Nilai IKM Pemkal Condongcatur Mengalami Kenaikan di Tahun 2025

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur di tahun 2025 ini mengalami kenaikkan nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 86, 88% dibandingkan pada tahun 2024 sebesar 86, 79% dengan kategori Baik

Kaur Tata Laksana Kalurahan Condongcatur, Andree Setiawan mengatakan survei IKM dilakukan kepada 354 responden yang melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Kantor Kalurahan Condongcatur pada tahun 2025 ini. 

“Responden mengisi kuesioner dengan dua model pengisian, yaitu secara manual melalui formulir yang disediakan di loket pelayanan umum atau melalui scan barcode yang diarahkan ke Google Form,” ujarnya.

Andree menjelaskan bahwa IKM diukur berdasarkan Permenpan dan RB Nomor14 Tahun 2017, yang meliputi sembilan unsur penilaian pelayanan yaitu kesesuaian persyaratan pelayanan, kemudahan prosedur pelayanan, k ecepatan waktu pelayanan,kewajaran biaya atau tarif pelayanan, kesesuaian produk pelayanan, kompetensi petugas, perilaku petugas, penanganan pengaduan, dan kualitas sarana dan prasarana.

“Terdapat tiga indikator yang diniilai rendah dimana perlu kami evaluasi diantaranya terkait sistem mekanisme dan prosedur. Selanjutnya waktu penyelesaian dan yang terakhir indikator sarana dan prasarana. Sehingga ini akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tandasnya.

Sementara itu, Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji mengapresiasi hasil survei IKM ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Condongcatur atas masukan yang diberikan melalui survei ini. Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh perangkat kalurahan yang berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Namun, ini juga menjadi evaluasi bagi kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Ia pun menekankan pentingnya survei IKM sebagai dasar untuk memperbaiki tata kelola pelayanan publik. Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sangat penting karena dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan publik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“IKM dapat membantu mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan pelayanan publik, sehingga dapat dilakukan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan juga dapat membantu meningkatkan akuntabilitas pemerintah dalam pelayanan publik. Sehingga pemerintah lebih bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan yang baik dan IKM dapat membantu meningkatkan akuntabilitas pemerintah dalam pelayanan publik. Sehingga pemerintah lebih bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan yang baik,” ungkapnya.

Dengan hasil ini, Pemerintah Kalurahan Condongcatur berharap dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menjadikan hasil survei IKM sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan publik. Survei IKM dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah (Wasana / KIM Depok)




Delapan Pintu Rezeki dalam Al-Qur’an sebagai Pondasi Ketahanan Keluarga

Sleman – Suasana kajian rutin Masjid YTCS Yayasan Tarmoedji Tjondro Soedarmo Kamis malam (27/11/2025) tampak khidmat. Para jamaah dari berbagai kalangan dari wilayah Turi datang memenuhi masjid untuk mengikuti kajian bertema “8 Pintu Rezeki dalam Al-Qur’an”. Materi tersebut disampaikan oleh Ustaz Talqis Nurdianto, Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, UGM dan USIM Malaysia yang merupakan Direktorat AIK UMY, Dosen Pendidikan Bahasa Arab UMY.

Menurut Takmir masjid ini Ir. Agus Nugroho Setiawan, YTCS adalah sebuah masjid terlatak di Jl. Turi, Wetan Kali, Donokerto, Turi Sleman dan kajian ini digelar sebagai upaya penguatan spiritual dan ketahanan keluarga melalui pemahaman yang benar tentang konsep rezeki dalam perspektif Islam.

Ustaz Talqis menegaskan bahwa rezeki tidak semata-mata soal materi, tetapi mencakup juga nikmat non-materi yang Allah berikan kepada setiap hamba.

“Rezeki adalah segala sesuatu yang diberikan Allah untuk memelihara kehidupan, baik berupa materi seperti makanan dan harta, maupun non-materi seperti kesehatan, ilmu, keimanan, dan kebahagiaan,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu kesalahan yang sering terjadi di tengah masyarakat adalah mengidentikkan rezeki hanya dengan uang. Padahal, dalam Al-Qur’an ditegaskan bahwa dijamin rezeki setiap makhluk yang bergerak di atas bumi oleh Allah (QS. Hūd ayat 6).

