OSIS Pratisma MAN 4 Sleman Sukses Gelar Lomba Peringati Hari Santri

Sleman – Menyemarakkan Hari Santri 2025, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Pratisma MAN 4 Sleman sukses menggelar aneka lomba untuk seluruh siswa. Lomba diselenggarakan mayoritas di bidang keagamaan, namun diadaptasi dengan permainan dengan suasana menyenangkan.

Event tersebut dikelola oleh siswa-siswi yang tergabung dalam OSIS MAN 4 Sleman.

 “Anak-anak men-design acara, menyusun anggaran, menyusun beberapa jenis lomba yang bisa melibatkan seluruh warga utamanya siswa.  Namun tetap kita dampingi,” ujar Pembina OSIS, Agus Musthofah di sela gelar lomba memperingati Hari Santri, Rabu (22/10/2025) di halaman madrasah. 

Selama acara berlangsung, setiap peserta terlihat antusias dan gembira. Permainan yang dilombakan juga mengedepankan kecepatan, kerja sama, ketepatan hingga kejujuran,

Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf mengapresiasi kinerja pengurus OSIS karena bisa berkolaborasi dengan mahasiswa Praktek Pengalaman Lapangan (PPL).  

“Selamat dan sukses selalu pengurus OSIS yang telah melaksanakan lomba dengan lancar.  Pengalamaan ini sangat berharga, siswa semakin dewasa dalam bersikap,” ujarnya.  (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Dorong Layanan Publik yang Mudah dan Transparan, Margomulyo Gelar Sosialisasi Standar Pelayanan Kalurahan

Sleman – Pemerintah Kalurahan Margomulyo menyelenggarakan sosialisasi standar pelayanan kalurahan, Rabu (22/10/2025) di Gedung Serba Guna Margomulyo. Kegiatan ini dihadiri oleh Pamong Kalurahan, Ketua RT/RW, Pengurus PKK, dan tokoh masyarakat.

Pada kesempatan itu, Lurah Margomulyo, Eko Puji Mulyanto dalam arahannya menuturkan bahwa sosialisasi standar pelayanan di tingkat kalurahan umumnya meliputi penyusunan standar pelayanan, SOP (Standar Operasional Prosedur), maklumat layanan, dan publikasi kepada masyarakat.

“Prinsip‑prinsip yang sering diangkat adalah sederhana, transparan, akuntabel, partisipatif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Tantangan yang dihadapi meliputi integrasi layanan lintas sektor, kesiapan aparatur, pemahaman masyarakat tentang hak‑pelayanan, dan akuntabilitas dalam pelaksanaan,” ujarnya.

Eko kemudian menyinggung tentang pelayanan prima yang merupakan amanat dari Pemerintah Propinsi DIY.

“Pelayanan prima tersebut tidak hanya terkait administrasi kependudukan, tetapi juga fasilitasi program pemberdayaan, akses bantuan sosial dan pendampingan usaha kecil,” jelas Eko.

Ini artinya ada komitmen Kalurahan Margomulyo untuk menghadirkan pelayanan prima kepada masyarakat, yaitu cepat, ramah, dan solutif. Ia pun menjabarkan tugas dan kewenangan Pamong Kalurahan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat, mulai dari Tata Laksana, Pangripto, Danarto, Carik, Jogoboyo, Ulu ulu, Kamituwo dan juga peran dan tugas BPKal dalam fungsi pengawasan.

Carik Margomulyo, Irvan Susanto menyampaikan bahwa untuk implementasi di tingkat kalurahan, aspek layanan yang dapat dikembangkan antara lain layanan administrasi kependudukan, layanan informasi publik, bantuan sosial, pendampingan masyarakat, dan kesehatan dasar.

Irvan menyampaikan tentang dasar hukum kegiatan pelayanan publik yaitu UU 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, PP 96 Tahun 2012, Permen PANRB 14 Tahun 2017, dan Pergub DIY 40 Tehun 2023 tentang Reformasi Kalurahan.

Adapun pelayanan prima berkaitan dengan sejumlah acuan, sebagai berikut penetapan waktu pelayanan yang jelas, pelayanan gratis dan satu pintu (baru dalam proses). Kemudian penyusunan dokumen standar pelayanan (SPM) dan regulasi pendukung (UU, PP, Permen, Pergub, Perbup), digitalisasi atau pelayanan berbasis aplikasi (dalam proses), serta transparansi dan keterbukaan informasi.

