Prestasi Pembinaan Atlet Taekwondo Sleman            

Sleman – Pengurus Kabupaten Taekwondo Indonesia Sleman (Pengkab TI Sleman) bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman, menggelar Kejuaraan Taekwondo antar Pelajar Piala Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman 2025 (Piala Kadispora Sleman 2025).

Kejuaraan tersebut digelar pada 22 sampai dengan 23 November 2025, di Gedung Olahraga Yonif 403/WP. Ajang ini diikuti sekitar 430 peserta seluruh Kabupaten Sleman, baik kelas pemula maupun prestasi dari kyorugi (tanding) dan Poomsae (jurus).

Ketua panitia, Sabeum Nim Joko Susilo menyampaikan bahwa kejuaran tersebut menjadi wahana meningkatkan kesehatan jasmani dan derajat kebugaran siswa.

“Kejuaraan ini merupakan salah satu wahana bagi siswa untuk mengimplementasikan hasil kegiatan pembelajaran dalam rangka meningkatkan kesehatan jasmani dan derajat kebugaran siswa dan juga untuk pembinaan olah raga prestasi usia dini,” ujarnya.

Untuk itu, Pengkab TI Sleman bersama Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman menyelenggarakan kejuaraan tingkat SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MAN secara berjenjang dan berkelanjutan. Gelaran tersebut bertujuan melaksanakan pembibitan, pembinaan, dan peningkatan olahraga pelajar.

Kejuaraan ini diselenggarakan sekaligus juga sebagai ajang seleksi PPLPD Cabor Taekwondo Kabupaten Sleman 2025. Adapun pemenang lomba sebagai juara umum pemula yaitu, juara satu diraih oleh Kalingga Taekwondo Club dengan raihan 16 emas 10 perak dan 7 perunggu.

Kemudian juara dua diraih oleh Elja Sembada Fighter dengan raihan 11 emas 9 perak 8 perunggu. selanjuntya juara tiga diraih oleh Krida Taekwondo Club dengan raihan 6 emas 2 perak 2 perunggu.

Selanjutnya juara umum untuk kelas prestasi juara satu diraih oleh Elja Sembada Fighter dengan raihan 6 emas 4 perak dan 3 perunggu. Lalu juara umum dua diraih oleh BTI-JTA dengan perolehan 2 emas dan 2 perunggu. Sedangan juara tiga dengan raihan 2 emas.

Selain itu untuk best player SD putri diraih oleh Zhafirah Athafah Ziyadatun Ni’mah dari Mejing II. Untuk SD putra diraih Mark Steven Putra Antolin dari Elja Sembada.

SMP putri diraih Mutiara Sukisni Elja Sembada. Kemudian SMP putra diraih Farel Alifandra dari Elja Sembada.

Untuk best player SMA putri diraih Stepane Karen dari BTI-JTA. Sedangkan SMA putra diraih Muhammad Ilunggani Naufal Zain. (Arief Hartanto / KIM Kertomandiri)




KIM Depok Raya Perkuat Diseminasi Konten Positif di Maguwoharjo

Sleman – Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Depok Raya, Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo memperkuat sinergi komunikasi publik melalui diseminasi konten positif yang digelar di Ruang Rapat Kalurahan Maguwoharjo, Depok, Sleman, Senin (24/11/2025).

Kegiatan ini menegaskan peran strategis KIM sebagai penyampai informasi akurat sekaligus benteng pertama dalam menangkal penyebaran hoaks di wilayah Kapanewon Depok.

Sekretaris KIM Depok Raya, Athiful Khoiri menegaskan bahwa KIM Depok Raya kini menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga ekosistem informasi yang sehat di tingkat kalurahan.

Menurutnya, kolaborasi dengan Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memastikan informasi pemerintah tersampaikan secara efektif kepada warga.

“KIM bukan hanya menyebarkan kabar yang akurat, tetapi juga menjaga ruang informasi bersih dari hoaks. Informasi akan lebih dipercaya ketika disampaikan oleh figur yang dekat dengan masyarakat, dan di situ letak pentingnya peran KIM,” ujarnya.

Athiful menambahkan, KIM tidak hanya menyebarkan informasi kebijakan pemerintah tetapi juga mengangkat konten-konten kearifan lokal serta menjadi saluran komunikasi dua arah antara warga dan pemerintah.

“Teman-teman KIM juga sering menjadi tempat masyarakat bertanya dan mengonfirmasi isu-isu yang beredar. Ini yang membuat peran KIM semakin relevan,” katanya.

Dengan lebih dari 80 persen masyarakat Indonesia terhubung ke internet atau setara 229 juta pengguna, Athiful menilai ruang digital menjadi peluang besar memperluas manfaat informasi. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan misinformasi masih tinggi karena hoaks kerap beredar lebih cepat daripada informasi resmi.

