Mahasiswa UTY Dampingi KIM Tempel Sleman, Siapkan Warga Jadi Jurnalis Digital

Sleman – Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) mendampingi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Senyum Tempel untuk meningkatkan literasi digital warga. Inisiatif ini bertujuan melatih warga agar lebih bijak dalam menyebarkan informasi publik dan mampu menjadi “jurnalis warga” yang andal di era digital.

Kegiatan diawali dengan pertemuan persiapan pada Jumat (10/10) di Pringkuning, Gundengan, Kalurahan Margorejo. Dalam pertemuan tersebut, tim mahasiswa UTY yang terdiri dari Yulia Hananya Shinta, Nazwa Kayla Arthalevia, M. Fadhil Saputra, dan Bernardus Sotatama Ginong, merancang workshop pengelolaan media sosial, pembuatan konten digital, serta etika komunikasi untuk para anggota KIM.

Yulia Hananya Shinta, ketua tim mahasiswa, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penerima, tetapi juga mampu menjadi penyebar informasi yang benar, bermanfaat, dan sesuai etika digital,” ujarnya.

Nazwa Kayla menambahkan, di era digital, masyarakat memiliki peran krusial sebagai jurnalis warga. “Informasi dari masyarakat sering kali lebih cepat menyebar. Karena itu, penting bagi warga untuk memiliki kemampuan literasi digital agar informasi yang dibagikan bernilai positif,” kata Nazwa.

Pada pertemuan tersebut juga dibahas rencana kerja sama antara KIM dan UTY, yang akan diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) setelah pelaksanaan workshop. Kerja sama ini mencakup pengembangan media sosial, website, dan pelatihan komunikasi publik berkelanjutan.

Ketua KIM Senyum Tempel, diwakili Sadhono Hadi, mengapresiasi inisiatif ini. “Kegiatan ini sangat bermanfaat dan sejalan dengan semangat KIM untuk bertransformasi menjadi media masyarakat yang adaptif, kreatif, dan beretika,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, UTY akan menggelar workshop “Transformasi Komunikasi Berbasis Digital” pada 20–28 November 2025. Workshop ini diharapkan menjadi wadah peningkatan kemampuan praktis warga Tempel dalam produksi konten digital dan penguatan etika komunikasi publik. (sbd/KIM Tempel)




Inovasi Ramah Lingkungan, KWT di Caturtunggal Sleman Terapkan Teknik Pewarnaan Batik Hemat Air

Sleman – Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kalurahan Caturtunggal, Sleman, mulai menerapkan inovasi Teknologi Pewarnaan Zero Water Stain (ZWS) dalam memproduksi batik. Teknik pewarnaan ramah lingkungan ini diperkenalkan dalam pelatihan yang digelar oleh Pemerintah Kalurahan setempat selama empat hari, pada 6–9 Oktober 2025.

Pelatihan yang berlangsung di Dukuh Nologaten ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan ekonomi kreatif masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran terhadap praktik industri hijau yang berkelanjutan. Ulu-Ulu Kalurahan Caturtunggal, Andi Suwarno, menekankan bahwa inisiatif ini merupakan langkah konkret pemerintah kalurahan dalam mendukung inovasi yang ramah lingkungan.

Pelatihan ini diikuti secara antusias oleh perwakilan KWT dari berbagai padukuhan di Caturtunggal. Pada hari pertama dan kedua, peserta dibekali pengetahuan dasar membatik cap dan tulis, mulai dari pengenalan alat dan bahan hingga praktik membuat motif sederhana. Antusiasme peserta terlihat saat mereka mencoba teknik mencanting dan mengecap di bawah bimbingan langsung narasumber dari Batik DIY, Gamal Bya dan Kamijana.

Puncak pelatihan adalah pengenalan teknologi ZWS pada hari ketiga, sebuah metode pewarnaan yang mengedepankan efisiensi air dan penggunaan bahan kimia yang aman. Menurut Gamal, teknologi ini sangat relevan diterapkan dalam industri batik saat ini.

“Melalui teknologi ZWS, proses pewarnaan dapat dilakukan secara efisien, hemat air, dan ramah lingkungan. Konsep ini sangat relevan diterapkan dalam industri batik di masyarakat,” ujar Gamal.

