Lokakarya TPPS Kalurahan Margomulyo Bahas Strategi Percepatan Penurunan Stunting

Sleman – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kalurahan Margomulyo menggelar lokakarya pada Selasa (25/11/2025), di Gedung Serbaguna Margomulyo. Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur perangkat kalurahan, kader kesehatan, serta tokoh masyarakat yang berperan dalam upaya percepatan penurunan stunting di wilayah Margomulyo.

Lurah Margomulyo, Eko Puji Mulyanto turut memberikan arahan mengenai komitmen pemerintah kalurahan dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat, agar target penurunan stunting dapat tercapai secara optimal.

“Lokakarya ini merupakan forum untuk memberikan sumbang saran berkaitan dengan strategi untuk penurunan stunting dan diharapkan pada tahun 2026 mendatang ada program baru yang mendukung strategi tersebut,” ujarnya.

Hadir sebagai narasumber yaitu Penanggung Jawab Program Gizi Puskesmas Seyegan, Bety Nur Utami. Pada kesempatan itu, Bety yang memaparkan kondisi terkini prevalensi stunting, faktor risiko, dan langkah intervensi spesifik dan sensitif yang perlu diperkuat di tingkat kalurahan. Materi juga menyoroti pentingnya pemantauan tumbuh kembang balita, penguatan Posyandu, serta peningkatan edukasi gizi kepada keluarga berisiko.

Bety kemudian menyampaikan tentang 5 pilar strategi nasional penurunan stunting dengan dasar Perpres 72 tahun 2021.

“Termasuk lima kelompok sasaran yang menjadi tujuan stranas percepatan penurunan stunting yaitu balita sampai dengan 59 bulan, remaja putri, calon pengantin, ibu hamil dan ibu menyusui. Adapun delapan aksi integrasi yang merupakan penjabaran dari aksi 7 dan tujuannya. Sedangkan sebagai payung hukum disebutkan beberapa regulasi berkaitan dengan penanggulangan stunting,” ujarnya.

Bety kemudian menerangkan tentang tahapan kegiatan aksi 7 yang meliputi 6 komponen yaitu perencanaan jadwal pengukuran, pelaksanaan pengukuran tumbuh kembang, input data, kekmudian konfirmasi hingga validasi. Selanjutnya audit kasus stunting dan diseminasi publikasi.

Pada kesempatan itu, Bety juga memperkenalkan tentang penegakan diagnosis stunting mulai dari diagnosis stunted, pemeriksaan diagnostik dan stunting. Diakhir paparannya, Bety menyegarkan kembali kepada kader tentang alur rujukan balita stunting.

Kamituwo Margomulyo, Prasetyo menuturkan melalui forum ini, tiap wilayah kalurahan lama merumuskan target penurunan stunting beserta langkah konkrit, termasuk pemanfaatan dana desa, peningkatan peran kader, serta mekanisme monitoring berkala agar pelaksanaan program lebih terarah dan terukur.

Secara keseluruhan Lokakarya ini menghasilkan beberapa rekomendasi, antara lain penjadwalan ulang kegiatan pemantauan gizi balita, peningkatan koordinasi antara kader dengan TPPS, serta penguatan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.

“Dengan terselenggaranya lokakarya ini, diharapkan upaya penurunan stunting di Kalurahan Margomulyo semakin terarah dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan anak dan keluarga”, ujarnya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Peringatan Hari Guru Nasional di Ngaglik Berlangsung Khidmat dan Penuh Apresiasi

Sleman — Upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2025 di Kapanewon Ngaglik berlangsung khidmat, pada Selasa (25/11/2025) di Lapangan Donoharjo.

Kegiatan ini diikuti oleh para guru, tenaga kependidikan, pelajar, serta perwakilan masyarakat, dengan menghadirkan Penewu Ngaglik, Wawan Widiantoro sebagai inspektur upacara.