“Karena itu, saya mengajak seluruh anggota KIM dan Bapak Ibu semuanya untuk siap menjadi pelurus informasi. Ketika menemukan kabar tanpa sumber jelas, masyarakat perlu menahan diri dan tidak langsung membagikannya,” tegasnya.

Athiful menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo dalam memperkuat ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif.

“Melalui semangat kebersamaan antara pemerintah dan KIM, kita memastikan kebijakan dan informasi kalurahan tersampaikan secara akurat, merata, dan mudah dipahami,” ujarnya.

Athiful mengatakan kemitraan antara Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo dan KIM Depok Raya merupakan instrumen vital dalam menjaga kualitas informasi publik serta menguatkan literasi digital masyarakat di tingkat lokal.

“Sebagai bagian dari penguatan layanan informasi publik, KIM Depok Raya mengelola situs resmi yang memuat beragam informasi positif dan konten edukatif bagi masyarakat, yang dapat diakses melalui alamat ,” tandasnya. (LIDYA AGUSTINA/KIM DEPOK RAYA)




Lomba Senam “Sleman Bangkit” Meriahkan PORKAL Wukirsari 2025, Kuatkan Semangat Kebersamaan Warga

Sleman – Suasana Aula Utama Balai Kalurahan Wukirsari mendadak “panas” pada Minggu (23/11/2025. Bukan karena cuaca, tetapi karena aksi energik para peserta Lomba Senam Bangkit yang menjadi salah satu rangkaian meriah Pekan Olahraga Kalurahan (PORKAL) Wukirsari 2025.

Sebanyak 12 padukuhan tampil all-out, membawa yel-yel, kostum kompak, hingga gerakan penuh semangat yang membuat penonton ikut terpukau. Setiap tim hadir dengan gaya masing-masing—ada yang elegan, enerjik, hingga penuh kreativitas yang mengundang tepuk tangan meriah dari awal hingga akhir.

Tiga juri yang berpengalaman, yaitu Endang, Supiyo Purnomo, dan Vanda Ekinanada P., menilai detail demi detail, mulai dari kekompakan, teknik gerak, ekspresi, hingga kreativitas tim. Setelah persaingan ketat, Padukuhan Plupuh berhasil meraih Juara 1, disusul Padukuhan Gungan sebagai Juara 2, dan Padukuhan Sintokan menempati Juara 3.

Lurah Wukirsari, Handung Tri Rahmawan, memberikan apresiasi atas antusiasme luar biasa warga.

“Lomba senam ini bukan hanya soal gerak, tetapi tentang semangat kebersamaan. Warga dari berbagai padukuhan berkumpul, bergerak bersama, dan itu menunjukkan kekuatan Wukirsari sebagai kalurahan yang guyub dan sehat,” jelas Handung.

Dari sisi penilaian, salah satu dewan juri, Supiyo Purnomo, menyatakan bahwa kualitas peserta tahun ini meningkat signifikan. “Gerakannya lebih rapi, ekspresinya lebih hidup, dan kreativitas tiap padukuhan makin terasa. Memilih pemenang bukan hal mudah karena semua tampil luar biasa,” ungkapnya. Ia juga mengevaluasi beberapa gerakan yang masih keliru, mengingatkan bahwa kesalahan gerak dapat mengurangi manfaat senam.

Setelah pengumuman pemenang, suasana makin hangat dengan senam massal yang diikuti seluruh peserta dan penonton. Aula kembali bergetar oleh musik dan gerakan bersama yang kompak dan penuh kegembiraan. Sebagai penutup, dilaksanakan penyerahan piala dan uang pembinaan kepada para pemenang.

Dengan energi luar biasa dan antusiasme warga yang tak pernah padam, Lomba Senam Bangkit kembali membuktikan bahwa olahraga bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga kebersamaan, kesehatan, dan kebahagiaan yang dirasakan bersama. (Lilik Rudi/KIM “Wara Aji” Cangkringan




Rumah UMKM Sardonoharjo Jadi Lokasi Pelatihan Mahasiswa Duta Bangsa Surakarta Jelang KKN

Sleman – Rumah UMKM Sardonoharjo yang berlokasi di Tegalrejo Turen, Kalurahan Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, menerima kunjungan rombongan dosen dan mahasiswa Universitas Duta Bangsa Surakarta dalam rangka Pelatihan UMKM, Senin (24/11/2025). Kegiatan ini merupakan rangkaian persiapan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang akan diterapkan di wilayah Gunung Kidul.

