Gerakan Cegah Stunting: Kapanewon Tempel Serahkan Ayam Indukan dan Bibit Tanaman untuk 34 Keluarga Rentan Stunting

Sleman – Upaya percepatan penurunan angka stunting di wilayah Tempel terus dilakukan secara terpadu lintas sektor. Pada Jumat (7/11/2025), Kapanewon Tempel melaksanakan kegiatan penyerahan bantuan ayam indukan dan bibit tanaman kepada 34 keluarga stunting dan rentan stunting di halaman kantor Kapanewon Tempel.

Kegiatan ini dipimpin oleh PLKB Kapanewon Tempel sebagai leading sector, dengan dukungan dari unsur Kapanewon, TNI, POLRI, dan Kalurahan yang tergabung dalam gerakan bersama pencegahan stunting di tingkat lokal.

Dalam sambutannya, Panewu Tempel, Dakiri menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antarinstansi untuk menekan angka stunting di wilayah Tempel.

“Pencegahan stunting tidak cukup hanya dengan intervensi kesehatan, tetapi juga perlu dukungan ekonomi keluarga dan ketersediaan sumber pangan bergizi. Melalui bantuan ayam indukan dan bibit tanaman ini, kami ingin membantu keluarga penerima agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan gizi anak,” jelasnya.

Sementara itu, PLKB Kapanewon Tempel, Edi Santoso, menuturkan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi pemberdayaan keluarga berisiko stunting.

“Ayam indukan bisa menjadi sumber protein hewani, sementara bibit tanaman seperti sayuran dan cabai dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Kami berharap keluarga penerima bisa mengembangkan bantuan ini agar manfaatnya berkelanjutan,” ujarnya.

Bantuan ayam indukan yang diberikan terdiri atas satu pasang ayam jantan dan betina untuk masing-masing keluarga, disertai bibit tanaman produktif yang mudah dirawat di pekarangan. Program ini juga sejalan dengan gerakan Pemanfaatan Pekarangan Rumah untuk ketahanan pangan dan gizi yang digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman.

Salah satu penerima bantuan, Rini, warga Kalurahan Margorejo mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian pemerintah terhadap keluarga rentan stunting.

“Kami sangat bersyukur mendapat bantuan ini. Ayam dan bibitnya akan kami pelihara sebaik mungkin agar bisa membantu kebutuhan gizi anak-anak kami,” ucapnya dengan senyum bahagia.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Melalui langkah sederhana namun bermakna ini, Kapanewon Tempel berharap dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga serta menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan kemandirian pangan dalam upaya mencegah stunting.

(SBD KIM Tempel)




Semarak Soliditas Tiga Pilar: KORMI Kapanewon Tempel Gelar Senam Sehat Bersama

Sleman – Dalam rangka memperingati momentum Hari Ulang Tahun (HUT) KORPRI ke-54, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kapanewon Tempel bekerja sama dengan Pemerintah Kapanewon Tempel sukses menggelar kegiatan Senam Sehat Bersama di Halaman Parkir Kantor Kapanewon Tempel, Jumat (7/11/2025).

Acara berlangsung meriah dan penuh semangat dengan diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari ASN, TNI, POLRI, pamong kalurahan, pendamping sosial, hingga pelajar. Kehadiran peserta menunjukkan kuatnya sinergi antarlembaga di wilayah Kapanewon Tempel.

Senam dimulai dengan sesi pemanasan yang dipimpin langsung oleh Danramil 04 Tempel, Kapten Inf. Edy Widodo, yang tampil energik memberikan arahan gerakan senam.

 “Aktivitas fisik seperti ini bukan hanya soal menjaga kebugaran, tapi juga memperkuat kebersamaan. Soliditas tidak dibangun hanya lewat koordinasi di ruang kerja, melainkan melalui kegiatan yang menyatukan, seperti olahraga bersama ini,” ujar Kapten Edy Widodo.

Kegiatan ini dihadiri oleh Panewu Anom Tempel mewakili Panewu Tempel,Kapolsek Tempel beserta 10 anggota, Danramil 04 Tempel bersama 10 anggota, para lurah dan pamong se-Kapanewon Tempel, perwakilan KUA, Korwil Yandik, PLKB, Pendamping PKH, Pendamping Desa, serta guru dan siswa SD Negeri Klegung 2.

Dalam sambutannya, Ketua KORPRI Kapanewon Tempel sekaligus Panewu Anom, Eni Yuliani menegaskan bahwa kegiatan senam sehat ini menjadi momentum penting untuk membangun kebersamaan sekaligus meneguhkan semangat pengabdian ASN.

