Mahasiswa Prodi Farmasi UII Sosialisasikan Kosmetik Sehat dan Aman bagi Remaja

Sleman – Setiap orang apalagi remaja ingin selalu tampil cantik dan memikat, sehingga tak bisa dipungkiri mereka menggunakan kosmetik. Banyak produk kosmetik beredar di masyarakat. 

“Sebagai pengguna kosmetik, kita harus benar-benar bijak, memilah dan memilih yang baik untuk kesehatan, meminimaliisir dampak negatif,” ujar salah satu Mahasiswa Program Studi (Prodi) Farmasi Fakultas MIPA Universitas Islam Indonesia (UII), As. Zahra Syahida saat sosiaslisasi kosmetik sehat, pada Jum’at (28/11/2025). 

Sosialisasi ini mengusung tema ‘Smart and Safe: Remaja Cerdas Bijak Menggunakan Kosmetik’, dan diikuti seluruh siswa kelas X MAN 4 Sleman.

Tim sosialisasi terdiri dari 60 mahasiswa, terbagi menjadi enam kelompok untuk enam kelas. Sehingga dengan cara seperti ini diharapkan lebih efektif, efisien dan tepat sasaran. 

“Semua orang ingin cantik ganteng dan memesona, sehingga banyak anak muda termasuk siswa menggunakan kosmetik. Dengan sosialisasi ini diharapkan siswa-siswi paham betul kosmetik yang aman dan sehat,” ujarnya.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa remaja menjadi salah satu sasaran pasar kosmetik. Paparan iklan influencer dengan janji hasil instan, serta kurangnya kemampuan memverifikasi keamanan produk, seringkali mengakibatkan penggunaan kosmetik berisiko. 

Beberapa kosmetik mengandung bahan berbahaya seperti mercuri atau hydroquinone, dan tidak memenuhi standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).  Penggunaan illegal   dapat menimbulkan masalah serius kesehatan dan kerusakan kulit jangka panjang.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar, anak-anak cukup aktif dan responsif. Banyak siswa yang mengajukan pertanyaan,” tegas Zahra Syahida. 

“Dengan kegiatan ini, diharapkan siswa terlatih melakukan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa) secara mandiri dan cepat sebelum membeli produk kosmetik,” sambungnya.

Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf mengapresiasi adanya sosialisasi yang bisa membuka wawasan siswa utamanya dalam memilih dan menggunakan kosmetik. 

“Pengetahuan tentang kosmetik penting bagi siswa karena mereka sering sasaran pasar.  Pengetahuan pentingnya kosmetik yang sehat dan aman akan membuat mereka teliti, cermat, dan sehat terhindar efek samping,” tegas Arif Makruf. 

Kegiatan ini juga mendukung program UKS, utamanya dalam menciptakan lingkungan yang sadar akan pentingnya keamanan produk.  (Edy KIM Sumber Biwara Moyudan)




Pengurus Bhayangkari Ranting Sleman Sukseskan Pemecahan Rekor MURI Pembuatan Eco Enzyme Serentak 2025

Sleman — Pengurus Bhayangkari Ranting Sleman turut ambil bagian dalam pemecahan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kegiatan Workshop Eco Enzyme Serentak Bhayangkari Seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Polsek Sleman, pada Jumat (28/11/2025), dan diikuti secara virtual oleh anggota Bhayangkari dari seluruh Indonesia.

Sejak pagi, para ibu Bhayangkari Ranting Sleman telah berkumpul dan mempersiapkan seluruh kebutuhan untuk mengikuti workshop pembuatan eco enzyme, yang menjadi bagian dari aksi nasional peduli lingkungan terbesar yang pernah diadakan oleh Bhayangkari.

Ketua Bhayangkari Ranting Sleman, Narti Khabibulloh menyampaikan bahwa partisipasi ini merupakan bentuk komitmen organisasi dalam mendukung gerakan pelestarian lingkungan berbasis pemberdayaan masyarakat.

“Kegiatan kali ini yaitu pengurus Bhayangkari Ranting Sleman ikut berpartisipasi dalam pemecahan rekor MURI dalam pembuatan eco enzyme secara serentak,” ujarnya di sela acara.

Ia menjelaskan bahwa pembuatan eco enzyme bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan langkah nyata dalam menghadirkan solusi ramah lingkungan yang dapat diterapkan di rumah tangga.

“Harapannya kita bisa mempraktikkan membuat eco enzyme yang memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai pupuk organik cair yang bisa dibuat secara mandiri,” tambahnya.

Eco enzyme dikenal sebagai cairan hasil fermentasi dari limbah organik yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari pengolahan sampah, peningkatan kualitas tanah, hingga pengganti bahan kimia rumah tangga.