Dalam amanatnya, Penewu Ngaglik menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh guru yang dinilainya memiliki peran penting dalam membangun generasi penerus bangsa. Wawan menegaskan bahwa guru merupakan motor penggerak kemajuan daerah sekaligus teladan dalam pembentukan karakter peserta didik di era yang penuh tantangan.

“Perubahan zaman menuntut kita untuk terus berinovasi. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh pendidik di Ngaglik untuk terus bersemangat memajukan pendidikan,” ujarnya.

Rangkaian upacara berlangsung tertib, mulai dari pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan Pancasila, Pembukaan UUD 1945, hingga amanat inspektur upacara.

Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan yang menjadi momen penghormatan bagi para pahlawan tanpa tanda jasa.

Acara ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada sejumlah guru berprestasi serta penyerahan hadiah berbagai lomba dari sekolah-sekolah di wilayah Ngaglik.

Peringatan ini diharapkan dapat memperkuat semangat para pendidik untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pendidikan. (ESK – KIM DSN NGAGLIK)




Pemkal Sumbersari Bekali Pendata Kebudayaan Sebelum Turun ke Lapangan

Sleman – Langkah awal sebelun menyusun profil kebudayaan kalurahan, Pemerintah Kalurahan Sumbersari membekali petugas pendata kebudayaan yang akan diterjunkan di padukuhan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (25/11/2025), di ruang rapat kalurahan setempat.

Acara tersebut dihadiri Kasi Warisan Budaya Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman, Andre Variangga sebagai narasumber. Dalam paparannya, Andre menuturkan bahwa penyusunan profil kebudayaan kalurahan merupakan amanat dari Peraturan Gubernur DIY Nomor 36 Tahun 2014 Tentang Desa / Kalurahan Budaya.

Ia menyampaikan bahwa yang dimaksud profil kebudayaan kalurahan adalah dokumen yang memuat data informasi terstruktur mengenai berbagai aspek kebudayaan di wilayah kalurahan.

“Yang menjadi tujuannya adalah untuk mendokumentasikan budaya lokal, identitas masyarakat, serta menjadi dasar perencanaan program pelestaeian, pengembangan, dan pemanfaatan budaya untuk generasi muda mendatang,” jelasnya.

Andre menambahkan bahwa sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 20017 Tentang Pemajuan Kebudayaan. Poin utama penyusunan profil meliputi 10 Obyek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang meliputi tadisi lisan, manuskrip, adat istiadat, dan ritus.

“Selain itu pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional,” tandasnya.

Lurah Sumbersari, Sukadi saat diberi kesempatan memberikan sambutan menyampaikan bahwa maksud dan tujuan kegiatan tersebut untuk membekali calon prndata kebudayan di padukuhan.

“Agar tidak menganggu ketugasan pamong kalurahan dalam memberikan pelayanan, maka kami menugaskan orang di luar pamong,” kata Sukadi.

Ia juga menegaskan kepada dukuh agar bisa memberikan informasi yang akurat kepada pendata kebudayaan di masing-masing padukuhan.

“Maka kali ini juga, kami datangkan para dukuh, dengan harapan bisa berkolaborasi dengan pendata,” pungkasnya. (Giek / KIM Moyudan)




Digitalisasi Dorong Seleksi Perangkat Kalurahan Gunakan Tes Komputer

Sleman – Seleksi calon perangkat Kalurahan Merdikorejo di Gedung Pusat Pengembangan Kapasitas dan Kerjasama (PPKK) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (25/11/2025), menegaskan pentingnya keterampilan mengoperasikan komputer sebagai syarat utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat desa.

Pentingnya literasi digital bagi perangkat kalurahan tidak dapat dipandang sebelah mata. Administrasi kalurahan kini berjalan dengan sistem komputerisasi yang menuntut ketelitian, efisiensi, dan keamanan data. Mulai dari penyusunan laporan, input data kependudukan, pengelolaan keuangan, hingga pelayanan surat menyurat, semuanya membutuhkan pengoperasian komputer yang baik.

