Kader Kesehatan Condongcatur Ikuti Outbond Tingkatkan Keakraban dan Semangat Kader

Sleman – Kader Kesehatan Condongcatur mengikuti kegiatan outbond pada Selasa (25/11/2025), bertempat di Desa Wisata Dolan Ndeso Banjarasri Kalibawang, Kulon Progo. Kegiatan ini merupakan bagian dari peningkatan kapasitas kader stunting untuk mendukung program reformasi kalurahan kloter 2, sekaligus menjadi sarana penyegaran bagi para pengurus dan kader yang selama ini aktif dalam pelayanan masyarakat.

Kegiatan diikuti oleh perwakilan Pemerintah Kalurahan Condongcatur meliputi Carik Kamituwa dan staf PKB dan PLKB Kapanewon Depok, Ketua TP PKK Ketua Pokja 4 serta para kader KKB dan kader posyandu dari seluruh padukuhan di Condongcatur.

Kamituwa Condongcatur, Althovik Sofisalam menekankan pentingnya kegiatan outbond sebagai ruang relaksasi bagi kader dari rutinitas pelayanan di masyarakat. Ia menyampaikan bahwa kebersamaan dan kekompakan menjadi modal utama dalam mendukung percepatan penanganan stunting di Condongcatur.

“Outbond ini kami laksanakan sebagai sarana refreshing dan untuk memperkuat semangat seluruh kader yang selama ini telah aktif dan berdedikasi di lapangan,” ungkap Althovik.

Salah satu kader, Mira Delophasara memberikan apresiasi positif terhadap kegiatan ini. Ia mengaku sangat berkesan karena seluruh rangkaian acara berlangsung seru penuh kekompakan serta mampu mempererat kerja sama antaranggota melalui berbagai permainan kelompok yang unik dan menarik.

“Kegiatannya menyenangkan dan penuh kebersamaan. Harapannya kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun,” ujar Mira.

Kegiatan outbond berlangsung hangat dan dipenuhi antusiasme. Berbagai permainan serta sesi kebersamaan yang disajikan mampu meningkatkan keakraban para peserta sekaligus menumbuhkan semangat baru untuk terus mendukung upaya pencegahan stunting di wilayah Condongcatur. (Tri Suhartati KIM Depok)




Puskesmas Tempel 1 Perkuat Deteksi Dini PTM, Kader Posbindu Dapat Pembekalan Code Stroke

Sleman — Upaya penguatan pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) kembali dilakukan Puskesmas Tempel 1 melalui pertemuan kader Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) yang digelar di Aula Puskesmas Tempel 1, pada Rabu (26/11/2025). Pertemuan ini dihadiri oleh kader Posbindu di wilayah kerja Puskesmas Tempel 1 yang dibagi dalam dua sesi.

Pertemuan tersebut merupakan bagian dari agenda rutin untuk meningkatkan kapasitas kader sebagai ujung tombak pemantauan kesehatan masyarakat di tingkat padukuhan.

Kepala Puskesmas Tempel 1, dr. Diana Kusumawati, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran kader dalam upaya preventif PTM yang kasusnya terus meningkat.

“Kami sangat mengandalkan kader sebagai mitra terdepan dalam edukasi dan pemantauan faktor risiko PTM di masyarakat. Kehadiran kader-kader posbindu ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kesehatan warga,” ungkap dr. Diana.

Dalam kesempatan tersebut, narasumber dr. Putrinda Ellanika dari Puskesmas Tempel 1 memberikan materi khusus mengenai code stroke, yakni protokol kegawatdaruratan untuk menangani pasien dengan gejala stroke secepat mungkin.

Ia menekankan bahwa stroke merupakan salah satu penyebab kecacatan dan kematian tertinggi, sehingga kemampuan kader mengenali tanda awal sangat krusial.  “Code stroke menekankan kecepatan. Setiap menit menentukan kondisi otak pasien. Kader harus mampu mengenali gejala dan segera mengarahkan keluarga membawa pasien ke layanan medis,” terang dr. Putrinda.

Dalam paparannya, ia juga menyampaikan metode FAST (Face, Arm, Speech, Time) sebagai cara sederhana bagi kader untuk mengenali tanda awal stroke saat bertugas di masyarakat.

