Paguyuban KWT Laras Sembada Ngaglik Kenalkan Batik Ecoprint ke 15 KWT

Sleman – Pelatihan pembuatan batik ecoprint digelar di Kebon Ndeso Wonorejo, Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, pada Kamis (27/11/2025). Kegiatan ini diikuti 27 peserta dari 15 KWT (Kelompok Wanita Tani) yang ada di kapanewon Ngaglik, dan KWT Laras Sembada.

Hadir dalam acara tersebut, Kepala UPTD BP4 wilayah IV Sleman, Wahyuni selaku narasumber dan peserta pelatihan dari 15 KWT.

Kepala UPTD BP4 Wilayah IV, Dibyo Warasta juga memberikan dukungan untuk kegiatan ini.

“Terima kasih juga kami tujukan pada KWT Laras Sembada Ngaglik, yang telah menyelenggarakan pelatihan ini dengan biaya swadaya dari peserta pelatihan Rp per orang,” ujarnya.

Batik ecoprint merupakan batik yang ramah lingkungan karena dibuat dari bahan-bahan yang ada disekitar batik ecoprint mempunyai nilai jual yang cukup tinggi.

“Semoga keterampilan ini bisa menambah ilmu dan kete rampilan ibu-ibu KWT,dan bisa dijadikan satu usaha yang menghasilkan,” tandasnya. (Eswe/KIM Sukoharjo)




Lik dan Yu Sapaan Buat Wisatawan Desa Wisata Sorasan

Sleman – Lik dan Yu sapaan akrab wisatawan yang datang di Desa Wisata Sorasan Embung Kali Opak.  Lik buat panggilan pengunjung laki-laki, dan Yu merupakan panggilan untuk wisatawan perempuan.

“Semua dipanggil sama meski latar belakang umur, pangkat, kedudukan dan kekayaan berbeda. Semua mendapatkan panggilan yang sama. Untuk kebersamaan dan keakraban wisatawan,” ucap Sekretaris Pengelola Desa wisata Sorasan Embung  Opak, Ari Samiati di Pendopo Embung Opak Desa Wisata Sorasan, Bimomartani, Ngemplak, Sleman, Kamis (27/11/2025).

Lebih lanjut, Yu Ari menjelaskan bahwa panggilan akrab Lik dan Yu menjadikan salah satu ciri khas yang ada di Desa Wisata Sorasan. Selain menjadi sapaan akrab, Lik dan Yu juga menjad motif batik buatan para pembatik Sorasan.

“Kain batik yang juga menjadi salah satu seragam pengurus Desa Wisata Sorasan,” tutur Yu Ari.

Desa Wisata Sorasan selain mempunyai Embung Opak sebagai sentral kegiatan wisata, ia juga memiliki pendopo dengan halaman luas yang bisa digunakan sebagai tempat resepsi pernikahan, family gathering, rapat, pengajian atau outbond.

“Aarea Embung Opak juga terdapat beberapa homestay yang terbuat dari kayu dan bata ekspos yang lebih alami dan asri. Homestay tersebut berada di atas kolam, dan menambah kenyamanan para pengunjung,” ujar Ari.

Kamar homestay di Sorasan mampu di tempati 50 pengunjung. Namung biasanya anak-anak sekolah menganggap bermalam di Sorasan itu seperti suasana camping. Hanya saja tidak menggunakan tenda tetapi rumah penduduk.

“Jadi mereka senang tidur beralas tikar diatas lantai seperti suasana ketika berkemah. Bila dalam kondisi seperti itu akan mampu menampung lebih dari 200 an orang,” jelas Ari.

Selain menginap, Desa Wisata Sorasan juga menawarkan beberapa paket wisata di antaranya paket jelajah kampung dengan bersepeda, edukasi praktek bertani dan berkebun, membuat batik, praktek masak kuliner yang ada di Sorasan dan outbond.

“Menyambut libur natal dan tahun baru kita mempersiapkan segalanya untuk pengunjung. Lebih gencar promosi lewat media sosial,” pungkas Yu Ari.