“Dengan pelayanan yang dijalankan selama ini, kalurahan terpacu untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas layanan informasi publik di tingkat kalurahan,” ujarnya.

Irvan pun mengajak peserta untuk memahami proses penyusunan standar layanan informasi publik, menyiapkan monitoring dan evaluasi, serta memastikan warga dapat mengakses informasi layanan.

“Harapannya tentu saja masyarakat dapat menyambut baik layanan di Kalurahan Margomulyo yang semakin mudah, transparan, dan bermanfaat,” kata Irvan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan).




Bangunan Karakter Anak melalui GASA

Sleman – Dalam upaya memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak, Kalurahan Lumbungrejo berkesempatan mendapatkan kegiatan sosialisasi Gerakan Ayah Sayang Anak dengan tema “Menata Mental dan Merubah Mindset serta Pembangunan Karakter Anak melalui Gerakan Ayah Sayang Anak”. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (22/10/2025), di Aula Lantai 2 Kalurahan Lumbungrejo.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber inspiratif, di antaranya Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman, Parmilah, Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Y. Gustan Ganda dan Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman, Anik Widaryanti. Turut hadir Lurah Lumbungrejo beserta Carik, Ulu-ulu, Kamituwa, dan seluruh perangkat kalurahan Lumbungrejo.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pokok pikiran dewan melalui kemitraan program Dinas DP3AP2KB Kabupaten Sleman, sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga dan mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.

Lurah Lumbungrejo, M. Misbah Al-Hakim menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap sosialisasi tersebut menjadi awal yang baik dalam pembentukan karakter keluarga perangkat kalurahan, sehingga dapat menularkan nilai-nilai positif tersebut kepada masyarakat luas.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi titik awal untuk membangun kesadaran bersama bahwa peran ayah sangat penting dalam membentuk karakter anak. Semoga semangat ini menular hingga ke seluruh masyarakat Lumbungrejo,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman, Anik Widaryanti dalam paparannya menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.

Ia menyoroti fenomena fatherless atau ketidakhadiran figur ayah dalam kehidupan anak sebagai isu serius yang perlu segera diatasi.

“Gerakan kembali ke keluarga dan memfungsikan kembali peran-peran ayah dalam pengasuhan serta pendidikan anak menjadi langkah nyata untuk membangun generasi tangguh di masa depan. Ayah bukan hanya pencari nafkah, tetapi juga pembentuk karakter anak,” tegasnya.

Melalui gerakan ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat bahwa keharmonisan dan keterlibatan seluruh anggota keluarga, terutama ayah, memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan mental, karakter, dan masa depan anak-anak bangsa.

Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Y. Gustan Ganda juga menegaskan pentingnya kehadiran sosok ayah dalam pembentukan karakter dan mental generasi muda Indonesia. Ia mengingatkan bahwa salah satu penyebab bangsa Indonesia belum bisa menjadi negara maju adalah karena generasinya mudah dilemahkan oleh berbagai hal, seperti narkoba, pola pikir konsumtif, hormon dopamin, serta algoritma media sosial yang setiap hari dikonsumsi anak-anak.

“Kita wajib hadir di tengah anak-anak kita, apalagi panjenengan semua adalah pamong atau perangkat kalurahan, orang-orang hebat yang bisa menularkan kesadaran ini ke masyarakat. Kehadiran dan keterlibatan ayah sangat memengaruhi rasa percaya diri, prestasi, serta kemampuan anak untuk bersosialisasi dan mengendalikan emosi,” jelasnya.

Gustan menambahkan bahwa tantangan besar bangsa saat ini bukan lagi penjajahan oleh bangsa lain. Tetapi penjajahan oleh perilaku dan pola pikir masyarakat sendiri.

“Kenapa Indonesia belum bisa maju seperti negara kaya lainnya? Karena kita dijajah oleh orang-orang kita sendiri. Maka dari itu, mari bersama-sama kita bentuk karakter anak-anak kita sejak dini agar Indonesia ke depan semakin maju,” tutupnya penuh semangat.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman, Parmilah dalam materinya menyampaikan bahwa pengasuhan positif adalah kunci dalam membangun masa depan anak yang cerah.

“Pengasuhan positif ini penting karena menekankan kasih sayang, dukungan, dan keterlibatan orang tua dalam kehidupan anak. Dengan begitu, tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pengasuhan positif bukan hanya membentuk perilaku baik, tetapi juga menumbuhkan kecerdasan dan keseimbangan emosi anak.