Pelatihan ditutup dengan sesi presentasi karya pada hari terakhir, di mana setiap kelompok KWT memamerkan hasil batik cap dan tulis mereka. Sesi ini menjadi ajang bagi para peserta untuk berbagi pengalaman dan menunjukkan kreativitas mereka selama mengikuti pelatihan. Diharapkan, keterampilan ini tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi produk lokal, tetapi juga mendorong keberlanjutan lingkungan di Caturtunggal. (Oktaviana/KIM Depok)




Hadiri Pisah Sambut Kalapas II B Sleman, Bupati Sleman Ajak Semua Pihak Perkuat Sinergi dan Kolaborasi

Sleman – Bupati Sleman, Harda Kiswaya menghadiri acara pisah sambut Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Kabupaten Sleman, Kamis (9/10) di Pendopo Parasamya malam.

Kalapas II B Sleman sebelumnya dipimpin oleh Kelik Sulistyanto, sedangkan posisi Kalapas II B Sleman selanjutnya akan dipimpin oleh Lamarta Surbakti.

Harda menyampaikan apresiasi setinggi-tinggi kepada Kelik Sulistyanto yang telah mengemban amanah sebagai Kepala Lapas Kelas II B Sleman yang selama ketugasannya menunjukkan dedikasi, integritas, dan komitmen tinggi dalam mengelola Lapas, khususnya dalam menciptakan suasana kondusif di Kabupaten Sleman.

“Selama masa kepemimpinan Bapak Kelik, sinergi dan kolaborasi antara Lapas Sleman dengan Pemkab Sleman khususnya dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta menjalankan program pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan, telah terjalin dengan sangat baik,” ujar Harda

Lebih lanjut, Harda menyampaikan selamat datang dan harapan kepada Kalapas II B Sleman yang baru yakni Lamarta Surbakti untuk selalu menjalin dan meningkatkan kolaborasi, sinergi dan kerja sama yang telah terjalin baik selama ini, tidak hanya dapat dilanjutkan, namun juga diperkuat dan semakin ditingkatkan.

“Tugas ini adalah tugas mulia yang membutuhkan sentuhan hati, kolaborasi antar instansi, dan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat,” kata Harda

Di akhir sambutan, Harda berpesan bahwa pergantian pimpinan dalam sebuah organisasi, termasuk di jajaran Kementerian Hukum dan HAM, adalah sebuah keniscayaan, sebuah dinamika alamiah yang kita yakini sebagai bagian dari upaya peningkatan kinerja, penyegaran, dan pengembangan karir.

“Kepada seluruh jajaran pegawai Lapas Kelas II B Sleman, saya berpesan agar memberikan dukungan penuh kepada Kepala Lapas yang baru. Jadikan pergantian pimpinan ini sebagai momentum untuk memperbarui semangat kerja, meningkatkan profesionalisme, dan menjaga integritas institusi,” pungkas Harda

Mantan Kalapas II B Sleman, Kelik Sulistyanto menyampaikan permohonan apabila selama beliau bertugas terdapat khilaf maupun salah paham dalam bertutur dan bertindak. Ia juga mohon doa restu agar dapat menunaikan amanah dan tugas di tempat yang baru dengan baik.

Kemudian Kalapas II B Sleman yang baru, Lamarta Surbakti memohon dukungan untuk melanjutkan estafet dalam memajukan Lapas II B Sleman yang sudah dibangun dengan baik.




Bupati Sleman Dorong Sinergi Pemerintah dan Serikat Buruh Wujudkan Hubungan Industrial Harmonis

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem ketenagakerjaan yang adil, insklusif, dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman Harda Kiswaya dalam Forum Dialog Serikat Pekerja/Serikat Buruh bersama Bupati Sleman yang digelar kamis (9/10) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sleman didampingi oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP), Kepala BPJS Ketenagakerjaan, perwakilan dari BPJS Kesehatan, Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan perwakilan dari OPD terkait. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan sinergi lintas sektor dalam mendukung kesejahteraan pekerja dan iklim ketenagakerjaan yang kondusif di Sleman.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pekerja di Sleman atas konstribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, pembangunan daerah tidak akan berjalan tanpa peran dan kerja keras para buruh.