Kegiatan pemecahan rekor ini menjadi momentum penting bagi Bhayangkari untuk menggaungkan gaya hidup hijau serta meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya pelestarian lingkungan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Bhayangkari Ranting Sleman berharap dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan pelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih berkelanjutan. (Andy Ahmad – KIM DSN NGAGLIK)




Ternak Kambing Jadi Upaya Menopang Ekonomi

Sleman – Usaha apapun asal ditekuni dengan baik akan memperoleh hasil yang memuaskan. Tetapi kadang kebanyakan orang ragu dan takut resiko untuk memulainya. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Rifa’I, warga Sombangan, Sumbersari, Moyudan. Sleman.

Rifa’i meninggalkan gengsi walau dirinya seorang lulusan S 2 Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UM). Ia membuka usaha ternak kambing.

“Kenapa harus gengsi, yang penting usaha itu halal dan tidak melanggar aturan,” tutur Rifa’i saat ditemui di kandangnya, Jum’at (28/11/2025).

Ia mengemukakan bahwa usahanya dirintis sejak tahun 2011, semula hanya tiga ekor betina dan satu pengantin. Dari usahanya itu, kini kandang milik Rifa’i sudah terisi hampir seratus ekor kambing.

“Risikonya paling mati itupun relatif kecil, apalagi saat melahirkan anak tidak ditunggui kadang keinjak-injak induknya,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa mengenai harga jual kambing itu stabil. “Kalau harga naik juga tidak seberapa, begitu pula apabila turun juga tidak seberapa,” imbuh Rifa’i.

Dalam memenuhi kebutuhan pakan ternak, di samping memberi pakan pabrikan, Rifa’I juga tetap memberikan pakan alami berupa rumput. Untuk memenuhi kebutuhan rumput Ia dibantu seorang pekerja.

Selain itu, Rifa’i juga menyewa sawah untuk ditanami rumput, atau sengaja merawat rumput dengan dipupuk.

“Bahkan ternak bisa memiliki manfaat ganda, karena kotoran ternak bisa dijadikan pupuk untuk rumput,” tandasnya.

“Sedangkan mengenai pemasaran sekarang sudah cukup mudah, kami tidak harus pergi ke pasar, cukup menggunakan media online. Pembeli sudah datang sendiri,” pungkasnya.  (Giek / KIM Moyudan)




Pentingnya Pengenalan Manfaat Air Hujan bagi Siswa KB-TKIT Baiturrahim Sleman

Sleman – Kunjungan siswa Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (KB–TKIT) Baiturrahim, Ngaglik, Sleman ke Sekolah Air Hujan (SAH) Banyu Bening Sleman, pada Kamis (27/11/2025) menjadi ruang belajar yang berbeda dari kegiatan kelas pada umumnya.

Anak-anak yang masih berada pada tahap awal perkembangan itu diajak Kepala Sekolah TKIT Baiturrahim Sleman, Halwiyah, untuk menyentuh, merasakan, dan mengamati air hujan sebagai anugerah alam. Pembelajaran semacam ini memberikan pijakan awal bagi siswanya untuk memahami bahwa alam bukan sekadar latar, melainkan bagian penting dari kehidupan.

Di Joglo SAH Banyu Bening, 75 siswa yang di dampingi orang tuanya, 11 anggota Komite Sekolah dan delapan guru dikenalkan pada proses penampungan dan pemanfaatan air hujan. Mereka melihat bagaimana air yang jatuh dari langit dapat disaring, dikumpulkan, dan digunakan kembali. Aktivitas sederhana ini memberi gambaran nyata bahwa setiap tetesan air memiliki nilai.

“Ketika anak-anak menyaksikan langsung proses alam, rasa ingin tahu mereka tumbuh alami dan mendorong pemahaman yang lebih dalam tentang konsep konservasi,” ucap Halwiyah dalam sambutannya.

Founder SAH Banyu Bening, Sri Wahyuningsih memberikan penjelasan dengan bahasa yang ringan, ramah, dan sesuai usia. Tidak ada istilah teknis yang rumit, ia hanya bercerita tentang bagaimana air hujan bisa menjadi sahabat manusia.

Ketika anak-anak melihat bak penampungan, pipa-pipa kecil, hingga alat penyaring air, mereka diajak memahami bahwa alam menyediakan banyak hal baik jika dijaga dan digunakan dengan bijak.

“Pendekatan ini membuat mereka merasa dekat dengan alam tanpa merasa sedang belajar secara formal,” tandasnya.

Menurut Wahyuningsih, kegiatan eksplorasi air hujan juga dirancang untuk menumbuhkan kepekaan empati. Anak-anak diajak menimbang bahwa di tempat lain, ada saudara-saudara sebaya mereka yang kesulitan mendapatkan air bersih.