Sebanyak tiga dosen dan 18 mahasiswa hadir untuk mengikuti sesi pelatihan dan diskusi terkait pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis potensi lokal. Program ini dirancang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai peluang usaha di desa, sekaligus menyiapkan strategi praktis untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sebelumnya, mahasiswa telah melakukan survei lapangan di Desa Sidorejo, Gunung Kidul, dan menemukan banyak potensi UMKM di sektor kerajinan dan kuliner, terutama produk keripik. Melalui pelatihan ini, mahasiswa ingin memperdalam informasi mengenai ide produk KKN, bahan baku, proses produksi, keamanan pangan, hingga strategi pemasaran.

Salah satu dosen pendamping, Aris Prio Agus Santoso, menyampaikan bahwa tujuan kunjungan ini adalah untuk memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa tentang bagaimana UMKM di daerah berkembang.

“Kegiatan ini penting sebagai bekal mahasiswa untuk merancang solusi nyata bagi masyarakat desa selama KKN nanti,” tegas Aris Prio Agus Santoso.

Pada sesi materi, Ketua Forkom UMKM Kalurahan Sardonoharjo, Lina Syafira, mengawali kegiatan dengan pemaparan mengenai peran Rumah UMKM dalam memfasilitasi pengembangan usaha masyarakat. Materi dilanjutkan oleh Bobby Tinampi dan Joko Yugiyanto dari Carya Budhi Chantya yang mengangkat tema Membangun Pondasi Ekonomi Kawasan. Mereka membahas pentingnya social mapping, membangun komitmen kelembagaan usaha, serta memperluas jaringan sebagai fondasi penguatan ekonomi lokal.

Diskusi berlangsung interaktif dengan mahasiswa aktif bertukar gagasan dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait proses pengembangan UMKM. Kegiatan ini diharapkan menjadi bekal kuat bagi mahasiswa dalam merancang program KKN yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal di Gunung Kidul. (Andy Ahmad/KIM DSN Ngaglik)




Cegah Penyimpangan, Kejari Sleman Beri Pendampingan Pengelolaan Dana Desa di Condongcatur

Sleman – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman mengadakan sosialisasi pendampingan penggunaan dan pengelolaan Dana Desa untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan hukum kepada Pemerintah Kalurahan Condongcatur. Kegiatan ini berlangsung di ruang Wacanaloka, Senin (24/11/2025).

Sosialisasi Pendampingan Pengelolaan Dana Desa ini diikuti oleh Lurah, Carik, Kepala Seksi (Kasi), Kepala Urusan (Kaur), dan beberapa staf terkait. Dari Kejari Sleman hadir Kepala Sub Seksi Pertimbangan Hukum Nisa Osalia, Kepala Sub Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN) Fahma Asmoro, dan Calon Jaksa pada bidang Perdata dan TUN Archaya Rastra.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kejari Sleman atas kehadiran mereka. Ia menekankan bahwa Pemerintah Kalurahan Condongcatur telah melakukan Perjanjian Kerjasama Bidang Hukum dengan Kejari Sleman yang mencakup kegiatan sosialisasi, penyuluhan hukum, serta pemberian pendampingan dan pendapat hukum (Legal Assistance dan Legal Opinion).

“Kegiatan ini sangat penting untuk memastikan seluruh proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban Dana Desa berjalan sesuai aturan, transparan, dan akuntabel,” ungkap Reno.

Ia menambahkan, pendampingan seperti ini menjadi ruang belajar bersama bagi seluruh pamong dan perangkat kalurahan agar semakin tertib administrasi serta memperkuat integritas dalam pelayanan.

Kepala Sub Seksi Perdata dan TUN Kejari Sleman, Fahma Asmoro, menyampaikan kegiatan ini bertujuan memastikan pengelolaan dana desa yang transparan, akuntabel, dan bebas dari penyimpangan. Ia mengingatkan bahwa Dana Desa yang bersumber dari APBN bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan desa.

Fahma menjelaskan beberapa permasalahan yang sering terjadi di lapangan dalam penggunaan Dana Desa, seperti penggunaannya di luar bidang prioritas, kurangnya keterlibatan masyarakat dalam perencanaan dan pengawasan, pengeluaran yang tidak transparan, hingga pembangunan atau pengadaan barang/jasa yang tidak sesuai spesifikasi.

Sementara itu, Kepala Sub Seksi Pertimbangan Hukum, Nisa Osalia, menambahkan edukasi tentang aspek hukum pengelolaan dana desa, termasuk langkah-langkah pencegahan penyalahgunaan anggaran.

“Pemerintah Desa dapat bekerjasama dengan aparat penegak hukum dengan dilakukan pendampingan hukum guna mencegah terjadinya tindak pidana dikemudian hari dalam pengelolaan keuangan desa,” jelas Nisa. Ia menyebut konsultasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) merupakan salah satu upaya pencegahan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kejaksaan Negeri Sleman untuk meningkatkan tata kelola desa yang profesional, bersih, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (Wasana/KIM Depok)