SMPN 1 Ngaglik Kirim Empat Pleton di LKBB SMK N 2 Yogyakarta, Kuatkan Karakter Siswa

Sleman – SMP Negeri 1 Ngaglik mengirimkan empat pleton inti untuk mengikuti Lomba Kreasi Baris-Berbaris (LKBB) dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-78 SMK Negeri 2 Yogyakarta yang digelar pada Sabtu (22/11/2025). Partisipasi ini merupakan komitmen sekolah dalam mengembangkan potensi peserta didik sekaligus membekali mereka dengan pengalaman kompetitif yang membangun karakter disiplin dan tangguh.
Pendamping pleton inti, Yohan Aurino, menyatakan bahwa keikutsertaan dalam LKBB bukan hanya tentang meraih prestasi, tetapi juga tentang membentuk pribadi siswa agar lebih bertanggung jawab, kompak, serta memiliki jiwa kepemimpinan.
“Kegiatan ini memberikan ruang bagi siswa untuk belajar memimpin, bekerja sama, serta menjaga kekompakan pleton. Semua itu akan menjadi nilai tambah dalam perkembangan karakter mereka,” jelas Yohan.
Ia menambahkan, melalui proses latihan yang panjang, para siswa dapat melatih ketelitian, konsentrasi, serta kemampuan mengambil keputusan cepat dalam situasi terstruktur.
Lomba Kreasi Baris-Berbaris sendiri menggabungkan unsur baris-berbaris dasar dengan inovasi gerakan kreatif, menguji ketepatan langkah, kekompakan formasi, kerapian tampilan, serta kreativitas tim.
SMP Negeri 1 Ngaglik mengirimkan empat pleton dengan konsep tema yang beragam dan sarat pesan moral. Pleton kelas VII putri menampilkan tema “Fatmawati”, menggambarkan sosok perempuan tangguh penjahit bendera pusaka. Pleton campuran mengusung tema “Sumpah Pemuda”, menyampaikan semangat persatuan.
Selain itu, pleton kelas VIII putri menampilkan tema “Perempuan Bijaksana yang Membawa Perubahan”, yang memvisualisasikan peran perempuan dalam membangun generasi masa depan. Sementara pleton putra tampil dengan tema “Pengkhianatan Seorang Prajurit yang Menodai Seragam Kebanggaan”, sebuah cerita moral tentang pentingnya integritas dan loyalitas.
Menurut Yohan, seluruh peserta telah melalui proses latihan intensif yang melibatkan penguasaan teknik dasar, penguatan fisik, serta pemahaman tentang makna kedisiplinan.
“Kami tidak hanya melatih gerakan, tetapi juga membangun mental mereka. Dengan latihan yang rutin, siswa menjadi lebih siap menghadapi tekanan dan dapat bekerja sama dengan lebih efektif,” ungkapnya.
Lomba ini dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari unsur kepolisian, TNI, dan Paskibra, memastikan penilaian dilakukan secara objektif dan berbasis standar. Melalui ajang bergengsi ini, SMP Negeri 1 Ngaglik berharap para siswanya mampu menampilkan performa terbaik serta mendapatkan pengalaman yang bermanfaat bagi pembentukan karakter. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)