Menurut salah satu warga Sorasan, Yu Faikoh faktor yang menjadi penguat dan pendukung Desa Wisata Sorasan adalah alamnya yang masih asri, masyarakat yang rukun, kekompakan dan saling menghargai, serta makanan, minuman, dan hasil pertaniannya. Selain itu, Desa Sorasan yang diapit beberapa pasar menjadikan warga desa tersebut mengggeluti bidang usaha kuliner. Hasil produksinya kemudian dijual ke pasar sekitar.

“Banyak jenis kuliner di produksi warga namun ada tiga menjadi ciri khasnya yaitu Apem Mbah Rokayah, Gandos dan Peyek Iwak Kalen. Apem produksi Mbah Rokayah melegenda. Bertahun-tahun Mbah Rokayah produksi apem berjualan di pasar sampai sekarang usia 70 tahun masih tetap produksi dan jualan di pasar,” ucap Faikoh, salah satu mahasiswa UGM semerster 7. (Kusnadi KIM Berbah)




Pemkab Sleman Berikan Penghargaan JDIH Award Tingkat Kalurahan sekaligus Luncurkan Logo Anyar JDIH Sleman

Sleman – Sebagai upaya mewujudkan tata kelola dokumentasi hukum yang semakin baik dan profesional, Pemkab Sleman mengadakan Jaringan Dokumentasi Informasi Hukum (JDIH) Award tingkat Kalurahan Kabupaten Sleman pada Kamis (27/11), di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman.

Agung Armawanta selaku Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sleman menerangkan acara ini merupakan bentuk apresiasi Pemkab Sleman kepada kalurahan yang tertib dalam pengelolaan JDIH di wilayahnya masing-masing.

“Penilaian kami lakukan secara bertahap, tujuannya untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dokumentasi hukum dalam pemerintahan Kalurahan,” ucapnya.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dalam pidatonya menyebutkan bahwa kalurahan adalah ujung tombak pemerintahan di tingkat paling dekat dengan masyarakat yang memiliki kewajiban untuk menghadirkan layanan informasi hukum. Tak hanya mudah diakses, lanjut Harda, informasi hukum di kalurahan juga harus tersusun dengan baik, tertata rapi, dan selalu diperbarui.

“Banyak produk hukum yang perlu ditata, mulai dari peraturan kalurahan, keputusan lurah, hingga berbagai dokumen pendukung lainnya. Semua produk hukum ini harus terdokumentasi dengan baik agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari, dan agar masyarakat memiliki akses yang memadai terhadap aturan-aturan yang mengatur kehidupan mereka,” kata Harda.

Berikut penerima penghargaan JDIH Award Kabupaten Sleman tahun 2025 mulai peringkat pertama hingga sepuluh:

  1. Kalurahan Banyuraden
  2. Kalurahan Kalitirto
  3. Kalurahan Girikerto
  4. Kalurahan Condongcatur
  5. Kalurahan Caturharjo
  6. Kalurahan Trimulyo
  7. Kalurahan Sendangarum
  8. Kalurahan Purwobinangun
  9. Kalurahan Sumberadi
  10. Kalurahan Selomartani

Pada kesempatan ini Pemkab Sleman juga meluncurkan logo dan tagline JDIH Kabupaten Sleman yang baru. Logo baru tersebut diambil dari bentuk dasar bentuk timbangan yang menyimbolkan hukum yang dipadukan dengan bentuk dasar segitiga yang terinspirasi dari filosofi Sleman Sembada. Diharapkan logo ini bisa membawa semangat baru untuk mewujudkan dokumentasi hukum yang informatif dan mudah diakses masyarakat. Adapun tagline yang turut diluncurkan adalah “Mudah dan Informatif untuk Semua”.




Dua Atlet Sleman Raih Hasil Dominasi Kejuaraan Catur Pelajar Antar SMP KKO se-DIY 2025 Kategori Catur Cepat Putra

Sleman – Kejuaraan Catur Pelajar Antar SMP KKO se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kategori catur cepat sukses digelar di Gedung Fakultas Vokasi UNY Wates, Kulon Progo, pada Kamis (27/11/2025).

Ajang yang bekerja sama antara Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan sekolah KKO se-DIY ini mempertandingkan cabang olahraga catur dalam format swiss lima babak, dengan waktu pikir 15 menit ditambah lima detik increment.