Menurut Ketua Panitia Seleksi, Yuni Adinurdiyanto kemampuan komputer menjadi syarat dasar perangkat kalurahan modern. Dengan begitu banyak aplikasi pemerintahan berbasis digital, seperti Sistem Informasi Desa, Sistem Keuangan Desa, dan berbagai aplikasi pelaporan.

“Sehingga perangkat kalurahan yang tidak menguasai komputer akan kesulitan beradaptasi dengan tuntutan kerja yang semakin kompleks,” tandasnya.

Selain meningkatkan kecepatan pelayanan, perangkat yang mahir komputer juga berperan penting dalam menjaga transparansi. Data yang dikelola dengan rapi dan akurat memudahkan masyarakat mengakses informasi, sekaligus mengurangi potensi kesalahan maupun penyimpangan. Dalam konteks good governance, keterampilan digital menjadi pilar penting untuk mewujudkan tata kelola yang bersih dan akuntabel.

Bagi peserta seleksi, tes komputer ini menjadi pengalaman penting sekaligus tantangan tersendiri. Banyak dari mereka yang sudah terbiasa bekerja dengan komputer, namun ada juga yang harus menyesuaikan diri dengan standar baru yang lebih tinggi. Proses ini menunjukkan bahwa perangkat kalurahan bukan lagi sekadar petugas administratif, melainkan operator sistem modern yang harus mampu mengelola data secara profesional.

Sementara itu, Lurah Merdikorejo, Agus Prasetyo menyoroti digitalisasi desa yang terus digencarkan pemerintah mendorong perangkat kalurahan untuk selalu meningkatkan kapasitas diri. Menurutnya, pelayanan publik kini bergerak menuju sistem yang lebih cepat, mudah, dan dapat diakses melalui perangkat digital.

“Tanpa aparatur yang menguasai komputer, tujuan besar tersebut sulit tercapai secara optimal,” ucapnya.

Dengan diterapkannya seleksi berbasis komputer, Kalurahan Merdikorejo menunjukkan komitmen kuat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Proses ini menjadi langkah nyata menuju pemerintahan kalurahan yang profesional, adaptif, dan mampu memanfaatkan teknologi demi kemajuan masyarakat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Pemerintah Kapanewon Moyudan Beri Dukungan pada KIM Sumber Biwara dalam Lomba Video Pendek

Sleman – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman menggelar lomba video pertunjukan rakyat tahun 2025 bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Lomba tersebut diselenggarakan sebagai upaya memperkuat peran KIM dalam menyebarkan informasi secara tepat, cepat, dan memiliki dampak yang positif.

Menyikapi hal itu, KIM Sumber Biwara Kapanewon Moyudan siap untuk berpartisipasi, dan mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kapanewon Moyudan.

Sebagai bukti dukungannya, Panewu Moyudan juga ikut bermain peran dalam dalam video tersebut. Sebelum dikirimkan ke panitia, video tersebut dipresentasikan terlebih dahulu di depan Panewu dan Panewu Anom, pada Selasa (25/11/2025) di ruang Abinaya Kapanewon Moyudan.

Dalam kesempatan tersebut Panewu Moyudan, Dwi Agung Maryoto dan didampingi Panewu Anom Mahmudah Arfiyati menyampaikan apresiasi kepada KIM Moyudan yang akan ambil bagian dalam lomba video pendek yang diselenggarakan Dinas Kominfo Sleman tahun 2025.

Panewu dan Panewu Anom pun memberikan masukan dan saran untuk perbaikan.

“Sedikit ada kekurangan masih bisa diperbaiki,” tuturnya.

Panewu Anom Moyudan, Mahmudah Arfiyati menyampaikan pesan bahwa dalam lomba itu pasti ada yang menang dan ada yang kalah.

“Namun yang penting kita sudah berpartisipasi. Seandainya kita kalah, paling tidak hasil video yang kita kirim bisa dilihat banyak orang,” ungkapnya.

“Selain itu kita sudah bisa mengenalkan potensi yang ada di wilayah Moyudan, yang insya allah bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” sambung Mahmudah.  (Giek / KIM Moyudan)