Peringati HUT ke-80 TNI, Koramil 04/Tempel Gelar Syukuran dan Upacara Kenaikan Pangkat

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Koramil 04/Tempel Kodim 0732/Sleman menggelar upacara dan syukuran di GOR Kalurahan Lumbungrejo, pada Kamis (9/10/2025).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan upacara kenaikan pangkat bagi Danramil dan dua anggota Babinsa yang berdinas di wilayah Kapanewon Tempel.

Acara yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan ini, dihadiri oleh Forkopimkapanewon Tempel, Lurah se-Kapanewon Tempel, perwakilan Polsek Tempel, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Tempel.

Dalam kesempatan ini, Danramil 04/Tempel, Lettu Inf Edy Widodo resmi naik pangkat menjadi Kapten Inf Edy Widodo.

Selain itu, dua anggota Babinsa juga menerima kenaikan pangkat atas dedikasi dan pengabdian mereka kepada bangsa dan masyarakat.

Adapun daftar anggota yang mendapat kenaikan pangkat yaitu Serka Aris Budianto, naik pangkat menjadi Serma (Sersan Mayor), dan Serda Hery Setyantoro naik pangkat menjadi Sertu (Sersan Satu).

Dalam sambutannya, Danramil 04/Tempel, Kapten Inf Edy Widodo menyampaikan rasa syukur atas anugerah yang diterima. Ia bahkan menegaskan komitmen untuk terus berbakti kepada masyarakat.

“Kenaikan pangkat ini merupakan amanah dan tanggung jawab yang lebih besar. Kami akan terus berupaya menjaga semangat juang, disiplin, dan loyalitas dalam setiap tugas. TNI akan selalu hadir untuk rakyat dan bersama rakyat,” ujarnya disambut tepuk tangan para hadirin.

Panewu Tempel, Dakiri dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi jajaran TNI yang selalu bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga ketertiban wilayah.

“Kami menyampaikan selamat kepada Danramil dan anggota yang naik pangkat. Kenaikan ini tentu menjadi motivasi baru untuk terus memperkuat kerja sama dan sinergi lintas sektor demi kemajuan dan keamanan wilayah Tempel,” ungkapnya.

Sebagai bentuk rasa syukur, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Kapten Edy Widodo yang kemudian diserahkan kepada Babinsa termuda sebagai simbol estafet semangat pengabdian.

Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, memohon keberkahan dan keselamatan bagi seluruh prajurit TNI serta masyarakat Tempel. Suasana penuh kebersamaan tampak dari seluruh peserta yang menikmati hidangan sederhana sambil diiringi lagu-lagu perjuangan yang menambah semangat nasionalisme.

Melalui momentum HUT TNI ini, Kapten Edy Widodo mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga persatuan dan ketahanan wilayah.

“Kami kuat karena rakyat. TNI akan selalu siap membantu masyarakat dalam berbagai bidang, baik pertahanan, sosial, maupun kemanusiaan. Mari bersama-sama menjaga Tempel agar selalu aman, tenteram, dan berdaya saing,” pesannya.

Kegiatan berakhir dengan foto bersama dan suasana penuh keakraban, menandai semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat Tempel yang terus terjalin erat. (SBD-KIM Tempel)




Sportivitas, Kejujuran dan Keyakinan Jadi Motivasi bagi Atlet Sleman Meraih Juara di PKM DIY

Sleman – Meski sudah meraih juara pertama tingkat Kabupaten Sleman, para atlet jangan cepat puas diri, dan tidak sombong.  Kemampuan yang dimiliki dan prestasi yang diraih harus dioptimalkan dan siswa harus tetap tawadhu’. Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Agama Sleman, Nadhif saat memberi pembekalan kepada 150-an perwakilan atlet yang akan berlaga di Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) DIY.

“Sebagai duta Sleman, saya berpesan jaga nama baik Sleman. Sleman yang harmomis, banyak orang pintar, suka membantu, suka memberi atau Loma, tunjukkan.  Apapun lombanya junjung tinggi sportifitas dan kejujuran,” pesan Nadhif di aula setempat, Kamis (9/10/2025).  

Nadhif menegaskan prestasi yang diraih adalah prestasi yang benar-benar dilandasi kejujuran dan sportifitas.  Di manapun berada, kejujuran dan sportifitas harus selalu dijunjung tinggi. 

“Semoga banyak prestasi diraih, dari Sleman untuk Indonesia, dan dari Sleman untuk dunia,” tegasnya.

Para atlet juga mendapat bekal motivasi dari motivator nasional, Nur Wahyudin Al-Azis yang tampil enerjik penuh semangat. Azis mengajak para atlet berjuang gigih dalam menghadapi atlet-atlet terbaik dari kabupaten lain. 

“Jadilah pejuang-pejuang yang luar biasa, percaya diri, penuh semangat kejuangan, serta keyakinan.  Ingat Allah itu berada dalam persangkaan hambanya,” papar Azis yang menyampaikan materi Dahsyatnya Keyakinan.  

