Pemuda Tempel Borong Prestasi di Ajang Penghargaan Kepemudaan Sleman 2025

Sleman – Pemuda Kapanewon Tempel kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih sejumlah penghargaan dalam acara Pemberian Penghargaan Bidang Kepemudaan Tahun 2025. Ajang yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman ini digelar di Rumah Dinas Bupati Sleman pada Selasa (28/10/2025) dan dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

Salah satu prestasi utama diraih oleh Doni Pradana dari Kalurahan Merdikorejo yang dinobatkan sebagai Pemuda Pelopor Kabupaten Sleman Tahun 2025. Doni berhasil unggul berkat inovasi di bidang pemberdayaan masyarakat dan lingkungan yang memberikan dampak nyata di wilayahnya.

“Penghargaan ini bukan sekadar kebanggaan pribadi, tapi juga bukti bahwa pemuda Tempel mampu menjadi pelopor perubahan positif,” ujar Doni usai menerima penghargaan.

Selain itu, tiga pemuda asal Tempel juga berprestasi dalam kategori baru “Juragan Muda” yang diberikan sebagai apresiasi bagi pelaku usaha muda inspiratif. Mereka adalah Didit Purnama dan Raihan Yudhistira dari Kalurahan Sumberrejo, serta Arif Reksa Pambudi dari Kalurahan Pondokrejo. Ketiganya diapresiasi atas semangat kewirausahaan dan kontribusinya dalam menciptakan lapangan kerja serta memotivasi generasi muda lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengapresiasi tinggi kiprah para pemuda tersebut. Ia menegaskan bahwa pemuda adalah motor penggerak pembangunan daerah dan Pemerintah Kabupaten Sleman akan terus mendukung kreativitas generasi muda.

Kepala Dispora Sleman, Heru Saptono, menambahkan bahwa penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi para pemuda untuk terus berinovasi dan berkontribusi.

“Peran pemuda sangat penting dalam membangun Sleman. Inovasi, kepedulian, dan semangat mereka merupakan fondasi bagi kemajuan daerah,” ungkapnya.

Kehadiran Panewu Anom Tempel, Eni Yuliani, bersama Lurah Sumberrejo Anjar Purwanto dalam acara tersebut turut memberikan dukungan kepada para pemuda berprestasi.

“Kami sangat bangga atas capaian para pemuda dari Tempel. Kerja keras dan kreativitas mereka telah membawa nama baik daerah dan menginspirasi generasi muda lainnya,” tutur Eni Yuliani. (sbd kim tempel)




Peringatan Sumpah Pemuda di Gamping, Polsek Gamping Ajak Pemuda Jadi Agen Solusi

Sleman – Pemerintah Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 pada Selasa (28/10/2025). Acara ini menjadi ajang refleksi dan penguatan peran generasi muda sebagai agent of solution dalam menghadapi berbagai tantangan.

Upacara yang berlangsung khidmat dipimpin oleh Kanit Samapta Polsek Gamping, Iptu Teguh Riyanto sebagai Inspektur Upacara. Dalam amanatnya, Iptu Riyanto menyampaikan pesan bahwa pemuda masa kini tidak lagi berjuang melawan penjajahan, melainkan menghadapi tantangan globalisasi, teknologi, dan ketimpangan sosial.

“Pemuda masa kini harus memiliki daya saing, karakter bermartabat, dan kemampuan adaptif. Bangsa yang bermartabat adalah bangsa yang generasi mudanya berpikir kritis dan bertindak solutif,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemuda Sleman harus menjadi pelaku perubahan yang membawa solusi nyata bagi masyarakat, bukan hanya menjadi penonton.

Pada upacara ini, taruna SMK Pelayaran Putra Samodera Yogyakarta bertugas sebagai petugas upacara. Keterlibatan mereka menunjukkan kesiapan generasi muda dalam menjaga martabat dan semangat kebangsaan. Hal ini juga menjadi ajang pembentukan karakter dan kebanggaan bagi para taruna.

Panewu Gamping, Suyanto, berharap generasi muda dapat lebih aktif dalam inovasi, teknologi, dan kreativitas sosial, seperti pengembangan desa digital, ekonomi kreatif, dan kegiatan lingkungan.

“Pemuda yang mampu membaca kebutuhan zaman sekaligus menjaga nilai-nilai luhur bangsa akan menjadi aset yang tak ternilai,” kata Suyanto.

Peringatan ini diharapkan dapat menerjemahkan nilai Sumpah Pemuda menjadi kontribusi solutif. Melalui semangat ini, generasi muda diharapkan mampu berpikir lintas batas, berkolaborasi, dan berakar pada jati diri bangsa. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Perkuat Karakter Bangsa, PKK Sleman Gelar Sosialisasi P4GN dan Bela Negara

Sleman – Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman mengadakan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) di Ruang Rapat Sembada, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Selasa (28/10). Kegiatan ini dihadiri 34 peserta yang terdiri dari pengurus Pokja 1 TP PKK Kabupaten, ketua Pokja 1 PKK Kapanewon, dan ketua Pokja 1 PKK Kalurahan.

Ketua Bidang Pembinaan Karakter TP PKK Kabupaten Sleman, Novia Putri Gustan Ganda, membuka acara dengan menekankan peran penting kader PKK dalam membangun karakter bangsa. Ia mendorong kader untuk menanamkan nilai-nilai bela negara, termasuk melalui hal-hal sederhana seperti mencintai dan mempromosikan produk dalam negeri.

