Rayakan Hari Jadi ke-270, Ambarketawang Teguhkan UMKM Lokal Lewat Festival Budaya

Sleman – Pelataran Kalurahan Ambarketawang pada Minggu (23/11/2025) berubah menjadi ruang temu budaya, ekonomi, dan kreativitas warga dalam gelaran Ambarketawang Kalcer Festival (AKF) 2025, yang merupakan peringatan hari jadi ke-270 kalurahan tersebut. Mengangkat tema “Melestarikan Tradisi Membangun Ambarketawang Gumilang”, festival ini tidak hanya menjadi panggung seni, tetapi juga menampilkan bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan gelar potensi padukuhan sebagai jantung penggerak ekonomi masyarakat.

Sejak pagi, pengunjung mulai memadati area festival untuk melihat langsung beragam produk lokal yang ditawarkan. Bazar UMKM menjadi magnet utama karena menampilkan karya-karya warga Ambarketawang—mulai dari kuliner tradisional hingga kerajinan berbahan alami, sebagai bukti nyata kekuatan ekonomi berbasis komunitas.

Gelar potensi padukuhan menjadi elemen penting lain dalam festival ini. Setiap padukuhan menampilkan identitasnya melalui produk khas, seni pertunjukan, dan inovasi lokal. Sinergi antara potensi budaya dan ekonomi inilah yang menjadikan festival semakin bermakna.

Menurut Ketua Panitia AKF 2025, Rully Ismada, konsep bazar dan gelar potensi padukuhan sengaja dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi warga Ambarketawang.

“Tradisi tidak hanya ditampilkan dalam bentuk tari dan musik, tetapi juga dalam rasa, rupa, dan cara produksi khas masyarakat setempat,” ungkap Rully, yang akrab disapa Rere. Ia menambahkan bahwa dengan menempatkan produk budaya dan kearifan lokal sebagai inti festival, nilai-nilai leluhur tetap diwariskan kepada generasi muda.

Mengangkat tema tersebut, festival ini menegaskan bahwa pembangunan tidak harus meninggalkan akar budaya. Justru, budaya dapat menjadi pondasi yang memperkuat identitas dan memperkaya inovasi. UMKM lokal pun banyak yang memanfaatkan inspirasi tradisi untuk menciptakan produk baru yang lebih kompetitif di pasar modern.

Rully menegaskan, selain berdampak pada pelaku usaha, AKF memberikan efek ekonomi bagi masyarakat luas. Perputaran transaksi selama bazar, meningkatnya kunjungan, hingga keterlibatan pemuda menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang sehat.

“Ini menjadi bukti bahwa kegiatan berbasis komunitas mampu menghidupkan kembali ekonomi lokal pascapandemi,” tandasnya.

Melalui festival ini, Ambarketawang menunjukkan bahwa melestarikan tradisi dapat berjalan beriringan dengan membangun ekonomi lokal yang tangguh sebagai sebuah warisan berharga menuju Ambarketawang Gumilang. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




28 Atlet Pelajar Sleman Berebut Kursi PPLP Catur 2025, Siap Hadapi POPDA 2026

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bekerja sama dengan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Seleksi Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLP) Cabang Olahraga Catur Tahun 2025.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 21–22 November 2025 di Sekolah Catur Mata Aksara ini diikuti oleh 28 atlet pelajar dari jenjang SD, SMP, dan SMA, terdiri dari 20 atlet putra dan 8 atlet putri.

Pelaksanaan seleksi ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Sleman dalam memperkuat pembinaan olahraga prestasi pada kelompok usia pelajar. Seleksi PPLP menjadi rangkaian penjaringan atlet potensial yang diproyeksikan untuk mengikuti pembinaan jangka panjang serta bertanding pada kejuaraan tingkat daerah hingga nasional, termasuk POPDA Sleman Tahun 2026.

Dispora Sleman menerapkan kriteria seleksi ketat yang mengacu pada standar pembinaan PPLP. Peserta diseleksi berdasarkan prestasi yang telah diraih, mulai dari juara turnamen terbuka tingkat nasional hingga juara tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2025.

Selama dua hari, peserta mengikuti rangkaian uji kemampuan meliputi pertandingan sistem Swiss, penilaian teknik dasar, simulasi pertandingan, dan evaluasi kemampuan berpikir taktis serta karakter dan kesiapan mental bertanding.

Dari 28 peserta yang mengikuti seleksi, sebanyak 8 atlet putra dan 8 atlet putri akan ditetapkan sebagai anggota PPLP Catur Sleman Tahun 2025. Selain yang lolos melalui penilaian reguler, terdapat kategori seeded atau atlet yang sudah dalam pantauan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas), yang otomatis masuk dalam kontingen PPLP.

Ketua Percasi Kabupaten Sleman, Nuradi Indrawijaya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan menekankan pentingnya kesinambungan pembinaan.

