Dua Atlet Sleman Raih Hasil Dominasi Kejuaraan Catur Pelajar Antar SMP KKO se-DIY 2025 Kategori Catur Cepat Putra

Sleman – Kejuaraan Catur Pelajar Antar SMP KKO se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kategori catur cepat sukses digelar di Gedung Fakultas Vokasi UNY Wates, Kulon Progo, pada Kamis (27/11/2025).

Ajang yang bekerja sama antara Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan sekolah KKO se-DIY ini mempertandingkan cabang olahraga catur dalam format swiss lima babak, dengan waktu pikir 15 menit ditambah lima detik increment.

Menurut salah satu panitia sekaligus wasit pertandingan, Ilham Agus Prasetyo turnamen ini diikuti oleh 12 peserta putra dari berbagai SMP KKO di seluruh DIY.

Ia menyebutkan bahwa antusiasme peserta cukup tinggi karena kompetisi ini menjadi wadah pengembangan minat dan bakat siswa dalam olahraga catur.

“Kejuaraan ini menjadi ajang pembinaan atlet muda KKO tingkat SMP. Peserta sangat bersemangat dan menunjukkan permainan yang berkualitas,” ujar Ilham.

Hasil Pertandingan dari lima babak yang dimainkan, dua atlet asal Sleman berhasil tampil dominan dan berhasil mendapatkan juara. Adapun juara satu diraih oleh Bagus Putra Prasetya dari SMPN 3 Sleman. Kemudian juara dua diraih oleh Pasha Virendra Arifaisal dari SMPN 13 Yogyakarta, dan juaran tiga diraih oleh Zhafran Arnatra dari SMP 1 Kalasan Sleman.

Bagus Putra Prasetya tampil meyakinkan dengan meraih 4,5 poin hasil dari empat kemenangan dan satu remis. Ia mengamankan gelar juara pertama setelah unggul pada nilai Buchholz 15,5.

Selanjutnya, Pasha Virendra Arifaisal juga mengoleksi 4,5 poin. Ia harus puas berada di peringkat kedua karena nilai Buchholz yang lebih rendah, yakni 12,5.

Sementara Zhafran Arnatra berhasil meraih tiga poin dengan nilai Buchholz 16, yang menjadi nilai tertinggi di antara peserta lainya dengan perolehan poin sama.

Kejuaraan ini diharapkan menjadi agenda rutin untuk menumbuhkan atlet-atlet muda berbakat yang dapat mewakili DIY pada kompetisi tingkat lebih tinggi. (Ilham Agus /KIM Seyegan)




Pemkab Sleman Raih Predikat Informatif Anugerah Keterbukaan Informasi Badan Publik DIY

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman kembali menorehkan prestasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pada ajang Penganugerahan Keterbukaan Informasi Badan Publik DIY tahun 2025, Pemkab Sleman berhasil meraih predikat “Informatif” kategori Kabupaten/Kota se-DIY. Pemerintah Kabupaten Sleman terhitung telah lima kali berturut – turut meraih predikat “Informatif” sejak tahun 2021 sampai dengan 2025 dalam anugerah keterbukaan informasi badan publik.

Berlangsung di Gedhong Pracimasono Pemda DIY, piagam penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X kepada Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Kamis (27/11).

Ketua Komisi Informasi Daerah (KID) DIY, Erniati dalam laporannya menjelaskan bahwa penganugerahan keterbukaan informasi publik ini merupakan hasil Monitoring dan Evaluasi (monev) yang dilakukan KID DIY kepada 534 badan publik di DIY.

Ia juga menjelaskan monev ini dimaksudkan untuk mengukur tingkat kepatuhan badan publik dalam pelaksanaan keterbukaan informasi serta menjadi bahan pengambilan kebijakan keterbukaan informasi.

“Dalam pelaksanaannya (monev), KID DIY melibatkan beberapa stakeholder meliputi akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat, aktivis media massa, dan peneliti dari BRIN dengan akumulasi jumlah SDM yang terlibat mencapai ratusan orang,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan tersebut. Menurutnya, capaian ini menjadi bukti komitmen Pemkab Sleman dalam memberikan layanan informasi yang transparan untuk masyarakat.