“Sebagai teladan bagi anak-anak, kita harus menanamkan karakter cinta tanah air,” ujarnya.

Novia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.

“Saya berharap sosialisasi P4GN ini bisa diteruskan di setiap kalurahan dan kapanewon untuk menciptakan lingkungan sehat dan menyelamatkan generasi penerus bangsa,” tegasnya.

Pada sesi pertama, Sunardi, dari Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman, menyampaikan materi tentang “Cinta Produk Dalam Negeri: Bentuk Bela Negara di Era Global”. Ia menjelaskan bahwa bela negara tidak hanya bersifat militer, tetapi juga mencakup kontribusi di bidang ekonomi, sosial, dan budaya.

“Memilih dan menggunakan produk Indonesia adalah bentuk nyata bela negara. Ini mendukung ekonomi nasional, memperkuat UMKM, dan mengurangi ketergantungan impor,” jelasnya.

Sesi kedua menghadirkan narasumber dari BNN Kabupaten Sleman, Dyah Aridha W. dan Rezza Fuadia, yang membahas pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika. Keduanya mengajak peserta untuk menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan bebas narkoba.

Melalui kegiatan ini, TP PKK Kabupaten Sleman berharap para kader dapat memperkuat komitmen menanamkan nilai-nilai bela negara, mencegah penyalahgunaan narkoba, serta mendorong kemandirian ekonomi. (Andy Ahmad/KIM DSN Ngaglik)




SD Muhammadiyah Mantaran Gelar Pelatihan Mitigasi Gempa, Wujudkan Sekolah Siaga Bencana

Isi Berita

Sleman – SD Muhammadiyah Mantaran, Trimulyo, Sleman, menggelar kegiatan edukasi mitigasi gempa bumi pada Senin (27/10). Pelatihan ini menghadirkan Supriyanto atau “Ndan Supri Semprit”, beserta tim AmbulanMu Turi dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Sleman.

Supriyanto menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran dan kesiapsiagaan sejak dini di lingkungan sekolah. Sebagai lembaga penanggulangan bencana Muhammadiyah, MDMC tidak hanya bergerak saat bencana terjadi, tetapi juga fokus pada edukasi, mitigasi, dan kesiapsiagaan.

Materi dimulai dengan pengenalan berbagai jenis bencana. Ia menekankan pentingnya pemahaman dasar agar siswa tidak panik saat terjadi gempa.

“Bencana tidak bisa dihindari, tapi dampaknya bisa diminimalkan jika kita siap,” tegas Supriyanto.

Setelah sesi teori, siswa diajak mempraktikkan simulasi penyelamatan diri saat gempa, termasuk langkah “drop, cover, and hold on”. Mereka juga dilatih untuk menuju titik kumpul yang aman setelah guncangan berhenti. Suasana simulasi berlangsung penuh semangat.

Pada sesi evaluasi, Supriyanto merekomendasikan sekolah untuk memperbarui Tim Siaga, dokumen prosedur tanggap bencana, dan memasang rambu-rambu evakuasi.

Kepala SD Muhammadiyah Mantaran, Nur Hayati , M.M., menyambut baik kegiatan ini dan berterima kasih kepada MDMC PDM Sleman. “Edukasi semacam ini sangat penting agar warga sekolah tangguh menghadapi bencana,” tuturnya. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri)




Pemuda Sleman Ciptakan Pengurai Sampah dari Air Kelapa, Raih Juara Inovasi Teknologi DIY

Sleman – Ria Karyanto, pemuda asal Girirupo, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, berhasil menorehkan prestasi di Hari Sumpah Pemuda ke-97 dengan menciptakan inovasi pengurai sampah dari air kelapa. Karyanya yang dinamai CWeOD (Coconut Water Organic Decomposer) sukses meraih Juara 1 Bidang Inovasi Teknologi Tingkat Provinsi DIY.

Penghargaan diserahkan dalam ajang kompetisi inovasi yang digelar oleh Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY pada Selasa (28/10/2025).

Ria menjelaskan, inovasi ini bermula dari pemanfaatan air kelapa sisa parutan yang selama ini menjadi limbah.

“Setelah beberapa kali percobaan, ternyata cairan itu bisa diubah menjadi dekomposer yang efektif dan ramah lingkungan,” ujar Ria usai menerima penghargaan.

Cairan CWeOD berfungsi mempercepat proses penguraian sampah organik dan menghilangkan bau tak sedap. Sebelum diikutkan kompetisi, Ria telah melakukan uji coba mandiri di lingkungan tempat tinggalnya. Hasilnya, cairan ini mampu menekan bau sampah dapur dan mempercepat pembusukan sisa bahan organik.

“Produk ini sederhana tapi manfaatnya besar. Saya berharap CWeOD bisa membantu masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga secara mandiri,” tambahnya.

Inovasi yang diusung Ria sejalan dengan tema Hari Sumpah Pemuda ke-97, yakni “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”. Ria membuktikan bahwa semangat kolaborasi dan kontribusi nyata bisa dimulai dari hal kecil.

“Semoga langkah kecil ini bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman muda lainnya. Dari hal kecil, kita bisa ikut menjaga bumi dan memberi manfaat untuk sesama,” pungkasnya. (ESK – KIM DSN Ngaglik)