Dengan cara yang halus, mereka dipandu untuk menghubungkan pengalaman pribadi dengan realitas sosial. Dari sinilah benih empati ditanam, bukan melalui ceramah, tetapi melalui pengalaman konkret yang mudah mereka cerna.

Sementara itu, Anik Sri Wahyuni selaku Wakil Kepala Sekolah bersama guru lainnya selaku pendidik KB–TKIT Baiturrahim menyadari bahwa usia dini merupakan fase emas bagi pembentukan karakter, termasuk kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Karena itu, mengenalkan manfaat air hujan bukan hanya terkait aspek sains, namun juga bagian dari pendidikan nilai.

Di SAH Banyu Bening Sleman, anak-anak belajar bahwa menjaga alam berarti menjaga kehidupan baik untuk diri sendiri maupun orang lain demi memahami hubungan sebab-akibat sejak dini.

Kunjungan ini memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan anak usia dini dengan komunitas lingkungan di Sleman. Sekolah Air Hujan Banyu Bening menjadi mitra yang relevan dalam memperkenalkan isu air bersih, keberlanjutan, dan cinta alam sejak dini. Sementara pihak KB–TKIT Baiturrahim mendapatkan pengalaman pembelajaran luar ruang yang autentik dan bermakna bagi para siswanya. Kunjungan ke sekolah non formal ini menjadi contoh nyata bagaimana pembelajaran berbasis pengalaman mampu melekat kuat dalam ingatan anak-anak. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Ikrar Akad Wakaf Tanah Masjid As-Salamah RW 16 Mancasan Kidul Condongcatur

Sleman – Pengurus Masjid As-Salamah RW 16 Mancasan Kidul Dero, Condongcatur, Depok, Sleman menyelenggarakan Ikrar Akad Wakaf Tanah Masjid As-Salamah, pada Jumat (28/11/2025).

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan, ucapan selamat datang, dan pembacaan mukadimah terkait pengembangan Masjid As-Salamah. Prosesi ikrar wakaf dipandu oleh Kepala KUA Kapanewon Depok, H. Abu Hanifah, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen wakaf.

Perwakilan wakif, H. Sunarto, yang juga menjabat sebagai Ketua BPKal Condongcatur menyampaikan komitmen keluarga wakif (pihak yang mewakafkan) dalam mendukung perkembangan Masjid As-Salamah sebagai pusat ibadah dan kegiatan sosial keumatan.

“Kami berharap tanah wakaf ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi jamaah dan warga sekitar,” ungkapnya.

Masjid sebagai pusat ibadah dan kegiatan sosial keumatan memang sangat penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Dengan adanya masjid, masyarakat dapat melakukan ibadah dan kegiatan sosial lainnya dengan lebih mudah dan nyaman.

Tanah wakaf yang digunakan untuk pembangunan masjid juga merupakan aset yang sangat berharga, karena dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi jamaah dan warga sekitar. Dengan pengelolaan yang baik, masjid dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Masjid sebagai pusat ibadah dan kegiatan sosial keumatan sangat penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat seperti pengajian, ceramah, dan kegiatan lainnya, yang dapat meningkatkan silaturahmi dan kebersamaan masyarakat. Masjid ini juga dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi, seperti bazar, pasar, dan kegiatan lainnya, yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Sunarto.

Sementara itu Ketua Takmir Masjid As-Salamah, Supriyadi mengucapkan terima kasih atas amanah wakaf tersebut. Ia menegaskan bahwa takmir berkomitmen mengelola dan mengembangkan fasilitas masjid secara profesional serta transparan.

“Terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepada takmir masjid. Kami berkomitmen untuk mengelola dan mengembangkan fasilitas masjid secara profesional, transparan, dan akuntabel. Sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal bagi jamaah dan warga sekitar dan lami akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan, fasilitas, dan kegiatan di masjid. Dengan begitu, masjid dapat menjadi pusat ibadah dan kegiatan sosial keumatan yang nyaman, aman, dan berkah,” ujarnya.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji yang juga hadir dalam acara ini menyampaikan apresiasi kepada para wakif, takmir, serta seluruh pihak yang terlibat atas kontribusi nyata dalam memajukan kehidupan keagamaan di wilayah Mancasan Kidul, Padukuhan Dero, Condongcatur.

“Semoga Allah SWT memberikan balasan yang berlipat ganda atas kebaikan dan kepercayaan yang diberikan, dan semoga masjid ini dapat menjadi sumber kebaikan dan keberkahan bagi seluruh umat,” kata Reno.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama. Dengan terlaksananya ikrar wakaf ini, pengembangan Masjid As-Salamah Mancasan Kidul Dero, Condongcatur, Depok, diharapkan semakin optimal dan membawa keberkahan bagi seluruh warga (Wasana / KIM Depok)