“Seleksi PPLP bukan hanya mengukur kemampuan teknis, tetapi juga menilai karakter, komitmen, dan kesiapan mental sebagai calon atlet binaan daerah. Semua ini menjadi modal penting dalam mencetak atlet berprestasi, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional,” ungkapnya saat menutup resmi seleksi.

Ketua Pelaksana Seleksi, Achmad Ridlo, menjelaskan pentingnya program latihan yang berkelanjutan bagi atlet terpilih.

“Atlet yang dinyatakan lolos seleksi akan langsung masuk ke dalam program pembinaan resmi PPLP Catur Sleman Tahun 2025. Program ini mencakup latihan intensif yang terstruktur, penguatan strategi permainan, peningkatan daya juang, serta pembinaan karakter dan mental bertanding,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Sleman berharap melalui seleksi PPLP ini dapat melahirkan generasi atlet catur muda yang unggul, kompetitif, dan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. (Nuradi/KIM Ngemplak)




Forkom UMKM Margoluwih Gelar Senam Massal dan Lomba Mewarnai, Optimalkan Pasar Tiban Klaci 3

Sleman – Forum Komunikasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Forkom UMKM) Kalurahan Margoluwih, Seyegan, bersama komunitas Bolo Sesat (Bo’se) pengelola Pasar Tiban Klaci 3 dan Bahana UMKM Bergerak, menyelenggarakan senam massal dan lomba mewarnai pada hari Minggu (23/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kamituwa Margoluwih Sri Widodo Pramono, Ketua Forkom UMKM Kalurahan Margoluwih Cut Mutia DF, Ketua Paguyuban Pasar Tiban Klaci 3 Sugeng M, dan Ketua Bahana UMKM Bergerak Tetra Budiarto.

Dalam sambutannya, Kamituwa Margoluwih Sri Widodo Pramono memberi apresiasi atas diselenggarakannya acara tersebut. Ia menyebut kegiatan itu sebagai wujud nyata kebersamaan masyarakat, pemerintah kalurahan, dan lembaga di bawahnya dalam proses pembangunan menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai melalui acara ini: meningkatkan perekonomian warga melalui peningkatan transaksi jual beli di lapak Pasar Tiban; sebagai sarana edukasi dengan memberi wadah ekspresi, kreasi, dan interaksi sosial anak-anak; dan memasyarakatkan olahraga demi menjaga kesehatan masyarakat.

Ketua Forkom UMKM Kalurahan Margoluwih sekaligus ketua penyelenggara, Cut Mutia DF, menjelaskan bahwa kegiatan senam diikuti 200 orang, sementara lomba mewarnai diikuti oleh 150 anak. Kegiatan ini juga bertujuan memupuk persatuan dan kebersamaan antar pengurus Forkom UMKM, sekaligus menyosialisasikan keberadaan Forkom UMKM kepada masyarakat.

Tetra Budiarto, Ketua Bahana UMKM Bergerak, menyatakan selalu mendukung kegiatan yang melibatkan anak-anak karena mereka adalah generasi masa depan.

“Saya melihat UMKM Sleman itu besar tapi minim regenerasi. Makanya di setiap kegiatan lomba anak selalu kami sertakan dengan menampilkan produk-produk UMKM sehingga menjadi pengalaman visual yang melekat bagi anak-anak, menginspirasi, dan menumbuhkan jiwa wirausaha,” tegas Tetra. Ia berharap anak-anak kelak bisa menjadi pengusaha yang tangguh dan besar.

Untuk memeriahkan acara, panitia menampilkan manusia Batman dan pertunjukan sulap oleh Kak Haikal Aditya. Acara diakhiri dengan pembagian hadiah bagi juara lomba dan sesi foto bersama. (Sulistiyono/KIM Seyegan)




Desa Wisata Sorasan Gelar Festival Sehat Berdaya dan Berbudaya, Dapat Dukungan Beasiswa Penuh

Sleman – Desa wisata Sorasan bersama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) AMPTA Yogyakarta menggelar Festival Sehat Berdaya dan Berbudaya pada hari Minggu (23/11/2025), di desa wisata Embung Opak Sorasan, Bimomartani, Ngemplak, Yogyakarta.

Festival tersebut dihadiri oleh anggota DPRD Sleman Bondan Triyana, Ketua STP AMPTA Yogyakarta Prihatno, Jawatan Sosial Kapanewon Ngemplak, dukuh Sorasan, serta tamu undangan dan masyarakat warga Sorasan.

Menurut salah satu mahasiswa KKN STP AMPTA Yogyakarta, Ratna Novalinda, kegiatan ini merupakan kolaborasi yang baik antara mahasiswa KKN dengan desa wisata Sorasan. Festival yang menampilkan pertunjukan budaya tarian anak dan dewasa ini diawali dengan senam sehat dengan pembagian door prize menarik. Kegiatan ini juga menampilkan bazar UMKM bagi warga Sorasan untuk memamerkan produk mereka, mulai dari hasil pertanian, olahan makanan, minuman, kerajinan, hingga fashion. Selain itu, ada pula pemeriksaan kesehatan dan donor darah.

