Pengukuhan Kelompok Tani Kelas Pemula Semawung Sumberejo Tempel

Sleman – Kelompok Wanita Tani (KWT) Sejahtera Semawung Sumberrejo, Tempel, Sleman dikukuhkan pada Rabu (22/10/2025), di kebun KWT setempat.

Hadir dalam acara ini Kepala BP4 wilayah 3, Nur Hayati, PPL Sumberrejo, Fitri Widiyastuti, Lurah Sumberrejo, Andjar Purwanto, Ulu ulu Sumberrejo, Supraja, Ketua GAPOKTAN, Karyorejo, kelompok tani dan sejumlah undangan.

Nur Hayati dalam pidatonya mengucapkan selamat atas sudah di kukuhkan. “

“Kemudian supaya lebih giat lagi, sesuai slogan, nandur sek di pangan dan mangan sek di tandur, setiap keluarga wajib menanam apa yang menjadi kebutuhan makan sehari hari, dan bila lebih bisa di jual,” ujarnya.

Lurah Sumberrejo, Andjar Purwanto pun ikut mengucapkan selamat atas dikukuhkannya KWT Sejahtera Semawung. Ia bahkan mendorong peningkatkan kemampuan anggota KWT tersebut. (Muryana/KIM Senyum Tempel)




Bimtek LKK Kalitirto: Pertajam Enam LPM Posyandu

Sleman – Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) Kalitirto mengikuti bimbingan teknis (bimtek) yang merupakan program peningkatan kompetensi dan keteramapilan teknis, yang diadakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, pada Selasa (21/10/2025) di Pendopo Guyubrukun Baran, Kalitirto, Bertbah. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan LKK padukuhan yang terdiri dari RT, RW, LPM, PKK, Karang Taruna, Posyandu, Linmas dan tokoh masyarakat.

Hadir di acara ini, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sleman, Guntur Yoga Purnawan yang dalam sambutannya menekankan bahwa LKK merupakan mitra pemerintah kalurahan yang ikut berperan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan serta peningkatan pelayanan masyarakat.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas PMK Kabupaten Sleman, Ekowati menyampaikan isu strategis enam bidang Standar Pelayanan Minimial (SPM) Posyandu, yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman, dan sosial.

“Bidang pendidikan, untuk meningkatkan kualitas pendidikan di masyarakat, masih belum terpenuhinya kebutuhan esensial pendidikan pada anak khususnya pada anak usia dini. Bidang kesehatan, memberikan layanan kesehatan seperti tentang tumbuh kembang anak, penyuluhan tentang gizi, dan juga vaksin, masih belum optimalnya pelayanan kesehatan di masyarakat kalurahan. Bidang pekerjaan umum, seperti perbaikan infrastruktur, pemeliharaan lingkungan dan fasilitas umum, masih belum terpenuhinya jumlah sarpras air bersih, sanitasi lingkungan, MCK dan juga sampah,” jelasnya.

“Bidang perumahan rakyat, seperti bantuan rumah tidak layak huni, serta penyuluhan tentang tata ruang dan perumahan, masih kurangnya penyediaan rumah layak huni. Bidang ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, seperti sosialisasi tentang pentingnya menjaga keamanan lingkungan, masih kurangnya jaminan rasa aman dan belum optimalnya upaya pencegahan terhadap gangguan ketenteraman dan ketertiban umum. Terakhir, bidang sosial seperti pelayanan sosial yang mencakup  bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, pemberian bantuan sosial, dan pendampingan kasus sosial, masih kurangnya perlindungan sosial dan dan jaminan sosial masyarakat,” sambung Ekowati.

Ia menegaskan, kini posyandu memiliki layanan tambahan di lima bidang lainnya. Hal ini tentu memiliki tantangan tersendiri. Meski begitu, dengan mengintegrasikan enam bidang tersebut, posyandu diharapkan diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih komprehensif dan berdampak positif bagi masyarakat. (M.A. Sanusi, KIM Tirto Gumregah Berbah).