“Pengasuhan positif membantu anak berkembang secara intelektual, emosional, sosial, dan spiritual. Praktik pengasuhan seperti ini akan membentuk karakter dan masa depan anak yang lebih baik,” lanjut Parmilah.

Sosialisasi Gerakan Ayah Sayang Anak ini diharapkan masyarakat semakin sadar bahwa peran ayah dalam keluarga bukan hanya sebagai pencari nafkah. Tetapi juga sebagai pendidik, pelindung, dan teladan utama dalam membangun generasi yang berkarakter, tangguh, dan berdaya saing tinggi. (Aisyah Putri / KIM Senyum Tempel)




HSN 2025 Momentum Teguhkan Komitmen Santri MWCNU Ngemplak untuk Negeri

Sleman – Ratusan santri dan warga Nahdliyin dari berbagai pondok pesantren di wilayah Ngemplak, Sleman, memadati Lapangan Dolo, Kalurahan Wedomartani, pada Rabu (22/10/2025). Mereka mengikuti Apel Hari Santri Nasional (HSN) 2025 yang diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kapanewon Ngemplak.

Apel berlangsung khidmat dan penuh semangat. Para santri mengenakan sarung dan peci, sementara santriwati tampil sopan dengan busana muslimah berjilbab. Lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathan berkumandang, menggema di tengah lapangan yang dikelilingi bendera merah putih dan panji-panji Nahdlatul Ulama.

Acara tersebut dihadiri Panewu Anom Ngemplak, R. Rohmat, Kepala Kantor Urusan Agama Ngemplak, Muhammad Banudi, Lurah Wedomartani, H. Teguh Budiyanto, Pengasuh Pondok Pesantren Al Muhdi Krapyak, KH. Samsul Anam Muqtafa, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ishlahiyyah Bakungan, KH. M. Najib Abdul Hakim, serta perwakilan dari Koramil 07/Ngemplak dan Kepolisian Sektor Ngemplak.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Ngemplak, M. Sunarya dalam sambutannya menyampaikan bahwa Hari Santri menjadi momentum untuk mempertegas peran santri dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin serta memperkuat persatuan nasional.

“Santri bukan hanya penjaga moral bangsa, namun juga bagian dari kekuatan sosial yang menjaga harmoni dan kedamaian. Melalui peringatan ini, kami ingin meneguhkan semangat kebangsaan para santri di tengah dinamika zaman,” ungkap Sunarya.

Sementara itu, KH. Handoyo selaku Rois Syuriah MWCNU Ngemplak menuturkan pentingnya sinergi antara pesantren, masyarakat, dan pemerintah. Menurutnya, semangat Hari Santri harus dimaknai sebagai panggilan untuk terus merawat jagad dan membangun peradaban.

Ia menekankan peringatan Hari Santri Nasional tahun ini menjadi penegas bahwa nilai-nilai kepesantrenan seperti kerendahan hati, keikhlasan, dan cinta tanah air tetap relevan dalam membangun Indonesia yang berkeadaban.

Selain menjadi ruang refleksi, apel Hari Santri di Ngemplak berfungsi sebagai wadah pembinaan karakter dan disiplin. Para santri dan kader Nahdlatul Ulama diajak untuk meneladani nilai-nilai perjuangan para ulama terdahulu seperti keikhlasan, tawadhu dan cinta tanah air. Sikap tertib, barisan rapi, dan semangat mengikuti upacara menjadi bentuk sederhana dari latihan moral dan tanggung jawab sosial.

Momentum ini pun menjadi ajang konsolidasi antar lembaga Nahdlatul Ulama di tingkat kapanewon. Dengan berkumpulnya berbagai elemen dalam satu forum, maka terjalin komunikasi dan semangat gotong royong untuk memperkuat dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin di masyarakat. Kolaborasi antar badan otonom Nahdlatul Ulama menjadi kunci untuk memperluas manfaat gerakan santri di bidang pendidikan, ekonomi, hingga sosial kemasyarakatan.

Di tengah derasnya arus globalisasi dan teknologi digital, santri diharapkan tetap menjadi benteng moral yang mampu menebarkan kebaikan di dunia maya maupun nyata. Santri harus adaptif terhadap perubahan tanpa kehilangan akar nilai-nilai luhur pesantren.

