MAN 4 Sleman Sumbang Sejumlah Medali untuk Kontingen Sleman di Ajang PKM DIY

Sleman– Tim Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Sleman yang beranggotakan 18 siswa-siswi meraih dua medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu di ajang Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) tingkat DIY.

 “Alhamdulillah, dua tim riset MAN 4 Sleman meraih juara. Juara pertama atau emas sekaligus sebagai Best Presentation, juara 2 atau perak. Emas juga diperoleh dari cabang catur putri. Kegigihan anak-anak beserta pembimbing patut diapresiasi,” kata Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf di sela PKM DIY, pada Selasa (14/10/2025) di MAN 2 Kulon Progo. 

Arif juga menyampaikan terima kasih atas dukungan warga madrasah dan orang tua, sehingga prestasi siswa-siswi dapat diraih.  Segenap civitas akademika MAN 4 Sleman memberikan apresiasi atas torehan prestasi yang diperoleh siswa. Apresiasi juga diberikan oleh Kasi Bidang Pendidikan Madrasah (Dikmad) Kementerian Agama Sleman, Tulus Dumadi.

Sekretaris Tim Kontingen PKM Sleman, Nira Intan Sari melaporakan hasil kejuaraan dengan rincian Juara 1 Catur Putri (Emas) diraih Putri Handayani Tri Rahayu (XII E) dengan pembimbing Rudiyanto. 

Juara 2 Voli Putra dengan anggota tim  Rommy Briliano (XII D), Marcell Cahyo Saputra (XII C), Brian Kusuma Wijayanto (XII C), Chevalino Revaldi Farezatama (XII D), Fatecha Fadhlan Raditya (XII E), Farrel Bintang Pradipta (XII E), Erico Hafa Ardia Pradana (XII E), Fauzan Faiq Al Kahfi (XI D),  Alif Kurniawan (X E), Muhammad Fachry Fasya (XII E), dan Muhammad Faiz Fadhilansyah (XII C), dengan pembimbing Suranta.

Untuk bidang riset (penelitian), Juara 1 (emas) Riset Bidang IoT dengan anggota Abdullah Roihan Habibie (XII B), Bilqis Adelia Saputra (XII C), Anggun Shofiyana (XII C) dengan pembimbing Astuti Navia Apriliani.

Juara 3 Riset (perunggu) Bidang SDGs dengan anggota tim Syahrotussita (XII B), Wilona Ahza Cahya Kalista (XII B), dengan pembimbing Astuti Navia A.

Penghargaan Best Presentation bidang riset dengan anggota Abdullah Roihan Habibie_XII B, Bilqis Adelia Saputra (XII C), dan Anggun Shofiyana (XII C).

“Alhamdulillah semua tim Manesa yang mewakili Sleman bisa meraih kejuaraan,” imbuh Nira Intan Sari, saat menyampaikan laporan.

Dengan demikian, lanjut Nira, MAN 4 Sleman menyumbang dua emas, satu perak dan satu perunggu untuk kontingen Kementerian Agama Kabupaten Sleman.

Ketua Tim, Edy Suparyanto merasa bersyukur atas raihan prestasi ini.  Ia berharap kebersamaan dan kekompakan terus dijaga di dalam memotivasi, mendampingi dan memfasilitasi siswa. 

“Harapannya, siswa akan berkembang sesuai dengan minat bakat dan passion-nya masing-masing,” ujarnya.  (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Polsek Moyudan Gelar Pembinaan bagi Lintas Tokoh Sumbersari

Sleman – Sebagai upaya peningkatan stabilitas keamanan dan kondisifitas ketertiban Polsek Moyudan menggelar pembinaan kepada lintas tokoh di Sumbersari yang berlangsung pada Selasa (14/10/ 2025), di Pendopo Kalurahan setempat.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Lurah Sumbersari beserta Pamong dan lintas tokoh antara lain tokoh pemuda (Toda), tokoh agama (Toma), tokoh adat (Todat), LSM dan relawan.

Kapolsek Moyudan, AKP Subilal dalam pengantarnya menyampaikan bahwa maksud dan tujuan diselenggarakannya pembinaan adalah untuk menciptakan stabilitas dan kondisifitas keamanan dan ketertiban di wilayah Moyudan.

“Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 bahwa tugas pokok Polri adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, dan menegakkan hukum,” kata Subilal.

“Tugas lainnya yaitu memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat,” sambungnya.

