Yayasan Badan Wakaf UII Bersama KUA dan DMI Sleman Gelar Program Peduli Marbot Masjid di Ngaglik

Sleman – Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia (UII) melalui Lazis Unisia bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Ngaglik, Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan Kapanewon Ngaglik menyelenggarakan kegiatan Peduli Marbot Masjid dan Musholla, di Aula Kapanewon Ngaglik, Kamis (30/10/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh 100 marbot masjid dan musala se-Kapanewon Ngaglik. Selain mendapatkan pembekalan dan penguatan kapasitas kemarbotan, para peserta juga menerima bantuan insentif, alat kebersihan, serta perlengkapan ibadah yang disalurkan melalui Lazis Unisia UII.

Kepala KUA Ngaglik, H. Handoyo dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antara umaro, zu’ama, dan para marbot dalam rangka mempererat komunikasi dan membangun sinergi pelayanan di bidang keagamaan.

 “Keberadaan marbot sangat penting sebagaimana imam. Rasa nyaman, aman, dan kebersihan masjid tidak terlepas dari kerja keras dan kreativitas marbot,” ujar Handoyo.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran bagi para marbot untuk senantiasa ikhlas dalam berkhidmat melayani umat, serta meningkatkan semangat masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah.

Acara ini turut dihadiri oleh Jawatan Sosial Kapanewon Ngaglik, Ketua DMI Kabupaten Sleman, Masuko Haryono, Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat Yayasan Badan Wakaf UII, Aden Wijdan, Ketua Lazis Unisia UII, Muzhoffar Akhwan dan seorang narasumber yaitu Lukman A. Irfan.

Program peduli marbot masjid atau musala ini menjadi wujud nyata sinergitas antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam menguatkan peran masjid sebagai pusat kegiatan ibadah dan pemberdayaan umat di wilayah Sleman. (ESK -KIM DSN Ngaglik)




Bakesbangpol Sleman Lakukan Penyuluhan NAPZA sebagai Upaya P4GN di Condongcatur

Sleman – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan NAPZA (Narkotika, Psikotropika dab Zat Adiktif lainya) bertempat di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur, Kamis (30/10/2025).

Kegiatan ini dikuti 50 orang dari perwakilan Karangtaruna, PKK, LPMKal, PKK, Satlinmas Condongcatur, Satgas P4GN Padukuhan Kayen dan Gandok, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Adapun narasumber berasal dari perwakilan Kesbangpol Kabupaten Sleman, Kamituwa Condongcatur dan Ketua Satgas P4GN Condongcatur

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kesbangpol Sleman dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam kegiatan penyuluhan Napza hari ini.

“Sebagai Kalurahan Bersinar (Bersih Narkoba) sejak tahun 2018, Condongcatur terus berkomitmen membangun lingkungan yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan Napza melalui edukasi, pengawasan, dan pemberdayaan masyarakat. Mari bersama-sama kita jaga keluarga dan generasi muda agar terhindar dari bahaya Napza, demi terwujudnya Condongcatur yang sehat, aman, dan produktif,” pungkasnya.

Kepala Bidang Politik dalam Negeri dan Ketahanan Nasional Bakesbangpol Kabupaten Sleman, Achmad Raharjo menyampaikan maksud dan tujuan penyuluhan ini adalah sebagai upaya preventif dalam pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Sehingga masyarakat mampu secara mandiri menangkal dampak negatif narkotika.

“Permasalahan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainya mempunyai dimensi yang luas dan komplek, baik dari sudut pandang medik, psikiatri, kesehatan jiwa maupun psikososial, ekonomi, politik, sosial budaya, kriminalitas dan sebagainya,” ungkapnya.

“Penyuluhan Napza merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi adanya penyalahgunaan narkotika di lingkungan masyarakat maupun instansi pemerintahan dan lingkungan lainya,” sambung Achmad.

Ia menambahkn penyalahgunaan NAPZA merupakan permasalahan yang tidak bisa hilang hanya dengan melakukan pemberantasan saja. Perlu adanya upaya melakukan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak buruk narkotika dan cara menghindari penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainya.

Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam selaku narsumber memaparkan materi tentang peran tokoh masyarakat dalam mengawal generasi muda tanpa narkoba. Ia menegaskab bahwa tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam pencegahan NAPZA.

Mereka menjadi penggerak sosial yang mengedukasi komunitas, memberikan teladan, dan menjaga norma sosial agar generasi muda terhindar dari penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.