“Dengan semangat Hari Santri Nasional 2025, MWCNU Ngemplak meneguhkan tekad untuk terus berkhidmat bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan,” tutup KH. Handoyo. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Kalurahan Condongcatur Terima Study Komperatif dari Pemda Bangli

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur Kapanewon Depok Kabupaten Sleman menerima kunjungan study komperatif dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMDPPKB) Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, pada Rabu (22/10/2025).

Peserta study komperatif sebanyak 70 orang terdiri dari OPD, Camat Kintani, Camat Susut, Perbekel (Kepala Desa) dan Lurah Se-Kabupaten Bangli. Rombongan dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra.

Kedatangan rombongan pun disambut hangat oleh jajaran Kalurahan Condongcatur, Lurah, Carik dan Staf Pamong Kalurahan Condongcatur.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra menyampaikan maksud dan tujuan rombongan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bangli melakukan study komperatif di Kalurahan Condongcatur Yogyakarta ini.

“Kami melakukan searching di Google (Internet) dan membaca visi misi lurah yang sangat lengkap dan bagus mencakup semuanya.              Sehingga kami ingin tahu dan mendapat informasi dalam realisasi dan detail program yang dilaksanakan dalam penyelenggaraan pemerintahan Kalurahan Condongcatur ini,” ungkapnya.

I Dewa menambahkan kunjungan ini juga untuk mengetahui penyelenggaraan pemerintahan dan inovasi yang dilakukan oleh Kalurahan Condongcatur, yang merupakan salah satu contoh pemerintahan desa yang inovatif dan efektif di wilayah Kabupaten Sleman.

“Kami ingin mengetahui infomasi dan penerapan keberadaaan program nasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kemudian bagaimana dapat mendetailkan program seperti program studi lanjut bagi perangkat desa, dengan pemberian bantuan subsisdi pembiayaan kuliah bagi Pamong Kalurahan dengan semacam beasiswa, mulai dari jenjang SI sampai dengan S3,” ungkapnya.

“Kemudian juga program hallo proposal, bagaimana proses penggaraanya dan sumber dananya dari mana, kelompok apa saja yang dapat mengakses bantuan dana dengan proposal ini serta formatnya. Kami juga ingin tahu tentang penggunaan dana desa,” sambung I Dewa.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji dalam sambutannya menyampaikan selamat datang di Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman D.I Yogyakarta

“Kami merasa terhormat atas kunjungan rombongan dari Kabupaten Bangli, Provinsi Bali ini. Semoga pertemuan ini menjadi sarana berbagi pengalaman dan memperkuat jejaring antar daerah dalam meningkatkan pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat. Dimana, Kalurahan Condongcatur berkomitmen menjadi kalurahan mandiri, tangguh, dan inovatif, dengan tata kelola pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada pelayanan prima,” jelasnya.

Reno pun memaparkan kegiatan Kalurahan Condongcatur tentang penyelenggaraan pemerintah kalurahan, inovasi, kreativitas, tanggap dan siaga bencana, ekonomi, partisipasi masyarakat, lembaga kemasyarakatan, keamanan dan ketertiban, pendidikan, kesehatan dan lingkungan, UMKM, adat istiadat, kesenian dan budaya kalurahan serta inovasi layanan publik prima dengan mengandeng berbagai dinas dan instansi terkait.

“Inovasi pembangunan Kalurahan Condongcatur adalah pengalokasian dana Rp 40 juta per RW setiap tahun dengan pendekatan bottom-up dari masyarakat. RW – RW ini merencanakan program kemudian dijadikan program unggulan prioritas bagi pemerintah Kalurahan Condongcatur,” jelasnya.

“Kemudian yang selanjutnya adalah inovasi untuk pengelolaan sampah, kita mendorong untuk setiap RW itu harus memiliki bank sampah. Dimana, sampai saat ini sudah memiliki sekitar 34 bank sampah atau sedekah sampah, tujuannya untuk meminimalisir sampah yang nantinya residu untuk keluar. Jadi kita bisa memilah serta manfaatkan sampah yang ada di lingkungan masing- masing,” tandas Reno.

Usai paparan, video profil kalurahan pun diputarkan sebagai gambaran umum pelaksanaan penyelenggaraan Pemerintahan Condongcatur dari berbagai bidang kegiatan dan dilanjutkan sesi tanya jawab.  

Sebagai bentuk penghargaan dan kenang – kenangan, dilakukan prosesi tukar cinderamata dan foto bersama di depan Pendopo Kalurahan Condongcatur.  (Wasana / KIM Depok)