“Kegiatan Festival Sehat Berdaya dan Berbudaya dilaksanakan oleh warga juga dipersembahkan untuk warga desa wisata Embung Opak Sorasan,” ungkap Ratna.

Ketua STP AMPTA Yogyakarta, Prihatno, menyampaikan bahwa dalam menanggapi program Bupati Sleman Harda Kiswaya tentang program Sleman Pintar, STP AMPTA Yogyakarta mulai tahun depan akan membebaskan biaya pendidikan serta memberikan uang saku bagi warga Sleman yang masuk menjadi mahasiswa.

“Program ini khusus bagi warga Sleman, diutamakan dari desa yang dipakai menjadi program KKN STP AMPTA Yogyakarta,” jelas Prihatno.

Selanjutnya, Prihatno berterima kasih kepada semua warga serta pengurus desa wisata Embung Opak Sorasan yang telah menerima mahasiswa KKN dengan baik. Ia berharap jalinan kerja sama akan terus berlanjut dalam upaya pengabdian kepada masyarakat.

Dosen pembimbing lapangan KKN STP AMPTA Yogyakarta, Santosa, menyampaikan bahwa desa Sorasan sudah dua kali menerima KKN AMPTA. Ia berharap program KKN ini bisa menggugah potensi warga tentang pengetahuan potensi wisata di dusun Sorasan.

Menurutnya, kondisi alam dan semangat gotong royong, serta adanya kelompok masyarakat dalam berbagai bidang, merupakan potensi yang sangat mendukung adanya desa wisata. Pengelolaan sarana air yang melimpah dan bangunan yang sudah ditata sedemikian rupa menjadi daya tarik wisata lokal maupun luar negeri.

“Potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia desa wisata Sorasan memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut,” ungkap Santosa. (Kusnadi/KIM Berbah)




Teladani Rasulullah, Takmir Masjid Muhajirin Donoharjo Optimalkan Peran Masjid sebagai Penggerak Ekonomi Warga

Sleman – Fungsi masjid tidak sebatas sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial dan ekonomi umat, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW ketika membangun masyarakat Madinah. Prinsip tersebut kini diteladani oleh Takmir Masjid Muhajirin Perumahan Griya Taman Asri (GTA), Donoharjo, Ngaglik, Sleman, melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid.

Ketua Takmir Masjid Muhajirin, M. Zainuddin, menyampaikan bahwa grand opening Toko Muhajirin pada Minggu (23/11/2025), merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan peran masjid sebagai penggerak ekonomi warga.

“Rasulullah telah memberikan teladan bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat peradaban, termasuk ekonomi. Semangat itu yang ingin kami hidupkan di lingkungan Perumahan GTA,” ujar Zainuddin. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Admin UMKM Muhajirin, Eka Tatin Royani, menjelaskan bahwa Toko Muhajirin hadir untuk mempertemukan penjual dan pembeli di lingkungan perumahan GTA. Menurutnya, GTA memiliki potensi pasar yang signifikan dengan jumlah penduduk sekitar 500 kepala keluarga atau sekitar jiwa.

“Jumlah sebesar ini adalah potensi pasar yang tidak bisa dianggap sepele. Sayang jika perputaran uangnya justru keluar dari lingkungan sendiri,” ungkap Eka.

Inisiatif pemberdayaan ekonomi ini berawal dari keprihatinan takmir terhadap warga yang lebih sering berbelanja di luar perumahan karena ketidaktahuan bahwa barang dan jasa yang dibutuhkan sebenarnya ada di lingkungannya sendiri. Dari pendataan, tercatat 52 pelaku usaha di GTA, meliputi warung kelontong, kuliner, craft, fashion, laundry, dan berbagai jenis usaha jasa lainnya.

Untuk memfasilitasi pemasaran, takmir membentuk grup WhatsApp yang mempertemukan pelaku usaha dan warga sebagai konsumen. Konsep Toko Muhajirin bukanlah berupa bangunan fisik, melainkan toko online berbasis komunitas yang dikelola oleh takmir sebagai fasilitator.

“Toko ini berada di ruang digital. Penjual mempromosikan produk, pembeli dapat langsung melihat dan bertransaksi. Takmir hanya memastikan proses berjalan tertib dan nyaman bagi semua pihak,” jelas Eka.

Selain pemasaran daring, takmir juga merencanakan pasar offline atau bazar UMKM yang akan digelar setiap bulan di halaman Masjid Muhajirin. Acara grand opening Toko Muhajirin berlangsung meriah dengan rangkaian kegiatan berupa senam jantung sehat, pemeriksaan kesehatan gratis, talkshow kesehatan jantung oleh dokter spesialis, serta bazar UMKM.

Melalui program ini, M. Zainuddin berharap masjid dapat menjadi pusat pemberdayaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga. “Jika ekonomi umat kuat, maka kehidupan sosial dan ibadah masyarakat juga akan semakin baik. Masjid harus menjadi pusat kebaikan yang menyeluruh,” pungkasnya. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)