” Tokoh masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam pencegahan penyalahgunaan NAPZA. Mereka berfungsi sebagai penggerak sosial dan teladan bagi generasi muda. Melalui edukasi dan kegiatan positif, tokoh masyarakat dapat mengurangi dampak negatif NAPZA pada kesehatan, sosial, dan ekonomi,” ujar Al Thouvik.

Ia menambahkan pemuka adat, tokoh agama dan tokoh pemuda dapat berperan aktif dalam pencegahan NAPZA dengan mengadakan kegiatan edukatif seperti penyuluhan, seminar, dan lokakarya. Mereka juga dapat menjadi teladan dalam gaya hidup sehat dan mempromosikan kegiatan positif, seperti olahraga dan seni, yang menjauhkan generasi muda dari pengaruh buruk NAPZA.

Sementara itu, Ketua Satgas Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Condongcatur, Ninik Setyarini menyampaikan tentang  strategi dan impelementasi program P4GN di Kalurahan Condongcatur yaitu dengan beberapa kegiaan seperti penguatan karakter untuk anggota satgas P4GN, sosialisasi, edukasi bahaya narkoba, plangisasi kampanye bahaya narkoba, kunjungan ke panti rehabilitasi narkoba, senam sehat (kegiatan positif) dengan merangkul BNN Kabupaten Sleman dan bakti sosial.

“Penggiat P4GN berperan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat melalui edukasi dan penyuluhan tentang bahaya narkoba yang dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan karakter yang kuat dan tangguh dalam menghadapi tantangan terkait narkoba,” tuturnya.

“Penggiat P4GN melakukan pengawasan dan pemantauan di lingkungan masyarakat untuk mencegah penyalahgunaan narkoba bekerja sama dengan BNN Sleman untuk melaksanakan program P4GN dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba. Adapun tujuan dari kegiatan penggiat Satgas P4GN anti narkoba adalah untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba,” jelas Ninik. (Wasana / KIM Depok)




Pengurus KONI Sleman Masa Bakti 2025-2029 Resmi Dikukuhkan

Sleman – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sleman masa bakti 2025 – 2029 resmi dikukuhkan, Kamis (30/8).

Berlangsung di Pendopo Parasamya Kantor Setda Sleman, pengukuhan dilakukan secara langsung oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X yang merupakan Ketua Umum KONI DIY dan disaksikan oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa bersama jajaran Forkopimda Sleman.

Dikukuhkannya pengurus baru KONI Sleman ini merupakan hasil Musorkab KONI Sleman yang telah dilaksanakan 11 Oktober 2025 lalu terkait penetapan dan penyusunan kepengurusan KONI Sleman.

Adapun Ketua Umum KONI Sleman masa bakti 2025-2029 yang dikukuhkan dalam kesempatan tersebut yaitu Haris Sutarta dengan Wakil Ketua I Fauzi, Wakil Ketua II Hadiman Hadiwijoyo, dan Wakil Ketua III Taupiq Wahyudi.

Ketua UMUM KONI DIY, KGPAA Paku Alam X dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamatnya kepada para pengurus KONI Sleman yang dikukuhkan dalam kesempatan tersebut.

Ia juga berpesan kepada para pengurus untuk menjadikan jabatan sebagai ladang pengabdian dan bekerja dengan hati berlandaskan semangat dan sportivitas, kebersamaan, dan profesionalisme.

“Mari kita jadikan Sleman sebagai lumbung atlet berprestasi,” ujarnya.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut KGPAA Paku Alam X juga mengatakan bahwa pembinaan yang baik tidak hanya tentang latihan fisik dan teknik, tetapi juga mencakup pola manajemen organisasi yang profesional, berkelanjutan, dan berbasis data.

Ia mengajak seluruh jajaran KONI, pelatih, dan pengurus cabang olahraga untuk lebih peka dan peduli terhadap atlet, baik kesehatan, kondisi, dan juga mungkin mentalnya.

“Mari kita bangun sistem pembinaan yang menyeluruh, mencakup aspek fisik, mental, dan sosial, agar para atlet mampu secara optimal tampil tanpa kehilangan keseimbangan dirinya,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menuturkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir Kabupaten Sleman telah menunjukkan kemajuan yang membanggakan dalam berbagai cabang olahraga baik tingkat DIY, nasional, maupun internasional.

Kondisi tersebut menurutnya menjadi sebuah tantangan bagi pengurus KONI Sleman yang baru untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan olahraga dalam menyusun program kerja yang berkelanjutan, membangun tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel, serta mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi dalam pengembangan olahraga di Sleman.

