Pertemuan Pusbinaan 3 Condongcatur Bahas Program Quick Win dan SIDAYA

Sleman – Pertemuan Pusbinaan 3 Kalurahan Condongcatur dilaksanakan pada Rabu (22/10/2025), di Kedai Semar, kawasan Embung Tambakboyo, Padukuhan Dero, Condongcatur.

Dalam sambutannya selaku pengurus Pusbinaan 3 Kalurahan Condongcatur, Kristini Ribut Suparman yang menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta.

“Saya berharap agar anggota Pusbinaan 3 senantiasa menjaga kekompakan dan semangat kebersamaan dalam setiap kegiatan,” ujarnya.

Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Kapanewon Depok, Siti Juwariyah mengatakan program “Quick Win” dari Kemendukbangga memiliki sejumlah kegiatan prioritas, yaitu GENTING, TAMASYA, GASA, GATI, dan SIDAYA.

“Program “Quick Win” dari Kemendukbangga, yang meliputi empat kegiatan prioritas yaitu GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), GASA (Gerakan Ayah Sayang Anak), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), SIDAYA (Lansia Berdaya) dan sebagainya,” jelas Siti.

Pertemuan kali ini membahas program SIDAYA (Lansia Berdaya), yang bertujan untuk memberdayakan para lansia agar tetap sehat, tangguh, mandiri, dan berdaya guna. Program ini mendorong terwujudnya “Lansia Tangguh” melalui tujuh dimensi penguatan, yaitu spiritual, fisik, emosional, daya ingat, sosial, vokasional, dan lingkungan.

Melalui pelaksanaan program SIDAYA, diharapkan para lansia dapat menjalani masa tua dengan bahagia, produktif, serta memiliki peran aktif dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

“Kedepan, apabila program ini berjalan baik dan berkelanjutan, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang ramah lansia, meningkatkan kepedulian antar generasi, serta mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh warga,” ungkap Siti Juwariyah. (Tri Suhartati – KIM Depok)




Banyuraden Wujudkan Kalurahan Digital Lewat Bantuan Laptop dan Printer

Sleman – Komitmen penguatan kapasitas lembaga-lembaga masyarakat di tingkat akar rumput ditunjukkan Pemerintah Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping. Melalui kegiatan penyerahan bantuan laptop dan printer yang berlangsung di Sekretariat Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) Banyuraden, Rabu (22/10/2025), Pemerintah Kalurahan Banyuraden menegaskan pentingnya dukungan sarana teknologi untuk menunjang kinerja Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, Tim Penggerak PKK, karang taruna, dan Pos Pelayanan Terpadu.

Lurah Banyuraden, Sudarisman mengatakan bantuan ini sebagai upaya untuk mendukung program kalurahan digital dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus untuk membantu lembaga kemasyarakatan kalurahan dalam hal administrasi, pendataan, dan pengarsipan secara digital.

Ia pun menyampaikan bahwa bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelayanan dan administrasi di tingkat kalurahan. Di era digital saat ini, berbagai kegiatan dan laporan kelembagaan menuntut kecepatan serta ketepatan dalam pengolahan data.

“Laptop dan printer menjadi kebutuhan pokok bagi LKK untuk mengelola arsip, membuat laporan kegiatan, serta berkoordinasi secara daring dengan pemerintah kalurahan maupun instansi terkait,” ucapnya.

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Banyuraden misalnya, memiliki peran strategis dalam perencanaan pembangunan kalurahan. Dengan adanya dukungan perangkat teknologi, LPM dapat lebih cepat menyusun data usulan kegiatan, dokumentasi pembangunan, serta memantau hasil pelaksanaan program. Digitalisasi kerja LPM diharapkan mempercepat sinergi antara pemerintah kalurahan dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan partisipatif.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Banyuraden, Kwintartiningsih Pospoputri menuturkan adanya bantuan ini, kerja tim menjadi lebih efisien dan profesional sekaligus meningkatkan transparansi kegiatan di bidang pemberdayaan keluarga.

“Kegiatan administrasi, pelaporan hasil lomba, maupun penyusunan data keluarga sehat kini dapat dilakukan dengan lebih mudah,” tandas Kwintartiningsih.

Bagi karang taruna, perangkat baru ini membuka peluang inovasi dalam aktivitas kepemudaan. Mereka kini dapat membuat proposal kegiatan, mengelola media sosial organisasi, hingga mendesain materi kampanye sosial dengan lebih mandiri. Generasi muda Banyuraden diharapkan mampu memanfaatkan teknologi bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas sosial di lingkungan mereka.

Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat pun turut merasakan manfaatnya. Pencatatan data balita, laporan kegiatan bulanan, hingga komunikasi dengan bidan desa dapat dilakukan lebih cepat dan rapi. Dengan sistem kerja yang terdigitalisasi, kualitas pelayanan kesehatan dasar di Banyuraden akan semakin meningkat, terutama dalam hal pelaporan gizi, imunisasi, dan kesehatan ibu-anak.

Pemerintah Kalurahan Banyuraden menyadari bahwa penguatan kelembagaan tidak hanya sebatas peningkatan kapasitas sumber daya manusia, namun juga dukungan sarana dan prasarana kerja yang memadai. Kemandirian administrasi dan efisiensi waktu menjadi kunci untuk mendorong pelayanan publik yang lebih baik.

Melalui langkah sederhana namun berdampak besar ini, Pemerintah Kalurahan Banyuraden menunjukkan arah pembangunan yang berpihak pada kemandirian lokal. Pemberian bantuan perangkat teknologi kepada LPM, TP PKK, karang taruna, dan posyandu merupakan investasi jangka panjang bagi terciptanya tata kelola kalurahan yang modern, efektif, dan partisipatif.

“Banyuraden kini tengah menapaki langkah baru menuju kalurahan digital yang berdaya dan melayani,” pungkas Sudarisman. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Sosialisasi Pergub 12/2025 Tentang Tuwanggana Digelar di Yogyakarta

Sleman – Pemerintah Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Sosialisasi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Tuwanggana, pada Selasa (21/10/2025), di Grage Business Hotel Yogyakarta. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan OPD, perwakilan Ketua LPMK dari lima Kabupaten /Kota, dan akademisi.

Sosialisasi tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai isi dan implementasi Pergub 12/2025 yang mengatur tentang Tuwanggana. Sebuah kebijakan strategis daerah dalam bidang budaya, sosial, atau ekonomi lokal.

Sekretaris Pirukunan Tuwanggana DIY, lr. Ariyadi Bowoleksono dalam sosialisasinya menyampaikan bahwa Pergub ini diharapkan mampu menjadi landasan hukum dan pedoman operasional dalam pelaksanaan program-program pembangunan berbasis kearifan lokal.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap seluruh pihak memahami esensi dan implementasi Tuwanggana sebagai bagian dari penguatan identitas daerah sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Ariyadi juga menyampaikan seberapa penting Pergub tentang Tuwanggana tersebut. Hal itu disebabkan karena belum ada payung hukum yang khusus mengatur LPMK dan forum koordinasi LPM di tingkat pusat sampai dengan kalurahan. Kemudian Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) seperti PKK, Karang Taruna, dan Posyandu memiliki payung hukum yang mengatur lembaga dari pusat sampai kalurahan melalui peraturan menteri.

“Ada dua hal yang mendasar dalam Pergub nomor 12 ini yaitu menetapkan nomenklatur baru pengganti LPMK dan menjadi payung hukum bagi LPMK untuk melakukan tugas dan kewenangannya,” sambungnya.

Secara detail, Ariyadi juga menyampaikan tahapan yang telah dilalui sampai terbitnya Pergub nomor 12 yaitu mulai dari FGD penyusunan pedoman penguatan kelembagaan LPM DIY, pra konggres DPD LPM DIY, melakukan konggres DPD LPM DIY tanggal 18 -19 September 2003, terbit Pergub nomor 12/2025 tentang Tuwanggana.

Sedangkan asas yang digunakan adalah kebersamaan, gotong royong, kearifan lokal, partisipasi, akuntabilitas, dan non partisan. Dibagian akhir, Ariyadi menyampaikan tujuan dari LPMK sendiri yaitu Tuwanggana sebagai mitra pemerintah kalurahan dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat, menjamin kelancaran penyelenggaraan pelayanan oleh Pemkal, dan mendukung terciptanya tujuan Keistimewaan DIY.

Acara ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif, memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengimplementasikan Pergub 12 Tahun 2025 ini. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Lomba LPMK Tingkat DIY, Tawarkan Inovasi Pemberdayaan Masyarakat

Sleman – Lomba Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) tingkat Propinsi DIY akan segera digelar. Lomba LPMK pada tahun ini telah memasuki tahun ke-3.