“Kegiatan ini adalah wujud nyata dari semangat KORPRI yang tidak hanya fokus pada pelayanan, tetapi juga peduli pada kesehatan dan kebugaran anggotanya. Melalui olahraga bersama, kita memperkuat soliditas, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan semangat kerja yang positif,” ujar Eni Yuliani.

“Semoga semangat kebersamaan ini terus kita jaga, karena kekuatan KORPRI ada pada solidaritas dan komitmen melayani masyarakat dengan hati,” tambahnya.

Para peserta tampak antusias mengikuti gerakan Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) dan Senam Sleman Bangkit, yang dipandu oleh instruktur berpengalaman.

Melalui kegiatan “Semarak Soliditas Tiga Pilar”, Kapanewon Tempel kembali menunjukkan bahwa kolaborasi antara ASN, TNI, POLRI, dan masyarakat bukan sekadar jargon, tetapi nyata diwujudkan dalam semangat kebersamaan dan gaya hidup sehat.

(Inaza Zamalia Kim Tempel)




Bersyukur dan Qana’ah Kunci Hidup Bahagia

Sleman – Setiap orang memiliki ujian dan nikmat masing-masing. Karena itu, Rasulullah SAW mengajarkan agar umat Islam selalu bersyukur dan memiliki sifat qana’ah, yakni merasa cukup atas rezeki yang telah diberikan Allah SWT. Pesan tersebut disampaikan Ustaz Yudi dalam tausiyah di Masjid Gondangan  Sendangadi Mlati Sleman, Kamis (6/11/2025).

Dalam ceramahnya, disampaikan sabda Rasulullah dari Abdullah bin Al-‘Ash: “Sungguh beruntung orang yang diberi petunjuk dalam Islam, diberi rezeki yang cukup, dan qana’ah dengan rezeki tersebut” (HR. Ibnu Majah No. 4138). Hadis ini menegaskan bahwa kebahagiaan sejati bukan diukur dari banyaknya harta, melainkan dari hati yang merasa cukup.

Penceramah juga mengingatkan kisah sederhana tentang rasa syukur dan pandangan manusia terhadap kehidupan orang lain. Seorang pemilik mobil iri kepada petani yang tampak tenang makan di sawah dan mencuci tangan di sungai, sementara si petani justru merasa iri kepada orang bermobil.

“Begitulah sawang-sinawang, manusia saling melihat kelebihan orang lain tanpa menyadari nikmat yang telah dimiliki,” ujarnya.

Disampaikan pula bahwa dulu seseorang mungkin tidak bisa makan sate karena tidak punya uang, namun setelah memiliki uang justru tidak bisa makan karena kolesterol.

“Artinya, setiap fase kehidupan memiliki ujian dan nikmat masing-masing. Maka sejak bangun tidur sebaiknya kita awali dengan rasa syukur,” tambahnya.

Rasulullah SAW juga bersabda, “Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan jangan melihat orang yang di atas kalian, agar kalian tidak meremehkan nikmat yang Allah anugerahkan kepada kalian”. Pesan ini mengajarkan untuk tidak iri terhadap orang lain, melainkan fokus mensyukuri apa yang dimiliki.

Menurutnya, banyak orang bergaji besar atau bahkan koruptor yang tetap merasa kurang. Padahal, hakikat kaya bukan pada banyaknya harta, melainkan pada hati yang selalu merasa cukup. “Qana’ah itu ridha dengan ketetapan Allah dan berserah diri pada keputusan-Nya, karena segala yang datang dari Allah itulah yang terbaik,” pungkasnya (Endarwati/KIM Donoharjo)




Pembinaan Rois se-Kalurahan Margorejo: Teguhkan Iman dan Keteladanan dalam Kehidupan

Sleman – Dalam upaya memperkuat peran rois sebagai tokoh agama di masyarakat, Pemerintah Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, menyelenggarakan kegiatan pembinaan rois se-Kalurahan Margorejo, pada Jumat (7/11/2025) di Balai Kalurahan Margorejo. Kegiatan ini menghadirkan narasumber penyuluh agama Islam KUA Kapanewon Tempel, H. Subagyo dengan tema “Menggantungkan Hidup Hanya kepada Allah”.

Acara yang diikuti oleh para rois dari berbagai padukuhan di Margorejo ini dibuka oleh Kamituwo Margorejo, Anwar Insani, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kegiatan pembinaan sebagai sarana memperkuat iman dan memperdalam pemahaman keagamaan di tengah tantangan kehidupan modern.