“Waktu adalah otak. Bila gerak cepat dilakukan, peluang pulih pasien jauh lebih besar. Itulah mengapa edukasi ini sangat penting untuk kader di lapangan,” tegasnya.

Kader posbindu menyimak materi dengan serius, mengingat sebagian besar wilayah binaan mereka memiliki kelompok rentan seperti lansia dan warga dengan hipertensi serta diabetes, faktor risiko utama stroke.

Puskesmas Tempel 1 berharap para kader dapat meneruskan edukasi code stroke ini kepada warga, baik melalui Posbindu rutin maupun kegiatan kesehatan lainnya di tingkat padukuhan.

Pertemuan ini sekaligus menegaskan komitmen Sleman dalam menguatkan sistem deteksi dini PTM berbasis komunitas, sebuah langkah penting untuk menekan angka kejadian penyakit kronis di wilayah setempat. (sbd kim senyum tempel)




KUA Depok Sleman Tingkatkan Literasi Kesehatan Reproduksi Catin

Sleman – Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman menyelenggarakan bimbingan perkawinan (bimwin) dengan penguatan pemahaman kesehatan reproduksi bagi calon pengantin (catin), di Aula KUA Depok, Rabu (26/11/2025).

Kegiatan ini diikuti 44 pasangan catin yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat sebagai langkah memperkuat kesiapan fisik, mental, dan pengetahuan sebelum membangun keluarga.

Anggota Badan Penasihat Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) KUA Depok, Susi Sulistyaningsih, memberikan pemaparan komprehensif mengenai pentingnya kesiapan kesehatan reproduksi sejak sebelum menikah.

Ia menegaskan bahwa pemahaman kesehatan reproduksi bukan hanya aspek teknis, melainkan fondasi bagi terbangunnya keluarga yang berkualitas.

“Calon pengantin perlu mengenali kondisi kesehatannya, memahami risiko kehamilan, serta mengetahui cara menjaga kesehatan reproduksi agar keluarga yang dibentuk dapat tumbuh sehat dan sejahtera,” jelasnya.

Susi juga mengulas anatomi dan fisiologi sistem reproduksi, pencegahan penyakit menular seksual, serta urgensi pemeriksaan kesehatan pranikah. Ia menekankan bahwa pemeriksaan dini seperti status gizi, potensi anemia, hingga riwayat penyakit dapat membantu pasangan merencanakan kehamilan yang aman sekaligus mencegah komplikasi kesehatan di kemudian hari.

“Edukasi kesehatan prakonsepsi memastikan calon pengantin memahami langkah-langkah menjaga kondisi tubuh menjelang pernikahan dan potensi kehamilan pertama,” ujarnya.

Selain aspek medis, peserta Bimwin memperoleh penjelasan terkait kesiapan mental dan emosional dalam menghadapi awal kehidupan rumah tangga.

Susi menekankan bahwa kesehatan reproduksi berkaitan erat dengan kesehatan psikis, karena dinamika awal pernikahan membutuhkan komunikasi yang sehat, saling memahami, serta kesiapan mengelola perubahan-perubahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari pasangan baru.

Materi mengenai pencegahan stunting menjadi salah satu fokus yang turut diperkuat. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya nutrisi prakonsepsi, konsumsi asam folat, pencegahan anemia, serta pola hidup sehat sebelum kehamilan.

“Edukasi ini bertujuan mempersiapkan catin agar memahami bahwa kualitas generasi penerus dimulai sejak sebelum kehamilan terjadi,” ungkap dia.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab, memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi langsung mengenai persoalan kesehatan reproduksi, perencanaan kehamilan, hingga tantangan umum yang kerap muncul menjelang pernikahan.

“Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan ini mencerminkan tingginya kebutuhan informasi terkait kesehatan keluarga,” tukasnya.

