Jaga Kesehatan Mental Sejak Remaja, Kunci Sukses Masa Depan

Sleman – Setiap orang pasti menginginkan kesuksesan dan masa depan yang cerah, dan salah satu syarat utamanya adalah memiliki kesehatan fisik dan mental yang prima. Psikolog Maya Rindhanys menegaskan bahwa kesehatan mental atau mental health memegang peran penting dalam mempersiapkan diri untuk meraih kesuksesan di masa depan. Pernyataan ini disampaikannya di hadapan 194 siswa-siswi MAN 4 Sleman dalam sebuah seminar pada Senin (6/10/2025).
Menurut Maya, kesehatan mental adalah kondisi seimbang antara pikiran, perasaan, dan perilaku seseorang.
“Ini adalah kondisi sejahtera di mana seseorang menyadari potensi diri sendiri, dapat menghadapi stres kehidupan yang normal, mampu bekerja secara produktif, serta bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat,” paparnya.
Maya juga memaparkan data mengejutkan terkait kesehatan mental remaja. Berdasarkan Survei Kesehatan Mental Remaja Nasional Indonesia (I-NAMH) tahun 2022, ada 34,9% atau sekitar 15,5 juta remaja di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental. Selain itu, data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa satu dari tujuh anak remaja berusia 10-17 tahun mengalami gangguan mental. Oleh karena itu, Maya menekankan pentingnya bagi para remaja untuk mengenali diri dan kondisi kesehatan mental masing-masing agar tahu cara mengatasinya.
Lebih lanjut, Maya menjelaskan bahwa ada beberapa alasan mengapa remaja perlu memiliki mental yang sehat. Mental yang sehat membantu mereka membangun hubungan yang sehat, beradaptasi dengan perubahan, meningkatkan rasa percaya diri, dan mendukung kesehatan fisik secara keseluruhan.
Ada tujuh tanda masalah kesehatan mental yang dipaparkan Maya, di antaranya kesulitan mengendalikan emosi, mengalami perubahan perilaku, menarik diri dari lingkungan sosial, kehilangan kepercayaan diri, menurunnya prestasi, adanya gangguan makan dan tidur, serta gangguan fisik. Para remaja juga harus mampu memahami dan mengendalikan emosi. Menurut Psikolog Paul Ekman, manusia memiliki enam emosi dasar: terkejut, takut, marah, bahagia, jijik, dan sedih.
“Emosi membantu kita dalam memberi makna dalam setiap peristiwa yang dialami,” imbuh Maya.
Untuk membangun mental yang positif, Maya menyarankan remaja untuk memiliki strategi dalam pemecahan masalah dengan menerapkan growth mindset, membangun lingkungan yang positif, dan meningkatkan self-efficiency. Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti sesi skrining kesehatan mental. Diharapkan dengan skrining ini, mereka dapat mengenali kondisi diri dan berupaya mengatasinya berdasarkan hasil yang diperoleh. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)