Pernyataan tersebut kembali menegaskan keyakinan bahwa tidak ada satu pun makhluk yang dilupakan Allah dalam pemberian rezeki.

“Karena itu, kekhawatiran berlebihan tentang rezeki sebenarnya adalah bentuk kelalaian dalam memahami janji Allah,” tegas Ustaz Talqis.

Ia juga memaparkan bahwa pintu pertama rezeki adalah usaha. Manusia wajib bekerja dan berikhtiar, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, “Dan manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya (QS. An-Najm ayat 39)”.

Ia menambahkan sebuah hadis yang juga menjelaskan bahwa sebaik-baik makanan yang dimakan seseorang adalah hasil dari usahanya sendiri (HR. an-Nasā’ī dan Ibn Ḥibbān).

Pintu rezeki berikutnya datang dari sikap bersyukur. Ustaz Talqis mengutip firman Allah yang berbunyi “Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu (QS. Ibrāhīm ayat 7)”.

Ia menjelaskan bahwa syukur tidak hanya diucapkan dengan lisan, tetapi dibuktikan dengan ketaatan dan penggunaan nikmat sesuai yang diridai Allah. Selain itu, ketakwaan juga menjadi pintu besar dalam datangnya rezeki.

Ayat yang berbunyi “Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan menganugerahkan rezeki dari arah yang tidak diduga-duga (QS. Aṭ-Ṭalāq ayat 2–3)” ini menunjukkan bahwa rezeki dapat diperoleh bahkan dari sumber yang sama sekali tidak disangka. 

Peserta kajian pun tampak antusias ketika Ustaz Talqis menjelaskan pintu rezeki berikutnya yaitu istighfar. Ia menyampaikan ayat Nabi Nuh yang menjelaskan bahwa memohon ampun kepada Allah bukan hanya menghapus dosa, tetapi juga membuka pintu kemakmuran Allah akan menurunkan hujan, memperbanyak harta dan anak-anak, serta menyediakan kebun-kebun dan sungai-sungai (QS. Nūḥ ayat 10–12).

Rezeki yang datang melalui pernikahan juga menjadi sorotan penting. Ustaz Talqis mengingatkan para remaja dan keluarga bahwa Allah berfirman “Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya (QS. An-Nūr ayat 32)”.

“Menikah bukanlah penyebab kemiskinan, justru jalan menuju luasnya rezeki dan ketenteraman,” tegasnya.

“Sedangkan kehadiran anak juga menjadi pintu rezeki, bukan beban. Allah sendiri menegaskan ’Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu,” ujar Ustaz Talqis. (Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi)




Tales Pratama dan Nanas Bagong, Produk Unggulan Desa Wisata Sorasan Ngemplak

Sleman – Sebuah desa wisata mempunyai beberapa produk unggulan seperti kuliner, kerajinan, paket wisata atau hasil pertanian. Hal itu juga dimiliki Desa Wisata Sorasan Embung Opak, berupa talas pratama dan nanas bagong.

Meskipun saat ini nanas bagong masih belum dibudidayakan secara massal. Tetapi nanas bagong sudah lebih dari empat tahun dibudidayakan oleh pak Maryoto warga Sorasan,” kata Sekretaris Pengelola Desa Wisata Embung Opak, Ari Samiati di Embung Opak Sorasan, Bimomartani, Ngemplak, Sleman, Kamis (27/11/2025).

Pembudidaya nanas bagong, Maryoto menceritakan awalnya ia mendapatkan bibit nanas dari temannya yang tinggal di Lampung. Mulanya ia hanya menanam empat bibit pohon nanas. Kini Mayoto sudah memiliki puluhan pohon nanas.

Maryoto menjelaskan bahwa ketika pohon nanas berbuah, maksimal sudah tua beratnya antara lima sampai tujuh kilo gram. Kemudian rasa daging buahny apunu manis segar.