Ia juga berharap prestasi anugerah keterbukaan informasi publik ini menjadi motivasi bagi Pemkab Sleman dan seluruh OPD di lingkungan Pemkab Sleman untuk terus meningkatkan layanan informasi publik.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama juga diserahkan piagam penghargaan bagi BUMD dan OPD berprestasi dalam keterbukaan informasi badan publik diantaranya, Bank Sleman dengan kategori badan publik skor tertinggi kelompok BUMD se-DIY, BKPP Sleman dan Bappeda Sleman dengan kualifikasi Informatif kategori OPD Pemerintah Kabupaten/Kota se-DIY, serta penghargaan khusus kategori PPID/PLID berprestasi yang juga diberikan kepada Pemkab Sleman.




Wakil Bupati Sleman Dikukuhkan Sebagai Ketua Special Olympics Indonesia (SOIna) DIY Masa Bakti 2025-2030

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa dikukuhkan sebagai Ketua Special Olympics Indonesia (SOIna) Daerah Istimewa Yogyakarta Masa Bakti 2025-2030, Rabu (26/11) di Gedung Pascasarjana FMIPA UNY.

Danang beserta seluruh pengurus SOIna DIY dikukuhkan oleh Wakil Ketua Pengurus Pusat SOIna, Novilia Syarif sekaligus menandatangani berita acara dan menyerahkan pataka kepada Danang Maharsa selaku Ketua SOIna DIY 2025-2030.

Danang dalam sambutannya mengatakan pengukuhan ini tidak sekadar menjadi seremonial, tetapi momentum penting untuk memperkuat komitmen dalam memastikan anak-anak dan remaja dengan disabilitas intelektual agar memiliki ruang, kesempatan serta pendampingan yang baik dalam mengembangkan bakat dan prestasi di bidang olahraga.

“SOIna membuktikan bahwa olahraga bukan hanya tentang kompetisi, melainkan juga tentang inklusi, kemandirian, persahabatan serta penghargaan terhadap martabat setiap individu,” kata Danang

Danang berkomitmen bahwa SOIna DIY kedepan dapat menjadi motor dan titik awal penguatan gerakan olahraga inklusif di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia berharap melalui SOIna dapat memperluas akses pelatihan, memperbaiki infrastruktur, mengadakan kompetisi yang lebih berkualitas serta membuka kesempatan bagi lebih banyak atlet difabel intelektual untuk berprestasi hingga tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Wakil Ketua Pengurus Pusat SOIna, Novilia Syarif mengatakan dengan kepemimpinan baru, SOIna DIY semoga mampu menjadi lebih baik dan berkembang dalam mendorong anak-anak disabilitas intelektual untuk berkarya dan menorehkan prestasi.

“Dibawah kepempinan yang baru, saya yakin SOIna DIY mampu menorehkan prestasi dan yang peling terpenting adalah bagaimana caranya supaya kita bisa meyakinkan dan merubah stigma bahwa anak disabilitas intelektual juga mampu berprestasi dan memberikan sesuatu bagi bangsa dan negara,” ujarnya




Pemkal Condongcatur Salurkan Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Kepada 744 KPM

Sleman – Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Pemerintah Kalurahan Condongcatur dan bekerja sama dengan Perum BULOG Kantor Wilayah Yogyakarta menyalurkan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa beras dan minyak goreng kepada 744 masyarakat penerima manfaat atau kurang mampu bertempat. Penyaluran bantuan berlangsung di GOR Kalurahan Condongcatur, Kamis (27/11/2025).

Penyaluran dibantu oleh petugas yang terdiri dari TPSK Kalurahan, JPL (Bulog), Babinsa, Bhabinkamtibmas serta beberapa Pamong Kalurahan dan Staf. Para penerima manfaat diwajibkan membawa KTP dan KK untuk proses verifikasi data oleh petugas sebelum menerima bantuan.

Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam selaku penanggungjawab bidang kegiatan menyampaikan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berjumlah 744 orang  dengan rincian bantuan sebanyak kg beras dan minyak goreng sebanyak liter.

“Penetapan KPM mengacu pada Data Tingkat Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang terus diperbarui untuk menyesuaikan kondisi warga. Setiap KPM menerima bantuan berupa 20 kilogram beras (2 karung) dan tambahan empat liter minyak goreng untuk periode penyaluran Oktober-November 2025,” ujarnya.

