.




Kompetisi Catur Usia Dini Sleman 2025, 34 Peserta Tampil dari Seluruh Kapanewon

Sleman – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman bersama Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Kabupaten Sleman menggelar Kompetisi Catur Usia Dini Tingkat Kabupaten, pada Senin (13/10/2025) sampai dengan Selasa (14/10/2025). Kegiatan ini berlangsung di Aula Bappeda Sleman dan diikuti oleh 34 peserta yang merupakan perwakilan dari seluruh kapanewon di Sleman.

Sebanyak 17 peserta putra dan 17 peserta putri tampil dalam ajang ini. Kompetisi ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan untuk menjaring bibit-bibit unggul atlet catur sejak usia dini.

Kepala Bidang Olahraga Dispora Sleman, Handoko mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan jangka panjang. Menurutnya, Sleman memiliki potensi besar dalam olahraga catur jika pembinaan dilakukan secara terstruktur dan dimulai sejak dini.

“Kami berharap dari kompetisi ini akan lahir atlet-atlet muda berbakat yang bisa dibina lebih lanjut hingga ke tingkat provinsi dan nasional,” ujar Handoko.

Adapun daftar pemenang lomba sebagai berikut, kategori putra juara satu diraih oleh Afiq Aghaahza Fariustoyo (Gamping). Juara dua, Steven Broto Hutagaol (Berbah), juara tiga Achmad Hafiz Natha (Prambanan), dan juara empat diaraih Damar Maulana Saputra (Godean).

Sedangkan kategori putri, juara satu diraih oleh Shalsabilla Berlian Herfesa (Depok). juara dua, Shaholaw Prinzha Herfesa (Kalasan). Juara tiga, Cita Khoirunnisa (Godean). Juara empat, Neymar Nur Katijah Kui Putri (Tempel)

Salah satu pembina atlet catur Sleman, Ilham Agus Prasetyo, menilai kegiatan ini sangat penting sebagai media pembinaan dan pengembangan minat anak-anak dalam olahraga catur. Ia juga mengusulkan agar pada pelaksanaan tahun berikutnya, setiap kapanewon bisa mengirimkan dua peserta untuk meningkatkan kualitas pertandingan.

“Ajang seperti ini bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi juga sebagai sarana silaturahmi dan pembentukan karakter anak sejak dini,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap dapat menciptakan ekosistem olahraga yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan, serta mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi di masa depan. Ilham Agus/ KIM Seyegan




Dinkop UKM Sleman Gelar Pelatihan Pengurus KDMP, Dorong SDM Koperasi Desa Merah Putih

Sleman – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas SDM koperasi bagi pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai dari 14 hingga 16 Oktober 2025, bertempat di Hotel Grand Serela Yogyakarta.

Pelatihan ini diikuti oleh 43 peserta dari unsur pengurus KDMP yang berasal dari delapan Kapanewon, yakni Seyegan, Mlati, Turi, Tempel, Moyudan, Gamping, Godean, dan Minggir. Peserta dibagi ke dalam dua kelas, yaitu Kelas A dan Kelas B.

Kepala Dinas Koperasi UKM Sleman, Sutiasih menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi pengurus koperasi, khususnya dalam hal pengelolaan usaha secara profesional dan kredibel.

“Pelatihan ini tidak hanya untuk membekali SDM koperasi dengan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga untuk mensosialisasikan regulasi pemerintah terkait perkoperasian,” ujar Sutiasih dalam sambutannya.

Dalam kesempatan yang sama, Sutiasih juga mengumumkan bahwa Satuan Tugas KDMP tingkat Kabupaten telah terbentuk. Satgas ini diketuai oleh Bupati Sleman, dengan Sekretaris Daerah sebagai wakil ketua, dan dirinya sendiri sebagai sekretaris.

“Satgas KDMP tingkat kabupaten merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mendukung program KDMP agar terus berkembang dan tidak stagnan,” tandasnya.

Ia berharap Kabupaten Sleman dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengembangan koperasi desa berbasis SDM yang andal.

Peran HIPMI dalam Pengembangan Koperasi Turut memberikan pandangan, Ilham Agus Prasetyo dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menyampaikan bahwa pihaknya siap berperan aktif dalam penguatan koperasi melalui dukungan perencanaan bisnis.

“Peran HIPMI nanti sebagai angin segar dalam membantu menyiapkan business plan agar proses menjalankan dan merancang program koperasi ke depan sesuai target dan tujuan yang ingin dicapai,” ujarnya.

Dorong Pemberdayaan Ekonomi Desa Melalui pelatihan ini, Dinas Koperasi UKM Sleman berharap dapat menciptakan tata kelola koperasi yang profesional dan berdampak langsung pada kemajuan ekonomi masyarakat desa. Dengan peningkatan kapasitas pengurus secara berkelanjutan, koperasi di Sleman diyakini mampu berperan lebih besar dalam pemberdayaan ekonomi lokal secara berkelanjutan. (Ilham Agus/KIM Seyegan)