Panewu Ngaglik Cup 2025 Resmi Bergulir: Ngaglik Siap Jadi Ibu Kota Voli Sleman

Sleman – Turnamen Panewu Ngaglik Cup 2025 resmi dibuka pada Kamis (9/10/2025), di Lapangan Erbece Bulusan, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman. Kompetisi bola voli tingkat kapanewon ini diikuti enam tim dari enam kalurahan, yakni Sardonoharjo, Sariharjo, Sinduharjo, Sukoharjo, Donoharjo, dan Minomartani.

Pembukaan berlangsung meriah dengan penampilan Tari Nawung Sekar oleh para pemudi Ngaglik, kemudian disusul parade atlet dari masing-masing kalurahan peserta. Suasana kebersamaan dan sportivitas terasa kuat di antara ratusan penonton yang memadati area lapangan.

Ketua Panitia, Didik Kristadi yang juga Dukuh Bulusan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak. Ia pun menyampaikan harapannya agar turnamen ini menjadi ajang lahirnya atlet-atlet potensial di Ngaglik.

 “Kami sangat berterima kasih karena Bulusan dipercaya menjadi tuan rumah. Semoga turnamen perdana ini melahirkan bibit unggul dan mempererat persaudaraan antarwarga,” ujar Didik.

Senada dengan itu, Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho menilai penyelenggaraan Panewu Cup menjadi momentum penting bagi kebangkitan olahraga di tingkat kalurahan.

“Ngaglik dikenal sebagai daerah yang banyak melahirkan atlet berprestasi di Sleman. Event seperti ini sangat penting untuk pembinaan jangka panjang,” tuturnya.

Turnamen dibuka secara resmi oleh Panewu Ngaglik, Wawan Widiantoro yang menegaskan komitmen pemerintah kapanewon dalam mengembangkan potensi olahraga masyarakat.

“Panewu Ngaglik Cup menjadi tonggak komitmen bersama. Kami ingin menjadikan Ngaglik sebagai ibukotanya voli Kabupaten Sleman. Ke depan kami berupaya agar Kejurda Sleman dapat digelar di sini, sekaligus mengembangkan cabang lain seperti tenis meja dan bulutangkis,” ungkapnya.

Laga pembuka mempertemukan tim bola voli putra Minomartani melawan Sukoharjo. Turnamen ini akan berlangsung selama sepuluh hari, mulai 9 hingga 19 Oktober 2025, dengan mempertandingkan kategori putra dan putri.

Penyelenggaraan Panewu Ngaglik Cup 2025 diharapkan menjadi agenda tahunan sekaligus wadah pembinaan olahraga berkelanjutan di wilayah Ngaglik. (Andy Ahmad – KIM DSN NGAGLIK)




 Gelar Sarasehan Kepemudaan, Dispora Sleman Tekankan Pemuda Jadi Motor Penggerak Perubahan

Sleman – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman bersama Komisi B DPRD Kabupaten Sleman menggelar sarasehan kepemudaan bertema “Pemuda Tangguh, Berkarakter dan Mandiri”, di Aula Pawirosudiono, Kalurahan Sendangadi, Kecamatan Mlati, Kamis (9/10/20 25).

Kegiatan ini dihadiri Karang Taruna perwakilan padukuhan, Lurah Sendangadi, Sugengno, anggota DPRD Kabupaten Sleman, H. Respati Agus Sasangka, Kepala Bidang Pembinaan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman, Trining Diah Pawestri, dan seorang narasumber yaitu seorang aktivis kepemudaan nasional, Ahmad Nurhadi MH.

Acara dibuka dengan sambutan dari Lurah Sendangadi, Sugengno yang mengapresiasi antusiasme peserta. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemuda yang menyempatkan hadir di waktu siang ini. Harapannya kegiatan ini membawa manfaat dan semangat baru bagi adik-adik muda di wilayah Sendangadi,” ujarnya.

Salah satu anggota DPRD Kabupaten Slemab, Respati Agus Sasangka dalam paparannya menekankan pentingnya peran pemuda sebagai motor penggerak perubahan sosial dan pembangunan daerah.

“Sejarah bangsa ini tidak lepas dari peran para pemuda. Dari masa pergerakan nasional, mereka menjadi pelopor kemerdekaan. Maka saya berharap generasi muda Sendangadi hari ini mampu meneladani semangat itu,” ujar Respati.

Ia juga menyoroti fenomena berkurangnya partisipasi generasi muda dalam organisasi kepemudaan dan politik. “Kita melihat banyak organisasi yang justru diurus oleh orang-orang berusia di atas 40 tahun. Padahal, energi dan gagasan baru justru lahir dari generasi muda. Maka, partisipasi aktif kalian dalam berbagai wadah sangat dibutuhkan,” tandasnya.