Pada tahun ini, panitia menawarkan lomba inovasi pemberdayaan masyarakat, yang disajikan secara digital. Artinya peserta akan mengirimkan materinya dalam bentuk video dan dikirimkan secara daring. Hal itu juga berlaku pada sistem penjurian, yang dilakukan secara daring.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Pirukunan Tuwanggana (LPM) DIY, KPH. Notonegoro saat memberikan sambutan dan pengarahan dihadapan peserta dari 14 perwakilan Ketua LPMK DI Kabupaten/Kota se-DIY, pada Selasa (21/10/2025), di Ruang Abimanyu Lantai I Grage Bussines Hotel Yogyakarta.

 Menurut Gusti Noto, lomba LPMK yang disajikan secara digital ini sebagai upaya mendorong inovasi dan semangat kolaboratif dalam pembangunan berbasis masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi ajang tahunan yang ditunggu-tunggu. Tidak hanya oleh para pengurus LPMK, tetapi juga oleh warga yang terlibat langsung dalam program-program pemberdayaan,” jelas Gusti Noto.

Lebih jauh, Gusti Noto juga menyampaikan bahwa setiap LPMK di Kalurahan boleh mengirimkan lebih dari satu kegiatan di wilayahnya, yang dipandang inovatif dan melibatkan masyarakat termasuk anggota LPMK yang terlibat langsung.

“Setiap kalurahan silahkan menampilkan beragam program unggulan yang dinilai inovatif, berkelanjutan, dan berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi maupun sosial masyarakat,” tandasnya. 

Lomba ini tidak semata mencari pemenang, tetapi sebagai bentuk apresiasi atas kerja nyata LPMK dalam menggerakkan partisipasi warga.

“Kami ingin menjadikan LPMK sebagai motor penggerak pembangunan yang berbasis lokal. Kreativitas dan inovasi mereka menjadi contoh baik bagi wilayahnya,” ujar Gusti Noto yang didampingi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Dukcapil DIY, KPH. Yudanegara.

Seperti tahun tahun sebelumnya, lomba ini juga melibatkan dewan juri independen dari akademisi, praktisi pemberdayaan masyarakat, dan tokoh masyarakat. Pemenang berhak mendapat penghargaan serta dana stimulan untuk mengembangkan programnya lebih lanjut.

Dengan diadakannya lomba ini, diharapkan semakin banyak LPMK yang termotivasi untuk menciptakan program-program inovatif yang tidak hanya menyentuh aspek ekonomi. Tetapi juga sosial, lingkungan, dan ketahanan komunitas secara berkelanjutan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




KOKAM SMK Muhammadiyah 2 Sleman Pimpin Upacara Hari Santri Kabupaten Sleman

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan upacara peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Lapangan Pemda, pada Rabu (22/10/2025). Sebanyak 990 santri dari 33 pondok pesantren se-Kabupaten Sleman turut mengikuti kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya bertindak sebagai inspektur upacara. Hadir pula Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, jajaran Forkompimda, dan perangkat daerah Kabupaten Sleman.

Dalam amanatnya, Harda menegaskan bahwa peringatan Hari Santri merupakan momentum penting untuk mengenang dan meneladani perjuangan para santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Semangat juang yang dimiliki para santri pada masa itu masih sangat relevan untuk kita teladani pada masa kini. Dulu para santri berjuang melawan penjajah, tetapi saat ini santri harus mampu menaklukkan tantangan zaman,” ujarnya.

Mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, Harda turut berharap santri dapat berperan aktif dalam membangun bangsa dan berkontribusi terhadap kemajuan peradaban dunia.

“Saya berharap para santri di Kabupaten Sleman terus meningkatkan kualitas diri, memperdalam ilmu agama sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” tambahnya.

Pada upacara tersebut, anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) SMK Muhammadiyah 2 Sleman, Ahmad Faishal Huda, siswa kelas XI, dipercaya menjadi komandan upacara.

Selain Huda, tujuh kader Kokam lain turut menjadi petugas upacara dalam peringatan Hari Santri tersebut

Kepala SMK Muhammadiyah 2 Sleman, Ahmad Maftuhin, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada siswanya untuk memimpin upacara tingkat kabupaten.

Ia menilai kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi peserta didik untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan kepemimpinan.

“Kami bersyukur atas amanah ini. Semoga pengalaman ini menanamkan kebanggaan dan tanggung jawab bagi siswa untuk menjadi generasi muda yang siap memimpin dan berkontribusi bagi bangsa,” ungkapnya.

Ia berharap, peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Sleman tahun ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, pesantren, dan lembaga pendidikan dalam membentuk generasi santri yang berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan zaman. (Athiful/KIM Depok)