Menurut salah satu panitia sekaligus wasit pertandingan, Ilham Agus Prasetyo turnamen ini diikuti oleh 12 peserta putra dari berbagai SMP KKO di seluruh DIY.

Ia menyebutkan bahwa antusiasme peserta cukup tinggi karena kompetisi ini menjadi wadah pengembangan minat dan bakat siswa dalam olahraga catur.

“Kejuaraan ini menjadi ajang pembinaan atlet muda KKO tingkat SMP. Peserta sangat bersemangat dan menunjukkan permainan yang berkualitas,” ujar Ilham.

Hasil Pertandingan dari lima babak yang dimainkan, dua atlet asal Sleman berhasil tampil dominan dan berhasil mendapatkan juara. Adapun juara satu diraih oleh Bagus Putra Prasetya dari SMPN 3 Sleman. Kemudian juara dua diraih oleh Pasha Virendra Arifaisal dari SMPN 13 Yogyakarta, dan juaran tiga diraih oleh Zhafran Arnatra dari SMP 1 Kalasan Sleman.

Bagus Putra Prasetya tampil meyakinkan dengan meraih 4,5 poin hasil dari empat kemenangan dan satu remis. Ia mengamankan gelar juara pertama setelah unggul pada nilai Buchholz 15,5.

Selanjutnya, Pasha Virendra Arifaisal juga mengoleksi 4,5 poin. Ia harus puas berada di peringkat kedua karena nilai Buchholz yang lebih rendah, yakni 12,5.

Sementara Zhafran Arnatra berhasil meraih tiga poin dengan nilai Buchholz 16, yang menjadi nilai tertinggi di antara peserta lainya dengan perolehan poin sama.

Kejuaraan ini diharapkan menjadi agenda rutin untuk menumbuhkan atlet-atlet muda berbakat yang dapat mewakili DIY pada kompetisi tingkat lebih tinggi. (Ilham Agus /KIM Seyegan)




Pemkab Sleman Raih Predikat Informatif Anugerah Keterbukaan Informasi Badan Publik DIY

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman kembali menorehkan prestasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pada ajang Penganugerahan Keterbukaan Informasi Badan Publik DIY tahun 2025, Pemkab Sleman berhasil meraih predikat “Informatif” kategori Kabupaten/Kota se-DIY. Pemerintah Kabupaten Sleman terhitung telah lima kali berturut – turut meraih predikat “Informatif” sejak tahun 2021 sampai dengan 2025 dalam anugerah keterbukaan informasi badan publik.

Berlangsung di Gedhong Pracimasono Pemda DIY, piagam penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X kepada Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Kamis (27/11).

Ketua Komisi Informasi Daerah (KID) DIY, Erniati dalam laporannya menjelaskan bahwa penganugerahan keterbukaan informasi publik ini merupakan hasil Monitoring dan Evaluasi (monev) yang dilakukan KID DIY kepada 534 badan publik di DIY.

Ia juga menjelaskan monev ini dimaksudkan untuk mengukur tingkat kepatuhan badan publik dalam pelaksanaan keterbukaan informasi serta menjadi bahan pengambilan kebijakan keterbukaan informasi.

“Dalam pelaksanaannya (monev), KID DIY melibatkan beberapa stakeholder meliputi akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat, aktivis media massa, dan peneliti dari BRIN dengan akumulasi jumlah SDM yang terlibat mencapai ratusan orang,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan tersebut. Menurutnya, capaian ini menjadi bukti komitmen Pemkab Sleman dalam memberikan layanan informasi yang transparan untuk masyarakat.

Ia juga berharap prestasi anugerah keterbukaan informasi publik ini menjadi motivasi bagi Pemkab Sleman dan seluruh OPD di lingkungan Pemkab Sleman untuk terus meningkatkan layanan informasi publik.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama juga diserahkan piagam penghargaan bagi BUMD dan OPD berprestasi dalam keterbukaan informasi badan publik diantaranya, Bank Sleman dengan kategori badan publik skor tertinggi kelompok BUMD se-DIY, BKPP Sleman dan Bappeda Sleman dengan kualifikasi Informatif kategori OPD Pemerintah Kabupaten/Kota se-DIY, serta penghargaan khusus kategori PPID/PLID berprestasi yang juga diberikan kepada Pemkab Sleman.