Sarasehan FKDM Tempel Bahas Optimalisasi Peran Masyarakat dalam Deteksi dan Cegah Dini Ancaman Kamtibmas

Sleman – Dalam rangka memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga stabilitas wilayah, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kapanewon Tempel menggelar sarasehan bertema “Optimalisasi Peran Masyarakat dan FKDM dalam Meningkatkan Cegah Dini terhadap Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan di Kabupaten Sleman”.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman dan berlangsung di Rumah Makan Joglo Jamal 17, Margorejo, Tempel, Rabu (22/10/2025).

Acara dihadiri oleh Panewu Tempel, Dakiri didampingi Kepala Jawatan Keamanan, Heni Ristiawan beserta jajarannya. Hadir pula Babinsa dan Bhabinkamtibmas se-Kapanewon Tempel, Jogoboyo se-Kapanewon Tempel, serta seluruh anggota dan pengurus FKDM dan FPK.

Dari unsur Kesbangpol Sleman, hadir sebagai narasumber Bagas Jalu Anggara yang mewakili Kepala Badan Kesbangpol Sleman. Dalam paparannya, Bagas menekankan pentingnya kolaborasi masyarakat dengan pemerintah daerah dalam memperkuat sistem deteksi dini dan pencegahan potensi gangguan keamanan.

“FKDM memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas wilayah. Melalui komunikasi aktif dan pelaporan cepat, kita dapat mengantisipasi setiap potensi ancaman dan menghindari konflik sosial sejak dini,” ujar Bagas.

Narasumber kedua, perwakilan Korwil Sleman BINDA DIY, M. Riyanto membawakan materi bertema deteksi dini dalam rangka antisipasi kondisi kamtibmas di wilayah kabupaten sleman. Dalam pemaparannya, ia menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman di berbagai sektor ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan (Ipoleksosbudhankam).

Riyanto memaparkan beberapa isu aktual yang perlu dicermati bersama, antara lain ideologi meliputi potensi bangkitnya paham ekstrem kanan dan kiri.

Kemudian politik seperti isu polemik ijazah presiden dan wacana pemakzulan wakil presiden. Selanjutnya ekonomi berupa kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok masyarakat (bapokmas), serta pelaksanaan program MBG.

Sosial budaya meliputi dinamika aksi unjuk rasa, perkembangan aktivitas Gunung Merapi, dan potensi konflik sosial.

Pertahanan dan keamanan sperti aktivitas eks napiter, kelompok separatis, dan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan masyarakat berskala besar.

Dalam sesi diskusi, Riyanto juga memberikan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya pentingnya peningkatan literasi keamanan sosial di tingkat masyarakat, penguatan koordinasi lintas sektor, dan pelaporan dini berbasis komunitas.

“Kewaspadaan dini tidak cukup hanya dengan memantau, tapi juga memahami konteks sosial di balik setiap isu. Masyarakat harus menjadi agen informasi yang akurat dan berimbang,” tegas Riyanto.

Sementara itu, Panewu Tempel Dakiri dalam penutupan acara menyampaikan gambaran umum mengenai kondisi Kamtibmas dan kerawanan sosial di wilayah Kapanewon Tempel.

“Secara umum Tempel dalam kondisi aman dan kondusif. Namun, kita tetap perlu waspada terhadap potensi kerawanan sosial yang bisa muncul akibat dinamika ekonomi, politik, maupun media sosial. Oleh karena itu, koordinasi antara FKDM, FPK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat harus terus diperkuat,” jelas Dakiri.

Kegiatan sarasehan ini berlangsung interaktif dengan semangat kebersamaan dan komitmen memperkuat sinergi lintas unsur. Seluruh peserta sepakat bahwa deteksi dini dan cegah dini bukan sekadar tanggung jawab aparat, tetapi tanggung jawab bersama untuk menjaga ketentraman dan keamanan di wilayah Kapanewon Tempel serta Kabupaten Sleman pada umumnya. “Kewaspadaan dini adalah wujud kepedulian kita terhadap keamanan bersama. Masyarakat yang peduli adalah benteng pertama bagi kestabilan bangsa,” demikian pesan penutup yang disampaikan dalam forum tersebut. (sbd kim tempel)




Pemuda Donoharjo, Tangguh, Berkarakter dan Mandiri

Sleman – Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman adakan sarasehan kepemudaan dengan tema pemuda tangguh, berkarakter, dan mandiri, pada Selasa (21/10/2025) di di Balai Kencono RW 30, Bakalan, Donoharjo, Ngaglik.

