Kajian AKRAB Bahas Beratnya Tantangan Umat Islam di Era Modern

Sleman – Di tengah dinamika sosial yang berubah cepat, sebuah kajian tematik bertajuk “Beratnya Tantangan Umat Islam di Era Modern” digelar di Omah Katentreman, Ayam Goreng Kremes Sehati, Garongan, Kembang, Wonokerto, Turi, Sleman, pada Selasa (18/11) pukul WIB. Kegiatan yang diberi nama Kajian AKRAB (Aqidah Kokoh, Relasi Aman, Batin Tenang) ini menghadirkan El Candra sebagai pemateri utama dan diikuti puluhan peserta dari berbagai wilayah.
Kajian tersebut mengangkat beragam persoalan aktual yang kini membelit masyarakat, mulai dari kerusakan ekonomi, maraknya judi online, pinjaman online ilegal yang menjerat, hingga meningkatnya keretakan rumah tangga. Peserta diajak melihat problem tersebut secara lebih mendalam melalui sudut pandang akidah, moral, dan sistem sosial Islam.
Dalam paparannya, El Candra menegaskan bahwa persoalan yang muncul di tengah masyarakat modern sejatinya bukan fenomena tanpa sebab. “Kerusakan zaman ini tidak terjadi tiba-tiba. Ia memiliki akar, dan salah satunya adalah jauhnya manusia dari ilmu dan petunjuk Allah,” ujar El Candra. Ia menambahkan, banyak orang memisahkan urusan dunia dari akhirat, padahal keduanya diikat oleh syariat Islam yang sempurna.
Ia menambahkan bahwa syariat Islam bukan hanya mencakup ritual ibadah, tetapi sebuah sistem hidup yang komplet, mencakup ekonomi, keluarga, hubungan sosial, hingga tata kelola masyarakat. “Semua problem kehidupan, sekecil apa pun, pasti memiliki solusi dalam syariat,” katanya.
Panitia penyelenggara, Nanda, menyampaikan bahwa kajian ini digelar sebagai upaya memperkuat pemahaman umat di tengah derasnya arus perubahan zaman.
“Banyak orang gelisah dengan keadaan sekarang. Judi online, kekerasan, perceraian, hingga krisis ekonomi membuat banyak keluarga terpuruk. Melalui kajian ini, kami ingin mengajak umat kembali melihat akar persoalan dan memahami betapa Islam memberi jalan keluar yang praktis dan menyeluruh,” paparnya.
Suasana kajian berlangsung hangat dan interaktif. Peserta diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan seputar peran agama dalam menghadapi tekanan sosial di era digital, termasuk bagaimana menanamkan akidah yang kokoh di keluarga dan lingkungan. Kegiatan yang khusus diperuntukkan bagi ikhwan ini diharapkan mampu menjadi ruang literasi keislaman yang lebih dekat dan nyaman bagi masyarakat.
“Langkah kecil menuju majelis ilmu adalah tanda bahwa hati ingin diperbaiki. Dari majelis seperti inilah umat bisa kembali kuat,” tutup El Candra. (SBD/KIM Senyum Tempel)



