Jaga Konservasi dan Dukung Wisata, Warga Sorasan Tanam Pohon di DAS Opak

Sleman – Penanaman pohon di Daerah Aliran Sungai (DAS) Opak Sorasan, Bimomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta, dilaksanakan pada Minggu (23/11/2025). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) AMPTA Yogyakarta, pemangku wilayah, dan warga desa wisata Embung Opak Sorasan. Anggota DPRD Sleman, Bondan Triyana, turut hadir mendukung upaya konservasi ini.
Dukuh Sorasan, Jazim Thoyibi, menyampaikan bahwa penanaman pohon di DAS Kali Opak dilakukan sebagai upaya untuk menjaga pinggiran sungai dari gerusan derasnya aliran air dan mendukung pengembangan desa wisata Embung Opak Sorasan.
Pohon yang dipilih adalah jenis buah-buahan, yang diharapkan hasilnya kelak akan memberikan tambahan daya tarik bagi wisatawan. Penanaman pohon juga bertujuan menjaga keberadaan Dam yang baru diperbaiki setelah jebol sejak terkena aliran lahar pada tahun 2011 silam.
“Atas bantuan renovasi, tahun 2025 Dam baru bisa dipergunakan, setelah 14 tahun Dam jebol,” ungkap Jazim. Ia menambahkan, perbaikan Dam ini telah melancarkan pengairan ke lahan pertanian, yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Anggota DPRD Sleman Komisi C, Bondan Triyana, menyampaikan keprihatinan atas kondisi Dam Kali Opak di Sorosutan yang jebol selama 14 tahun. Berkat inisiatif yang digagas, Dam tersebut kini telah selesai dibangun, dan pengairan ke lahan pertanian menjadi lancar.
Kegiatan penanaman pohon di pinggir Kali Opak ini melibatkan banyak pihak atas prakarsa KKN STP AMPTA Yogyakarta bersama warga Desa Wisata Embung Opak Sorasan, terutama dari pihak pemuda Sorasan. Bondan menyampaikan terima kasih atas partisipasi aktif dalam menjaga sungai dan melakukan penanaman pohon konservasi.
“Semoga memberikan manfaat kepada alam dan masyarakat,” pesannya.
Kepada para pemuda, ia berpesan agar mereka lebih kreatif dan inovatif, karena pemuda akan menjadi leader perubahan untuk menyongsong Indonesia Emas pada tahun 2045. “Pemuda yang harus tampil di depan sebagai ujung tombak pembangunan. Kita yang tua hanya sebagai pendorong saja,” pungkasnya. (Kusnadi/KIM Berbah)