“Bantuan ini merupakan wujud perhatian pemerintah untuk menekan pengeluaran rumah tangga dan mendukung upaya penurunan angka kemiskinan di wilayah Sleman. Kami berharap bantuan kebutuhan pokok ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik baiknya,” sambung Al Thouvik.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Yogyakarta, Dedi Aprilyadi mengatakan bahwa melalui kegiatan ini, Perum BULOG Kanwil Yogyakarta berharap program bantuan pangan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima, khususnya dalam menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Penyaluran Bantuan Pangan bagi Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Wilayah DIY. Kegiatan ini menjadi bagian dari penugasan nasional dalam rangka percepatan penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng kepada masyarakat penerima manfaat.

“Dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah Surat Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 347/ tanggal 14 Oktober 2025 perihal Penugasan Penyaluran Bantuan Pangan Beras dan Minyakita Periode Bulan Oktober–November Tahun 2025,” jelasnya.

Dedi Aprilyadi menambahkan, program bantuan pangan ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran Penerima Bantuan Pangan (PBP), sekaligus menjadi langkah strategis pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan, penanganan kerawanan pangan, pengendalian gejolak harga dan inflasi, serta perlindungan terhadap produsen dan konsumen

“Perum BULOG Kanwil Yogyakarta berkomitmen untuk melaksanakan penyaluran bantuan ini secara bertahap hingga seluruh alokasi tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran,” tuturnya.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji pun berharap dengan adanya penyaluran bantuan pangan ini, kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi, sekaligus sebagai bentuk nyata kepedulian pemerintah dalam menjamin kesejahteraan warga masyarakat (Wasana / KIM Depok)




Dolanan Tradisional Hidup Kembali di Joglo Singodikoro, SD Kadisono Tanamkan Tata Krama Lewat Permainan Anak

Sleman — Suasana riang terdengar dari Joglo Singodikoro, Kalurahan Margorejo, Tempel, Sleman, saat belasan siswa kelas 1 dan 2 SD Negeri Kadisono mengikuti kegiatan dolanan anak rutin, Kamis (27/11/2025). Setiap Kamis Pon, anak-anak bermain gatheng, macanan, engklek, hingga cublak-cublak suweng sebagai bagian dari pembelajaran budaya sejak dini.

Kegiatan yang berlangsung di joglo milik salah satu warga, R. Chaerul Wardana, ini dirancang untuk menghidupkan kembali permainan tradisional dan menanamkan tata krama Jawa.

“Anak-anak sekarang lebih dekat dengan gawai daripada tanah lapang. Lewat dolanan tradisional, kami ingin mengembalikan keceriaan masa kecil sekaligus mengenalkan nilai-nilai budaya Jawa,” ujarnya.

Chaerul menegaskan permainan tradisional membawa nilai karakter yang kuat. “Di gatheng ada ketangkasan, di macanan ada strategi, dan di cublak-cublak suweng ada kebersamaan. Semua ini membentuk karakter tanpa mereka sadari,” tambahnya.

Guru kelas SD Kadisono, Siti Markhamah, mengapresiasi program ini karena memberi ruang belajar yang tidak didapat di kelas. “Anak-anak terlihat lebih percaya diri, lebih sopan, dan lebih kompak setelah mengikuti kegiatan ini. Dolanan tradisional membuat mereka belajar tanpa merasa sedang diajari,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini terus berlanjut sebagai bagian dari pendidikan karakter sekolah.

Kamituwa Margorejo, Anwar Ihsani juga memberi dukungan penuh. “Ini contoh pelestarian budaya yang lahir dari masyarakat. Dolanan tradisional tidak hanya menghibur, tetapi membangun karakter dan rasa hormat pada budaya sendiri,” katanya.

Digelar bergiliran agar pembelajaran lebih intensif, kegiatan ini selalu dipenuhi tawa anak-anak. Joglo Singodikoro membuktikan bahwa dolanan lama tetap relevan sebagai jembatan pembentuk karakter yang ceria dan berakar pada budaya Jawa. (sbd kim senyum tempel)