Kepala Bidang Pembinaan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman, Trining Diah Pawestri menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan kepemudaan daerah.

“Menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009, pemuda adalah mereka yang berusia 16–30 tahun. Mereka memiliki potensi besar berupa energi, rasa ingin tahu, dan semangat tinggi. Potensi ini harus diarahkan melalui pembinaan dan pemberdayaan yang berkelanjutan,” tuturnya.

Trining juga menambahkan bahwa Dispora Sleman memiliki sejumlah program prioritas di bidang kepemudaan, antara lain peningkatan kapasitas wirausaha muda, pengembangan kepemimpinan, dan pembinaan organisasi kepemudaan.

“Kami juga terus mendorong indeks pembangunan pemuda melalui lima indikator utama, yakni pendidikan, kesehatan, partisipasi, dan kepemimpinan,” ujarnya.

Sementara itu Ahmad Nurhadi aktivis kepemudaan nasional mengajak para peserta untuk memanfaatkan era digital secara produktif. “Media sosial bisa menjadi sarana ekspresi dan wirausaha. Gunakan untuk hal-hal positif yang membangun karakter dan menumbuhkan kemandirian,” kata Ahmad.

Melalui sarasehan ini, Dispora Kabupaten Sleman berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat dalam mencetak generasi muda yang berdaya saing dan berkarakter, menuju Sleman yang maju dan sejahtera. (Arief Hartanto / KIM Kertomandiri Turi)




Lurah Margorejo Apresiasi Atlet Usai Tampil di PORDA dan PEPARDA DIY 2025

Sleman – Pemerintah Kalurahan Margorejo bersama Lembaga BARA (Badan Olahraga Margorejo) menggelar kegiatan audiensi dan evaluasi atlet, di Balai Kalurahan Margorejo pada, Rabu (8/10/2025). Kegiatan tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat juang dan prestasi para atlet asal Kalurahan Margorejo, yang telah berpartisipasi dalam Pekan Olahraga Daerah (PORDA) XVII DIY 2025 dan Pekan Paralimpik Daerah (PEPARDA) IV DIY 2025.

Acara ini dihadiri oleh Lurah Margorejo, Abdul Aziz Muh. Ridwan, Kamituwo Margorejo, Anwar Insani, jajaran pamong kalurahan, para pengurus dan atlet binaan BARA Margorejo.

Sebagai informasi, PORDA (Pekan Olahraga Daerah) DIY XVII 2025 diselenggarakan pada 9–18 September 2025. Sementara PEPARDA (Pekan Paralimpik Daerah) IV DIY 2025 berlangsung pada 23–30 Agustus 2025.

Kedua ajang bergengsi tingkat provinsi ini dipusatkan di Kabupaten Gunungkidul dan diikuti oleh ratusan atlet dari seluruh kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lurah Margorejo dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas dedikasi para atlet yang telah membawa nama baik Margorejo di tingkat DIY.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para atlet Margorejo yang sudah berjuang di ajang PORDA dan PEPARDA DIY 2025. Kalian adalah kebanggaan kami. Pemerintah kalurahan akan terus mendukung pembinaan olahraga agar prestasi ini menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya,” ujar Lurah Abdul Azis.

Kamituwo Margorejo, Anwar Insani menambahkan bahwa kegiatan audiensi ini menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah kalurahan, lembaga olahraga, dan para atlet.

“Audiensi ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga bentuk penghargaan dan refleksi bersama atas perjuangan para atlet. Kita ingin ke depan pembinaan olahraga di Margorejo semakin terarah dan berkelanjutan,” ungkap Anwar Insani.

Ketua BARA Margorejo, Wahyu Herlambang dalam laporannya menjelaskan bahwa sejumlah atlet Margorejo telah menunjukkan performa membanggakan dalam berbagai cabang olahraga di PORDA dan PEPARDA DIY 2025.

“Kami bersyukur atas semangat luar biasa para atlet Margorejo. Beberapa di antaranya berhasil menorehkan prestasi membanggakan, dan semua telah menunjukkan sportivitas yang tinggi. Ke depan, BARA Margorejo akan terus memperkuat pembinaan agar prestasi ini bisa ditingkatkan diajang-ajang berikutnya,” ujar Wahyu Herlambang.

Dalam kegiatan tersebut, para atlet juga berbagi pengalaman dan cerita perjuangan selama mengikuti pertandingan di ajang PORDA dan PEPARDA, termasuk tantangan dalam menjaga stamina, fokus, dan sportivitas di tengah kompetisi yang ketat.

Kegiatan audiensi diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan dari Pemerintah Kalurahan Margorejo kepada seluruh atlet sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.