Ia menekankan bahwa keyakinan memiliki peran penting untuk meraih sesuatu yang diinginkan. Jika yakin menang maka ia akan menang, jika yakin kalah maka akan kalah. 

“Jangan memiliki rasa takut untuk bertanding. Rasa takut bertanding sama dengan 50% kalah. Bertandinglah all out, habis-habisan untuk meraih kemenangan sejati,” tegasnya. 

Azis menambahkan ada beberapa poin yang harus diperhatikan oleh para atlet. Pertama tetapkan target yang jelas. Kedua keyakinan, dan ketiga fokus saat latihan maupun saat bertanding.  

“Mantapkan diri bersama tim dengan sebaik-baiknya. Keempat, memiliki strategi mencapai tujuan yang telah ditargetkan, serta benar-benar melakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), dan jangan sampai salah strategi,” ujarnya.

“Jadilah mental juara yang tidak mudah digoyahkan oleh supporters.  Ingat mereka bukan pemain, tatapi mereka hanya penonton,” imbuhnya.

Dengan diberikannya motivasi ini, diharapkan para atlet akan tampil maksimal dengan hasil dan raihan optimal.  (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Komisi IV DPR RI Tinjau Pelaksanaan MBG di Sleman

Sleman – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto meninjau secara langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Depok, Sleman, pada Kamis (9/10/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Komisi IV DPR RI untuk memastikan implementasi program nasional MBG berjalan optimal, higienis, dan tepat sasaran dalam mendukung peningkatan gizi serta kualitas pendidikan peserta didik.

Dalam kunjungan tersebut, Siti Hediati Soeharto yang akrab disapa Titik Soeharto, didampingi oleh Anggota DPRD DIY, Muhammad Lisman Pujakusuma dan Anton Prabu Semendawai, Anggota DPRD Sleman, Muhammad Arif Priyosusanto, Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setianto Erning Wibowo, Panewu Depok, Djoko Muljanto, serta SMP Negeri 1 Depok, Lilik Supomo.

Titik mengingatkan pentingnya menjaga higienitas dan ketertiban dalam proses pengolahan dan pendistribusian makanan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ia menegaskan bahwa setiap menu harus disiapkan secara seimbang, memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, dan dipastikan layak konsumsi.

“Program MBG merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap pendidikan dan kesejahteraan siswa. Karena itu, pengelolaan harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan memperhatikan standar kebersihan,” ujarnya.

Titik menambahkan, MBG tidak hanya berperan meningkatkan asupan gizi peserta didik, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menekan angka stunting, mendukung konsentrasi belajar, serta menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan produktif.

“Kami berharap program ini terus berlanjut dan cakupannya diperluas agar seluruh siswa di berbagai daerah dapat merasakan manfaatnya secara berkesinambungan,” tambahnya.

Sementara Panewu Depok, Djoko Muljanto menjelaskan bahwa saat ini di wilayah Kapanewon Depok telah beroperasi 10 dari 13 SPPG yang direncanakan.

“Program MBG di Kapanewon Depok sudah menyasar sekitar 30 penerima manfaat, dan akan terus kami kembangkan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pihaknya terus memperkuat koordinasi lintas sektor dengan TNI, Polri, dan dinas terkait untuk memastikan pengawasan langsung di lapangan berjalan optimal.

“Kami ingin memastikan seluruh dapur penyelenggara program memenuhi standar keamanan pangan. Kualitas makanan harus terjaga, aman dikonsumsi, dan benar-benar memberikan manfaat gizi bagi para siswa,” tegasnya.

Djoko menegaskan, bahwa kunjungan Ketua Komisi IV DPR RI ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara DPR RI, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan dalam mendukung pelaksanaan program prioritas nasional di bidang gizi dan pendidikan.

“Tentu kami berharap, program MBG dapat berjalan semakin baik, tepat sasaran, dan memberi dampak nyata bagi generasi muda Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)




Komisi IV DPR RI Serap Aspirasi Pertanian Berkelanjutan di Sleman

Sleman – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto melaksanakan kegiatan Serap Aspirasi Masa Reses di Pendopo Kapanewon Depok, Sleman, pada Kamis (9/10/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk menjaring aspirasi masyarakat terkait penguatan sektor strategis nasional, khususnya pertanian, kehutanan, dan kelautan. Selain itu, acara ini juga menjadi strategi untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan DPR RI dalam pembangunan berkelanjutan.

Titik Soeharto, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa Komisi IV DPR RI memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan kebijakan pembangunan nasional di bidang pertanian, kehutanan, dan kelautan berjalan efektif, berpihak kepada kepentingan rakyat, serta berorientasi pada kelestarian lingkungan.

“Komisi IV tidak hanya bertugas menyusun kebijakan dan regulasi, tetapi juga mengawasi pelaksanaannya agar benar-benar membawa manfaat bagi kesejahteraan rakyat serta menjaga keseimbangan ekologi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa ruang lingkup kerja Komisi IV DPR RI mencakup tiga sektor utama. Pada sektor pertanian, fokus diarahkan pada peningkatan produktivitas, ketahanan pangan, dan kesejahteraan petani. Di sektor kehutanan, Komisi IV berupaya memperkuat konservasi, mencegah deforestasi, serta mempercepat rehabilitasi kawasan hutan yang rusak.

