Sosialisasikan Bahaya Rokok, Puskesmas Minggir Gelar Penyuluhan Kesehatan di Sendangsari

Sleman – Puskesmas Minggir menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema bahaya rokok, pada Selasa (7/10/2025), di Aula Kalurahan Sendangsari.

Kegiatan ini dihadiri seluruh pamong kalurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, pendamping kalurahan, perwakilan PKK dan kader kesehatan, serta tokoh masyarakat se-Kalurahan Sendangsari.

Lurah Sendangsari, Afan Nur Hisan menyampaikan terima kasih kepada Puskesmas Minggir yang telah memfasilitasi kegiatan penyuluhan kesehatan ini.

“Salah satu pilar Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang masif disosialisasikan Kementrian Kesehatan adalah perilaku merokok terutama dalam rumah. Hal ini juga menjadi salah satu faktor penyebab angka stunting di Sendangsari. Oleh karenanya penyuluhan ini penting di samping upaya kita dalam menyusun rencana Kawasan Tanpa Rokok (KTR) khususnya di lingkungan kantor kalurahan,” ujar Afan.

Perwakilan Puskesmas Minggir Bidang Promosi Kesehatan, Nurngafiatul Fadhilah selaku narasumber menjelaskan saat ini fenomena merokok sudah menjadi isu yang mengkhawatirkan, khususnya untuk anak-anak dibawah umur. Hal ini disebabkan mudahnya akses mendapatkan rokok maupun regulasi yang kurang tegas mengatur peredaran rokok untuk anak dibawah umur.

“Saat ini Indonesia menempati peringkat pertama jumlah perokok usia remaja di ASEAN. Padahal efek asap rokok lebih bahaya bagi perokok pasif yang turut menerima imbas dari zat-zat berbahaya atau residu racun yang dihasilkan oleh rokok,” terang Fia.

Lebih lanjut Fia menjelaskan bahaya rokok tidak hanya dari rokok konvensional, tetapi juga dari rokok elektrik (vape) yang kini digandrungi generasi muda. Amar bahaya akibat mengkonsumsi yang tertera pada bungkus rokok seolah bukan menjadi hal yang menakutkan. Terbukti, jumlah perokok dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

“Sudah banyak ditangani kasus-kasus akibat bahaya asap rokok, salah satunya kanker paru yang menempati urutan pertama dari efek rokok ini. Bahkan kedepan pemerintah mewacanakan untuk penyakit yang ditimbulkan oleh asap rokok ini tidak akan dicover oleh BPJS Kesehatan,” tandasnya.

Menurut Fia, saat ini Puskesmas Minggir telah membuka layanan konseling berhenti merokok. “Bagi bapak-bapak atau siapa saja yang punya niat berhenti merokok, silakan memanfaat layanan ini. Secara bertahap nanti akan diberikan terapi baik berupa obat maupun diberikan solusi lain, dengan harapan kebiasaan merokok dapat berhenti,” ungkap Fia.

Saat ini kampanye bahaya merokok masif dilakukan, dalam tataran rumah tangga ada GASBRO (Keluarga Bebas Asap Rokok) dan dalam tataran umum ada pemberlakuan KTR (Kawasan Tanpa Rokok) pada fasilitas umum maupun instansi pemerintahan. KTR membatasi perokok untuk merokok ditempat khusus yang disediakan, sehingga mengurangi paparan asap rokok bagi yang tidak merokok. (Sardiyanto – KIM Sendangsari Minggir)




Pemkab Sleman Dorong Pengembangan Pertanian Berbasis Inovasi Pangan Fungsional

Sleman – Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman terus mendorong pengembangan wirausaha pertanian berbasis inovasi pangan fungsional. Salah satunya melalui kegiatan pelatihan budidaya ayam petelur fungsional, yang digelar sejak 10 September hingga 7 Oktober 2025 di Padukuhan Kendal, Kalurahan Bangunkerto, Kapanewon Turi.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam lima kali pertemuan dengan melibatkan beragam unsur masyarakat, yakni Kelompok Tani Karya Bersama, Kelompok Wanita Tani (KWT) Padukuhan Kendal, dan unsur pemuda.

“Kami ingin membentuk wirausahawan baru yang mampu bergerak di bidang produksi dan pemasaran telur omega,” jelas Ketua Kelompok Tani Karya Bersama, Tri Anggono.

Pelatihan ini menghadirkan berbagai narasumber dari unsur dinas, praktisi, dan pelaku usaha, termasuk akademisi dari Fakultas Peternakan UGM, serta pendamping lapangan dari PPL dan Medik Veteriner. Mereka membawakan materi seputar teknik budidaya ayam petelur fungsional, manajemen pakan, pengelolaan limbah peternakan, hingga strategi pemasaran produk telur omega.

Kepala Dukuh Kendal, Agus DS menegaskan kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teori, tetapi juga praktik lapangan. “Peserta dilibatkan langsung dalam praktik pembuatan pakan, pengelolaan limbah, dan manajemen kandang ayam fungsional,” ujarnya.