Acara ini diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, dan perwakilan organisasi kepemudaan Donoharjo.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ir. H. Abdul Kadir, anggota DPRD Sleman, Triningsih Pawestri, perwakilan Dispora Sleman dan Erwin Rizki Nur Rofiq, serta Dani Prasetyo.

Salah satu panitia penyelenggara, Anang Patri W menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat kemandirian, karakter kuat, serta ketangguhan mental di kalangan generasi muda.

“Hal itu agar siap menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks,” ujarnya.

Perwakilan Dispora Sleman, Triningsih Pawestri menyempaikan berbagai program prioritas kepemudaan yang ada di Dispora Sleman yang bisa diakses para pemuda.

Selain memberikan materi motivasi dan wawasan kepemimpinan, Abdul Kadir juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar organisasi kepemudaan. Menurutnya, sinergi antar lembaga pemuda dapat memperkuat jaringan kerja serta mempercepat terwujudnya program-program pembangunan berbasis potensi lokal.

Sarasehan ini juga diisi dengan diskusi terbuka, para peserta saling bertukar pengalaman dan gagasan mengenai tantangan yang dihadapi oleh organisasi kepemudaan di tingkat daerah. Pada sesi ini, peserta mendapatkan inspirasi baru untuk mengembangkan kegiatan positif di wilayah masing-masing.   (Arief Hartanto KIM Kertomandiri)




Takmir Masjid An-Najah Luncurkan Buku Khothbah Jumat Empat Bahasa

Sleman – Khuthbah merupakan rangkaian wajib dari Ibadah salat Jumat, dengan syarat dan rukun yang telah ditentukan. Guna membantu para khothib dalam menyampaikan khuthbah, Takmir Masjid An-Najah MAN 4 Sleman me-launching Antologi Khuthbah Jumat Jilid 1. 

“Buku ini merupakan buah karya dan dedikasi Takmir Masjid An-Najah MAN 4 Sleman, lahir dari semangat dakwah, literasi, dan penguatan kemampuan berbahasa para khatib muda,” ujar guru Bahasa Arab, Dzulhaq Nurhadi sekaligus salah satu penyusun, saat menyampaikan laporannya pada Rabu (22/10/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Santri.

Peluncuran ditandai dengan penyerahan cover secara simbolik dari Akhmad Mustaqim mewakili tim penyusun kepada Kepala MAN 4 Sleman.   Antologi Naskah Khutbah Jilid 1 ini ditulis dalam empat bahasa, yaitu Indonesia, Jawa, Inggris dan Arab. Adapun tim penyusunnya ialah Ahmad Arif Makruf, Akhmad Mustaqim, Dzulhaq Nurhadi, dan Edy Suparyanto.

Arif menyampaikan apresiasi, dukungan serta terima kasih atas keikhlasan para penyusun dan dukungan seluruh warga madrasah. 

“Antologi Khutbah Jumat jilid 1 yang tersaji dalam empat Bahasa, Arab, Indonesia, Inggris, dan Jawa, menjadi simbol integrasi antara nilai keislaman, kebangsaan, dan kearifan lokal, sekaligus membuka wawasan global bagi para pelajar madrasah,” tegasnya. 

Naskah Khuthbah Jumat 4 bahasa diterbitkan pertama kali pada 2 Mei 2025, dan disebarluaskan setiap hari Rabu atau Kamis.  Penyebarluasan dalam bentuk soft copy format PDF melalui berbagai grup WA, tersebar ke seluruh penjuru tanah air, ujar Dzulhaq Nurhadi. 

“Dalam jilid I ini, terdiri dari 20 Judul atau 20 Edisi. Untuk jilid II direncanakan akan kita launching saat Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama tahun 2026 mendatang. Mohon doa restu dan dukungannya,” lanjut Dzulhaq.

Melalui buku ini, Takmir Masjid An-Najah ingin menegaskan bahwa dakwah tidak berhenti di mimbar, tetapi juga dapat hadir dalam bentuk karya tulis yang mendidik, inspiratif, dan lintas bahasa.  Peluncurannya pun di hari yang Istimewa yakni bertepatan dengang peringatan Hari Santri tahun 2025. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)