Selanjutnya Subilal menuturkan untuk mewujudkan tugas tersebut diperlukan kerja sama antara Kepolisian dan lintas tokoh. “Dari segenap tokoh tersebut kami harap bisa membantu tugas kepolisian sesuai kapasitas masing-masing,” ujarnya.

Sedangkan Kanit Binmas Polsek Moyudan, Ipda Purwantara mengutarakan bahwa kondisi Moyudan relatif aman, kecil terjadinya gangguan kamtibmas.

“Tetapi kita tidak boleh terlena dan tetap harus waspada. Sekarang ini banyak gangguan keamanan yang kasat mata seperti judi online (judol), pinjaman online (pinjol), maka diperlukan kewaspadaan bersama,” ungkapnya.

Lebih lanjut Purwantara mengungkapkan bahwa jenis gangguan kamtibmas sangat beragam, mulai kejahatan hingga kecelakaan lalu lintas dan kebakaran. Adapun gangguan kamtibmas diklasifikasikan berdasarkan potensi atau tingkatannya, seperti potensi gangguan (PG), ambang gangguan (AG), dan gangguan nyata (GN).

“Kami sangat berharap kepada lintas tokoh, LSM dan relawan untuk bisa membantu kami untuk meminimalisir terjadinya gangguan kamtibmas di Wilayah Sumbersari,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama Lurah Sumbersari, Sukadi memberikan sambutan menyampaikan terima kasihnya kepada Kapolsek Moyudan beserta jajaran yang berkenan memberikan pembinaan kepada warganya. Ia berharap agar segenap tokoh yang diundang nantinya bisa menularkan yang didapat dalam pembinaan tersebut kepada masyarakat.

“Semua yang diundang malam ini, kami pandang mampu untuk mensosialisasiksn kepada warga masyarakat,” tutur Sukadi. (Giek / KIM Moyudan)




Ciptakan Jurista Siswa MAN 4 Sleman Raih Emas dan Best Presentation PKM DIY 2025

Sleman – Iklim tropis Indonesia dipengaruhi El nIno/La Nina, menyebabkan cuaca tak menentu dan hujan mendadak, yang menyulitkan penjemuran pakaian konvensional.  Sementara pengeringan pakaian alami dipengaruhi suhu, kelembaban, angin, dan permukaan. 

Alternatif pengeringan dengan listrik mengonsumsi daya tinggi, dan kurang efisien. Oleh karena itu diperlukan alat pengering atau penjemur pakaian dengan sumber daya alternatif untuk sistem mandiri. Sementara air hujan dapat dimanfaatkan untuk irigasi.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Riset MAN 4 Sleman, Abdullah Roihan Habibi di depan tim juri Kompetisi Riset Madrasah (Komprestama) Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) DIY, Selasa (14/10/2025) di MAN 2 Kulon Progo.

Roihan bersama timnya melakukan perancangan sistem jemuran otomatis cerdas (Jurista) berbasis Arduino Uno dan IoT (Blynk) untuk mengatasi masalah penjemuran dan irigasi secara efisien ramah lingkungan. 

“Keunggulan Jurista, secara otomatis melindungi pakaian dari hujan dan mengoptimalkan pengeringan, menggunakan panel surya dan turbin air untuk menghasilkan Listrik,” ujar Roihan didampingi Bilqis Adelia Saputra dan Bilqis Shofiana dengan supervisor Astuti Naviah Apriliani. 

“Jurista juga dapat menyiram tanaman otomatis dengan air hujan yang dikumpulkan. Sementara pengguna dapat memantau dan dapat mengendalikan dari jarak jauh,” imbuhnya.

Roihan Habibi didampingi dua temannya dengan penuh semangat dapat mempresentasikan hasil inovasi dan penelitiannya. Adapun judul presentasi yang dipaparkan adalah Jurista : Smart Clotheslines and Irrigation System with eco-power and Blynk Monitoring (Jemuran Cerdas dan Sistem Irigasi dengan tenaga lingkungan dan pemantauan Blynk).  (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Musduk DTSEN Padukuhan Gempol Wujudkan Data Sosial Ekonomi yang Akurat

Sleman – Kegiatan Musduk DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional) Padukuhan Gempol dilaksanakan pada Selasa (14/10/2025), di Gedung Sarpras Padukuhan Gempol.