Dalam salah satu sesi, peserta bahkan diajak studi tiru ke kelompok peternak yang telah berhasil mengembangkan telur omega di wilayah lain.

Selain memberikan materi dan pendampingan, DP3 Kabupaten Sleman juga menyalurkan bantuan berupa peralatan budidaya, 100 ekor ayam pullet (ayam siap telur), dan pendampingan teknis selama masa produksi. Bantuan tersebut diharapkan menjadi modal awal bagi kelompok tani dan KWT Kendal untuk mengembangkan usaha peternakan ayam petelur secara berkelanjutan.

Salah satu peserta pelatihan perwakilan dari Kelompok Tani Karya Bersama, Mulyono mengaku antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Kami tidak hanya belajar teori, tapi juga bisa praktik langsung membuat pakan sendiri dan mengelola limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.

Materi terakhir yang disampaikan pada awal Oktober membahas rencana usaha ayam dan unit usaha telur fungsional, termasuk penyusunan rencana usaha kelompok (RUK) dan rencana kerja kelompok (RKK). Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi motivasi dan rencana tindak lanjut oleh Kepala UPTD Peternakan Sleman, yang menekankan pentingnya konsistensi dan inovasi.

Dengan pelatihan ini, diharapkan Padukuhan Kendal, Bangunkerto, dapat menjadi salah satu sentra kecil penghasil telur omega bernilai tinggi, sekaligus menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis peternakan fungsional di Kabupaten Sleman. (Arief Hartanto / KIM Kertomandiri Turi)




Launching Gerai Sembako Koperasi Desa Merah Putih Sardonoharjo: Dorong Kemandirian Ekonomi Warga

Sleman – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, resmi meluncurkan gerai sembako yang berlokasi di Padukuhan Pencarsari, pada Rabu (8/10/2025). Peresmian ini menandai langkah konkret KDMP dalam memperkuat perekonomian warga melalui pengembangan usaha koperasi berbasis kebutuhan pokok masyarakat.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, Sutiasih turut hadir dan memberikan apresiasi atas inisiatif Sardonoharjo yang menjadi kalurahan pertama di Kapanewon Ngaglik mendirikan gerai sembako koperasi desa.

“Kami sangat bangga dengan langkah inovatif ini. Semoga Koperasi Desa Merah Putih menjadi inspirasi bagi kalurahan lain untuk memperkuat gerakan ekonomi berbasis masyarakat,” ujarnya.

Ketua KDMP Sardonoharjo Mukija dalam sambutannya menyampaikan bahwa Koperasi Desa Merah Putih Sardonoharjo saat ini telah memiliki 101 anggota aktif.

“Gerai yang kami buka hari ini adalah langkah awal. Ke depan, kami berencana bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Bank, Kantor Pos, Bulog, dan Pertamina untuk memperluas layanan bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengajak warga Sardonoharjo untuk bergabung menjadi anggota koperasi. “Pendaftarannya sangat mudah, cukup mengisi formulir, melampirkan fotokopi KTP, membayar simpanan pokok dan simpanan wajib per bulan,” tambahnya.

Anggota KDMP nantinya akan memperoleh berbagai manfaat seperti diskon belanja di gerai, buku tabungan, kartu anggota, dan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU).

Acara launching berlangsung meriah dan penuh semangat gotong royong. Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng merah putih oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sleman yang kemudian diserahkan kepada Ketua KDMP Sardonoharjo, serta pemotongan pita oleh Panewu Ngaglik sebagai simbol resmi dibukanya Gerai Sembako KDMP.

Dengan hadirnya gerai ini, masyarakat berharap KDMP Sardonoharjo dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mandiri, inklusif, dan berkeadilan, sejalan dengan semangat “Dari Desa untuk Kesejahteraan Bersama.” (Andy Ahmad – KIM DSN Ngaglik)




Penanaman Jagung Serentak Kwartal IV 2025, Langkah Strategis Menuju Swasembada Pangan

Sleman – Salah satu fokus utama program ketahanan pangan nasional Indonesia pada tahun 2025 adalah memperkuat produksi jagung. Pemerintah menargetkan agar penanaman jagung dilakukan secara serentak setiap kuartal, termasuk kuartal IV. Hal itu sebagai upaya memperkokoh swasembada pangan dan mengurangi ketergantungan impor jagung.

Peran Polri dalam program ini menjadi sorotan karena keterlibatannya tidak hanya di sisi keamanan. Tetapi juga dukungan teknis, alokasi lahan, dan penyerapan hasil panen melalui kerja sama dengan Bulog dan pelaku industri pakan ternak.