“Sementara di sektor kelautan, perhatian Komisi IV DPR RI difokuskan pada pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan, perlindungan terhadap nelayan kecil, dan penguatan kebijakan perikanan nasional,” ungkap Titik Soeharto.

Menurutnya, peran strategis Komisi IV DPR RI ini tidak dapat dijalankan tanpa dukungan para pemangku kepentingan di daerah. Oleh karena itu, kegiatan reses menjadi momentum penting bagi anggota DPR RI untuk mendengarkan langsung suara masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang lahir di Senayan benar-benar berasal dari aspirasi akar rumput. Komisi IV DPR RI akan terus membuka ruang dialog dan kerja sama lintas sektor untuk mewujudkan pembangunan yang adil dan berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Titik mengapresiasi Kapanewon Depok yang berhasil menggerakkan berbagai program pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan UMKM.

Menurutnya, kemampuan masyarakat Depok berinovasi di tengah kepadatan wilayah perkotaan merupakan bukti nyata semangat kemandirian dan kolaborasi.

“Kerja sama lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat menjadi modal sosial yang sangat penting dalam menggerakkan ekonomi lokal dan memperkuat ketahanan pangan,” imbuhnya.

Sementara Panewu Depok, Djoko Muljanto menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kunjungan Komisi IV DPR RI. Ia menyebut, kegiatan ini menjadi penyemangat bagi masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal.

“Kami berterima kasih atas dukungan dan pendampingan dari Komisi IV DPR RI. Saat ini, di wilayah kami telah terbentuk sekitar 45 Kelompok Wanita Tani yang aktif mengembangkan produk unggulan, bahkan sebagian telah menembus pasar mancanegara,” ujarnya.

Djoko menambahkan bahwa Kapanewon Depok terus berkomitmen memperkuat sektor pertanian di kawasan metropolitan.

“Dengan dukungan kebijakan dan pelatihan dari pemerintah pusat maupun DPR RI, kami berharap ketahanan pangan berbasis keluarga dapat terus meningkat, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat,” katanya.

Menurut Djoko, kegiatan serap aspirasi masa reses Komisi IV DPR RI ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan sektor pertanian, kehutanan, dan kelautan yang berorientasi pada keberlanjutan dan kesejahteraan rakyat.

“Melalui kegiatan ini, semoga terjalin komunikasi yang lebih erat antara legislatif dan masyarakat, guna mewujudkan Depok semakin tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi di bidang sumber daya alam,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)




Peningkatan Kapasitas dan Kemampuan Anggota LKK Kalitirto Berbah

 Sleman – BIMTEK LKK (Bimbingan Teknik Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan) kembali diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, pada Rabu (8/10/2025). Kegiatan yang berlangsung di Dusun Bedilan Jabung, Kalurahan Kalitirto, Berbah ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan anggota LKK dalam menjalankan tugasnya.

Acara ini digelar dengan menghadirkan narasumber salah satu anggota DPRD Sleman Komisi A, Galuh Saraswati Leksono bersama perwakilan Dinas PMK Kabupaten Sleman, Dewi S, serta Mantan Anggota DPRD sekaligus Lurah Sumberharjo, Lekta Manuri.

Perwakilan Dinas PMK Kabupaten Sleman, Dewi S menyampaikan bahwa Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) merupakan wadah partisipasi masyarakat, sebagai mitra pemerintah kalurahan, ikut serta dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, serta meningkatkan pelayanan masyarakat kalurahan.

“Berdasarkan Perbup Sleman Nomor 44.2 tahun 2020, Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) terdiri dari RT, RW, PKK, Karang Taruna, Posyandu, Satlinmas, dan LPM untuk perencanaan, pelaksanaan pembangunan, dan pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Sementara Mantan Anggota DPRD dan saat ini Lurah Sumberharjo, Lekta Manuri menyambut baik dan apresiasi atas kegiatan ini. Di mana, LKK memiliki fungsi menampung aspirasi masyarakat, memperkuat persatuan, dan meningkatkan pelayanan pemerintahan kalurahan.

Pada kesempatan yang sama, salah satu anggota DPRD Sleman Komisi A, Galuh Saraswati Leksono menekankan pentingnya pemahaman lembaga kemasyarakatan terhadap tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing, sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Sleman yang berlaku.

“Melalui kegiatan bimtek ini, kita sampaikan secara rinci mengenai tupoksi lembaga-lembaga dusun agar setiap unsur masyarakat dapat bekerja sesuai aturan dan saling bersinergi,” ujar Galuh.

Antusiasme masyarakat dalam forum ini nampak dengan begitu aktifnya mereka bertukar pikiran, baik dengan pemerintah kalurahan maupun dengan pemerintah kabupaten. Hal ini menunjukkan bahwa semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap pembangunan desa di Sleman semakin kuat. (Arief Hartanto / KIM Kertomandiri Turi)