Melalui Bimwin, kata Susi, KUA Depok menegaskan komitmen untuk memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta mendukung terwujudnya keluarga yang lebih siap dan berdaya di wilayah Kabupaten Sleman. (Athiful/KIM Depok)




Margorejo Salurkan CPP dan BLT Kesra kepada 1.253 Warga, Penyaluran Dibagi Dua Lokasi untuk Percepat Layanan

Sleman — Pemerintah Kalurahan Margorejo menyalurkan dua jenis bantuan sosial kepada warga pada Rabu (26/11/2025). Bantuan tersebut yaitu Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa beras dan Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra). Total Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan tersebut melalui mekanisme pembagian yang diatur di dua lokasi berbeda.

Sebanyak 421 KPM menerima BLT Kesra di Kantor Pos. Sementara 832 KPM menerima beras CPP di Balai Kalurahan Margorejo. Pemisahan lokasi tersebut dilakukan untuk menghindari penumpukan antrean dan memastikan masyarakat bisa terlayani lebih cepat dan tertib.

Penyaluran bantuan ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, termasuk TKSK Kecamatan Tempel Arif Yafsani, TKSD Iwan Wismantoro, Carik Margorejo Aryanto Wibowo, serta Kamituwa Margorejo Anwar Ihsani. Kehadiran mereka memastikan pelaksanaan berjalan sesuai ketentuan serta memberikan dukungan langsung dalam proses verifikasi dan pendampingan warga.

Carik Margorejo, Ariyanto Wibowo menekankan komitmen pemerintah kalurahan dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.

“Kami memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran. Harapannya, ini bisa membantu memenuhi kebutuhan warga Margorejo menjelang akhir tahun,” ujarnya.

Sementara itu, Kamituwa Margorejo, Anwar Ihsani menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendistribusian. “Terima kasih kepada pamong, pendamping, dan relawan. Semoga bantuan ini benar-benar meringankan beban warga, terutama yang paling rentan,” katanya.

TKSK Tempel, Arif Yafsani juga menegaskan pentingnya pendampingan untuk memastikan tidak ada KPM yang terlewat mendapatkan haknya.

Sepanjang proses penyaluran, pamong dan relawan mengatur alur antrean, membantu kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas, serta memastikan pendataan berjalan akurat. Pemerintah Kalurahan Margorejo berkomitmen melanjutkan distribusi bantuan sosial secara berkala bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman. (sbd kim tempel)




Kapanewon Ngaglik Raih Juara 1 GISA Award 2025 Wilayah A Kabupaten Sleman

Sleman — Kapanewon Ngaglik menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil meraih Juara 1 GISA Award Tahun 2025 untuk Wilayah A. Sebuah apresiasi yang diberikan atas implementasi terbaik program Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) di Kabupaten Sleman.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian acara workshop dan penilaian GISA yang digelar oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sleman di Graha Sarina Vidi, Rabu (26/11/2025).

Dalam hasil rekapitulasi resmi, Kapanewon Ngaglik meraih skor tertinggi ,84, unggul atas Kapanewon Depok di peringkat kedua (,06) dan Kapanewon Sleman di posisi ketiga (,01).

Prestasi ini mencerminkan kesungguhan Ngaglik dalam memperkuat budaya tertib administrasi kependudukan, mulai dari peningkatan kualitas layanan, akurasi data, hingga edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya dokumen adminduk yang lengkap dan mutakhir.

Pada prosesi penyerahan penghargaan, Panewu Anom Ngaglik bersama jajaran layanan adminduk menerima sertifikat dan apresiasi secara langsung di hadapan para tamu undangan, perwakilan kapanewon, serta jajaran perangkat daerah.

Panewu Ngaglik, Wawan Wodiyantoro menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen kuat seluruh pemangku wilayah.

“Penghargaan ini membuktikan komitmen yang tinggi dari kapanewon dan semua kalurahan se-Ngaglik untuk mewujudkan tertib administrasi kependudukan, juga dukungan kesadaran masyarakat. Saya berharap prestasi ini memotivasi teman-teman kapanewon, kalurahan, dan para dukuh untuk terus memberikan edukasi pentingnya tertib adminduk serta melayani warga dengan lebih baik,” ujarnya.

Dengan capaian ini, Kapanewon Ngaglik diharapkan dapat menjadi role model bagi wilayah lain dalam penyelenggaraan administrasi kependudukan yang modern, cepat, transparan, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (ESK – KIM DSN NGAGLIK)