Dengan kegiatan ini, Pemerintah Kalurahan Margorejo berharap agar semangat juang dan kebersamaan yang terbangun di ajang PORDA dan PEPARDA DIY 2025 dapat menjadi inspirasi bagi seluruh warga untuk terus berprestasi dan menjaga nama baik Margorejo. (SBD/KIM Tempel)




Panen Raya Cabai dan Semangka di Sleman, Manfaatkan Dana Keistimewaan DIY

Sleman – Masyarakat Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Sleman, menggelar panen raya cabai dan semangka di area persawahan Cangkring Malang pada Kamis (9/10). Kegiatan ini merupakan hasil nyata dari pemanfaatan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Dana Keistimewaan (Danais) DIY.

Acara panen dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, bersama Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY, Aris Eko Nugroho, serta puluhan petani penerima manfaat.

Aris Eko Nugroho menjelaskan bahwa BKK Danais ini bertujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat miskin, melalui pemberdayaan dan pemanfaatan tanah kas kalurahan.

“Di Kabupaten Sleman ada 15 kalurahan yang mendapat BKK untuk pertanahan. Program ini adalah bagian dari arahan Gubernur DIY terkait konsep Lumbung Mataraman,” jelas Aris. Ia menambahkan bahwa tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa tanah kalurahan diharapkan semakin memberikan manfaat ekonomi dan kesejahteraan.

Wakil Bupati Danang Maharsa menyampaikan terima kasih kepada Pemda DIY atas dukungan kepada Kalurahan Banyurejo. Menurutnya, program ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan dukungan kepada petani, khususnya mereka yang termasuk kurang mampu.

“Semoga ini dapat memberikan semangat kepada petani untuk terus memberdayakan lahan pertaniannya, serta dapat meningkatkan perekonomian para petani,” kata Danang.

Lurah Banyurejo, Saparjo, merinci bahwa kalurahannya menerima bantuan sebesar Rp 122 juta. Program penanaman dimulai pada Juni 2025 di lahan seluas 1,5 hektar dengan melibatkan 20 petani, di mana 16 di antaranya adalah petani miskin yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Yang kita tanam adalah cabai rawit dan cabai keriting. Kita juga melakukan tumpang sari dengan semangka,” terang Saparjo.

Ia menambahkan, hasil panen cabai dan semangka yang sudah dilakukan pada Agustus dan September lalu telah menghasilkan pemasukan sebesar Rp 77 juta. Angka ini diharapkan terus meningkat ke depannya, memberikan dampak signifikan bagi perekonomian masyarakat.




Akselerasi Pembangunan Desa, Wakil Bupati Sleman Buka TMMD Tahap IV di Seyegan

Sleman – Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun 2025 resmi dimulai. Kegiatan yang diinisiasi oleh Kodim 0732/Sleman ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, pada Rabu (8/10), dalam sebuah upacara di Stadion Tentara Genie Pelajar (TGP) Kalurahan Margoluwih, Kapanewon Seyegan.

TMMD ini diselenggarakan dalam rangka membantu percepatan pembangunan daerah melalui kolaborasi dan sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat.

Danang Maharsa menekankan pentingnya menjaga hasil dari program ini untuk jangka panjang.

“Harapan saya, infrastruktur yang telah dibangun ini dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan baik, sehingga dapat mendorong perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat di wilayah Margoluwih ini,” tegas Danang.

Dandim 0732/Sleman, Letkol Inf Yusuf Prasetyo, menjelaskan bahwa TMMD kali ini fokus pada pembangunan fisik dan non-fisik. Sasaran fisik meliputi pembangunan talud jalan, pemulihan badan jalan, pembuatan jembatan, dan gorong-gorong.

Sementara itu, sasaran non-fisik berorientasi pada edukasi dan pencegahan masalah sosial, termasuk penyuluhan wawasan kebangsaan, Kamtibmas, narkoba, judi online (judol), dan kejahatan anak. Dandim juga menyoroti fokus pada penyuluhan pencegahan stunting dengan mengoptimalkan peran Posyandu dan Pos Bindu penyakit tidak menular.

“Waktu pelaksanaan selama 30 hari mulai 8 Oktober sampai dengan 6 November 2025. Untuk pelaksanaannya kita kerahkan satu Satuan Setingkat Peleton (SST) TNI dibantu oleh masyarakat Kalurahan Margoluwih Seyegan,” jelas Letkol Yusuf Prasetyo.

Program ini menghabiskan total anggaran sebesar Rp 525 juta, yang bersumber dari APBD DIY sebesar Rp 75 juta dan APBD Kabupaten Sleman sebesar Rp 450 juta.