“Nanas bagong tidak susah pemeliharaannya. Asal tidak tergenang air tanaman akan tumbuh dan berbuah,” tutur Maryoto saat berada di kebunnya.

Kebun tersebut awalnya merupakan kebun dengan aneka pohon keras. Namun dengan tekat dan semangat, Maryoto pun menebang semua pohon keras termasuk bambu. Akhirnya kebun seluas 300 meter persegi bersih dari pohon keras. Lalu di tanami pohon buah ada alpukat, klengkeng, durian, pepaya, nanas bagong dan lainnya.

“Harapannya meski kebun relatif tidak begitu luas dengan tanaman berbagai jenis akan mampu mendukung keberadaan Desa wisata Sorasan Embung opak,” ujar Maryoto.

Selain nanas bagong, Desa Sorasan juga membudidayakan tales pratama. Supriyono salah satu warga Sorasan menuturkan, umbi tales pratama memiliki berat sekitar dua kilogram. Di mana, tales tersebut ditanam di lahan seluas 1000 meter persegi.

“Pembiakan tales pratama juga mudah. Tunas akan muncul di pangkal umbi tales. Tunas itu harus di potong dan dipakai untuk ditanam kembali. Kalau tidak dipotong akan mengganggu pertumbuhan umbi,” jelas Supriyono.

Umbi tales pratama bisa diolah menjadi berbagai panganan, dan tales tersebut biasa diolah oleh Ani Rumpoko Wati yang merupakan adik dari Supriyono. Oleh Ani, umbi tales diolah menjadi criping, cake tales, kroket tales, tales mustofa, grubi dan eggrool.

“Bisa juga dibuat jenis olahan yang lain,” pungkas Ani.

(Kusnadi KIM Berbah)




Hargobinangun, Wakili Sleman dalam Ajang Sumunar Award Tingkat DIY 2025

Sleman – Tim penilai SUMUNAR Award 2025 melakukan validasi lapangan terhadap inovasi pengelolaan sampah yang dikembangkan warga Bukit Songo Papat, Kaliurang Barat, Kalurahan Hargobinangun, Pakem, pada Kamis (27/11/2025).  Ajang ini merupakan penghargaan lomba inovasi pemberdayaan masyarakat tingkat DIY. Di mana, Kalurahan Hargobinangun masuk tiga besar terbaik dalam penilaian secara virtual melalui video yang dikirim.

Validasi tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kegiatan inovasi di Hargobinangun. Kegiatan itu berlangsung sejak pagi dengan meninjau proses pengelolaan sampah dari pengumpulan, pemilahan, hingga pengolahan sampah menjadi produk bernilai guna seperti kompos, dan kerajinan. 

Inovasi ini digagas kelompok warga yang diinisiasi oleh pengurus LPMK, baik yang ada di kalurahan maupun di unit. Tujuannya adalah untuk mengubah tempat pembuangan sampah menjadi tempat destinasi wisata.

Di samping itu, menjadikan pengelolaan sampah sebagai unit usaha yang bukan saja memberdayakan masyarakat setempat sebagai pekerja. Tetapi juga sebagai pemasukan pendapatan dengan menjual jasa pengepul sampah. Pendeknya kegiatan “olah uwuh” ini menjadi sarana meningkatkan ekonomi masyarakat.

Lurah Hargobinangun, Amin Sarjito dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja kolektif warga yang dimotori oleh pengurus LPMK yang mampu mengubah persoalan sampah menjadi peluang.

“Warga kami membuktikan bahwa inovasi tidak harus berangkat dari hal besar. Sampah yang selama ini menjadi masalah justru bisa menjadi sumber manfaat. Kami berharap validasi ini dapat memberi semangat baru bagi masyarakat untuk terus berinovasi,” ujarnya.

Ketua Pirukunan Tuwanggana DIY, KPH Notonegoro, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya kolaborasi lokal dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Inovasi di Bukit Songo Papat menunjukkan kesadaran kolektif masyarakat untuk merawat bumi. Gerakan seperti inilah yang ingin kami dukung melalui SUMUNAR Award. Semoga menjadi contoh bagi wilayah lain,” kata Gusti Noto.