Untuk itu pada Rabu (8/10/2025), Polsek Seyegan melakukan kegiatan penanaman jagung serentak di lahan kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) Semilir, Padukuhan Kurahan III, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan. Hadir dalam kegiatan tersebut Panewu Seyegan dan jajarannya, BP4 Wilayah III Seyegan, Lurah Margodadi dan jajarannya, Ketua BPKal Margodadi, Dukuh Kurahan III, Ketua Gapoktan dan anggota KWT.

Di lahan seluas 2200 meter persegi, secara serentak ditanami jagung tongkol 1 yang mempunyai umur panen 100 sampai 110 hari. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Seyegan, AKP Pujiono dan diikuti oleh undangan yang hadir, anggota Polsek serta sejumlah anggota KWT. 

Penanaman jagung ini merupakan bagian dari program Polri yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan lokal, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi dan iklim yang tidak menentu.

“Kegiatan ini adalah bentuk kontribusi nyata Polri dalam membantu masyarakat, khususnya dalam menjaga ketersediaan pangan. Selain itu, kami juga ingin mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong agar lebih produktif,” ujar AKP Pujiono.

Salah satu tujuan utama penanaman serentak ini adalah memastikan hasil panen dapat diserap dengan baik. Sinergi antar lembaga Polsek, Kapanewon, BP4, Gapoktan dan KWT menjadi kunci agar program ini bukan sekadar simbol, tetapi berdampak nyata di lapangan.

Selain itu keberlanjutan program ini sangat tergantung pada pendampingan teknis, monitoring kondisi tanaman, dan mitigasi risiko seperti hama oleh dinas yang bersangkutan.

Program penanaman jagung ini diharapkan dapat memberikan hasil panen yang bermanfaat tidak hanya bagi anggota Polsek, tetapi juga untuk masyarakat sekitar. Polsek juga berencana melakukan pendampingan dan pembinaan kepada warga yang ingin turut serta dalam kegiatan pertanian. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Forkom UMKM Sardonoharjo Terima Kunjungan Kaji Tiru dari Pemerintah Kecamatan Angsana Kalimantan Selatan

Sleman — Forum Komunikasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Forkom UMKM) Kalurahan Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, menerima kunjungan kaji tiru dari Pemerintah Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Rabu (8/10/2025).

Sebanyak 78 peserta hadir dalam rombongan tersebut, terdiri atas Camat Angsana, para kepala desa, perangkat desa, pengurus TP PKK, pengurus BUMDes, dan anggota BPD. Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari tata cara pengelolaan dan pengembangan UMKM yang diterapkan di Sardonoharjo, yang dikenal sebagai salah satu kalurahan dengan ekosistem UMKM yang aktif dan inovatif.

Rombongan diterima langsung oleh Panewu Ngaglik, Wawan Widiantoro di Balai Kalurahan Sardonoharjo. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Kecamatan Angsana yang memilih Sardonoharjo sebagai lokasi kaji tiru pengembangan UMKM.

Setelah acara penerimaan, peserta diajak berkeliling wilayah Sardonoharjo menggunakan kereta kelinci untuk melihat secara langsung potensi ekonomi lokal. Kunjungan pertama dilakukan ke Dusun Ngalangan, lokasi produksi Baby Nila Crispy, salah satu produk unggulan UMKM Sardonoharjo. Di tempat ini, peserta mempelajari proses produksi serta strategi pengemasan dan pemasaran produk olahan ikan nila.

Perjalanan berlanjut ke Dusun Bulusan, di mana peserta menyaksikan proses pembuatan batik di industri batik rumahan Aljaya Batik. Selain mengenal teknik membatik, para peserta juga mendapat inspirasi tentang bagaimana mengembangkan industri kreatif berbasis potensi lokal.

Kunjungan ditutup di Rumah UMKM Sardonoharjo yang berlokasi di Tegalrejo Turen. Di tempat ini, Ketua Forkom UMKM Sardonoharjo, Lina Syafira memaparkan strategi pengelolaan UMKM yang menjadi role model bagi kalurahan lain.

Menurutnya, strategi utama Forkom UMKM meliputi pengelolaan pemasaran dan pengembangan pasar, termasuk pemanfaatan pemasaran digital. Kemudian penguatan jejaring dan kerja sama lintas lembaga baik di internal kalurahan maupun dengan pihak ketiga.

“Lalu pendampingan personal (mentoring) kepada pelaku usaha dengan pendekatan yang humanis dan berkelanjutan,” jelas Lina.

Camat Angsana, Taryono menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dan ilmu yang diperoleh dari kunjungan ini.

“Kami sangat terkesan dengan semangat dan kemandirian pelaku UMKM di Sardonoharjo. Banyak hal yang bisa kami terapkan di daerah kami, terutama dalam hal kolaborasi dan inovasi pemasaran,” ujarnya.

Kegiatan kaji tiru ini diharapkan menjadi awal kerja sama antar daerah dalam memperkuat jaringan UMKM berbasis potensi lokal menuju kemandirian ekonomi masyarakat. (Andy Ahmad – KIM DSN Ngaglik)