“Rois bukan hanya pemimpin doa dalam acara kemasyarakatan, tetapi juga teladan dalam bersikap, berbicara, dan berbuat. Melalui pembinaan ini, kami berharap para rois semakin kokoh dalam keilmuan dan keikhlasan dalam mengabdi kepada masyarakat,” ujar Anwar Insani.

Dalam paparannya, H. Subagyo mengajak seluruh peserta untuk selalu menanamkan keyakinan bahwa segala urusan hidup harus diserahkan sepenuhnya kepada Allah SWT. Ia menekankan pentingnya sikap tawakal yang disertai dengan usaha yang halal, baik dalam bekerja, bergaul, maupun menjalani kehidupan sehari-hari 

“Jangan pernah menggantungkan hidup pada manusia atau harta. Gantungkanlah hanya kepada Allah, karena dari-Nya-lah datang rezeki dan pertolongan,” tutur H. Subagyo.

“Kalau kita mencari rezeki, carilah yang halal, bukan yang haram. Kalau mencari teman, carilah yang sholeh, yang bisa mengingatkan kita kepada Allah. Dengan begitu hidup akan lebih berkah,” sambungnya.

Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Para rois tampak aktif menyimak dan berdiskusi, terutama mengenai peran mereka dalam membimbing masyarakat agar lebih sadar akan nilai-nilai keagamaan di kehidupan sehari-hari.

Menutup kegiatan, H. Subagyo juga berpesan agar para rois senantiasa menjaga keikhlasan dalam menjalankan tugas-tugas sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.

“Jadilah pribadi yang istiqamah. Kekuatan seorang rois terletak pada ketulusan dan keteladanan, bukan pada kedudukan. InsyaAllah, Allah akan memuliakan hamba-hamba-Nya yang ikhlas,” pungkasnya. (SBD KIM Tempel)




BUMDESMA Kabupaten Muara Enim Studi Lapangan ke Berbah

Sleman – Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi SDM Pengurus Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA) Lkd. Kabupaten Muara Enim melakukan studi lapangan di Bulkalma Poerboyo Lkd. Kapanewon Berah, pada Kamis (6/11/2025) di Tegaltirto, Berbah.

Ketua Penasehat Bumkalma Poerboyo Lkd, Arihadi sekaligus Lurah Kalurahan Kalitirto menyapaikan harapan agar para peserta tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga dapat memberikan ilmunya yang sekiranya bisa memperbaiki Bumkalma/Bumdesma untuk menyongsong Indonesia yang lebih maju.

“Di Bumkalma Poerboyo Lkd. pelaksanaan semua kegiatan dilandasi dengan prinsip tranparansi, terukur, dengan evaluasi berkala,” tandasnya.

Rahmat, mewakili Kepala Dinas PMD Kabupaten Muara Enim menyampaikan bahwa setelah mengikuti sekolah Bundesma dalam rangka peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM di bumdes,id. dilanjutkan dengan kunjungan studi lapangan di Bumkalma Poerboyo Lkd. Hal tersebut dilakukan untuk melengkapi ilmu agar nanti dapat diterapkan di Muara Enim secara maksimal.

“Apabila diijinkan, nanti kami juga ingin melihat lokasi SPPG tentunya sepanjang tidak mengganggu aktifitas di sana,” pintanya.

Direktur Bumkalma Poerboyo Lkd., Aris Nugroho Aji P dalam paparannya menyampikan beberapa program yang saat ini dilaksanakan. Di samping Simpan Pinjam DBM (Dan Bergulir Masyarakat), ada beberapa unit usaha lain, yaitu toko, transportasi, konveksi, dan yang terakhir program MBG (Makan Bergizi Gratis), yang mulai memberikan pelayanan pada awal Agustus 2025. Saat ini, pihaknya sudah bisa melayani penerima manfaat, dari target penerima manfaat.

“Kemudian tentang Simpan Pinjam dengan tunggakan nol persen, hingga saat ini tetap bisa dipertahankan, dengan sistem tanggungrenteng berjenjang, tidak hanya dalam satu kelompok tetapi dengan kelompok lain yang berdekatan. Pembinaan rutin kepada kelompok selalu dilakukan, dengan mendorong kelompok untuk mengikuti pelatihan, berperan aktif dalam kegiatan dan promosi produk kelompok, pengoptimalan penyelesaian masalah angsuran, dan juga penilaian kinerja dan administrasi kelompok,” pungkasnya. (M.A. Sanusi – KIM Tirto Gumregah Berbah)