Danang juga mengingatkan kepada para pengurus KONI Sleman bahwa prestasi tidak bisa dicapai dengan cara yang instan. Diperlukan kerja keras, konsistensi dan kesabaran. Oleh karena itu, Ia berharap KONI Sleman bisa menjadi wadah yang mampu menyatukan seluruh elemen olahraga dengan semangat kebersamaan dan semangat gotong royong.

“Saya mengajak seluruh pengurus KONI, para pelatih, atlet dan insan olahraga Sleman untuk terus menumbuhkan semangat juang, kerja keras dan solidaritas. Karena di balik setiap kemenangan, selalu ada kerja sama, disiplin dan komitmen dari banyak pihak,” ujarnya.




Gelar Pertemuan Rutin, KIM Sembada Bahas Pelaksanaan Lomba Pertunra

Sleman – Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Sembada Kabupaten Sleman kembali menggelar pertemuan rutin, di Ruang Arjuna Kapanewon Godean, Kamis (30/10/2025).

Panewu Godean, Edy Wibowo meyampaikan bahwa keberadaan KIM sangat besar manfaatnya bagi masyarakat Sleman.

“Kita akan tahu semua keadaan daerah lain di luar kita berada dari informasi KIM. Karena KIM diwakili dari semua kapanewon yang ada di kabupaten Sleman. Selanjutnya selamat bermusyawarah semoga menghasilkan kesepakatan yang bermanfaat bagi masyarakat Sleman,” ucapnya.

Pertemuan kali ini membahas lomba video pertunjukan rakyat (Pertunra) yang akan dihelat dalam waktu dekat. Dimana, nantinya pelaksanaan lomba tersebut akan difasilitasi oleh Dinas Komunifo Kabupaten Sleman.

Lebih lanjut, Ketua KIM Daerah Istimewa Yogyakarta, H. Suripto menyampaikan lomba KIM nasional akan dilaksanakan di Tangerang. Untuk tahun ini, Provinsi DIY akan diwakili dari KIM Kabupaten Gunung Kidul.

“Semoga untuk lomba tahun ini akan mendapatkan yang terbaik, melanjutkan tahun kemaren,” ujar Suripto.

Ia juga menjelaskan tentang BPJS Ketenagakerjaan yang akan mendapatkan klaim asuransi ketika terjadi kecelakaan atau ketika ada nasabah yang meninggal.

“Untuk pengurus takmir, marbot dan imam masjid mendapatkan keringanan premi BPJS tenagakerjaan,” pungkasnya. (Kusnadi KIM Berbah)




Kolaborasi BNNK Sleman-Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman dalam Bimbingan Teknis Pembentukan Satgas Anti Narkoba

Sleman – BNNK Sleman berkolaborasi dengan Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Pembentukan Satgas Anti Narkoba terhadap masyarakat di Kalurahan Sinduadi, Selasa (28/10/2025). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Aula Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati.  

Dalam kegiatan ini, BNNK Sleman menyampaikan materi tentang peran IBM dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN).

Pada kesempatan ini juga disampaikan tentang jenis dan penggolongan narkotika beserta upaya pencegahan dan upaya rehabilitasi yang dapat dilakukan. Pada kesempatan kali ini juga disampaikan terkait peran Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) yang dilakukan oleh Agen Pemulihan (AP).

Masyarakat yang hadir terdiri dari BPKal, PKK, tokoh masyarakat, tokoh agama, karang taruna, babinsa, babinkamtibmas, dan relawan mengikuti dengan antusias dan semangat.

Kepala BNN Kabupaten Sleman, Kombes Pol Teguh Tri Prasetya menyatakan pihaknya sangat mendukung upaya kolaborasi yang dilakukan antara Badan Kesbangpol Sleman dengan BNN Kabupaten Sleman.

“Mari bergerak bersama mewujudkan Kabupaten Sleman Bersinar Bersih Narkoba,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Ketahanan Nasional Kesbangpol Kabupaten Sleman, Achmad Raharjo menuturkan kolaborasi tersebut penting dilakukan untuk melawan bahaya narkoba di Kabupaten Sleman.

“Saling kolaborasi antara stakeholder sangat penting dalam melawan bahaya narkoba di Kabupaten Sleman,” pungkasnya.

Senda dengan hal itu, salah satu peserta bimtek dari Dukuh Rogoyudan, Armadi mengatakan dirinya menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa narkoba menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah atau segelintir orang saja.

“Saya sangat menyambut baik kegiatan bimbingan teknis yang dilakukan di Kalurahan Sinduadi Kolaborasi antara Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman dan BNNK Sleman. Permasalahan narkoba adalah tanggung jawab semua pihak, tidak hanya satgas anti narkoba di wilayah saja, tnggung jawab bersama,” tandasnya.