Acara ini dihadiri oleh Pangripta Kalurahan Condongcatur, Wahyu Nurendra, Staf Kamituwa, Apri Nugroho, Dukuh Gempol, Ari Susanti, Ketua RW, Ketua RT, penerima manfaat, dan Tim Verifikasi Padukuhan Gempol.

Musduk DTSEN ini merupakan bagian dari proses pembaruan dan verifikasi data sosial ekonomi masyarakat yang bertujuan untuk menghasilkan data tunggal nasional yang akurat dan dinamis. DTSEN merupakan pengganti DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) dengan cakupan yang lebih luas, sehingga dapat digunakan sebagai dasar perencanaan dan penyaluran berbagai program pemerintah secara lebih tepat sasaran.

Pada Musduk DTSEN Padukuhan Gempol ini juga menjadi sarana musyawarah bagi warga untuk mengusulkan warga yang benar-benar miskin dan rentan miskin namun belum masuk dalam data, serta melakukan pencoretan bagi warga yang kesejahteraannya telah meningkat. Dengan demikian, diharapkan akan diperoleh data riil dan akurat yang mencerminkan kondisi sosial ekonomi masyarakat Padukuhan Gempol saat ini.

Dukuh Gempol, Ari Susanti berharap dengan adanya Musduk DTSEN ini dapat diperoleh data yang riil mengenai warga Padukuhan Gempol yang masuk kategori miskin dan rentan miskin.

“Sehingga hasil pendataan benar-benar mencerminkan kondisi nyata di lapangan,” ungkapnya.

Kegiatan Musduk DTSEN Padukuhan Gempol berlangsung dengan baik dan mufakat, seluruh peserta aktif berdiskusi dan memberikan masukan demi terwujudnya data sosial ekonomi yang valid dan berkeadilan. (Tri Suhartati / KIM Depok)




Koepoe Koepoe Explor Cari Koki Muda Handal di SMK/SMA Ma’arif Tempel

Sleman – Sekolah SMA Ma’arif 1 Sleman yang terletak di Sono Wetan, Merdikorejo, Tempel menggelar Koepoe Koepoe Explor, Selasa (14/10/2025). Kegiatan itu bertujuan mencari bibit muda berbakat untuk menjadi koki handal.

Acara tersebut merupakan kerja sama antara PT Koepoe Koepoe Tangerang dengan Kementrian Ekonomi Kreatif (Ekraf), Chef Front Bali, Dikpora DIY dan pihak sekolah SMK/SMA Ma’arif Tempel.

Marketing PT Koepoe Koepoe, Richard mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari seleksi untuk menuju babak selanjutnya yang lebih tinggi.

“Seleksi dilakukan dengan membentuk peserta yang terdiri dari dua orang koki yang bekerja sama  memasak dengan berbagai macam masakan dengan bumbu rempah-rempah yang disediakan oleh PT Koepoe Koepoe,” ujarnya.

Sekitar 15 regu yang merupakan murid jurusan Boga SMK Ma’arif 2 Sleman di minta memasak dengan durasi waktu 60 menit, di bawah pengawasan beberapa juri yang dipimpin oleh Chef Ilham yang merupakan Chef dari PT Koepoe Koepoe.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Sekolah SMK Ma’arif 2 Sleman, Atik Sunaryati. Dalam sambutannya, Atik Sunaryati mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut mensukseskan acara ini.

“Diharapkan dengan kegiatan ini para siswa khususnya para peserta yang ikut lomba dapat mengambil pengalaman dan mengaplikasikan bakatnya di bidang boga, dengan harapan dapat menjadi koki handal di kemudian harinya. Demikian pula semoga kegiatan kegiatan positif seperti ini dapat sering dilaksanakan agar bermanfaat kepada semua pihak yang terlibat,” tuturnya.

Acara dilanjutkan pemberian piagam kenang-kenangan dari PT Koepoe Koepoe, yang di serahkan oleh Richard kepada Atik Sunaryati.

Menurut Richard kegiatan di sekolahan ini adalah babak penyisihan, karena juara dari babak penyisihan di sekolah ini akan maju ke semi final.

“Babak semi final adalah gabungan dari 15 sekolahan yang berada di kawasan Yogyakarta dan sekitarnya. Juara babak semi final nantinya akan di pertandingan di babak final yang merupakan gabungan para juara dari tiga kota yaitu, Yogyakarta, Jakarta dan Bandung,” jelas Richard. (Herlambang/KIM Tempel).