Gusti Noto juga memberikan apresiasi kepada Pinituwo Tuwanggana yang ada di Kalurahan dan unit Padukuhan yang bisa menunjukkan “kemanfaatannya” sehingga bisa melahirkan inovasi pemberdayaan masyarakat berupa olah uwuh.

“Ke depannya, Tuwanggana ini diharapkan untuk menjadi perantara antara generasi muda dan generasi tua dalam mewarnai pembangunan diwilayahnya sehingga keberlanjutannya program dapat terjadi,” pesan Gusti Noto diakhir sambutannya.

Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi atau paparan inovasi “olah uwuh” yang disampaikan oleh perwakilan unit Tuwanggana Padukuhan Kaliurang Barat, Guntur, Pinituwo. Dengan rinci, Guntur menjelaskan tentang sejarah dari Bukit Songo Papat yang disulap dari TPS menjadi destinasi wisata.

Setelah presentasi dilanjutkan dengan kunjungan lapangan tim juri yang didampingi juga oleh Kabid Pemberdayaan Masyarakat Dinas PMK Kabupaten Sleman, Panewu Pakem, Kapolsek, Danramil Pakem, Lurah dan pamong Kalurahan Hargobinangun.

Proses validasi berjalan lancar dan diwarnai dengan tanya jawab tim juri dengan pengurus RPS (Rumah Pengolahan Sampah) terkait tantangan pengelolaan sampah, rencana pengembangan produk, serta peluang kemitraan. Tim penilai menyampaikan bahwa hasil validasi akan dibawa ke tahap seleksi akhir sebelum diumumkan penerima SUMUNAR Award 2025.

Kegiatan validasi lapangan ditutup dengan pesan dan kesan Tim Juri SUMUNAR Award yang diwakili oleh Siswantoyo, yang menyampaikan apresiasinya dengan kegiatan olah uwuh yang baru berjalan tiga bulan tetapi sudah menghasilkan pendapatan yang menjanjikan.

“Tuwanggana tidak saja mampu sebagai inisiator, tetapi juga berani mengambil langkah sebagai eksekutor. Dan dari RKTL yang disampaikan menunjukkan Tuwanggana yang mau berbenah untuk mengantisipasi tantangan kedepan,” ujarnya.

Siswantoyo pun mengingatkan untuk keber;anjutan program tersebut, mengingat sampah ke depannya masih menjadi masalah dan menjadi prioritas dalam penyelesaiannya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan).




Berburu Tanaman Eksotik di Taman Sembada

Sleman – Pengunjung Taman Sembada milik Suryadi di Dusun Ngabean, Margorejo, Tempel, Sleman bisa mencicipi tanaman Anggur Brazil (Pilinea cauliflora), yang berbuah di batang pohonnya. Bentuk buahnya yang hitam dan rasanya mirip anggur biasa yang tumbuh merambat.

Ditemui di kebunnya, Kamis (27/11/2025), Suryadi mempersilahkan KIM mencoba buah Miracle (Synsepalum dulcificum) yang bentuk buahnya mirip buah belinjo namun sedikit lebih besar dan kulitnya merah berkilat. Buah ajaib ini sering juga disebut buah Aranis, singkatan dari asam jadi maranis.

Ia menunjukan tanaman Bambu Kodok, yang bentuknya unik.

“Setiap ruasnya yang jaraknya sekitar 15 cm menyempit, sehingga bambunya yang berwarna hijau tua menggembung,” jelasnya.

Kemudian Suryadi memperlihatkan delima mini atau delima semak yang setinggi hanya 25 cm namun sudah berbuah kecil.

Lebih lanjut, di kebun Suryadi juga terdapat jeruk tongheng yang berasal dari Cina dan dikenal dengan sebutan jeruk nagami. Beragam tanaman eksotik lainny apun terdapat di kebun milik Suryadi, seperti klengkeng merah, duku kopong, sawo varigata, jambu varigata, chery manis, nanas walisanga, buah salju, kacang amazon, dan tanaman lainnya.  (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)