“Kami memandang serikat pekerja bukan sebagai oposisi, melainkan mitra strategis yang setara dalam mewujudkan keadilan sosial dan stabilitas industri,” Ujar Bupati.
Bupati menekankan pentingnya semangat musyawarah dan kekeluargaan dalam menyelesaikan perbedaan pandangan di dunia industri. Ia berharap setiap keputusan yang diambil dapat menjadi win-win solutions tanpa mengganggu stabilitas daerah maupun iklim investasi yang sudah kondusif.

“Stabilitas adalah kunci bagi keberlangsungan pekerjaan dan kesejahteraan kita semua,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Sleman juga terus berupaya memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja informal serta mengoptimalkan pelatihan vokasi dan sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja lokal.

Melalui forum ini, Bupati bersinergi dengan pemerintah, perusahaan, dan buruh untuk berdiskusi dan beraspirasi dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih adil, meningkatkan kesejahteraan pekerja, serta menjaga keharmonisan hubungan industrial di Kabupaten Sleman.

“Mari kita wujudkan Sleman yang maju, adil makmur, lestari, dan berkeadaban,” tutup Bupati dalam sambutannya.

Forum Dialog Serikat Pekerja/Serikat Buruh ini dihadiri 55 perwakilan Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja/Serikat Buruh dan afiliasi yg ada di kabupaten Sleman.




Kunjungi Sleman, Titiek Soeharto Dukung Akselerasi Hilirasi Produk Olahan Susu

Sleman – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau lebih dikenal Titiek Soeharto, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sleman pada Kamis (9/10). Salah satunya, menghadiri kegiatan bimbingan teknis akselerasi ekspor hilirasi produk olahan susu di Bumi Naraya Farm, Girikerto Turi Sleman.

Kunjungan ini merupakan upaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akselerasi ekspor produk olahan susu khususnya di Kabupaten Sleman.

Dalam kunjungan ini, Titiek Soeharto didampingi oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya, serta perwakilan Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sleman, dan sejumlah petani dan peternak olahan susu kambing.

Dalam sambutannya, Titiek Soeharto mengatakan bahwa Pemerintah terus melakukan upaya besar untuk memperkuat daya saing produk pertanian, perikanan, dan peternakan di pasar global. Salah satunya, melalui akselerasi hilirasi termasuk di Jogja yang memiliki potensi besar.

Ia juga mengungkapkan dalam menghadapi era perdagangan bebas dan digitalisasi saat ini, terdapat peluang besar yang harus dimanfaatkan bersama.

“Pelaku usaha dituntut untuk memiliki pengetahuan dan kemampuan ekspor yang kuat, yang mencakup pemenuhan standar mutu, pengemasan, perizinan, hingga sertifikasi internasional,” ungkapnya.

Bimbingan teknis ini menurutnya menjadi jawaban atas tantangan yang dihadapi para pelaku usaha juga para petani dan peternak khususnya di wilayah Sleman.

“Komisi IV DPR RI terus mendorong agar kegiatan semacam ini diperluas dan berlanjutan. Tujuannya adalah agar para petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga siap berdagang dan berdaya saing secara global,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan bahwa kunjungan yang dilakukan oleh Ketua Komisi IV DPR RI beserta jajarannya memberikan kesempatan Pemkab Sleman untuk berdiskusi mengenai upaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akselerasi ekspor produk olahan susu khususnya di Kabupaten Sleman.

Terlebih, Harda menyebut Kabupaten Sleman merupakan daerah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian dan peternakan.

Dalam mendukung potensi tersebut, Harda juga menjelaskan bahwa Pemkab Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan melakukan peningkatan kompetensi peternak melalui pelatihan teknis maupun manajerial. Hal tersebut dilakukan untuk mendorong pemasaran hasil produksi peternakan sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan seremonial pelepasan ekspor salak dan peletakan batu pertama pembangunan gedung produksi olahan susu oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto didampingi Bupati Sleman Harda Kiswaya.